ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal antara anak dan orang tua dalam keluarga broken home serta dampak dari komunikasi tersebut terhadap kondisi psikologis dan sosial anak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya angka perceraian di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah, yang berdampak pada kehidupan anak-anak dalam keluarga tidak utuh. Penelitian dilakukan di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap lima anak dan lima pasangan orang tua broken home, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi umumnya bersifat satu arah, minim interaksi emosional, dan dipenuhi hambatan seperti kesibukan orang tua tunggal, keterbatasan waktu, hingga keterputusan komunikasi total. Anak-anak cenderung mengalami perasaan kesepian, kehilangan kepercayaan diri, stres, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Perspektif orang tua mengungkapkan bahwa meskipun terdapat keinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan anak, keterbatasan emosional dan beban pasca perceraian menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang sehat dalam keluarga broken home sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan emosional anak. Disarankan agar orang tua membangun komunikasi dua arah yang terbuka, empatik, dan penuh perhatian demi kesejahteraan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Febrianto. 2025. Pola Komunikasi Keluarga dalam Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Pola komunikasi merupakan cara yang digunakan oleh orang tua maupun keluarga dalam berinteraksi dan menyampaikan pesan kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan sikap anak, khususnya dalam membatasi penggunaan gadget yang berlebihan. Penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar anak. Oleh sebab itu, kontrol dari keluarga diperlukan untuk mengatur batasan penggunaan gadget secara efektif. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah utama yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya? dan (2) Apa saja hambatan yang dihadapi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya?.Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu teori pola komunikasi keluarga (TPKK). Subjek penelitian ini adalah keluarga maupun orang tua di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Lokasi penelitian di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Sumber data pada penelitian adalah keluarga atau orang tua yang berada di desa Mungku Baru. Sumber data penelitiam ini diperoleh dari masyarakat Desa Mungku Baru, serta dokumen resmi dari Desa Mungku Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak terdiri dari tiga jenis, yaitu pola permisif yang cenderung memberikan kebebasan, pola demokratis yang seimbang antara kebebasan dan pengawasan, serta pola otoriter yang bersifat tegas dan ketat. Pola komunikasi otoriter paling banyak diterapkan oleh orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak. Namun, dari tiga pola komunikasi yang digunakan menimbulkan hambatan seperti reaksi emosional dari anak, tidak konsisten dalam penerapan aturan, serta pengaruh lingkungan berasal dari teman sebaya yang sulit dikontrol oleh keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia memiliki ciri khas mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Salah satu suku yang memiliki sikap toleransi tinggi adalah Suku Dayak Ngaju. Baiknya pendidikan moderasi beragama yang diterapkan dalam kehidupan keluarga Dayak Ngaju, membuat minimnya konflik agama terjadi dalam keluarga. Keluarga Dayak Ngaju dari jaman nenek moyang terbiasa hidup bersama dengan banyak anggota keluarga dalam Huma Betang, yang membuat mereka terbiasa untuk menerima dan memahami perbedaan, seperti perbedaan agama,. Sehingga terciptanya kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, serta menekankan pada keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Penelitian dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya” memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana peranan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana implikasi pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan aliran fenomenologi. Alasan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran pendidikan moderasi dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Teori dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi primer, teori fungsionalisme struktural, dan teori Pendidikan multikultural. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh keluarga Dayak Ngaju mengajarkan konteks ajaran agama yang moderat, menghindari sikap ekstremisme, intoleran, dan menumbuhkan empati, kegiatan diskusi informal dan dialog terbuka, menjalankan konsep keseimbangan, menanamkan nilai komitmen kebangsaan, menumbuhkan rasa toleransi, persaudaraan, kedamaian, menghargai keberagaman dan perbedaan, kesatuan keluarga, kerukunan keluarga, kedamaian keluarga, kesejahteraan keluarga, dan kebahagiaan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Komunikasi Verbal Di Lingkungan Keluarga Dalam Mengantisipasi Konversi Agama di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IGO. 2023. Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Penerapan merupakan suatu kegiatan yang berupa tindakan dengan direncanakan secara sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan, tentu sangat diharapkan dalam setiap penerapan pendidikan budhi pekerti yang ada dalam keluarga terkhususnya pada anak dapat berjalan lancar dan penerapannya dapat tercapai sesuai yang orang tua harapkan pada anaknya. Permasalahan yang akan di bahas antara lain:(1) Bagaimana Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?(2) Apa Kendala Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?.Penulisan ini bertujuan: (1 Untuk menganalisis bagaimana penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.(2) Untuk menganalisis kendala penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kendala. Jenis penelitian deskriftif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan dibantu beberapa alat pendukung penelitian berupa kamera, alat tulis dan list pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan meliputi penerapan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti. Penerapan materi pendidikan budhi pekerti diantaranya mencakup materi akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan. Sedangkan penerapan metode pendidikan budhi pekerti mencakup penerapan metode demokrasi, metode keteladanan, metode livein dan metode penjernihan nilai. Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya tentu tidak berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Setiap orang tua sudah ada mengajarkan dan memberikan pemahaman serta nasehat kepada anaknya sesuai dengan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti, namun masih ada terdapat beberapa anak yang belum bisa menerima penerapan pendidikan budhi pekerti dengan baik; (2) Kendala yang dialami setiap orang tua berbeda-beda sehingga dalam menerapkan pendidikan budhi pekerti pada anak menjadi tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan oleh orang tua. Kendala tersebut seperti: orang tua yang sering tidak menetap di rumah karena sibuk bekerja untuk bermalam di tempat kerja sehingga kurangnya waktu orang tua untuk berkumpul bersama anaknya, kurangnya kesadaran dari anak dalam mengikuti nasehat dari orang tuanya, pola asuh dari kedua orang tua yang berbeda-beda, pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi anak, anak sering tidak memahami yang orang tuanya ajarkan, karena yang diajarkan oleh orang tua anak sulit untuk anak memahaminya. Adapun upaya untuk mengatasi kendala tersebut seperti, orang tua semaksimal mungkin untuk selalu mengajarkan hal lebih banyak lagi agar anak dapat memahami yang orang tuanya ajarkan, mengatasi pola asuh orang tua yang berbeda-beda dengan cara berdiskusi terlebih dahulu sebelum memberikan pola asuh kepada anak agar tidak terdapat perbedaan pendapat lagi, memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar ia merasa nyaman serta memberikan pemahaman kepada anak agar jika bergaul dengan temannya yang memiliki perilaku yang kurang baik agar jangan meniru hal tersebut karena itu merupakan contoh perilaku yang tidak baik dan harus dihindari dan jika anak tidak menghiraukan nasehat dari orang tuanya, orang tuanya tidak putus asa untuk selalu memberikan anaknya nasehat dan pemahaman agar anak bisa benar-benar paham dengan yang orang tuanya ajarkan, orang tua mengupayakan untuk selalu memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar dapat berubah bisa lebih mendengarkan nasehat orang tuanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
I WAYAN AGUNG. 2022: Pemberian Hak Waris Terhadap Anak Perempuan Pada Keluarga Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Ni Nyoman Rahmawati,S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) I Kadek Kartika Yase, SH.AH.,MH Hukum waris merupakan sebuah aturan atau ketentuan-ketentuan yang mengatur pembagian harta warisan dari pewaris kepada ahli waris. Pada keluarga Hindu yang menganut sistem kekeluargaan patrelinial yaitu mengutamakan garis keturunan dari pihak laki-laki, sehingga yang menjadi ahli waris adalah anak lakilaki. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan ada kesempatan anak perempuan untuk mendapat hak waris. Bahkan dalam hal tertentu, anak perempuan bisa menjadi ahli waris misalnya status anak perempuan tersebut diubah status rohaninya mejadi purusa. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1). Apa yang menjadi dasar pertimbangan pemberian hak waris terhadap anak perempuan pada keluarga Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2). Bagaimana penerapan hak waris anak perempuan pada masyarakat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? Teori yang diunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah teori reception in compleksu (teori penerimaan) dan teori keadilan. Subjek penelitian ini adalah Ketua PHDI kecamatan Basarang, Tokoh agama atau Rohaniawan, Tokoh umat dan masyarakat atau orang tua yang mempunyai anak perempuan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi pertimbangan dalam memberikan anak perempuan warisan atau hak mewaris adalah orang tuanya menganggap anak perempuannya juga merupakan anak sendiri, darah dagingnya sehingga patut juga diberikan warisan. Selanjutnya adalah ada rasa kasihan oleh orang tua terhadap anak perempuannya seandainya tidak diberikan apapun. sedangkan orang tuanya mempunyai banyak harta atau warisan. Kemudian yang terakhir adalah pemberian hak mewaris kepada anak perempuan harus berdasarkan kesepakatan keluarga terutama anak laki-laki. Sebab kedudukan lakilaki tidak boleh dikesampingkan dalam keluarga Hindu.Adapun Penerapan Hak Waris Anak Perempuan Pada Masyarakat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas yaitu orang tua memberikan atau menunjukan harta warisan yang akan diberikan, baik secara lisan maupun dengan surat wasiat. Pemberian warisan kepada anak perempuan juga hanya sebagain dari bagian saudara laki-lakinya sesuai kesepakatan keluarga. Hal ini tentu didasari pada tanggung jawab dan kewajiban yang akan diemban oleh anak laki-laki, baik terhadap keluarga maupun leluhurnya.