BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Buku digital ini berjudul "Hukum Perusahaan dan Hukum Dagang", merupakan buku yang berisi tentang "Perbandingan Sistem Hukum" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan hukum yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga buku digital yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran serta panduan bagi siapapun juga.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata budaya tangga batu ini adalah untuk keikut sertaan masyarakat dalam membantu pengelola dan membersihkan objek wisata yang ada, apabila wisatawan melakukan bahajat ditempat wisata budaya tangga batu masyarakat di kawasan tersebut membantu dalam menyiapkan sarana dan prasana yang dibutuhkan. keterlibatan masyarkat dalam pelestarian objek wisata budaya tangga batu ini untuk ikut serta dalam mengelola maupun mendorong terjadinya proses penguatan kapasitas masyarakat lokal dan meningkatkan pemberdayaan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan pariwisata secara bersama. Berdasarkan dari latar belakang diatas rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimanakah peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan (2) Apakah kendala yang dihadapi oleh peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan (3) Bagaimanakah dampak peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori peran (2) Teori pembangunan pariwisata (3) Teori pengembangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif karena dalam penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif dan cenderung menggukan analisis. teknik pengumupulan data dengan menggunakan Purposive Sampling. Kesimpulan dari penelitian adalah objek wisata tangga batu ini perluadanya campur tangan dari pemerintah agar objek wisata bisa berkembang dan dapat berpengaruh kepada perekonomian masyarakat setempat, adanya peran masyakarkat dalam pelestarian objek wisata tangga batu ini akan membuat objek wisata budaya tangga batu tidak hilang kebudayaan lokal maupun kerusakan pada objek wisata tersebut.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Lita, 2022. Keberadaan Batang Haring Dalam Religiusitas Umat Hindu Kaharingan Di Desa Manduing Lama Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II : Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil.H. Agama Hindu Kaharingan memiliki simbol sakral yang menjadi identitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Hindu Kaharingan. Salah satunya adalah Batang Haring yang diyakini sebagai simbol tuntunan hidup bagi umat Hindu Kaharingan, yang melambangkan kemahakuasan Ranying Hatalla Langit. Permasalahan dalam penelitian yaitu: bagaimanakah mitologi Batang Haring dalam ajaran Hindu Kaharingan, bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap keberadaan Batang Haring, bagaimanakah teologi keberadaan Batang Haring dalam kehidupan religius Hindu Kaharingan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menggali lebih dalam tentang mitologi, persepsi dan teologi dari Batang Haring. Adapun subjek penelitian yaitu Basir, Tokoh Masyarakat Hindu Kaharingan dan Masyarakat non Hindu Kaharingan. Sedangkan objek penelitian adalah bagaimanakah persepsi, mitologi, teologi dari Batang Haring. Teknik untuk mengumpulkan data yaitu: metode observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi. Data yang terkumpul dianalis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Mitologi Batang Haring mencakup semua aspek yang ada didunia ini yang menjadi dasar awal terciptanya manusia dan lingkungannya. (2) Persepsi mengenai Batang Haring sebagai simbol sakral Hindu Kaharingan. Batang Haring eksis dimasyarakat dipercaya sebagai lambang kehidupan masyarakat Dayak dalam kehidupan sosial bermayarakat. Nilai keindahan Batang Haring dapat dijumpai diberbagai karya seni rupa yang dipandang indah, berciri khas, mengandung makna sakral, suci bagi umat Hindu Kaharingan maupun non Hindu Kaharingan, serta mengandung Satyam, Siwam, Sundaram (3) Kajian teologi dalam kehidupan religus adalah Batang Haring menggambarkan wujud hubungan saling menghargai baik dengan sesama, Tuhan maupun lingkungan. Batang Haring merupakan simbol kemahakuasaan Tuhan yang mencurahkan air suci kehidupan bertujuan menuju hanya satu Tuhan Yang Maha Esa dengan tiga fungsi pencipta, pemelihara, pelebur.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Lita, 2022. Upaya Orang Tua Dalam Pembiasaan Basarah Pada Anaknya di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Keluarga merupakan rumah dimana dalam pembiasaan pertama kali diterapkan sejak lahir, lingkungan keluarga membentuk perilaku yang kemudian akan diterapkan dalam masyarakat dan sekolah. Sebuah keluarga ada upaya orang tua yang sangat dominan dalam pembiasaan perilaku anak, benar adanya jika “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” ibarat ini sangat mendukung, karena apa yang dilakukan orang tua, anak akan senatiasa memperhatikan kemudian menerapkan, karena orang tua dianggap orang yang paling dipatuhi, didalam keluarga. Orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawainan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu anak yang dilahirkannya. Pola asuh merupakan suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, yang di mana orang tua dalam pembiasaan terhadap anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengtahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anaknya mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Orang tua adalah orang utama dan pertama dalam hal pembiasaan keimanan bagi anaknya. Orang tua baik ayah maupun ibu merupakan orang pertama yang menerima anak lahir didunia. Orang tua menjadi hal yang terpenting dalam membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik setiap orang tua pasti mempunyai keinginan dan tujuan bagi masa depan anaknya. Untuk itu seorang anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan yang paling penting lagi adalah membekali dengan pendidikan agama sedini mungkin, baik tidaknya anak sangat bergantung pada pendidikan oleh orang tuanya. Pendidikan agama yang harus ditanamkan terlebih dahulu oleh orang tua salah satunya tentang pembiasaan basarah yang wajib dilakukan, orang tua harus menanamkan hal itu agar nantinya anak terbiasa untuk melaksanakan basarah dengan penuh kesadaran dari dirinya sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada tiga akan dibahas, yatiu (1) Bagaimana upaya orang tua dalam pembiasaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (2) Apa kendala yang dialami dalam pelaksanaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (3) Apa solusi yang dilakukan oleh Mejelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pembiasaan Basarah pada Anak di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive yang terdiri dari jumlah orang yang hadir pada pelaksanaan Basarah menjadi narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa: (1) orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, dan pada pembiasaan Basarah orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik, misalnya dapat hadir melaksanakan basarah dan mengajak anak untuk ikut dan berperan dalam pembiasaan Basarah. (2) paktor yang menjadi penghambat dan pendukung orang tua membiasakan anak pada pembiasaan Basarah adalah paktor sosial, paktor semangat orang tua mendidik anak, paktor lingkungan, paktor anak, paktor orang tua, dan paktor ekonomi. (3) upaya yang dapat orang tua lakukan adalah dengan terus mengajak anaknya melaksanakan persembahyangan Basarah, ,memperhatikan pergaulan anak, memberikan nasihat maupun wajengan kepada anak agar tidak menyimpang, serta dapat menjelaskan kepada anak kapan waktu dan tempat untuk bermain dan kapan harus belajar dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lita, 2022. Keberadaan Batang Haring Dalam Religiusitas Umat Hindu Kaharingan Di Desa Manduing Lama Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, M.Pd.H, Pembimbing II : Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil.H. Agama Hindu Kaharingan memiliki simbol sakral yang menjadi identitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Hindu Kaharingan. Salah satunya adalah Batang Haring yang diyakini sebagai simbol tuntunan hidup bagi umat Hindu Kaharingan, yang melambangkan kemahakuasan Ranying Hatalla Langit. Permasalahan dalam penelitian yaitu: bagaimanakah mitologi Batang Haring dalam ajaran Hindu Kaharingan, bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap keberadaan Batang Haring, bagaimanakah teologi keberadaan Batang Haring dalam kehidupan religius Hindu Kaharingan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menggali lebih dalam tentang mitologi, persepsi dan teologi dari Batang Haring. Adapun subjek penelitian yaitu Basir, Tokoh Masyarakat Hindu Kaharingan dan Masyarakat non Hindu Kaharingan. Sedangkan objek penelitian adalah bagaimanakah persepsi, mitologi, teologi dari Batang Haring. Teknik untuk mengumpulkan data yaitu: metode observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi. Data yang terkumpul dianalis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Mitologi Batang Haring mencakup semua aspek yang ada didunia ini yang menjadi dasar awal terciptanya manusia dan lingkungannya. (2) Persepsi mengenai Batang Haring sebagai simbol sakral Hindu Kaharingan. Batang Haring eksis dimasyarakat dipercaya sebagai lambang kehidupan masyarakat Dayak dalam kehidupan sosial bermayarakat. Nilai keindahan Batang Haring dapat dijumpai diberbagai karya seni rupa yang dipandang indah, berciri khas, mengandung makna sakral, suci bagi umat Hindu Kaharingan maupun non Hindu Kaharingan, serta mengandung Satyam, Siwam, Sundaram (3) Kajian teologi dalam kehidupan religus adalah Batang Haring menggambarkan wujud hubungan saling menghargai baik dengan sesama, Tuhan maupun lingkungan. Batang Haring merupakan simbol kemahakuasaan Tuhan yang mencurahkan air suci kehidupan bertujuan menuju hanya satu Tuhan Yang Maha Esa dengan tiga fungsi pencipta, pemelihara, pelebur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata budaya tangga batu ini adalah untuk keikut sertaan masyarakat dalam membantu pengelola dan membersihkan objek wisata yang ada, apabila wisatawan melakukan bahajat ditempat wisata budaya tangga batu masyarakat di kawasan tersebut membantu dalam menyiapkan sarana dan prasana yang dibutuhkan. keterlibatan masyarkat dalam pelestarian objek wisata budaya tangga batu ini untuk ikut serta dalam mengelola maupun mendorong terjadinya proses penguatan kapasitas masyarakat lokal dan meningkatkan pemberdayaan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan pariwisata secara bersama. Berdasarkan dari latar belakang diatas rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimanakah peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan (2) Apakah kendala yang dihadapi oleh peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan (3) Bagaimanakah dampak peran masyarakat dalam pelestarian objek wisata tangga batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Teori peran (2) Teori pembangunan pariwisata (3) Teori pengembangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif karena dalam penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif dan cenderung menggukan analisis. teknik pengumupulan data dengan menggunakan Purposive Sampling. Kesimpulan dari penelitian adalah objek wisata tangga batu ini perluadanya campur tangan dari pemerintah agar objek wisata bisa berkembang dan dapat berpengaruh kepada perekonomian masyarakat setempat, adanya peran masyakarkat dalam pelestarian objek wisata tangga batu ini akan membuat objek wisata budaya tangga batu tidak hilang kebudayaan lokal maupun kerusakan pada objek wisata tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Lita, 2022. Upaya Orang Tua Dalam Pembiasaan Basarah Pada Anaknya di Desa Benangin I Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Keluarga merupakan rumah dimana dalam pembiasaan pertama kali diterapkan sejak lahir, lingkungan keluarga membentuk perilaku yang kemudian akan diterapkan dalam masyarakat dan sekolah. Sebuah keluarga ada upaya orang tua yang sangat dominan dalam pembiasaan perilaku anak, benar adanya jika “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” ibarat ini sangat mendukung, karena apa yang dilakukan orang tua, anak akan senatiasa memperhatikan kemudian menerapkan, karena orang tua dianggap orang yang paling dipatuhi, didalam keluarga. Orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawainan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu anak yang dilahirkannya. Pola asuh merupakan suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak, yang di mana orang tua dalam pembiasaan terhadap anaknya dengan mengubah tingkah laku, pengtahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua, agar anaknya mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Orang tua adalah orang utama dan pertama dalam hal pembiasaan keimanan bagi anaknya. Orang tua baik ayah maupun ibu merupakan orang pertama yang menerima anak lahir didunia. Orang tua menjadi hal yang terpenting dalam membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik setiap orang tua pasti mempunyai keinginan dan tujuan bagi masa depan anaknya. Untuk itu seorang anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan yang paling penting lagi adalah membekali dengan pendidikan agama sedini mungkin, baik tidaknya anak sangat bergantung pada pendidikan oleh orang tuanya. Pendidikan agama yang harus ditanamkan terlebih dahulu oleh orang tua salah satunya tentang pembiasaan basarah yang wajib dilakukan, orang tua harus menanamkan hal itu agar nantinya anak terbiasa untuk melaksanakan basarah dengan penuh kesadaran dari dirinya sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada tiga akan dibahas, yatiu (1) Bagaimana upaya orang tua dalam pembiasaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (2) Apa kendala yang dialami dalam pelaksanaan Basarah pada anaknya di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara? (3) Apa solusi yang dilakukan oleh Mejelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam pembiasaan Basarah pada Anak di Desa Benangin 1 Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive yang terdiri dari jumlah orang yang hadir pada pelaksanaan Basarah menjadi narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa: (1) orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, dan pada pembiasaan Basarah orang tua harus dapat menjadi contoh yang baik, misalnya dapat hadir melaksanakan basarah dan mengajak anak untuk ikut dan berperan dalam pembiasaan Basarah. (2) paktor yang menjadi penghambat dan pendukung orang tua membiasakan anak pada pembiasaan Basarah adalah paktor sosial, paktor semangat orang tua mendidik anak, paktor lingkungan, paktor anak, paktor orang tua, dan paktor ekonomi. (3) upaya yang dapat orang tua lakukan adalah dengan terus mengajak anaknya melaksanakan persembahyangan Basarah, ,memperhatikan pergaulan anak, memberikan nasihat maupun wajengan kepada anak agar tidak menyimpang, serta dapat menjelaskan kepada anak kapan waktu dan tempat untuk bermain dan kapan harus belajar dengan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Saparinah Sadli adalah psikolog yang tidak hanya duduk saja di menara gading mengajarkan teori - teori psikologi di universitas. Pengetahuannya tentang psikologi diterapkannya di berbagai bidang ilmu dan organisasi guna menemukan solusi yang realistis dalam menangani berbagai masalah sosial, khususnya masalah - masalah yang di hadapi oleh kaum perempuan. Saparinah Sadli memperjuangkan keadilan dan kesetaraan antara laki - laki dan perempuan, serta mengupayakan agar perempuan mendapat hak untuk memilih yang disukai/diperlukannya agar dapat hidup mandiri sampai di hari tua. Oleh banyak orang yang pernah belajar darinya, selain sebagai guru/mentor Saparinah Sadli juga dianggap sebagai inspirator dan motivator dalam mengembangkan karir dan menentukan arah hidup mereka. Diantara mantan anak didik Saparinah ada lima perempuan yang bergagasan menuliskan pandangan mereka tentang kiprah sosok Saparinah Sadli dalam aneka kegiatan di masyarakat dan tentang bagaimana Saparinah telah memberikan inspirasi, membimbing dan mendorong mereka untuk menerapkan psiokologi di berbagai bidang ilmu. Diharapkan buku ini dapat menginspirasi para pembacanya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi perempuan, tanpa terhambat oleh usia.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Ulpatiana. 2021. Penerapan Strategi Active Learning Di Era New Normal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama Hindu sehingga diterapkan strategi active learning. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Konstruktivisme dan teori belajar Humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat.Dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran agama Hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu Penerapan strategi active learning ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama Hindu sudah menerapkan metode ceramah dan diskusi agar tidak hanya guru saja yang berperan aktif tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisiplinan siswa agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan lumayan baik karena siswa agama Hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan strategi active learning. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kata Kunci : Penerapan, Strategi, Active Learning, New Normal, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ulpatiana. 2021. Penerapan Strategi Active Learning Di Era New Normal Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu Di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Kurangnya keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga perlunya strategi yang dapat memberikan perkembangan hasil belajar siswa agama Hindu sehingga diterapkan strategi active learning. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, penyebaran angket atau dengan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Konstruktivisme dan teori belajar Humanistik. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa : 1) Penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan digunakan yaitu dengan metode ceramah dan diskusi, yang dimana membuat keaktifan siswa cukup meningkat.Dan sekarang guru menerapkan dengan interaksi, komunikasi, refelaksi sehingga siswa tidak jenuh dengan materi yang disampaikan. Kendala dalam strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran agama Hindu yaitu karena terbatasnya waktu belajar serta penyampaian materinya sebab di era new normal ini pelaksanaan pembelajaran secara jarak jauh sehingga pertemuan antara guru dan siswa terbatas. 2) Implikasi terhadap siswa dari penerapan strategi active learning di era new normal dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu Penerapan strategi active learning ini sangat berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebab guru agama Hindu sudah menerapkan metode ceramah dan diskusi agar tidak hanya guru saja yang berperan aktif tetapi siswa juga mendapatkan hasil yang positif bagi perkembangan pembelajarannya. Kedisiplinan siswa agama Hindu di SMAN 1 Pulau Malan lumayan baik karena siswa agama Hindu tetap mematuhi aturan yang dibuat oleh pihak sekolah serta mengikuti pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah. Minat belajar siswa cukup meningkat setelah diterapkan strategi active learning. Hal ini dapat dilihat dari ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kata Kunci : Penerapan, Strategi, Active Learning, New Normal, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu