Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: Anak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar di SDN 4 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Raisa Vielentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan pengembangan potensi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan, pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang tua. Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif. Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TRISNAWATIE, 2026, Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Pelecehan Seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH, MH. Pembimbing II Budiarto Santoso,M.H Pelecehan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana yang berdampak serius terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban sehingga memerlukan perlindungan hukum yang komprehensif. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya, (2) Apa hambatan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, analisis hukum, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DP3APPKB Kota Palangka Raya telah melaksanakan perlindungan hukum melalui penerimaan pengaduan, asesmen, pendampingan hukum, pendampingan psikologis, penyediaan safe house, serta koordinasi dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, rumah sakit, dan instansi terkait. Selain itu, upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat, tekanan sosial yang menyebabkan korban enggan melapor, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana, serta trauma psikologis yang dialami korban. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi antarinstansi, penguatan sumber daya, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat agar perlindungan hukum terhadap anak korban pelecehan seksual dapat terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Anak Korban Pelecehan Seksual, DP3APPKB Kota Palangka Raya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Interpersonal Anak dan Orang Tua dalam Keluarga Broken Home di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal antara anak dan orang tua dalam keluarga broken home serta dampak dari komunikasi tersebut terhadap kondisi psikologis dan sosial anak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya angka perceraian di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah, yang berdampak pada kehidupan anak-anak dalam keluarga tidak utuh. Penelitian dilakukan di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap lima anak dan lima pasangan orang tua broken home, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi umumnya bersifat satu arah, minim interaksi emosional, dan dipenuhi hambatan seperti kesibukan orang tua tunggal, keterbatasan waktu, hingga keterputusan komunikasi total. Anak-anak cenderung mengalami perasaan kesepian, kehilangan kepercayaan diri, stres, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Perspektif orang tua mengungkapkan bahwa meskipun terdapat keinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan anak, keterbatasan emosional dan beban pasca perceraian menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang sehat dalam keluarga broken home sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan emosional anak. Disarankan agar orang tua membangun komunikasi dua arah yang terbuka, empatik, dan penuh perhatian demi kesejahteraan anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Mantir Adat dalam menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas).

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NOPITA MITRIANA, 2025 Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian (Studi Kasus di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas). Skripsi Strata Satu, Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Komang Darman, SH.,MH Pembimjbing II, Edelweisia Cristiana, MH Penelitian ini mengkaji peran Mantir Adat dalam penetapan hak waris anak berdasarkan harta gono-gini pasca perceraian di Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas Hukum adat Dayak, yang diakui dalam sistem hukum nasional, memiliki peran penting dalammenyelesaikan konflik sosial, termasuk perceraian dan pembagian harta. Perceraian dalam konteks adat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga keluarga besar dan nilai-nilai sosial masyarakat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Peran MantirAdat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi kasus desa jangkit kecamatan rungan hulu kabupaten gunung mas, (2) Mekanisme Penetakan Hak Waris Anak Nerdasarkan Harta Gono Gini Pada Kasus Perceraian Studi Kasus Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Mantir Adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi dan literatur. Lokasi penelitian difokuskan di DesaJangkit yang masih kuat mempertahankan hukum adat Dayak Ngaju. Pemilihan informan dilakukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantir Adat berperan sebagai mediator dan pengambil keputusan dalam pembagian harta gono-gini, dengan fokus pada perlindungan hak anak. Proses penyelesaian dilakukan melalui tahapan adat berupa pelaporan, pemanggilan, musyawarah, hingga pengambilan keputusan adat yang mengikat. Keputusan didasarkan pada kesepakatan pasangan, kondisi anak, dan norma adat yang berlaku. Studi ini menegaskan pentingnya kelembagaan adat dalam menjaga keadilan dan harmoni sosial, serta mendorong penguatan legitimasi formal atas keputusan adat agar setara dengan putusan pengadilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Filosofi Ancak pada Upacara Potoka Anak bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ancak merupakan salah satu upakara pada upacara potoka anak di desa kalasin penelitian ini membahas filosofi ancak pada upacara potoka anak dengan rumusan masalah 1.bagaimanakah pelaksanaan upacara potoka anak.2. bagaimanakah fungsi ancak pada upacara potoka anak.3. apakah makna yang terkandung dalam filosofi ancak pada upacara potoka anak. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dan teori religi dan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan teknik analisis data

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendampingan Guru dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus di SDN 9 Palangka

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi pada Anak Berkebutuhan Khusus dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan anak normal pada umumnya dengan menerima pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar bersama. Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pendampingan guru dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 2) Apa kendala guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 3) Upaya guru dalam pendampingan anak Berkebutuhan Khusus di SDN 9 Palangka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subek penelitian ini adalah guru kelas serta siswa Anak Berkebutuhan Khusus yang berada di kelas I dan kelas V, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumnetasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat Tahap yaitu kondensasi data, ceklis observasi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukan, 1) cara pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka berbeda-beda karena anak berkebutuhan khusus di SDN 9 palangka yang berada di kelas I dan di kelas V memiliki hambatan yang berbeda-beda pula setiap anaknya. Pendampingan pendekatan yang dilakukan dalam pada anak berkebutuhan khusus yaitu dengan pendekatan yang lebih individual menyesuaikan kurikulum yang ada. Pada pendampingan dalam pembelajaran guru juga menerapkan dukungan dan emosional, serta menyederhanakan materi untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus. 2) Hambatan atau kendala yang dihadapi guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus antara lain keterbatasan waktu dan energi pada guru, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendampingin anak berkebtuhan khusus, serta saranan dan prasarana yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang dapat berdampak pada proses pembelajaran. 3) Upaya guru dalam mengatasi hambatan yang terjadi dengan melakukan pengembangan diri dan pelatihan, serta mengevaluasi kemajuan belajar anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Minat Anak Mengikuti Pembelajaran Pada Pasraman Ganesa di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MADE DEWI SAVITRI, 2025. Minat Anak Dalam Mengikuti PembelajaranPada Pasraman di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Putu Wisnu Saputra, M.Pd Pasraman Ganesa merupakan lembaga pendidikan nonformal untuk memperdalam ajaran agama Hindu. Namun, partisipasi siswa dalam pembelajaran tergolong rendah. Banyak siswa tidak hadir secara konsisten dan hanya mengikuti pertemuan awal. Penelitian ini membahas: (1) sistem pembelajaran di Pasraman Ganesa, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat anak, dan (3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Kognitif, Behavioristik, dan Hirarki Kebutuhan Maslow. Informan terdiri dari pengurus pasraman, guru, orang tua, dan siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor rendahnya minat anak meliputi faktor internal (kelelahan, kondisi fisik, psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat). Upaya peningkatan minat anak dilakukan melalui pengaturan aktivitas, pemberian motivasi, peningkatan sarana prasarana, pelatihan guru, dan pemberian penghargaan kepada siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Palangka Raya dalam Melindungi Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NI MADE ISWANTY HARINI ANUGRAHA, 2025 : Eksistensi Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya Dalam Melindungi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Prodi Hukum Agama Hindu. Pembimbing (I) I Komang Darman, SH.,MH Pembimbing (II) Edelweisia Cristiana, MH Kekerasann dalam rumah tangga merupakan satu masalah sosial yang serius dan kompleks. Di Kota Palangka Raya kasus kekerasan ini masih kerap terjadi, sehingga perlu adanya penangan khusus. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) adalah salah satu unit yang bertugas untuk memberikan pelayanan , perlindungan, serta penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA juga memberikan pendampingan dan membantu memfasilitasi kesehatan baik luka yang terlihat maupun kesehatan mental korban serta menyediakkan rumah aman. Masalah yang diteliti : 1. Bagaimakah bentuk perlindungan hukum yang diberikan Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya. 2. Apakah Tantangan yang dihadapi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya dalam melindungi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskritif analisis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yakni Kanit, Penyidik dan petugas Unit Pelayanan Perempua dan Anak (PPA). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, tehnik analisis data terdiri dari redukasi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Unit PPA memiliki peranan yang sangat penting bagi perempuan dan anak terutama korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan dalam bentuk fasilitas kesehatan, rumah aman dan bantuan hukum. Tantangan yang dihadapi oleh Unit PPA dalam memberikan perlindungan hukum yakni ketidakberdayan korban dalam melapor, perikahan yang tidak sah, dan emosi yang tidak stabil. Namun tantagan tersebut tidak akan membuat mundur petugas Unit PPA dalam menyelesaikan kasus tersebut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Perceraian terhadap Anak di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hendi, 2025, Dampak Perceraian Terhadap Anak Di Desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dra. Ni Made Ratini, M.Si dan pembimbing II, Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si Perceraian berdampak besar pada perkembangan psikologis dan emosional anak, sementara dalam ajaran Hindu, perceraian dianggap sebagai perbuatan adharma yang sangat tidak dianjurkan. Anak-anak dari keluarga bercerai sering mengalami gangguan perkembangan, namun orang tua tetap berkewajiban memelihara dan melindungi anak sesuai dengan hukum Hindu dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua rumusan masalah utama: pertama, bagaimana penerapan hukum agama Hindu terkait hak asuh anak setelah perceraian di desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas; kedua, bagaimana perspektif hukum agama Hindu memandang dampak perceraian terhadap anak di desa tersebut. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan umum dan khusus, sedangkan manfaat penelitian mencakup manfaat teoritis dan praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan meliputi teori pluralisme hukum dan teori resepsi hukum, yang berfungsi menjelaskan bagaimana hukum agama Hindu berdampingan dengan hukum nasional dalam mengatur hak asuh dan perlindungan anak pasca perceraian. Informan penelitian meliputi anak dari orang tua bercerai, suami atau istri yang bercerai, keluarga dekat, mantir adat, saksi perceraian, dan pemangku agama Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan hak asuh anak yaitu dilakukan melalui musyawarah adat yang dipimpin oleh tokoh adat/damang atau mantir adat dengan mempertimbangkan kemampuan orang tua, kehendak anak, dan kesejahteraan anak sebagai prioritas utama. Sistem patrilineal tetap diakui, namun lebih fleksibel dalam praktiknya, di mana hak asuh anak kecil biasanya diberikan kepada ibu, sedangkan ayah tetap bertanggung jawab memberikan nafkah dan pendidikan. Perceraian dipandang sebagai pelanggaran dharma dan nilai adat yang menimbulkan tekanan emosional, stigma sosial, dan dampak spiritual bagi anak. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, masyarakat menerapkan perjanjian pranikah, mediasi adat, dan sanksi adat guna memastikan tanggung jawab orang tua terpenuhi secara optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola komunikasi Keluarga dalam Membatasi Penggunaan Gadget pada anak di Desa Mungku Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Febrianto. 2025. Pola Komunikasi Keluarga dalam Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Pola komunikasi merupakan cara yang digunakan oleh orang tua maupun keluarga dalam berinteraksi dan menyampaikan pesan kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan sikap anak, khususnya dalam membatasi penggunaan gadget yang berlebihan. Penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar anak. Oleh sebab itu, kontrol dari keluarga diperlukan untuk mengatur batasan penggunaan gadget secara efektif. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah utama yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya? dan (2) Apa saja hambatan yang dihadapi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya?.Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu teori pola komunikasi keluarga (TPKK). Subjek penelitian ini adalah keluarga maupun orang tua di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Lokasi penelitian di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Sumber data pada penelitian adalah keluarga atau orang tua yang berada di desa Mungku Baru. Sumber data penelitiam ini diperoleh dari masyarakat Desa Mungku Baru, serta dokumen resmi dari Desa Mungku Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak terdiri dari tiga jenis, yaitu pola permisif yang cenderung memberikan kebebasan, pola demokratis yang seimbang antara kebebasan dan pengawasan, serta pola otoriter yang bersifat tegas dan ketat. Pola komunikasi otoriter paling banyak diterapkan oleh orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak. Namun, dari tiga pola komunikasi yang digunakan menimbulkan hambatan seperti reaksi emosional dari anak, tidak konsisten dalam penerapan aturan, serta pengaruh lingkungan berasal dari teman sebaya yang sulit dikontrol oleh keluarga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan antara Dukungan Guru terhadap Motivasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi antara Orang Tua dan Anak di Era Digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital, dan komunikasi yang dapat terjalin dengan baik dan efektif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola komunikasi dan faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital. Adapun yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan anak di dera digital (2) apa saja faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas komunikasi antara antara orang tua dan anak di era digital. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi keluarga.Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yangdigunakan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu menggunakan : (a) pola komunikasi bebas (Permissive), (b) pola komunikasi otoriter (Authoritarian), (c) pola komunikasi demokratis (Authoritative) kemudian dianalisis dengan teori pola komunikasi keluarga. Polakomunikasi bebas yang dilakukan oleh orang tua di era digital terkait penggunaan gawai, yaitu orang tua yang bersifat membebaskan dan kontrol terhadap anak rendah. Pola komunikasi otoriter merupakan pola komunikasi orang tua yang menetapkan aturan secara dan mengontrol anak dalam penggunaan gawai agar anakmemiliki waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang tua. Pola komunikasi demokratis yang orang tua tetap memeberi aturan terhadap anak berdasarkan kesepakatan bersama, orang tua juga memikirkan akan hal yang anak suka dan tidak suka sehingga orang tua dan anak saling terbuka dalam berkomunikasi. Faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital adalah kecanduan anak dalam penggunaan gawai, tidak hanya anak orangtua juga menggunakan gawai yang menimbulkan intensitas komunikasi berkurang, dan orang tua yang tidak mengerti penggunaan gawai sehingga menimbulkan kesulitan berkomunikasi jarak jauh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendidikan Pasraman Hindu dalam Pembentukan Karakter Anak di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pendidikan Agama Hindu dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JOHKO, 2024: Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Megawati, S. Pi., M.Pd.H Pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah Upaya mengembangkan kemampuaan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai peribadi maupun sebagai anggota masyarakat.karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD. Negeri Teluk Jolo 1 Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai bentuk penelelitian yang bersifat refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pada siklus I dari 6 siswa sampel terdapat 5 orang berada pada ketegori rendah/kurang (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang pada siklus II dari 6 jumlah sampel terdapat 5 orang berada ketegori baik/tinggi (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang sehingga berdasarkan siklus I dan siklus II yang telah dilakukan penelitian Tindakan penelitian dinyatakan berhasil meningkatkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitiaan yang didapatkan dan dikelompokan bahwa penelitian ini menunjukan karakteristik siswa di SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinyah Anak Liau dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SEPRI HARYONO, 2024, Kinyah Anak Liau Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan, Pembimbing I Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas,M.Pd.H Era Globalisasi banyak membawa dampak perubahan mulai dari tatanan sampai pola kehidupan masyarakat, sehingga menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi terutama bagi umat Hindu Kaharingan dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan ajaran yang terkandung di dalam ajaran agama. Salah satunya dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok melaksanakan kinyah anak liau yang sekarang tidak pernah dilaksanakan lagi. Rumusan masalah: 1. Bagaimana bentuk kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. 2. Apa fungsi dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. 3. Apa nilai pendidikan yang terkandung pada kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. Bertujuan untuk mengetahui: bentuk dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan, untuk mengetahui fungsi dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan dan untuk mengetahui nilai pendidikan yang terkandung pada kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. Teori digunakan teori semiotika, teori nilai dan teori pendidikan klasik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif, tempat penelitian di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Teknik penentuan informan snowball sampling, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan: Bentuk pelaksanaan kinyah anak liau terjadi karena kesepakatan yang dilakukan oleh para nenek moyang atau leluhur zaman dulu, dan pelaksanaannya dasar pelaksanaannya berdasarkan wahyu tuhan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan dan dalam pelaksanaan kinyah anak liau dijadikan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun pada ritual kematian oleh anak cucunya berdasarkan garis keturunannya, dan dalam pelaksanaan Kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok terdapat dua fungsi yaitu fungsi estetika dan religius, yang jika dilihat fungsi religius terdapat pada sudut pandang bentuk anak liau dan dalam pelaksanaan kinyah anak liau, kinyah anak liau mempunyai nilai-nilai yang terkandung di dalam pelaksanaannya mulai dari perilaku moral, ekspresi estetika dan sosial politik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hak Waris dan Kewajiban Anak yang Berpindah Agama di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas (Perspektif Hukum Waris Hindu)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I KETUT PUJO KARTIKO, 2024. Hak Waris Dan Kewajiban Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Dosen Pembimbing I. Dr. Ni Nyoman Rahmawati, S.Ag, M.Si Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H Hukum Waris Hindu adalah hukum yang mengatur peralihan atau warisan kepada ahli waris, menurut Hukum Waris Hindu yang berhak mewaris adalah anak laki-laki. Namun dinamika yang terjadi adalah adanya anak laki-laki yang beralih agama mengikuti agama istrinya. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu, bagaimana hak waris anak yang berpindah agama di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas dan bagaimana kewajiban anak yang berpindah agama di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Adapun tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan memahami pembatasan hak waris dan kewajiban anak yang berpindah agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas (perspektif hukum waris Hindu). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi (gabungan). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori the living law dan pluralism hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas secara langsung akan berpengaruh terhadap hak waris, seperti hilang antara lain terhadap harta Pusaka, tetapi mereka masih bisa mendapatkan pembagian harta yang merupakan guna kaya kedua orang tuanya sesuai kesepakatan seperti tanah, perhiasan dan rumah. Selain itu, mengenai Kewajiban Anak Yang Berpindah Agama Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas, bahwa anak yang berpindah Agama dengan serta-merta menghilang, kewajibannya dalam melaksanakan piodalan ngerainin di sangga/merajan. meski demikian tidak memutus kewajibannya dalam melaksanakan bhakti sebagai seorang anak yaitu mengurus dan memelihara mereka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kedudukan Anak Angkat Perempuan pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I KADEK RIYANA, 2024 : Kedudukan Anak Angkat Perempuan Pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I I Komang Darman SH.,MH. Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Anak angkat perempuan merupakan seorang anak yang diadopsi secara hukum oleh seseorang atau sebuah keluarga yang bukan orang tua kandungnya. Kedudukan anak angkat perempuan sangat bergantung pada tradisi dan nilai-nilai budaya yang berlaku di berbagai wilayah dan subkultur Hindu. Secara umum, anak angkat perempuan dianggap memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan anak kandung dalam keluarga Hindu. Dalam tradisi Hindu, anak angkat perempuan dapat dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau berkah bagi keluarga yang mengadopsinya. Masalah yang diteliti : (1) Dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak angkat di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (2) Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (3) Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Subyek penelitian adalah PHDI Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Tokoh Agama atau Rohaniawan, Tokoh umat, dan Masyarakat atau orang tua yang memiliki anak angkat tersebut. Obyek penelitian adalah kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keadilan distribusi dari John Rawls, dan teori sistem hukum dari L.M Friedman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak kandung yaitu karena tidak memiliki anak, menginginkan anak perempuan, anak perempuan tersebut ditinggalkan oleh orang tuanya, dan anak perempuan dianggap melestarikan nilai-nilai ajaran agama Hindu. Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu melalui tahap rembuk keluarga kecil, pamahidang/pamakel (rembuk keluarga besar) dan tahap prosesi widhiwidana (pemerasan). Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu memiliki kedudukan yang sama seperti anak kandung pada umumnya tidak ada yang dibeda-bedakan yaitu berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang dan berhak mendapatkan pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN MANTIR ADAT DALAM MENETAPKAN HAK WARIS ANAK BERUPA PETAK PALAKU PADA KASUS PERCERAIAN DI DESA TEWANG TAMPANG KECAMATAN TASIK PAYAWAN KABUPATEN KATINGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bambang Nopriadi, 2023. Peranan Mantir Adat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berupa Petak Palaku Pada Kasus Perceraian Di Desa Tewang TampangKecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan Dengan Dosen Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH dan Dosen Pembimbing II Budiarto Santoso, MH Hukum Adat tidak terlepas dari Hukum Delik Adat (Adatrecht Delicten) atau Hukum Pidana Adat atau Hukum Pelanggaran Adat ialah aturan-aturan hukum adat yang mengatur peristiwa atau perbuatan kesalahan yang berakibat terganggunya keseimbangan masyarakat sehingga perlu diselesaikan secara aturan hukum agar keseimbangan masyarakat tidak terganggu. Kelebihan hukum adat dalam menyelesaikan permasalahan pada masyarakat yaitu memiliki rasa kebersamaan untuk musyawarah mufakat secara damai dan memperhatikan keseimbangan lingkungan sosial masyarakat. Di desa, sistem hubungan kekeluargaan begitu erat, namun tidak jarang terjadi kesalahpahaman, tindakan pidana atau konflik oleh seseorang ataupun sekelompok masyarakat.Masalah yang diteliti mencakup 2 (dua) yaitu : 1). Bagaimana peranan mantir adat dalam menetapkan hak waris anak berupa petak palaku pada kasus perceraian di desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? 2). Bagaimana sanksi yang diberikan oleh mantir adat terhadap pengingkaran pemberian petak palaku di desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain, Jenis penelitian menggunakan data primer dan skunder, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Purposive sampling juga bisa berarti sampling yang menentukan target kelompok tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan cara : Teknik observasi, Teknik wawancara dan Teknik Kepustakaan dan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Peranan Mantir Adat Dalam Menetapkan Hak Waris Anak Berupa Petak Palaku Pada Kasus Perceraian Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. adalah Mantir adat memiliki kewenangan berperan sebagai penegak hukum adat di wilayah desa Tewang Tampang. Mantir adat menetapkan hak waris anak berupa petak palaku yang menitiberatkan perdamaian guna mengembalikan keseimbangan guna mengembalikan keseimbangan tata kehidupan baik yang sifatnya, jasmani dan rohani berdasrakan hukum adat tumbang anoi.2) Pertimbangan Mantir Adat Dalam Memutuskan Hak Waris Anak Berupa Petak Palaku Pada Kasus Perceraian Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. adalah berdasarkan perjanjian tumbang anoi yang mempunyai 96 pasal yang lebih jelasnya terdapat pada pasal Pasal 4 Singer Hatulang Palekak Sama Handak (denda perceraian karena kehendak bersama) Kata Kunci : Peran, Mantir, Adat, Penyelesaian, hak waris anak.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dan Anak Studi Di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kotawaringin Timur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LETRO, 2023, Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dan Anak (Studi Di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kotawaringin Timur) Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat, Institut Agama Hindu Negeri Tampug Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Citranu,S.H.,MH. Pembimbing (II) I Kadek Kartika Yase, S.H.AH.,MH. Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan dalam masyarakat yang sering kali menjadi korban berbagai bentuk kekerasan dan penindasan. Oleh karena itu, penting untuk melindungi hak-hak mereka melalui perangkat hukum yang tepat. salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak adalah DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana). Sehingga yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kotawaringin Timur Dalam Melaksanakan Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dan Anak. (2) kendala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kotawaringin Timur Dalam Menjalankan Tugas Dan Fungsinya. (3) Upaya Preventif Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kotawaringin Timur Dalam Melaksanakan Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dan Anak. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) teori kewenangan dan (2) teori preventif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dinas P3AP2KB Kotawaringin Timur memiliki peran penting dalam perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak. Lembaga ini bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti kepolisian, lembaga kesehatan, dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), untuk memberikan pendampingan, peningkatan kesadaran masyarakat dan bantuan hukum kepada korban kekerasan dan penindasan (2) Dinas P3AP2KB Kotawaringin Timur memiliki beberapa kendala dalam menjalankan tugas dan fungsinya yaitu (a) keterbatasan tenaga kerja (b) kasus tidak dilaporkan. (3) Upaya preventif yang dilakukan oleh Dinas P3AP2KB Kotawaringin Timur yaitu dengan melakukan peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail