Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar di SDN 4 Palangka
RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Raisa Vielentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan pengembangan potensi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan, pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang tua. Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif. Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.