Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

114 hasil
Subjek: Pembelajaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pembelajaran Teknik Titik Perspektif dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pillmanto.2026. Pembelajaran Teknik Titik Perspektif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr AA Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran Seni Budaya, khususnya pada materi menggambar bentuk, memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan visual, kreativitas, dan keterampilan artistik siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII9 SMPN 2 Palangka Raya, kemampuan menggambar bentuk siswa masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perspektif, seperti menentukan garis horizon, titik hilang, dan garis proyeksi, sehingga hasil gambar yang dibuat masih tampak datar, kurang proporsional, dan belum menunjukkan kesan ruang serta kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep perspektif secara lebih konkret melalui penerapan teknik titik perspektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-9 SMPN 2 Palangka Raya yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik menggambar bentuk. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran teknik titik perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran teknik titik perspektif mampu meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa. Pada tahap pratindakan, sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai sebesar 60. Setelah tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 95 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 100% dari siswa yang mengikuti pembelajaran. Selain itu, aktivitas, keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pembelajaran teknik titik perspektif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya.

8 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peranan Guru Dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu Pada Siswa Di SDN-1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Widia Julianti, 2026 : Peranan Guru dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu pada Siswa di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Rasa Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Pembimbing I Hendri,S.Ag.M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si Pendidikan Agama Hindu memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual siswa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peranan guru dalam implementasi Pendidikan Agama Hindu pada siswa di SDN 1 Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Rasa, Kabupaten Gunung Mas. Sebagai fasilitator utama di sekolah dasar, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan (jnana), tetapi juga menjadi teladan moral (susila) bagi siswa di lingkungan sekolah yang heterogen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Agama Hindu, serta perwakilan siswa, dan diperkuat dengan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Agama Hindu di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas menjalankan beberapa peran mendasar, yaitu: (1) sebagai pendidik dan pengajar yang menyusun strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal; (2) sebagai pembimbing yang mengarahkan pelaksanaan ibadah praktis seperti Tri Sandhya dan berdoa sebelum belajar; serta (3) sebagai motivator dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi ini adalah dukungan dari pihak sekolah dan sarana ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan alokasi waktu dan keberagaman latar belakang pemahaman keagamaan siswa di rumah. Secara keseluruhan, peranan aktif guru mampu meningkatkan kedisiplinan spiritual dan toleransi sosial siswa di sekolah.

8 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di SDN Percobaan Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agung Suderajat. 2026. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di Sdn Percobaan Palangka Raya Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Istitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya, mengidentifikasi bagaimana kendala guru Pendidikan Agama Hindu mengimplementasi model pembelajaran Problem Based Learning di SDN Percobaan Palangka Raya, serta mengetahui Bagaimana upaya untuk mengatasi kendala implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Jenis metode yang digunakan dalam Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SDN Percobaan Palangka Raya. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa kelas V yang beragama Hindu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning telah dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, diskusi kelompok, penyelidikan, presentasi hasil, dan evaluasi, sehingga mampu meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan kegiatan Problem Based Learning, keterbatasan media pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan perencanaan pembelajaran, memanfaatkan media yang tersedia, memberikan bimbingan secara intensif kepada siswa, serta mengoptimalkan pengelolaan waktu dan kerja kelompok agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, aktif, dan bermakna. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah dasar.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

7 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Ice breaking Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas Iva Di SDN 1 Langkai Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lidiya, 2026 Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd, Santang S.Pd., M. Hum. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Ice breaking terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian, keterlibatan, dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan ice breaking sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta meningkatkan fokus belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode preexperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas IVA SDN 1 Langkai Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas isi dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, uji normalitas, analisis N-Gain, dan uji Paired Sample t-test menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,05) sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan ice breaking efektif meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IVA di SDN 1 Langkai Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menerapkan ice breaking secara terencana sebagai variasi pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan minat belajar dalam proses pembelajaran

16 dilihat · 8 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Problem Based Learning Berbantu Media Konkret pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Odolman. 2025. Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing 2 Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penerapkan strategi pembelajaran agama Hindu Untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Hindu kurangnya alat peraga atau media belajar itu yang menjadi kendala bagi guru Kendala ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru agama Hindu dalam mengatasi kendala yang ada di SDN-1 Tumbang sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan, guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknik analisis datanya melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru bersifat humanis dan variatif, seperti metode tanya jawab, bercerita, ceramah, diskusi, serta penggunaan media sederhana. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. 2. Selanjutnya pelaksanaan strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Tumbang Sabetung menghadapi kendala utama berupa keterbatasan media pembelajaran, alat peraga yang kurang variatif, dan minimnya tenaga pendidik.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pembelajaran Tri Kaya Parisudha pada Siswa Hindu Kelas 3 di SD Negeri - 8 Langkai Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran nilai-nilai agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sejak usia dini. Salah satu ajaran pokok yang menjadi landasan moral adalah Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik (Manacika), berkata baik (Wacika), dan berbuat baik (Kayika). Namun, dalam praktiknya, guru sering menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, variasi tingkat pemahaman siswa, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini yang berupaya mengkaji bagaimana pelaksanaan pembelajaran Tri Kaya Parisudha diterapkan di sekolah dasar serta sejauh mana nilai-nilai moral ini dapat diinternalisasi oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ajaran Tri Kaya Parisudha pada siswa Hindu kelas 3 di SD Negeri 8 Langkai Palangka Raya, menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa kelas 3 beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tri Kaya Parisudha dilaksanakan melalui metode keteladanan, pembiasaan, diskusi, serta kegiatan keagamaan seperti doa pagi dan dharma wacana. Guru berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui praktik langsung dan penguatan karakter, sedangkan kepala sekolah memberikan dukungan melalui kebijakan dan penyediaan sarana keagamaan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, upaya kreatif guru dan dukungan sekolah mampu meningkatkan antusiasme serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan humanistik sangat efektif dalam membentuk karakter siswa yang beriman, santun, dan berakhlak mulia.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Pembelajaran Menyenangkan melalui Metode Kreatif pada pembelajaran Seni Tari di SDN 8 langkai

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ririe.2025, ABSTRAK Startegi Pembelajaran Menyenangkan Melalui Metode Kreatif Pada Pembelajaran Seni Tari Di SDN 8 Langkai. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan motorik siswa. Namun, dalam pelaksanaannya sering ditemukan bahwa siswa kurang antusias mengikut i pembelajaran karena metode yang digunakan cenderung monoton dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran seni tari. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkai, (2) apa kendala strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkai, (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkau. Penelitian ini menggunakan teori kontruktivisme dan teori kedala. Metode penelitian kualitatif deskritif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang kurang berminat dalam pembelajaran seni tari, yaitu terdapat 3 siswa laki-laki dikelas VI. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif pada pembelajaran seni tari di SDN 8 langkai. Guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti (1) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, (2) menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat, (3) menggunakan ice breaking, (4) menerapkan metode pembelajaran kreatif, (5) metode eksplorasi, (6) evaluasi dan motivasi, (7) evaluasi pembelajaran seni tari, (8) motivasi pembelajaran seni tari. Kendala guru yang mengajar mata pembelajaran seni budaya merupakan guru yang tidak berlatar belakang dari pendidikan seni.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pelatihan dan Pembelajaran Berbasis Seni Budaya pada Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na'ah di Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Andani Rencily, 2025, Pelatihan dan pembelajaran berbasis Seni Budaya Pada Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na’ah di Kota Palangka Raya. Skripsi Starata Satu fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.Komang Suarta,S.Ag.,M.Si dan pembimbing Yoppie.M.pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian seni budaya Dayak di Kalimantan Tengah melalui pendidikan nonformal. Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na’ah di Kota Palangka Raya menjadi wadah generasi muda untuk belajar seni tari, musik, karungut, dan bela diri tradisional sebagai identitas budaya daerah. Namun, proses pembelajaran di sanggar juga menghadapi berbagai kendala, baik teknis maupun manajerial, sehingga perlu diteliti lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri dari ketua, pelatih, sekretaris, bendahara, dan anggota sanggar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menekankan praktik langsung, refleksi, serta bimbingan individual. Pembelajaran berbasis seni budaya efektif dalam menumbuhkan keterampilan, kreativitas, dan rasa cinta budaya Dayak pada peserta. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan media pembelajaran, variasi kemampuan peserta, kedisiplinan, serta keterbatasan waktu dan tenaga pelatih. Kesimpulannya, pelatihan dan pembelajaran berbasis seni budaya di Sanggar Kacapi Kolingu Na’ah berperan penting dalam melestarikan budaya lokal dan mengembangkan potensi generasi muda, meskipun masih memerlukan strategi pengelolaan yang lebih baik agar hambatan dapat diminimalisasi.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Pengetahuan Herbarium Siswa Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pengetahuan herbarium siswa kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan situasi saat ini, menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan siswa pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap pengetahuan herbarium siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain true eksperimental tipe pretest-posttest control group desain. Dua kelas terlibat dalam kelas ini yaitu, kelas IV A berfungsi sebagai kelas kontrol dan kelas IV B berfungsi sebagai kelas eksperimen yang mana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang mana tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan herbarium siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis (uji mann-whitney u test), dan uji n-gain (gain score). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan herbarium siswa. Sedangkan nilai uji N-Gain yaitu, nilai rerata (mean) pada kelas kontrol adalah 0,41 yang menujukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang berada antara 0,30 hingga kurang dari 0,70. Maka termasuk dalam kategori sedang. Kemudian nilai rerata (mean) pada kelas eksperimen adalah 0,75 menunjukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang lebih besar atau sama dengan 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Jadi dapat dapat disimpulkan dari hasil analisis di atas pada N-Gain Score bahwa model pembelajaran berbasis proyek (pembuatan herbarium) termasuk dalam interpretasi tinggi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Media Wordwall terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Tematik Kelas III di Sekolah Dasar Negeri 2 Bukit Tunggal Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wanda, 2025, Pengaruh Media Wordwall terhadap Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Tematik Kelas III di SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Skripsi Sarjana, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Hendri, S.Ag., M.Si. Keaktifan siswa merupakan keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Keaktifan menjadi indikator penting keberhasilan pembelajaran, karena siswa yang aktif lebih mudah memahami materi, terlibat dalam diskusi, dan berani mengemukakan pendapat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media Wordwall terhadap keaktifan siswa kelas III SDN 2 Bukit Tunggal Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain oneshot case study. Pelaksanaan penelitian berlangsung dari 10 Juni hingga 10 Juli 2025, dengan subjek penelitian 21 siswa kelas III-A. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, serta klasifikasi kategori keaktifan (Mi dan SDi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 15 item pernyataan angket valid (r_hitung > 0,4338) dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,962). Nilai rata-rata skor keaktifan siswa adalah 53,10 dari skor maksimal 60, dengan skor terendah 43 dan tertinggi 60. Kategori keaktifan menunjukkan 15 siswa (71,43%) berada pada kategori sangat tinggi dan 6 siswa (28,57%) pada kategori tinggi. Temuan ini membuktikan bahwa media Wordwall berpengaruh positif terhadap keaktifan siswa. Media ini menciptakan pembelajaran interaktif, menarik, dan menyenangkan sehingga siswa lebih fokus, aktif berdiskusi, terlibat dalam aktivitas, dan berani mengemukakan pendapat. Hipotesis penelitian yang menyatakan pengaruh positif media Wordwall terhadap keaktifan siswa dapat diterima.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas Metode Ceramah dalam Pembelajaran Seni Musik pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Kasongan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan metodel ceramah yangl dilakukan olehl guru seni budaya pada pembelajaranl seni musik kelas XI di SMA Negeri 1 Kasongan terdapat kendala dalam menerapkan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan: 1) Efektivitas Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan, 2) Kendala Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme dan Teori Kendala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kasongan. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran seni musik dengan metode ceramah didukung oleh pengelolaan yang terstruktur, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video dan papan tulis interaktif, serta keterampilan mengajar guru yang baik. Kendala yang dihadapi meliputi kurang fokus siswa akibat kelelahan, suasana kelas yang tidak kondusif, dan penyampaian materi yang kurang variatif. Upaya mengatasi kendala dilakukan dengan memperkaya media pembelajaran, mengaktifkan partisipasi siswa, serta meningkatkan interaksi dan suasana kelas yang menyenangkan. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah efektif jika didukung media yang menarik dan pengelolaan yang baik, serta perlu adanya inovasi untuk mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran seni musik yang lebih variatif dan efektif di masa mendatang.

18 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw pada Mata Pelajaran IPAS terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Novita Sahfitri. 2025. Serlis Rusandi, M.Pd., Putu Cory Candra Yhani, S.Pd, M.Pd Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Type Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperatif type jigsaw pada mata pelajaran IPAS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Palangka. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian adalah rendahnya hasil belajar IPAS siswa, yang diduga disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang dikaji yakni: 1) Bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw terhadap hasil belajar siswa?, 2) Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran cooperatif type jigsaw?. Teori yang digunakan untuk mengkaji rumusan masalah adalah Teori Konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Quasi Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Quasi-Experimental Design. Untuk pengambilan sampel dari seluruh siswa kelas IVB berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis (essay) dan observasi keaktifan siswa, yang dilakkukan sebelum dan sedudah penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperatif type jigsaw di kelas IVB SD Negeri 4 Palangka bekerja efektif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari analisis data dengan uji N-Gain dan uji T-Test. Hasil uji N-Gain Score yaitu nilai rata-rata (mean) sebesar 0,6218, yang berarti menunjukkan bahwa efektivitas penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw termasuk dalam kategori sedang. Kemudian, pada N-Gain Presentase sebesar 62.18%, yang menunjukkan bahwa hasilnya cukup efektif. Selain itu, pada hasil uji Paired Samples T-Test menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan model cooperatif type jigsaw dengan Sig. (2 -tailed) sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran cooperatif type jigsaw pada mata pelajaran IPAS terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Palangka.

12 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.

16 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM bela diri IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Herda 2025. Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak Pada Ukm Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II. Yoppie, M.Pd.H. Proses pembelajaran seni bela diri tradisional Dayak pada UKM Bela Diri di IAHN-TP Palangka Raya adalah salah satu kegiatan pelatihan bela diri yang dilakukan untuk menigkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa atau anggota terkait seni bela diri serta untuk melestarikan budaya lokal. Dalam mempelajari Pola Langkah seni bela diri tradisional dayak masih ada anggota yang Kurang menguasai ragam gerak yang diajarkan pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya yang menyebabkan anggota tersebut terlambat lulus. Pemahaman anggota terkait fungsi gerakan seni bela diri masih kurang, baik itu dalam konteks Seni bela diri maupun seni pertunjukan Mambuka Lawang Sakepeng. Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman anggota tentang fungsi dan kurangnya penguasan teknik seperti bertahan, menyerang, menghadang dan menangkis. Pemahaman anggota terkait makna pola Langkah seni bela diri tradisional Dayak, masih kurang, yang berdampak pada kurangnya pemahaman mendalam, terkait folosifi, nilai-nilai dan makna spritual yang tertanam didalamnya. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya, 2). Apa kendala yang dihadapi dalam Proses Pembelajaran Seni Bela Diri Tradisional Dayak pada UKM Bela Diri IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik, teori Kognitif, teori Kinesiologi dan teori Kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan Purposive Sumpling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Proses pembelajaran atau pelatihan seni bela diri tradisional dayak diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, langkah atau jurus yang diajarkan yaitu Fungsi pola langkah dasar 1 (satu) pola langkah dasar 4 (empat) dan pola langkah dasar 6 (enam) Berantai. Fungsi dan tujuan pola langkah 6 (enam) Berantai. 2). Kendala dalam mempelajari Seni Bela Diri tradisional Dayak yaitu kendala dalam proses latihan, lambatnya daya tanggkap anggota terhadap gerakan, dan tingkat kesulitan gerakan. Kata Kunci: Proses Pembelajaran Seni Bela Diri, UKM Bela Diri, IAHN-TP Palangka Raya

9 dilihat · 7 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upacara Ipaket sebagai Media Pembelajaran Spiritual dan Pendidikan Agama dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TEMA. 2025. Upacara Ipaket sebagai Media Pembelajaran Spiritual dan Pendidikan Agama dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing Drs. Derson, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.M.,Si Skripsi ini mengkaji ritual Ipaket umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Fenomena yang terjadi dalam ritual Ipaket selama ini adalah kurangnya pemahaman umat terhadap proses, makna, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket, sehingga ritual tersebut dilaksanakan sebagai ceremonial tanpa mengetahui bagaimana proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam ritual Ipaket. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1.Bagaimana Peranan Upacara Ipaket Sebagai media pembelajaran Seperitual Pada Masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kebupaten Barito Timur? 2.Apa saja media pembelajaran Spritual yang terkandung di Upacara Ipaket dan Pendidikan Agama Hindu,Dalam Upacara Ipaket. Pada masyarakat Hindu di Desa Hayaping Kecamatan Awang, Kebupaten Barito Timur? Tujuan umum dari penelitian ini untuk menemukan pengetahuan yang terperinci dalam ritual Ipaket yang dilaksanakan di Desa Bentot. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Fungsional dan struktural, teori religi, teori simbol, dan teori pendidikan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penafsiran data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional dan struktural maka diperoleh bahwa ritual Ipaket dalam pelaksanaannya sistem yang terstruktur dan mempunyai fungsi setiap sarana prasarana yang dibuat. Makna yang terkandung dalam ritual Ipaket dikaji dengan teori religi dan teori simbol maka diperoleh makna religius, makna penyucian, dan makna sosial. Sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada ritual Ipaket di analisis dengan teori pendidikan diperoleh nilai tattwa (kebenaran mutlak), nilai susila (etika), dan nilai upakara (upacara). Proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat ritual Ipaket saling berkaitan erat dalam menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, serta meningkatkan sradha bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta, dengan sesama manusia, maupun manusia dengan alam. Kata kunci: Upacara Ipaket Sebagai Media Pembelajaran Spiritual Pendidikan Agama Hindu

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Guru dalam Proses Pembelajaran Seni Rupa pada Siswa Kelas IV C di SDN 1 Sabaru

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Winta. 2025. Strategi Guru Dalam Proses Pembelajaran Seni Rupa Pada Siswa Kelas IV C Di SDN-1 Sabaru. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si, Pembimbing II Wentin, S.Ag., M.Ag. Dalam dunia Pendidikan. Strategi dapat diartikan sebagai sesuatu perencanaan yang berisi serangkaian kegiatan yang dirancang harus untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran seni rupa pada siswa kelas IV C di SDN 1 Sabaru. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya Strategi guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar agar proses belajar seni rupa dapat berlangsung secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran, seperti metode demonstrasi, pendekatan tematik, penggunaan media visual, dan pemberian tugas praktik yang mendorong kreativitas siswa. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan menghasilkan karya seni rupa. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan waktu, guru mampu menyesuaikan strategi pembelajaran secara fleksibel sesuai kondisi kelas. Hasil penelitian dapat disimpulkan, strategi guru yang variatif dan inovatif memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran seni rupa di tingkat sekolah dasar. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan bagi guru dalam pengembangkan strategi pembelajaran seni serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan praktik seni rupa di sekolah.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marsi. 2025 Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Krisma Natalia, M.Pd. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Papan Jurang terhadap Motivasi Belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran papan jurang terhadap motivasi belajar siswa di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan oleh peneliti, guru jarang menggunakan media pembelajaran pada saat kegiatan pembelajaran matematika sehingga motivasi belajar siswa tidak tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran papan jurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan adalah Pre-Experiment Design Pre-Tes and Post-Test Group. Motivasi belajar siswa diukur menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II dengan jumlah 32 orang siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan data hasil penelitian, peneliti memperoleh hasil berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Pada tahap pre-test nilai rata-rata siswa berjumlah 37,13 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang. Sedangkan pada tahap post-test, nilai rata-rata motivasi belajar siswa berjumlah 39,59 yang artinya motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran papan jurang mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa. Kata Kunci Media pembelajaran papan jurang, motivasi belajar siswa, Matematika

10 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pendidikan Agama Hindu melalui upaya inovatif yang di lakukan oleh guru. Dalam konteks pendidikan indonnesia, minat belajar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Namun, berdasarkanpengamatan, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran pendidikan Agama Hindu tergolong rendah. Hal ini menunjukan perlunya intervensi yang efektif dari pihak guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Melalui pendekatan yang aktif dan kreatif, guru di harapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar, termasuk metode pengajaran media yang di gunakan. Di temukan bahwa guru yang mampu menguasai materi dan mengunakan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, pentingnyapendekatan yangyang inklusif dan tidak membeda-bedakan siswa juga menjadi sorotan, di mana hal ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendudkung. Penelitian ini juga menekankan bahwa pembentukan karakter dan nilai-nilai moral dalam pendidikan sangat penting, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi jugadapat mengembangkan kepribadian yang luhur dan berkarakter. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa minat belajar yang tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan hasil dan prestasi belajar mereka. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perrlunya inovasi dalam metode dan media pembelajran untuk mencipatakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif bagi siswa dalam mata pelajaran pendidikan Agama Hindu. Dengan demikian, penelitian ini di harapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang lebih baik dalam konteks pendidikan Agama Hindu di indonesia.

8 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail