ThesisOpen AccessPDF tersedia
12025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK I Putu Indra Wangsa 2026, Pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terhadap motivasi belajar peserta didik agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Program Penguatan Pendidikan Karakter merupakan upaya pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai religius, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan gotong royong yang diharapkan dapat mendukung sikap positif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket kepada 69 peserta didik agama Hindu kelas XI dan XII di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 50,71, sedangkan motivasi belajar peserta didik juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 48,68. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik agama Hindu. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,910, nilai t hitung sebesar 11,893, dan nilai signifikansi p 0,001, dengan persamaan regresi Y = 9,546 + 0,910X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,679 menunjukkan bahwa 67,9% variasi motivasi belajar dapat dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 32,1% sisanya tidak dijelaskan oleh model. Dengan demikian, Program Penguatan Pendidikan Karakter memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik agama Hindu di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Kata Kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, motivasi belajar, peserta didik agama Hindu
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd.
Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Kevin Aulya
:
(2026) Implementasi Pembelajaran Interaktif sebagai Upaya
Meningkatkan Karakter Siswa Kelas V C di SDN 8 Menteng
Palangka Raya. (Pembimbing I Putu Cory Candra Yhani,
S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih,
S.Pd.,M.Pd.H)
Pembelajaran interaktif merupakan proses pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif melalui interaksi antara guru dan
siswa maupun antarsiswa. Penerapan pembelajaran interaktif tidak hanya
mendukung keaktifan siswa dalam belajar, tetapi juga dapat mengembangkan
karakter melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, dan penyampaian
pendapat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pembelajaran interaktif
pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya yang telah melibatkan siswa
dalam kegiatan pembelajaran, namun masih ditemukan siswa yang kurang aktif dan
kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran
interaktif, mengetahui nilai-nilai karakter yang berkembang, serta mengetahui
faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN
8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru
kelas, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif dilaksanakan
melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut, serta
memperoleh dukungan kebijakan sekolah. Nilai karakter yang berkembang
meliputi disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian dan sikap menghargai,
serta percaya diri dan keberanian berpendapat. Faktor penghambat meliputi
perbedaan motivasi dan keaktifan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan
media, sarana dan prasarana, serta alokasi waktu.
Kata kunci: Pembelajaran Interaktif, Karakter Siswa, Peserta Didik Sekolah Dasar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Selviana Afrianita 2026.Mitro,S.Pd,.M.Si , Heri Kusuma Tarupay, SS,.M.Hum Strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran tematik kelas III SDN Petak Bahandang. Skripsi Fakultas Dharma Acarya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IAHN-TP Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kesulitan belajar yang dialami siswa kelas III SDN Petak Bahandang, seperti kurangnya pemahaman terhadap materi, rendahnya motivasi belajar, kesulitan membaca, kurangnya konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, serta rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut menuntut guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang tepat agar kesulitan belajar siswa dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa pada pelajaran tematik, mengidentifikasi strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, serta mengetahui efektivitas strategi yang diterapkan guru kelas III SDN Petak Bahandang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, yaitu penggunaan media pembelajaran yang menarik, pemberian bimbingan individual dan kelompok, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, pemberian motivasi. Strategi tersebut terbukti membantu meningkatkan pemahaman materi, keaktifan, dan motivasi belajar siswa Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana yang kurang memadai, perbedaan karakteristik siswa, dan kurangnya motivasi belajar dari siswa. Kata Kunci : Strategi Guru, Kesulitan Belajar, Pembelajaran Tematik, sekolah dasar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang
dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar,
serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2
Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang
dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran
siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1)
bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca,
menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi
kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran,
penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara
bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi
dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam
mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru,
orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan
fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa
dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan
pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru
dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta
dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga.
Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif,
dukungan sosial
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam
Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka
Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si
Pembimbing (II) Raisa Vielentia,
S.Psi.,M.Psi.,Psikolog
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping
Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap
kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan
melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui
pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis
temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan
pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan
pengembangan potensi individu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi
karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan,
pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta
kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi
bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang
dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan
waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang
tua.
Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada
peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan
demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan
belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif.
Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan
Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Agus Suprianto.2025: Optimalisasi Musik Tradisional Daerah Kalimantan Tengah sebagai Sumber Belajar Kontekstual dalam Pembelajaran Seni Budaya pada Siswa SMA Negeri 5 Palangka Raya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H. dan Pembimbing II Yoppie, M.Pd.H. Penelitian ini membahas tentang optimalisasi musik tradisional daerah Kalimantan Tengah sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran Seni Budaya di SMAN 5 Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, pembelajaran Seni Budaya masih cenderung menggunakan sumber belajar yang bersifat umum sehingga pemanfaatan musik tradisional daerah sebagai sumber belajar belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik kurang mengenal, memahami, dan mengapresiasi musik tradisional Kalimantan Tengah sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi musik tradisional daerah Kalimantan Tengah sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran Seni Budaya pada siswa SMAN 5 Palangka Raya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori belajar kontekstual untuk membedah rumusan masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik tradisional daerah Kalimantan Tengah memiliki potensi yang besar sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran Seni Budaya di SMAN 5 Palangka Raya. Pemanfaatan musik tradisional dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan peserta didik, memperkuat pemahaman terhadap materi pembelajaran, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Selain itu, penerapan musik tradisional sebagai sumber belajar kontekstual membantu guru mengaitkan materi pembelajaran dengan lingkungan budaya peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Namun demikian, optimalisasi pemanfaatan musik tradisional masih memerlukan dukungan berupa pengembangan media pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta penyediaan sarana pendukung agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Optimalisasi, Musik Tradisional Kalimantan Tengah, Sumber Belajar Kontekstual, Pembelajaran Seni Budaya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yedi Ardianto. 2026. Pengaruh Penggunaan Media Augmented Reality (AR) terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H.; Pembimbing II: Krisma Natalia, M.Pd. Minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih menjadi salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang cenderung konvensional serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar IPAS siswa sebelum dan sesudah penggunaan media Augmented Reality (AR), menganalisis perbedaan minat belajar antara kelas yang menggunakan media Augmented Reality dan kelas yang mengikuti pembelajaran konvensional, serta mengetahui efektivitas media Augmented Reality dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang terdiri atas 14 siswa pada kelas eksperimen dan 13 siswa pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket minat belajar yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, Independent Samples t-test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest kelas eksperimen sebesar 54,43 dan kelas kontrol sebesar 55,23, yang menunjukkan kondisi awal minat belajar kedua kelompok relatif sama. Setelah pembelajaran, rata-rata skor posttest meningkat menjadi 100,00 pada kelas eksperimen dan 57,46 pada kelas kontrol, dengan skor maksimum instrumen sebesar 115. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil uji N-Gain menunjukkan rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,755 (kategori tinggi) dan kelas kontrol sebesar 0,037 (kategori rendah). Dengan demikian, penggunaan media Augmented Reality (AR) terbukti efektif serta berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Renol. 2026: Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Kelas V-B SDN 6 Palangka. Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu
Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.
Pranata, S.Pd., M.Si, dan Pembimbing II Serlis Rusandi, M.Pd.
Penelitian ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran Project
Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS
kelas V-B SDN 6 Palangka. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan
peneliti, proses pembelajaran IPAS masih cenderung menggunakan pembelajaran
yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti
pembelajaran dan prestasi belajar siswa belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan
penerapan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam
proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada
mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen
dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel
dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa kelas V-B SDN 6 Palangka. Instrumen
penelitian yang digunakan berupa angket untuk mengukur penerapan model
pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan tes esai berupa pretest dan
posttest untuk mengukur prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang
digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji regresi linear
sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25.
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diterapkan
model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai pretest dengan
nilai minimum 15, nilai maksimum 65, nilai rata-rata 33,33, dan standar deviasi
12,655. Setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
diperoleh nilai posttest dengan nilai minimum 45, nilai maksimum 95, nilai ratarata 74,58, dan standar deviasi 12,676, sehingga menunjukkan adanya peningkatan
prestasi belajar siswa. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi nilai sig.
prestasi belajar siswa yaitu 0,366 > 0,05, sehingga data penelitian berdistribusi
normal. Selanjutnya, hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 7,749 lebih besar
daripada t tabel sebesar 1,717, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project
Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS
kelas V-B di SDN 6 Palangka
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kepuasan belajar siswa Hindu merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pengelolaan Pendidikan, yang turut dipengaruhi oleh ketersediaan serta persepsi terhadap fasilitas penunjang keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Manajemen Sarana Prasarana (X1) dan Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) di SMAN 4 Palangka Raya, baik secara langsung melalui Fasilitas Keagamaan (Z) sebagai variabel antara (intervening). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain ex post facto menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa beragama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya, dengan jumlah sampel 82 siswa yang ditentukan menggunakan Teknik propotional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran instrumen angket (kuesioner) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) untuk menguji efek langsung dan tidak langsung antarvariabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji sub structural I, Manajemen Sarana Prasarana (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,802), sedangkan Persepsi Siswa (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z). pada uji sub structural II, Persepsi Siswa (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Kepuasan Belajar (Y) dengan kontribusi paling dominan (β = 0,942), begitu fula Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,136). Sebaliknya, Manajemen Sarana Prasarana (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Kepuasan Belajar (Y). Hasil uji sobel membuktikan bahwa Fasilitas Keagamaan (Z) berfungsi sebagai variabel mediasi penuh (full mediation) pada hubungan antara Manajemen Sarana Prasarana (X1) terhadap Kepuasan Belajar (Y) (thitung 3,223 > 1,96). Namun, Fasilitas Keagamaan (Z) tidak terbukti memediasi pengaruh Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) (thitung 1,167 1,96). Pihak sekolah diharapakan menjaga persepsi positif siswa dan mengoptimalkan manajemen sarana prasarana fisik khusus keagamaan guna mendongrak kepuasan belajar secara efektif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Meskipun metode ceramah dinilai efektif untuk menyampaikan materi secara sistematis, pelaksanaannya belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) implementasi metode ceramah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, (2) kendala yang dihadapi dalam implementasinya, dan (3) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme Jean Piaget untuk menganalisis implementasi pembelajaran dan Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kendala beserta solusi yang diterapkan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1) Teori Kontruktivisme, 2) Teori Kendala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ceramah telah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap persiapan, guru menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, materi, serta instrumen penilaian. Pada tahap pelaksanaan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, absensi, dan pertanyaan pemantik, kemudian menyampaikan materi menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab dan diskusi serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tahap evaluasi dilakukan melalui tes tertulis, penugasan, serta penilaian terhadap keaktifan dan pemahaman peserta didik. Kendala yang dihadapi meliputi pembelajaran yang cenderung monoton, rendahnya partisipasi peserta didik, perbedaan karakteristik peserta didik, serta kurangnya kreativitas guru dalam mengembangkan variasi pembelajaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan metode ceramah interaktif, memanfaatkan media pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan dan supervisi, serta menerapkan pembelajaran kontekstual disertai praktik langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah masih relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu apabila dikembangkan secara inovatif, dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. ABSTRACT This research was motivated by the continued dominance of the lecture method in Hindu Religious Education learning at SMA Negeri 3 Palangka Raya. Although the lecture method is considered effective for delivering learning materials systematically, its implementation has not been fully aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning. This study aimed to analyze: (1) the implementation of the lecture method in Hindu Religious Education learning, (2) the obstacles encountered in its implementation, and (3) the solutions adopted to overcome these obstacles. This study employed Jean Piaget's Constructivist Theory to analyze the implementation of the learning process and the Theory of Constraints (TOC) to examine the obstacles and the solutions applied. The theories used to analyze the research problems were: (1) Constructivist Theory and (2) Theory of Constraints. This study employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The data sources consisted of primary and secondary data. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the implementation of the lecture method was carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation stage, teachers developed teaching modules, learning objectives, learning materials, and assessment instruments. During the implementation stage, teachers began the lesson with greetings, joint prayer, attendance checking, and stimulating questions, followed by the delivery of learning materials using the lecture method combined with question-and-answer sessions and discussions while relating the materials to students' daily lives. The evaluation stage was conducted through written tests, assignments, and assessments of students' participation and understanding. The obstacles encountered included monotonous learning activities, low student participation, differences in students' characteristics, limited teacher creativity in developing varied instructional strategies. To address these obstacles, teachers combined the lecture method with other instructional methods, utilized learning media, enhanced their professional competence through training and supervision, and implemented contextual learning accompanied by practical activities. This study concludes that the lecture method remains relevant in Hindu Religious Education learning, provided that it is implemented innovatively, integrated with more interactive instructional methods, and adapted to students' characteristics and the demands of twenty-first-century learning.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lantri Diana , 2026: Peran Guru Dalam Memotivasi Belajar Siwa Hidu Terhadap Ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan pembimbing II, Dr.Lilik.,S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hidu Terhadap ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Masalah fenomena yang terjadi di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya pemahaman mengenai ajaran catur guru dalam pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut rumusan masalah yang ingin dikaji yakni Bagaimana peran guru dalam Memotipasi belajar siswa Hindu Terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Apa kendala yang dihadapi guru dalam Memotvasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan memotivasi belajar siswa Hindun terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Untuk mengkaji lebih dalam masalah tersebut, penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori peran (role theory) dan teori humanistik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan analisis kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil analisis dengan menggunakan teori peran (role theory) ditemukan bahwa peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas terdapat beberapa peran yang dijalankan yakni peran guru sebagai pendidik, guru sebagai pembimbing, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pengawas. Didalam proses peran guru dalam memotivasi belajar ditinjau dengan teori humanistik guru mengalami kendala yang dihadapi yakni karakter siswa yang berbeda-beda, kurangnya motivasi berlajar, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasana dalam proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengkaji tentang upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memotivasi belajar dengan teori humanistik guru telah melakukan berbagai hal dengan guru menggunakan metode yang bervariasi, guru memberikan reward/hadiah dan pujian,guru berkalorasi sesama guru, dan sekolah menyediakan sarana prasana belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan bahwa peran guru sangat penting dalam memotivasi belajar kepada siswa tentang ajaran catur guru.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etni Marsela 2026. Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A, Putu Cory Chandra Yhani, S.Pd.,M.Pd Skripsi. Pengaruh Penerapan Metode Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMPN 2 Palangka Raya Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya kajian empiris mengenai pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode deep learning terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan landasan teori belajar bermakna Ausubel serta teori konstruktivisme Piaget dan Bruner yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 24 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,014 (0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,246. Nilai tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode deep learning mampu menjelaskan 24,6% variasi hasil belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, seluruh siswa memperoleh hasil belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata sebesar 92,75. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode deep learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Palangka Raya, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas proses dan hasil belajar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pillmanto.2026. Pembelajaran Teknik Titik Perspektif Dalam Meningkatkan Kemampuan Menggambar Bentuk Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr AA Gede Wiranata, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pembelajaran Seni Budaya, khususnya pada materi menggambar bentuk, memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan visual, kreativitas, dan keterampilan artistik siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII9 SMPN 2 Palangka Raya, kemampuan menggambar bentuk siswa masih tergolong rendah. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perspektif, seperti menentukan garis horizon, titik hilang, dan garis proyeksi, sehingga hasil gambar yang dibuat masih tampak datar, kurang proporsional, dan belum menunjukkan kesan ruang serta kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep perspektif secara lebih konkret melalui penerapan teknik titik perspektif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-9 SMPN 2 Palangka Raya yang berjumlah 31 orang. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik menggambar bentuk. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran teknik titik perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran teknik titik perspektif mampu meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa. Pada tahap pratindakan, sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai sebesar 60. Setelah tindakan pada Siklus I, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 95 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 100% dari siswa yang mengikuti pembelajaran. Selain itu, aktivitas, keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, pembelajaran teknik titik perspektif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk siswa kelas VII di SMPN 2 Palangka Raya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan Sukraini S.Pd.,M.Pd Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori Motivasi Belajar. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran, pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Widia Julianti, 2026 : Peranan Guru dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu pada Siswa di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Rasa Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Pembimbing I Hendri,S.Ag.M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si Pendidikan Agama Hindu memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual siswa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peranan guru dalam implementasi Pendidikan Agama Hindu pada siswa di SDN 1 Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Rasa, Kabupaten Gunung Mas. Sebagai fasilitator utama di sekolah dasar, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan (jnana), tetapi juga menjadi teladan moral (susila) bagi siswa di lingkungan sekolah yang heterogen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Agama Hindu, serta perwakilan siswa, dan diperkuat dengan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Agama Hindu di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas menjalankan beberapa peran mendasar, yaitu: (1) sebagai pendidik dan pengajar yang menyusun strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal; (2) sebagai pembimbing yang mengarahkan pelaksanaan ibadah praktis seperti Tri Sandhya dan berdoa sebelum belajar; serta (3) sebagai motivator dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi ini adalah dukungan dari pihak sekolah dan sarana ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan alokasi waktu dan keberagaman latar belakang pemahaman keagamaan siswa di rumah. Secara keseluruhan, peranan aktif guru mampu meningkatkan kedisiplinan spiritual dan toleransi sosial siswa di sekolah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kristin Agustin (2200020). Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa Hindu kelas V dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu materi Catur Ashrama di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Hasil observasi awal menunjukkan rata-rata keaktifan kelas hanya mencapai 52,5% dengan ketuntasan klasikal 0%, disebabkan oleh dominasi metode ceramah satu arah dan belum pernah digunakannya media gambar dalam pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu melalui media gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model Yasmeen yang terdiri dari lima tahapan yaitu diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa Hindu kelas V. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa yang memuat 5 indikator, lembar observasi upaya guru, jurnal harian guru, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berbasis karton meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu secara bertahap. Pada pra-siklus rata-rata keaktifan kelas mencapai 43,75% dengan ketuntasan 0% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus I meningkat menjadi 53,13% dengan ketuntasan 25% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus II meningkat menjadi 84,75% dengan ketuntasan 85%; F1, F2 dan F3 berada pada kategori Aktif/Sangat Aktif, sedangkan F4 berada pada kategori Kurang Aktif. Peningkatan rata-rata dari pra-siklus I sampai Siklus II mencapai 32,29%. Berdasarkan indikator keberhasilan yang ditetapkan, rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal mencapai target akhir penelitian, tetapi data menunjukkan arah peningkatan yang konsisten setelah penggunaan media gambar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agung Suderajat. 2026. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di Sdn Percobaan Palangka Raya Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Istitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya, mengidentifikasi bagaimana kendala guru Pendidikan Agama Hindu mengimplementasi model pembelajaran Problem Based Learning di SDN Percobaan Palangka Raya, serta mengetahui Bagaimana upaya untuk mengatasi kendala implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Jenis metode yang digunakan dalam Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SDN Percobaan Palangka Raya. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa kelas V yang beragama Hindu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning telah dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, diskusi kelompok, penyelidikan, presentasi hasil, dan evaluasi, sehingga mampu meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan kegiatan Problem Based Learning, keterbatasan media pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan perencanaan pembelajaran, memanfaatkan media yang tersedia, memberikan bimbingan secara intensif kepada siswa, serta mengoptimalkan pengelolaan waktu dan kerja kelompok agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, aktif, dan bermakna. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah dasar.