ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang
dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar,
serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2
Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang
dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran
siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1)
bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca,
menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi
kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran,
penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara
bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi
dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam
mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru,
orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan
fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa
dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan
pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru
dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta
dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga.
Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif,
dukungan sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam
Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka
Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si
Pembimbing (II) Raisa Vielentia,
S.Psi.,M.Psi.,Psikolog
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping
Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap
kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan
melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui
pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis
temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan
pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan
pengembangan potensi individu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi
karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan,
pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta
kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi
bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang
dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan
waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang
tua.
Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada
peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan
demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan
belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif.
Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan
Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.