Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

LINA

19 karya publik ditemukan.

2026: 62025: 32023: 22022: 42021: 12020: 22017: 1

Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Herlina 2026. Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1. Wentin, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Optimalisasi penggunaan alat musik dalam Proses pembelajaran seni musik di SMPN 8 Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pembelajaran dan pelatihan seni musik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terkait seni musik tradisional Dayak Kalimantan Tengah serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam proses pembelajaran seni musik tradisional dayak masih belum maksimal karena keterbatasan jumlah alat musik dan minimnya waktu latihan, yang menyebabkan beberapa siswa terlambat menguasai teknik bermain musik tradisional dayak Kalimantan tengah. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya, 2). Apa kendala dalam Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang dugunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan tengah Dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya Di SMPN 8 Palangka raya yaitu Manajemen sekolah fokus pada pengangaraan berkala dan pemeliharaan fasilitas. 2. Kegiatan Pembelajaran Seni Musik Tradisional Dayak terdiri dari Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan berdoa bersama, memeriksa kehadiran dan penyampaian tujuan pembelajaran, Kegiatan inti Guru menjelaskan teori dan mencontohkan cara bermain alat musik. Kegiatan Penutup Guru meminta beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan hasil latihan didepan kelas sebagai bahan evaluasi. 3) Kendala dalam proses pembelajaran seni musik Tradisional yaitu kurangnya ketersediaan alat musik tradisional dayak, Anggaran sekolah yang terbatas membuat pengadaan alat musik tidak sebanding dengan jumlah siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi penghambat sehingga proses pembelajaran seni musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah di SMPN 8 Palangka Raya kurang optimal.

Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Herlina 2026. Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1. Wentin, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Optimalisasi penggunaan alat musik dalam Proses pembelajaran seni musik di SMPN 8 Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pembelajaran dan pelatihan seni musik yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa terkait seni musik tradisional Dayak Kalimantan Tengah serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam proses pembelajaran seni musik tradisional dayak masih belum maksimal karena keterbatasan jumlah alat musik dan minimnya waktu latihan, yang menyebabkan beberapa siswa terlambat menguasai teknik bermain musik tradisional dayak Kalimantan tengah. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya, 2). Apa kendala dalam Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya di SMPN 8 Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang dugunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Optimalisasi Penggunaan Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan tengah Dalam Proses Pembelajaran Seni Budaya Di SMPN 8 Palangka raya yaitu Manajemen sekolah fokus pada pengangaraan berkala dan pemeliharaan fasilitas. 2. Kegiatan Pembelajaran Seni Musik Tradisional Dayak terdiri dari Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan berdoa bersama, memeriksa kehadiran dan penyampaian tujuan pembelajaran, Kegiatan inti Guru menjelaskan teori dan mencontohkan cara bermain alat musik. Kegiatan Penutup Guru meminta beberapa kelompok untuk mendemonstrasikan hasil latihan didepan kelas sebagai bahan evaluasi. 3) Kendala dalam proses pembelajaran seni musik Tradisional yaitu kurangnya ketersediaan alat musik tradisional dayak, Anggaran sekolah yang terbatas membuat pengadaan alat musik tidak sebanding dengan jumlah siswa. Keterbatasan waktu juga menjadi penghambat sehingga proses pembelajaran seni musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah di SMPN 8 Palangka Raya kurang optimal.

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan dalam Event Seni Budaya di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya. Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar mahasiswa.

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan dalam Event Seni Budaya di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nesti Lina, 2026. Partisipasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Dalam Event Seni Budaya Di Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya merupakan salah satu bentuk pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi profesional mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya masih tergolong rendah dan cenderung didominasi oleh mahasiswa yang sama dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pentingnya partisipasi, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam event seni budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, pada Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, serta panitia penyelenggara event seni budaya. Teori yang digunakan yaitu teori fenomenologi oleh Edmund Husserl (1970) dan Self-Determination Theory (SDT) oleh Deci dan Ryan (1985). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai partisipasi dalam event seni budaya sebagai sarana pengembangan diri, pembentukan profesionalisme calon guru dan pelestarian seni budaya. Faktor yang mempengaruhi partisipasi terdiri atas faktor internal, yaitu minat dan hobi, serta motivasi mahasiswa dan faktor eksternal seperti kurangnya ajakan dari teman dan senior, tuntutan akademik dari mata kuliah, dominasi cabang seni tertentu, benturan jadwal latihan dengan tugas perkuliahan dan salah paham pendapat antar mahasiswa selama proses latihan untuk penampilan. Program studi telah berupaya dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa dengan berbagai kebijakan dan dukungan yang telah dilaksanakan. Selain itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni dan Kegamaan sebagai pihak yang berpartisipasi secara langsung juga berharap agar IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dapat memberikan perhatian terhadap berbagai cabang seni dan sikap saling merangkul antar mahasiswa.

Metodologi Penelitian

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku "Metode Penelitian" adalah sebuah panduan komprehensif yang dirancang untuk membekali pembaca dengan pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek dalam penelitian. Buku ini mengulas secara terperinci berbagai metodologi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, serta mengintegrasikan pendekatan campuran yang relevan dalam penelitian kontemporer. Mulai dari tahap perencanaan, pembentukan hipotesis, pemilihan metode, hingga pengumpulan dan analisis data, buku ini menyajikan langkah demi langkah yang perlu diikuti. Pentingnya etika penelitian dan penggunaan alat analisis statistik juga ditekankan, dengan tujuan untuk memastikan integritas dan validitas hasil penelitian. Selain itu, penulis memberikan contoh aplikatif dan studi kasus yang membantu pembaca memahami implementasi teori dalam praktik. Buku ini menjadi panduan esensial bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi yang ingin meningkatkan keahlian dalam metodologi penelitian.

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas.

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd. H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimana Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas, 2). Apa Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas.

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M.Pd.H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingnya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.

PERAN PISOR DALAM RITUAL NYADIRI DI DESA TELOK KECAMATAN KATINGAN TENGAH, KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

KARLINA MUSTIEKASARI, 2023, Peran Pisor Dalam Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra, Ni Made Ratini, M.Si, Pembimbing (II) Sri Kayun, SH., M.Si. Peran pisor dalam ritual nyadiri sebagai pemimpin ritual, rohaniawan, pelaksana dan perantara untuk memberitahu melalui tawur kepada leluhur/Ranying Hatalla Langit bahwa di Pantai danum kalunen (dibumi) sedang ada yang melaksanakan ritual. Nyadiri adalah salah satu ritual yang ada dalam suku Dayak Ngaju yang merupakan suatu ritual keagamaan secara turun-temurun yang dipercayai oleh umat Hindu Kaharingan untuk menghilangkan malapetaka yang akan terjadi setelah seseorang mendapatkan mimpi buruk. Karena itu umat Hindu Kaharingan meyakini bahwa mimpi pada malam hari memiliki makna/arti khusus. Selain itu, Nyadiri merupakan ritual yang dilaksanakan juga untuk wanita yang sedang mengandung, karena diyakini akan menangkal hal-hal buruk yang akan terjadi ketika wanita tersebut akan melahirkan, sehingga ia dapat melahirkan dengan lancar. Maka dari itu nyadiri adalah salah satu ritual yang digukan umat Hindu Kaharingan untuk menghilangkan malapetaka dan hal-hal buruk. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : Bagaimana Peran Pisor Dalam Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. 2)Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. 3) Apa Akibat Apabila Tidak Dilaksanakan Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupate Katingan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan metode kualitatif, dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran pisor dalam ritual nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, yaitu sebagai pelaksana dan pelantara untuk memberitahu melalui tawur kepada leluhur/Ranying Hatalla langit bahwa di pantai danum kalunen sedang ada yang melaksanakan ritual, juga sebagai penentu hari baik untuk melaksanakan ritual itu, sebagai orang yang akan memberitahukan sarana dan prasarana apa yang akan disiapkan. (2) Proses Pelaksanan Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, melalui 3 proses yaitu : 1 proses persiapan, 2 proses pelaksanaan, 3 proses akhir. (3) Akibat Apabila Tidak Dilaksanakan Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, akibatnya ialah bisa mengalami gangguan seperti sakit ringan,sakit keras serta meninggal dunia. Kata kunci : Peran pisor, ritual nyadiri

Peran Pisor dalam Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARLINA MUSTIEKASARI, 2023, Peran Pisor Dalam Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra, Ni Made Ratini, M.Si, Pembimbing (II) Sri Kayun, SH., M.Si. Peran pisor dalam ritual nyadiri sebagai pemimpin ritual, rohaniawan, pelaksana dan perantara untuk memberitahu melalui tawur kepada leluhur/Ranying Hatalla Langit bahwa di Pantai danum kalunen (dibumi) sedang ada yang melaksanakan ritual. Nyadiri adalah salah satu ritual yang ada dalam suku Dayak Ngaju yang merupakan suatu ritual keagamaan secara turun-temurun yang dipercayai oleh umat Hindu Kaharingan untuk menghilangkan malapetaka yang akan terjadi setelah seseorang mendapatkan mimpi buruk. Karena itu umat Hindu Kaharingan meyakini bahwa mimpi pada malam hari memiliki makna/arti khusus. Selain itu, Nyadiri merupakan ritual yang dilaksanakan juga untuk wanita yang sedang mengandung, karena diyakini akan menangkal hal-hal buruk yang akan terjadi ketika wanita tersebut akan melahirkan, sehingga ia dapat melahirkan dengan lancar. Maka dari itu nyadiri adalah salah satu ritual yang digukan umat Hindu Kaharingan untuk menghilangkan malapetaka dan hal-hal buruk. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu : Bagaimana Peran Pisor Dalam Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. 2)Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. 3) Apa Akibat Apabila Tidak Dilaksanakan Ritual Nyadiri Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupate Katingan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan metode kualitatif, dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran pisor dalam ritual nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, yaitu sebagai pelaksana dan pelantara untuk memberitahu melalui tawur kepada leluhur/Ranying Hatalla langit bahwa di pantai danum kalunen sedang ada yang melaksanakan ritual, juga sebagai penentu hari baik untuk melaksanakan ritual itu, sebagai orang yang akan memberitahukan sarana dan prasarana apa yang akan disiapkan. (2) Proses Pelaksanan Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, melalui 3 proses yaitu : 1 proses persiapan, 2 proses pelaksanaan, 3 proses akhir. (3) Akibat Apabila Tidak Dilaksanakan Ritual Nyadiri di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, akibatnya ialah bisa mengalami gangguan seperti sakit ringan,sakit keras serta meninggal dunia. Kata kunci : Peran pisor, ritual nyadiri

Metodologi Penelitian Bidang Pendidikan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Manusia diberikan karunia rasa ingin tahu yang terus berkembang sehingga selalu berupaya memahami diri sendiri dan fenomena yang ada di lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penelitian. Melalui penelitian manusia berupaya menjawab pertanyaan dari fenomena yang menjadi minat dan perhatian melalui proses yang sistematis. Penelitian telah digunakan di banyak bidang. Salah satu bidang tersebut adalah pendidikan. Penelitian digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait fenomena yang ditemukan dalam bidang pendidikan. Pada buku ini akan membahas lebih detail tentang: Konsep Dasar Penelitian Kode Etik dalam Penelitian Kajian Literatur dan Masalah Penelitian Plagiarisme dan Manajemen Referensi Hipotesis Penelitian & Teknik Analisis Metode Penelitian Deskriptif: Korelasi & Ex Post Facto Metode Penelitian Eksperiment Pendekatan Penelitian Naturalistik/Kualitatif Metode Penelitian Studi Kasus Metode Penelian PTK Analisis Data Kualitatif

Pengantar Metodologi Penelitian

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku Metodologi Penelitian Pendidikan ini dibuat sebagai bahan referensi dan juga memberikan wawasan tambahan kepada pembaca perihal perkembangan Metodologi Penelitian Pendidikan yang ada pada masyarakat revolusi industri 4.0. Sejalan dengan modernisasi pendidikan serta kemajuan teknologi yang menyertainya, buku ini dapat dijadikan solusi terbaik sehingga tujuan dan manfaat dapat dicapai dengan maksimal. Secara detail pembahasan buku ini meliputi: Bab 1 Hakikat Penelitian Pendidikan dan Paradigma Penelitian Bab 2 Ruang Lingkup dan Kontribusi Penelitian Terhadap Pengetahuan dan Pendidikan Bab 3 Etika, Legalitas dan Hubungan Manusia dalam Penelitian Bab 4 Klasifikasi Jenis-Jenis Penelitian Bab 5 Judul, Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian Bab 6 Review Literatur dan Hipotesis Penelitian Bab 7 Variabel, Data, Populasi, Sampel dan Setting Penelitian Bab 8 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Bab 9 Metode atau Teknik Analisa Data Penelitian Kesembilan materi pokok tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan buku ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami metodologi-metodologi penelitian pendidikan terkini dengan baik dan benar secara utuh.

HUKUM ADAT

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan karya kolaboratif antar dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Buku ini sebagai referensi di perguruan tinggi pada matakuliah hukum adat.

Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi Pendidikan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi Pendidikan. Sistematika buku book chapter Pendidikan Profesi Keguruan dan Teknologi Pendidikan ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Oleh karena itu diharapkan book chapter ini dapat menjawab tantangan dan persoalan dalam sistem pengajaran di perguruan tinggi dan sejenis lainnya.

METODOLOGI PENELITIAN; KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS BAGI MAHASISWA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan hasil kerja kolaboratif antar dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, buku ini dibagi dalam 11 bab dan kemudian setiap individu dosen menulis satu bab buku, sehingga setiap penulis akan fokus terhadap bab yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga diharapkan akan lahir hasil karya buku ini yang lebih berkualitas.

PEMBENTUAKAN KARAKTER ANAK DALAM KELUARGA HINDU DI DESA SAMBI DI KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CERLI MARLINA, 2020 : Pembentukan Karakter Anak Dalam Keluarga Hindu Didesa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penynag Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. I Nyoman Sidi Astawa,S.Ag.,M.A. Pembimbing (II) Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Pembentukan karakter anak dalam keluarga di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten kotawaringin barat belum terlalu bisa dilaksanakan dengan baik terutama dalam mendidik anak dari usia 0-15 tahun dikarenakan pahaman orang tua dalam membentuk karakter anak agar anak mendapatkan didikan yang baik agar anak berjalan dijalan yang baik masih kurang. Pelaksanaannya dikarenakan orang tua anak banyak melakukan aktipitas di luar rumah diakibatkan faktor ekonomi keluarga dan faktor rendahnya pendidikan dalam mendidik anak dalam keluarga hindu jadi peran orang tua sangatlah kurang dalam memberikan arahan kepada anak. Penelitian ini untuk mengetahui dan memahami bagaimana pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode observasi, metode wawancara, studi kepustakaan dan metode dokumentasi. Kemudian analisis data dalam penelitian ini terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Berdasarkan kesimpulan pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Orang tua anak mengetahui apa arti dari pendidikan karakter anak dalam keluarga, karena pendidikan karakter merupakan proses dalam mengembangkan cara berpikir dan kemampuan anak. Peran orang tua dalam membentuk karakter anak dalam keluarga memfunyai banyak faktor seperti faktor pendidikan orang tua yang rendah, faktor ekonomi, dan faktor masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan karakter anak dalam keluraga Hindu tidak terlaksana dengan baik. Kata kunci : Pembentukan, Faktor, Peran Orang Tua.