Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Pendidikan Inklusif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDN 2 MENTENG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1) bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif, dukungan sosial

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar di SDN 4 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Raisa Vielentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan pengembangan potensi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan, pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang tua. Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif. Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan antara Dukungan Guru terhadap Motivasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail