Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Kedudukan Anak Angkat Perempuan pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Agama Hindu•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

I KADEK RIYANA, 2024 : Kedudukan Anak Angkat Perempuan Pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I I Komang Darman SH.,MH. Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si. Anak angkat perempuan merupakan seorang anak yang diadopsi secara hukum oleh seseorang atau sebuah keluarga yang bukan orang tua kandungnya. Kedudukan anak angkat perempuan sangat bergantung pada tradisi dan nilai-nilai budaya yang berlaku di berbagai wilayah dan subkultur Hindu. Secara umum, anak angkat perempuan dianggap memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan anak kandung dalam keluarga Hindu. Dalam tradisi Hindu, anak angkat perempuan dapat dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau berkah bagi keluarga yang mengadopsinya. Masalah yang diteliti : (1) Dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak angkat di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (2) Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (3) Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Subyek penelitian adalah PHDI Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Tokoh Agama atau Rohaniawan, Tokoh umat, dan Masyarakat atau orang tua yang memiliki anak angkat tersebut. Obyek penelitian adalah kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keadilan distribusi dari John Rawls, dan teori sistem hukum dari L.M Friedman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan suami istri memilih anak perempuan menjadi anak kandung yaitu karena tidak memiliki anak, menginginkan anak perempuan, anak perempuan tersebut ditinggalkan oleh orang tuanya, dan anak perempuan dianggap melestarikan nilai-nilai ajaran agama Hindu. Proses pengangkatan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu melalui tahap rembuk keluarga kecil, pamahidang/pamakel (rembuk keluarga besar) dan tahap prosesi widhiwidana (pemerasan). Kedudukan anak angkat perempuan pada masyarakat Hindu yaitu memiliki kedudukan yang sama seperti anak kandung pada umumnya tidak ada yang dibeda-bedakan yaitu berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang dan berhak mendapatkan pendidikan.

Kata kunci

Kata kunci : kedudukan, anak angkat perempuan, masyarakat Hindu.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kedudukan Anak Angkat Perempuan pada Masyarakat Hindu di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah2024 · oai:ais:skripsi:589

Publikasi terkait