ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Andini, 2026 : Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal Kalangan Remaja di Desa Tumbang Tujang Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, Pembimbing I I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd.H Dan Pembimbing II I Made Darsana, S.Pd.,M.Pd Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya smartphone, telah mengubah pola komunikasi remaja dalam kehidupan sehari-hari. Selain mempermudah komunikasi dan akses informasi, penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan smartphone terhadap komunikasi interpersonal kalangan remaja serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di Desa Tumbang Tujang, Kecamatan Uut Murung, Kabupaten Murung Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone memberikan dampak positif berupa kemudahan berkomunikasi, mempercepat penyebaran informasi, serta membantu menjaga hubungan dengan keluarga dan teman. Namun, penggunaan yang berlebihan menyebabkan berkurangnya intensitas komunikasi tatap muka, menurunnya kualitas interaksi langsung, dan meningkatnya ketergantungan terhadap media sosial. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, ketergantungan terhadap smartphone, menurunnya keterampilan komunikasi langsung, kesalahpahaman dalam komunikasi digital, serta kurangnya pengawasan orang tua dan pengelolaan waktu penggunaan smartphone. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smartphone memberikan manfaat bagi remaja apabila digunakan secara bijaksana dan seimbang. Oleh sebab itu diperlukan peran remaja, orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong interaksi sosial secara langsung agar kualitas komunikasi interpersonal tetap terjaga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal antara anak dan orang tua dalam keluarga broken home serta dampak dari komunikasi tersebut terhadap kondisi psikologis dan sosial anak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya angka perceraian di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah, yang berdampak pada kehidupan anak-anak dalam keluarga tidak utuh. Penelitian dilakukan di Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap lima anak dan lima pasangan orang tua broken home, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi umumnya bersifat satu arah, minim interaksi emosional, dan dipenuhi hambatan seperti kesibukan orang tua tunggal, keterbatasan waktu, hingga keterputusan komunikasi total. Anak-anak cenderung mengalami perasaan kesepian, kehilangan kepercayaan diri, stres, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Perspektif orang tua mengungkapkan bahwa meskipun terdapat keinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan anak, keterbatasan emosional dan beban pasca perceraian menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang sehat dalam keluarga broken home sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan emosional anak. Disarankan agar orang tua membangun komunikasi dua arah yang terbuka, empatik, dan penuh perhatian demi kesejahteraan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Billy Andreas, 2025. Komunkasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Evie, S.Pd., M.Pd Dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi dua arah yang sangat penting dalam konseling karena memungkinkan konselor dan klien saling memahami serta membangun hubungan yang efektif dan nyaman. Di SMA Negeri 1 Basarang, ditemukan berbagai pelanggaran disiplin siswa, mulai dari keterlambatan, penggunaan Gadget saat pelajaran, hingga bolos dan merokok, yang menjadi tantangan utama bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menegakkan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Guru BK dalam menangani siswa yang bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Guru BK dalam melaksanakan Bimbingan Konseling di SMA Negeri 1 Basarang ? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, Wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi interpersonal (2) Teori Hambatan Kurt Lewin. Subjek Penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling dan Siswa bermasalah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal efektif ditandai oleh lima aspek penting, yaitu Keterbukaan (Openness), Empati (Empathy), Dukungan (Supportiveness), Rasa Positif (Positiveness), Kesetaraan (Equality). Hambatan utama dalam proses konseling berasal dari faktor psikologi klinis seperti resistensi dan sikap defensif siswa, diikuti oleh faktor pendidikan yang berkaitan dengan kurangnya kesadaran disiplin, serta faktor sosiologi yang memengaruhi persepsi dan sikap budaya siswa terhadap konseling.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Komunikasi interpersonal memainkan peran penting dalam meningkatkan disiplin di kalangan mahasiswa dalam institusi akademik. Studi ini mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dampaknya terhadap peningkatan disiplin mahasiswa. Penelitian ini menggali berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh pendidik dan administrator untuk berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dan observasi, studi ini mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal memengaruhi perilaku dan disiplin mahasiswa. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, hormat, dan jelas antara pendidik dan mahasiswa membudayakan saling menghormati dan memahami, sehingga mengurangi insiden ketidakdisiplinan. Selain itu, studi ini menyoroti pentingnya mendengarkan secara empatik, isyarat non-verbal, dan mekanisme umpan balik dalam membentuk sikap dan perilaku mahasiswa secara positif. Rekomendasi menekankan integrasi pelatihan keterampilan komunikasi bagi pendidik dan pendirian saluran komunikasi yang mendukung dalam pengaturan pendidikan untuk meningkatkan perbaikan disiplin yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengaruh komunikasi interpersonal dilingkungan mahasiswa Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya (IAHN-TP) (2) 1. Bagaimana strategi efektif dalam Meningkatkan Kedisiplinan mahasiswa di lingkungan di Lingkungan Fakultas Dharma Duta Brahma Widya IAHN-TP. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Tindakan Komunikatif dan (2) Teori Strategi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah: observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Komunikasi interpersonal dapat memberikan sebuah pengaruh bagi lawan bicara. (2) Komunikasi interpersonal yang efektif dapat menjadi strategi dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Roby Saputra,2023. Peran Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli Kecamatan Suling Tambun Kabupaten Seruyan. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S., M.Si Dan Pembimbing II Evie, Spd., M.Pd Guru merupakan suatu profesi, yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru (Uno, 2007: 15).pendidikan merupakan suatu sendi kehidupan. Melalui pendidikan, kecerdasan dan keterampilan manusia lebih terasa dan teruji dalam menghadapi dinamika kehidupan. Tanpa pendidikan manusia tidak berkembang dengan baik. Komunikasi Interpersonal Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa SDN 1 Tumbang Setoli.Pada skripsi ini persoalan yang akan dikaji mencakup tiga rumusan masalah yaitu, bagaimanakah Fungsi komunikasi interpersonal Guru Dalam meningkatkan Memotivasi Belajar siswa Di SDN 1 Tumbang Setoli, apa saja faktor peghambat Komunikasi Interpersonal Guru dalam meningkatkan Memotivasi Belajar Siswa Di SDN 1 Tumbang Setoli, bagaimanakah dampak komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SDN 1 Tumbang Setoli penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Analisis data pada penelitian ini yakni reduksi data, display data dan verifikasi. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa dalam proses belajar mengajar kesatuan antara belajar siswa dengan guru, yang keduanya terjalin hubungan saling menunjang. Proses belajar mengajar guru tidak akan berarti tanpa diikuti dengan motivasi belajar siswa, begitu pula sebaliknya motivasi belajar siswa sulit mengarah kepada tujuan jika tanpa ada bimbingan dan komunikasi yang jelas dari guru. Guru mengalami kesulitan berkomunikasi dengan siswa atau mengajar ketika tidak ada sinergi dari siswa sehingga pesan yang disampaikan guru tidak diterima dengan baik oleh siswa membuat feedback yang diberikan oleh siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan guru sehingga membuat komunikasi tidak efektif. komunikasi Intrepersonal yang telah dilakukan antara Siswa dengan guru terhadap motivasi belajar siswa di SDN 1 Tumbang Setoli berdampak positif guru dan kegiatan siswa dalam pembelajaran relatif sama. Komunikasi banyak arah komunikasi yang tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dan siswa, tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis pula antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-