Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

33 hasil
Subjek: Basarah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDIDIKAN HINDU NON-FORMAL DALAM PENGUATAN KOHESI SOSIAL PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA PANGKAN KECAMATAN PAKU KABUPATEN BARITO TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai bentuk pelaksanaan, hambatan yang dihadapi, serta implikasi dari pendidikan Hindu non-formal dalam memperkuat kohesi sosial pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Pangkan, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim, Teori Transformative Learning Jack Mezirow, dan Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pendidikan non-formal dan kohesi sosial pada masyarakat Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, bentuk pelaksanaan pendidikan Hindu non-formal di Desa Pangkan diintegrasikan secara nyata melalui aktivitas ritual keagamaan dan tradisi adat. Pendidikan keagamaan berpusat pada Persembahyangan Basarah (rutin Jumat malam dan Basarah rumah tangga bergiliran pada hari Senin) serta upacara perkawinan adat Hindu Kaharingan (Unta Kurus Naik Malam). Pendidikan nilai melalui tradisi diinternalisasikan secara kokoh melalui semangat gotong royong Pangandrau Welum. Proses ini didukung oleh peran vital tokoh adat dan tokoh agama sebagai teladan hidup dalam pola interaksi sosial yang dinamis, meniru, mendengarkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam musyawarah adat. Kedua, hambatan pelaksanaan diklasifikasikan menjadi tiga aspek. Hambatan struktural berupa terbatasnya sarana pembelajaran, minimnya pendidik kompeten sebagai dampak dari tidak terjadinya transmisi nilai lintas generasi, dan banyaknya generasi tua yang telah wafat. Hambatan kultural dipicu oleh modernisasi, arus digitalisasi, dan migrasi pemuda. Hambatan partisipatif ditandai dengan menguatnya individualisme, minimnya dialog antargenerasi, serta pernikahan campuran beda agama yang memicu konversi spiritual. Ketiga, implikasi dari pendidikan non-formal ini terbukti sangat positif. Implikasi terhadap kohesi sosial berupa terbentuknya solidaritas mekanik dan kesadaran kolektif umat. Implikasi terhadap pelestarian identitas kolektif menjaga keberadaan umat Hindu Kaharingan sebagai minoritas, sementara implikasi sosial-kulturalnya mewujud pada terjaganya integrasi sosial dan keberlanjutan kearifan lokal di Desa Pangkan. ABSTRACT This study aims to provide an in-depth analysis of the implementation, challenges, and implications of non-formal Hindu education in strengthening social cohesion among the Hindu Kaharingan community in Pangkan Village, Paku District, East Barito Regency. This study used a descriptive qualitative approach based on Émile Durkheim’s Social Solidarity Theory, Jack Mezirow’s Transformative Learning Theory, and Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism Theory. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain an in-depth understanding of non-formal education and social cohesion among the Hindu Kaharingan community. The results showed three main findings. First, the implementation of non-formal Hindu education in Pangkan Village was integrated into religious rituals and customary traditions. Religious education was primarily carried out through Basarah worship, conducted regularly on Friday evenings, rotating household Basarah worship on Mondays, and the Hindu Kaharingan traditional marriage ceremony known as Unta Kurus Naik Malam. Values education through tradition was firmly internalized by means of mutual cooperation known as Pangandrau Welum. This process was supported by the vital roles of customary and religious leaders as living role models within dynamic patterns of social interaction, including imitation, listening, and active community participation in customary deliberations. Second, the challenges in implementing non-formal Hindu education were classified into three aspects. Structural challenges included limited learning facilities, a shortage of competent educators due to disrupted intergenerational transmission of values, and the passing of many elderly community members. Cultural challenges were driven by modernization, digitalization, and youth migration. Participatory challenges were characterized by increasing individualism, limited intergenerational dialogue, and interfaith mixed marriages that may lead to religious conversion. Third, the implications of non-formal education were highly positive. Its implications for social cohesion were reflected in the development of mechanical solidarity and collective consciousness among the community members. Its implications for the preservation of collective identity helped maintain the existence of the Hindu Kaharingan community as a religious minority, while its sociocultural implications were reflected in the preservation of social integration and the sustainability of local wisdom in Pangkan Village.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penanaman Sikap Religius Siswa Pada Kegiatan Persembahyangan Basarah di Smpn Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Olda Mustika, 2026. Penanaman Sikap Religius Siswa Pada Kegiatan Persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Sikap Religius siswa adalah kondisi internal yang tercermin dalam perilaku, kebiasaan, dan cara siswa menjalani aktivitas yang di dasarkan pada nilai-nilai keagamaan. Sikap ini tidak hanya menyangkut pengetahuan tentang agama, tetapi juga bagaimana siswa menghayati, memahami, dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengidentifikasi apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman sikap Religius siwa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualititaif teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menurut miles dan huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas menggunakan metode pembiasaan. (a) pembiasaan ibadah rutin, (b) pembiasaan sikap gotong royong, (c) pembiasaan sikap bertanggung jawab, (d) pembiasaan sikap etika dan moral. dan metode keteladanan keteladanan kepribasian (akhlak/moral). (2) Apa saja Kendala yang dihadapi dalam penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (a) kendala internal dan (b) kendala ekstenal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada masyarakat Desa Kinjil Kecamatam Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ipan, 2026. Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada Masyarakat Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Heri Kusuma Tarupay,S.S.,M.Hum. Pembimbing II Putu Wisnu Saputra,M.Pd. Persembahyangan merupakan ritual yang menjadi identitas dari suatu agama yang dijalankan oleh setiap pemeluknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hilangnya ritual Persembahyangan, ritual-ritual keagamaannya, kendala dan upaya pengenalan Basarah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat yang memicu pertanyaan terkait pemeliharaan identitas keagamaannya. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, penelitian ini menggunakan teori Identitas perspektif sosiologis Steph Lawler dan teori pendidikan sosio kultural Lev Vygotsky. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan Basarah tidak dilaksanakan akibat kurangnya pengetahuan, tidak terdapat kitab suci, dan ketiadaan tempat persembahyangan seperti Balai Basarah serta kendala seperti kurangnya pembinaan oleh lembaga agama Hindu Kaharingan tingkat daerah maupun provinsi. Kendati demikian, masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil mempertahankan identitasnya melalui ritual Besorah yang memiliki arti yang sama dengan Basarah. Ritual Besorah dikategorikan sebagai ritual jenis Naimitika yadnya dan bersifat Insidental yang hanya dilakukan pada waktu tertentu tanpa jadwal rutin. Temuan ini menunjukan bahwa ritual yang ada bersifat adaptif yang bergantung pada budaya lokal. Untuk mencegah memudarnya nilai-nilai agama disarankan untuk lembaga Hindu Kaharingan melakukan sosialisai, pembinaan umat serta pengadaan infrastruktur peribadatan di desa tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah Di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jeriko Patriot. 2026. Peran Guru Pendidkan Agama Hindu dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Basarah di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya pembimbing I : Nyoman Sumarni S. Ag.,M.Si pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Keaktifan Siswa dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan agama Hindu di sekolah dasar . Kegiatan Basarah memiliki peran penting dalam pembinaan spiritual, pembentukan karakter relegius serta penanaman nilai-nilai dharma pada Siswa Hindu. Namun berdasarkan pengamatan awal di SDN 1 Tumbang Labehu, masih di temukan sebagian siswa yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Basarah.Kondisi ini menunjukan perlunya Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti kegiatan Basarah, Serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang di hadapi guru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang Guru Pendidikan Agama Hindu, Kepala Sekolah, dan Siswa Hindu di SDN 1 Tumbang Labehu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interatif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai motivator, pembimbing, fasilitator, teladan, dan evaluator dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah.2)Faktor Pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, suasana sekolah yang religius, serta kerja sama sengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain rendahnya motivasi sebagian siswa, keterbatasan sarana prasarana dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan. Upaya yang dilakukan guru terbukti meningkatkan keaktifan, kedisplinan, serta partisipasi siswa dalam kegiatan Basarah Kata Kunci: Eksplorasi, Pengembangan, Minat Siswa, Seni Rupa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Siswa Sekolah Minggu (Pasraman) di Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Emilda, 2026. Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Siswa (Pasraman) Di Desa Netampin Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Dalam PMA (Peraturan Menteri Agama) No. 56 Tahun 2014, pemerintah mengakomodasi pendidikan keagamaan Hindu. Dalam PMA ini, pendidikan keagamaan Hindu disebut Pendidikan Pasraman. Pendidikan Pasraman dibagi menjadi dua: Pasraman Formal dan Non Formal. Pasraman Formal meliputi: Pratama Widya Pasraman, Adi Widya Pasraman, Madyama Widya Pasraman, Utama Widya Pasraman; dan Maha Widya Pasraman. Sedangkan Pasraman Non Formal adalah Pasraman yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Pesantian, Sad Dharma, Padepokan, Aguronguron, Parampara, Guru Kula, dan bentuk lainnya yang sejenis. Pasraman Non Formal diselanggarakan dalam bentuk satuan Pendidikan atau program. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Nunuk Nyuli adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Nunuk Nyuli? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Nunuk Nyuli? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Nunuk Nyuli?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Netampin kecematan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (2) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Netampin kecematan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Nunuk Nyuli di Desa Tarantang Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 10 mei 2025 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Nunuk Nyuli (a) memberikan siswa Motivasi (b) memberikan dorongan (c) menyediakan fasilitas (d) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana dan (e) latihan menari (2) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Nunuk Nyuli (a) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah (b) kurangnya dorongan dari orang tua (c) malas (d) minimnya pengetahuan tentang Agama (e) jarak dan kurang termotivasi. (3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dalam Pembuatan Sarana Basarah pada Siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penomena yang terjadi dilapangan kurang adanya sebuah keterampilan dalam pembuatan sarana basarah, ketidak keterampilan itu ada beberapa aspek atau kendala yang terjadi. Oleh karena itu masalah yang dikaji yaitu: 1. Bagaimana keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai? 2. Apa kendala mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah. Rumusan masalah pertama dikaji dengan teori Kooperatif dan rumusan kedua dikaji dengan teori Konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari guru dan siswa yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam memberikan penjelasan, bimbingan, dan latihan praktik mampu meningkatkan interaksi, pemahaman, serta keterampilan siswa dalam membuat sarana basarah. Pembelajaran kelompok kecil juga menumbuhkan partisipasi aktif, tanggung jawab, penghargaan budaya, dan nilai spiritual sesuai ajaran Hindu Kaharingan. Kendala yang muncul antara lain keterbatasan sarana prasarana, waktu, bahan, tempat berlatih, serta perbedaan motivasi siswa. Meski demikian, sekolah tetap menciptakan suasana belajar kondusif dengan dukungan nilai religius, kreativitas, dan kolaborasi sehingga pembelajaran menjadi kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya serta spiritualitas. Kata kunci: Keterampilan mengajar, sarana basarah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Penyuluh Agama Hindu dalam Pembiasaan Basarah pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Memotivasi Umat Hindu Kaharingan Mengikuti Basarah di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelaksanaan Basarah merupakan bagian penting dari kewajiban spiritual umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghayatan terhadap ajaran agama. Strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang efektif dalam memotivasi umat mengikuti basarah dapat meningkatkan partisipasi umat mengikuti kegiatan basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan untuk memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah dan efektivitas dari strategi tersebut. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimanakah strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti basarah, (2) bagaimanakah efektivitas strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah. Penelitian ini menggunakan teori Retorika dan teori perubahan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan adalah menggunakan strategi Basarah giliran yang memuat kegiatan arisan, Sekolah Hari Kamis, dan strategi pelatihan yang terdiri dari pelatihan dharma wacana dan diskusi yang dianalisis menggunakan teori retorika. Kedua efektivitas strategi Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat mengikuti Basarah di Desa Reong terbukti efektif, dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan pengalaman ajaran agama, dan meningkatnya partisipasi umat dalam mengikuti Basarah yang dianalisis menggunkakan teori perubahan sikap.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap Persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selvi Pebriyanti. 2025. Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan Terhadap Persembahyangan Basarah Di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Persembahyangan Basarah adalah cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan serta menguatkan Sradha dan Bhakti terhadap Ranying Hatalla (Tuhan). Sehingga dalam upaya untuk menumbuhkan Sradha dan Bhakti umat Hindu Kaharingan itu sendiri, hal ini diperlukan pemahaman yang benar terhadap persembahyangan Basarah sehingga dapat memahami secara baik dan sesuai dengan ajaran yang ada, maka dapat diuraikan rumusan masalah yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di desa danau sadar kecamatan dusun selatan kabupaten barito selatan ? 2. Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mendeskripsikan eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. 2. Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religius. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah masih sedikit rendah. (2) Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah: a. Tidak pernah ada pembinaan terkait persembahyangan Basarah, b. Transportasi dan c. Kurangnya kesadaran diri. Kata Kunci: Eksplorasi Pemahaman, Umat Hindu Kaharingan, dan Persembahyangan Basarah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penanaman Nilai Pendidikan Hindu dalam Persembahyangan Basarah pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SALMI, 2025. Penanaman Nilai Pendidikan Hindu dalam Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Yoppie, M. Pd. H Penanaman Nilai pendidikan dalam persembahyangan Basarah merupakan penanaman yang sangat penting. Penanaman nilai dalarn persembahyangan Basarah tersebut yaitu sebagai berikut: Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah pemimpin bagi umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa tersebut, yang mana sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat. Selain majelis kelompok melakukan penanaman terhadap pelaksanaan Basarah misalkan Basarah di tempat balai dan di tempat orang meninggal (Basarah Ampung). Sehingga dengan adanya permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengkaji: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Tujuan umum mengacu pada judul. 2. Tujuan Khusus yaitu untuk mengetahui Untuk mengetahui apa saja nilai Pendidikan Hindu dalam upacara Persembahyangan Basarah pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Untuk mengetahui kendala penanaman nilai-nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk memecah rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentu, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasakan Hasil penelitian: 1. Apa saja nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. 2. Apa saja kendala penanaman nilai pendidikan Hindu dalam Upacara Persembayangan Basarah di Desa Tumbang Dahuei Kabupaten Katingan. Kata kunci : Penanaman Nilai, pendidikan agama Hindu dan Pelaksanaan Basarah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M.Pd.H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingnya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Majelis Kelompok dalam Pembinaan Basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FILIPI. 2025: Peran Majelis Kelompok Dalam Pembinaan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Agama merupakan suatu kepercayaan/keyakinan setiap umat yang meyakini akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Agama juga merupakan pandangan hidup manusia untuk membawa kehidupan kedalam kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan, agama bukan saja mengatur tentang akhirat akan tetapi agama juga berperan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengarah pada terciptanya tiga kondisi, yaitu: peningkatan iman, pandangan isi kitab suci dan memelihara kehidupan beragama. Dapat dipahami bahwa Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) memiliki tugas dan tanggung jawab yang signifikan, terutama dalam membina umat dan memberikan pelayanan keagamaan salah satunya kegiatan basarah, yang merupakan bagian penting dari praktik spiritual umat Hindu Kaharingan. Berdasarkan Fenomena dilapangan meskipun Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) memiliki peran besar dalam membina umat, namun kesadaran beribadah umat khususnya di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara masih cenderung rendah. Berdasarkan uraian tersebut maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana peran Majelis Kelompok dalam pembinaan basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Apa saja kendala Majelis Kelompok dalam pembinaan basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana upaya Majelis Kelompok dalam mengatasi kendala pembinaan basarah Umat Hindu Kaharingan di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Penulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dengan jelas tentang: Peran Majelis Kelompok dalam Pembinaan basarah umat Hindu Kaharingan Di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori peran, teori kendala (theory of constraint) dan teori Tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode deskriftif kualitatif, Jenis sumber data penelitiann yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dimulai tanggal 17 Januari sampai 17 Februari 2025, dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu sangat baik karena Majelis Kelompok mampu meningkatkan kualitas diri baik pengetahuan, wawasan, menanamkan jiwa sosial, serta merancang strategi dalam memajukan umat dengan memberikan edukasi, penyesuaian jadwal basarah dan menyediakan konsumsi pada saat basarah. serta mengundang seluruh pengurus Majelis maupun umat untuk hadir pada rapat triwulan secara rutin agar selalu transparan serta mampu menjadi penengah dalam mengatasi masalah baik sesama pengurus maupun umat serta mampu meningkatkan dan menyadarkan sesama pengurus maupun umat untuk sadar akan pentingnya pelaksanaan basarah dengan berbagai strategi yaitu membuat arisan seluruh umat, membuat event-event atau lomba-lomba keagamaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Perspektif Pendidikan Agama Hindu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsep Eksistensi Umat Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Acara Basarah di Wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Prespektif Pendidikan Agama Hindu menunjukan bahwa adanya kecenderungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkaian proses secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga asfek permasalahan yaitu yang pertama (1) bagaimanakah Eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Acara Basarah Perspektif Pendidikan Agama Hindu, (2) bagaimana peran pendidikan formal, nonformal dan informal Umat Hindu di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, (3) apakah solusi yang di lakukan lembaga Agama agar Umat Hindu tetap eksis terhadap ajaran Agama di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan? Teori yang di gunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori belajar humanistik, teori belajar sibernetik dan teori konstrukvisme. Adapun metode penelitian yang di gunakan ialah metode penelitian kualitatif. Data di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang di peroleh di reduksi, di sajikan, dan di ambil suatu kesimpualannya. Penelitian ini juga, di lakukan dengan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian ini, (1) eksistensi Umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan acara Basarah sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan persembahyangan basarah di wilayah Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katigan. (2) peran pendidikan formal, nonformal dan informal dalam hal pendidikan, anak-anak seperti SD, SMP dan SMA sangat paham tentang peran sebagai Umat Hindu yang terpelajar dan terpendidik baik dari segi pendidikan ataupun attitude di luar lingkungan sekolah. (3) solusi yang di lakukan oleh lembaga Agama Hindu adalah untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Hindu itu sendiri, meningkatkan kualitas SDM, memberikan arahan terhadap Umat Hindu agar melakukan ibadah secara rutin walaupun pengurus agama berhalangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Problematika Pendirian Balai Basarah Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANDIKA,2024. Problematika Pendirian Balai Basarah Di Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Hukum Agama hindu, Fakultas Dharma Sastra Insitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M.Si dan Pembimbing II EmilsonAtharwan,SH.,MH. Indonesia merupakan negara dengan berbagai agama dan keyakinan, dan meskipun Pancasila menjamin kebebasan beragama, pada praktiknya pendirian tempat ibadah umat agama minoritas sering kalimeng hadapi tantangan. Dan berdasarkanPeraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan 9 Tahun 2006, pendirian tempat ibadah membutuhkan dukungan darimasyarakat sekitar serta persetujuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Proses ini terkadang sulit bagi umat Hindu yang jumlahnya tidak banyak di suatu wilayah, karena persyaratan administratife ini mensyaratkan jumlah pengikut yang memadai dan dukungan dari masyarakat di sekitar. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Hasil penelitian adalah 1) Mekanisme Pendirian TempatIbadah (Balai Basarah) Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah Pengajuan Permohonan kepada pemerintah setempat, Survei dan Kajian Lokasi yang dilakukan oleh Pemerintah, meminta persetujuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),serta melakukan pengawasan oleh pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan dan tidak menyalahi aturan. 2) Kendala Pendirian Tempat Ibadah (Balai Basarah) Desa Ramang Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah masalah perizinan yang rumit dan memakan waktu lama karena banyaknya persyaratan administratif, termasuk dokumen IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan persetujuan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Penolakan dari masyarakat Sekitar, kurangnya sosialisasi dan komunikasi yang baik antara pihak pemohon dan masyarakat sekitar dan pemerintah setempat menimbulkan kesalah pahaman yang dapat menghambat proses perizinan dan kepemilikan lahan tidak adanya sertifikat resmi atau status lahan yang belum jelas. Kata Kunci:Problematika, Pendirian, BalaiBasarah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Pembiasaan Basarah pada Generasi Muda di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yeti Anugrahni, 2024. Upaya Pembiasaan Basarah Pada Generasi Muda Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Keluarga merupakan wadah utama dalam pembiasaan Basarah pada anak atau generasi muda dari sejak lahir, dimana pembiasaan pertama kali dilakukan dirumah. Keluarga merupakan lingkungan pertama dimana perilaku dibentuk yang kemudian nantinya diteapkan dimasyarakat. Dalam hal ini orang tua memiliki peran penting dalam pembiasaan pada anak atau genersai muda yaitu dalam proses pembiasaan Basarah atau beribadah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam proses pembiasaan merupakan hal yang sangat dibutuhkan anak atau generasi muda untuk membiasakan melaksanakan Basarah. Dalam hal pembiasaan ini tidak terlepas dari upaya masyarakat Hindu, guru agama Hindu, penyuluh agama Hindu, dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan. Karena generasi muda hidup berdampingan dan hidup bersosial dengan banyak orang. Dalam hal ini upaya pihak-pihak yang terkait sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat dan semangat generasi muda untuk terus melaksanakan Basarah. Dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada dua hal yang akan membahas, yaitu bagaimana upaya dalam pembiasaan Basarah pada generasi muda dan apa saja kendala yang dialami dalam pelaksanaan pembiasaan Basarah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya dalam proses pembiasaan Basarah pada generasi muda dana pa saja kendala yang dialami dalam proses pembiasaan ini. Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yaitu purposive sampling, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, orang tua merupakan tokoh utama dalam pembiasaan keimanan bagi anak atau generasi muda, upaya guru agama Hindu sangat berguna untuk pembiasaan Basarah bagi generasi muda karena guru merupakan tempat dimana generasi muda mendapatkan ilmu agama. Kemudian penyuluh agama Hindu dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan juga memiliki upaya yang sama dalam membina generasi muda agar terus semangat dalam melaksanakan Basarah. Maka kesimpulan dari penelitian uapaya yang dilakukan orang tua sangat penting dalam proses pembiasaan Basarah. Kemudian guru agama Hindu, Penyuluh agama Hindu, majelis kelompok agama Hindu dan masyarakat Hindu merupakan tokoh pendukung yang juga memiliki peran penting dalam upaya pembiasaan Basarah pada generasi muda Hindu. Kata Kunci: Upaya, pembiasaan, Basarah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Minat Siswa dalam Melaksanakan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IMMSA DITING, 2024. Minat Siswa dalam melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. Derson, S.Ag.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang, Kecamatan Gunung Timang Kabpaten Barito Utara, sehingga siswa Agama Hindu kurang aktif dalam melaksanakan Basarah karena Basarah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu ibadah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor penyebab kurangnya minat siswa dalam melaksankan Basarah di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara di dalam mengikuti Basarah yang telah di laksanakan di sekolah dan melihat upaya apa saja yang di lakukan oleh guru Agama Hindu dalam memberikan motivasi terhadap kegiatan tersebut. Model penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Gunung Timang, jenis dan sumber data yang di gunakan: sumver data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu Purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: Observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrumen penelitian kualitatif, teknik analisi data yaitu: pengumpulan data, kondensadi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang Minat Siswa Dalam Melaksanakan Basarah Di SMA Negeri 1 Gunung Timang Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara yang menjadi Faktor Penyebab Kurangmnya Minat Siswa Dalam melaksanakan Basarah, dikarenakan tidak ada pergerakan atau yang mengkoordinir siswa ketika guru Agama Hindu tidak dapat hadir untuk melaksanakan Basarah di tambah lagi siswa lebih memilih untuk pulang duluan. Kata Kunci: Minat Siswa, siswa Hindu, Basarah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Basarah Umum Di Kelurahan Tumbang Sawamang Kecamatan Katingan Hulu

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

fondasi yang kokoh dan kuat dalam pembentukan watak dan karakter generasi yang akan datang. Maka dengan demikian kelangsungan umat dan agama Hindu Kaharingan akan tetap terpelihara oleh para pemuda pemudi yang memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Pedekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metologi yang menyelidiki suatu penomena sosial. Pada pendekatan ini, peneliti membuat gambaran komplek, meneliti kata-kata, pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukanya. Peran menentukan apa yang harus diperbuat seseorang bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya, Kehadiran merupakan indikator minat pemuda Hindu Kaharingan dalam mengikuti Persembahyangan Basarah di Kelurahan Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Minat adalah dorongan dari dalam diri kita sendiri atau kemauan kita untuk melakukan atau memilih suatu kegiatan yang lebih bermanfaat, peran pemuda Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah adalah keberanian dan kemampuan dalam menyampaikan Pandehen atau ceramah keagamaan. Dalam Pelaksanaan persembahyangan Basarah umum di kelurahan Tumbang Sanamang pemuda Agama Hindu Kaharingan masih banyak yang belum berani untuk menjadi penyampai Pandehen atau ceramah keagamaan yang mengupas isi kitab suci yang diambil sebagai Galang Basarah karena berbagai alasan. Kendala yang dihadapi Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah: Kendala yang dialami karena zaman globalisasi yang sangat pesat dalam pergaulan yang sangat mempengaruhi genarasi muda, hal tersebut membuat generasi muda rentan dalam pergaualan, karena masa muda adalah masa masa yang sanfat mudah terpengaruh lewat pergaualan. Kata kunci : Peran, Pemuda Hindu Kaharingan, Tujuan Basarah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RISKA. 2022: Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi umat untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam Minat Basarah Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam minat basara di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah a di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Basarah Umat Hindu Kaharingan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Alfiantoe, 2021. Basarah Umat Hindu Kaharingan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringi Timur. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr, Tardi Edung, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Kondisi Pandemi Covid-19 saat ini membuat tatanan kehidupan berubah drastis. Tatanan ekonomi menjadi aspek terbesar terkena imbas karena manusia dilarang melakukan aktivitas. Tidak hanya aspek ekonomi aspek keagamaan pun harus menyesuaikan dengan kondisi wabah pandemi. Umat beragama harus mengikuti protokol kesehatan seperti tidak berkerumbunan, menjaga jarak dan menggunakan masker pada saat Pandemi virus Covid-19. Pemerintah mengeluarkan kebijakan beberapa waktu yang lama di sebut Lockdown atau PPKM, kebijakan ini menghentikan segala aktivitas masyarakat terutama dalam sembahyang atau beribadah secara langsung. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini memiliki tujuan secara umum penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai ektifitas pelaksanaan Basarah pada masa pandemi Covid-19 selanjutnya secara khusus penelitian ini untuk mengetahi proses dan kendala dalam pelaksanan Basarah. Maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas yaitu : (1) Bagaimana pelaksanaan Basarah pada masa Pandemi Covid-19 bagi umat Hindu Kaharingan di kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Apakah kendala pelaksanaan kegiatan Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Konsep pada penelian ini yaitu Basarah, umat Hindu Kaharingan dan pandemi Covid-19. Adapun teori yang digunakan yaitu (1) Teori Fungsional Stuktural, (2) Teori Kendala. Selanjutnya Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, wawancara dan dukomentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian terhadap proses pelaksanana Basarah pada masa pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang di terapkan pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19, saling menjaga untuk tidak berkerumunan dengan menjaga jarak dan mengunakan masker agar terlindungi oleh wabah virus Covid-19. Selanjutnya Kendala dalam pelaksanaaan Basarah, kurangnya interaksi sosial dalam pelaksanaan Basarah selama masa pandemi Covid-19 yaitu tidak bisa bebas dalam berjabat tangan yang mengakibatkan kurangnya persatuan antara satu sama lain dalam hal berkomunikasi, dan Pembatasan jumlah umat untuk hadir dalam kegiatan Basarah yang mengakibatkan sulitnya pembinaan dan pelayanan kepada umat Hindu Kaharingan. Kata Kunci : Basarah Umat Hindu Kaharingan, Pandemi Covid-19.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Memotivasi Pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Titi Karmila. 2022. Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam Memotivasi Pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si., Pembimbing II Suwito, S.Ag., M.Si. Basarah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujud Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) oleh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan Tengah khususnya di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas karena tujuan Basarah mempunyai arti dan makna semua orang mendekatkan dirinya dengan Tuhan untuk memohon perlindungan. Permasalahan yang di bahas yaitu:(1)Bagaimana pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas?; (2)Bagaimana peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas?; dan (3)Apa kendala dan upaya untuk meningkatkan motivasi dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas?. Penulisan ini bertujuan:(1)Untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas; (2)Untuk menganalisis peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas; dan (3)Untuk menganalisis kendala dan upaya untuk meningkatkan motivasi dalam pelaksanaan Basarah di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas. Teori untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori peran dan teori motivasi. jenis penelitian deskriftif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1)pelaksanaan Basarah belum dilaksanakan secara rutin serta umat Hindu Kaharingan tidak aktif mengikuti Basarah terlihat pada tingkat kehadiran umat Hindu Kaharingan yang hadir dapat dihitung dengan jari baik orang tua, remaja dan anak-anak; (2) Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan di Desa Kayu Bulan Kabupaten Kapuas sudah terlihat adanya sebuah peran yang dilakukan namun kurangnya kerjasama antar pengurus, sehingga belum maksimal mencapai sasaran dan perlu ditingkatkan lagi agar umat yang ada di Desa Kayu Bulan dapat meningkatkan motivasi nya dalam pelaksanaan Basarah sehingga tercapainya Basarah yang rutin dan efektif; dan (3) Kendala internal yang dihadapi oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melaksanakan Basarah seperti: kurangnya kesadaran dalam membina umat Hindu Kaharingan, pengetahuan keagamaan yang terbatas, rasa acuh tak acuh, sibuk bekerja, serta faktor malas dalam diri. Kendala eksternal tidak adanya penyuluh agama, tidak ada kendaraan, kurang aktifnya sebagian pengurus Majelis Kelompok, dan faktor signal. Upaya yang dilakukan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan seperti:Membuat jadwal pelaksanaan Basarah di balai umum, Basarah bergiliran di rumah-rumah, Basarah khusus generasi muda pada sore hari Kamis, memotivasi melalui Pandehen, mengubah pola pikir, kesadaran dalam diri, adanya dukungan dari umat Hindu Kaharingan kepada Majelis Kelompok, mengadakan arisan dan diadakan kunjungan Basarah ke desa-desa lainnya. Kata kunci: Basarah, Majelis kelompok

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail