Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

100 hasil
Subjek: Guru
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru dalam Mengatasi Masalah Perilaku Siswa melalui Manajemen Kelas di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

162025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDN 2 MENTENG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1) bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif, dukungan sosial

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomi. 2026. Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Dosen Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Hendri, S.Ag.,M.Si Kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V dapat terlihat dari rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, kepasifan dalam kegiatan kelompok, serta kesulitan dalam menjalin kerja sama dengan teman maupun guru. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru kelas dalam memberikan pendampingan dan menerapkan upaya yang tepat untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan interaksi sosial yang dialami siswa kelas V, menganalisis faktor penyebab kesulitan interaksi sosial, serta mendeskripsikan upaya guru kelas dalam mengatasi kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. sumber data di peroleh melalui informan dalam penelitian ini terdiri atas siswa kelas V, guru kelas V, guru PJOK, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan interaksi sosial siswa terlihat dari kurangnya rasa percaya diri, siswa cenderung pendiam, kurang aktif dalam berkomunikasi, sulit bekerja sama, serta masih terdapat siswa yang memilih menyendiri dalam kegiatan tertentu. Faktor yang memengaruhi kesulitan interaksi sosial meliputi perbedaan karakter siswa, kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri, lingkungan pertemanan, kondisi keluarga, serta kondisi kelas dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan perhatian secara individual. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan secara individual, pemberian motivasi dan apresiasi, kegiatan kerja kelompok, pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, serta penciptaan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap keberanian siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan sosial dengan guru maupun teman sebaya. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial di lingkungan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar di SDN 4 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RUSNANI KRISTIANI 2026, Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Terhadap Kesulitan Belajar DI SDN 4 Palangka Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Raisa Vielentia, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terhadap kesulitan belajar di SDN 4 Palangka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan GPK dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis temuan didukung oleh teori humanistik Carl Rogers yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, empati, penerimaan tanpa syarat, dan pengembangan potensi individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi GPK meliputi identifikasi karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyusunan program pendampingan, pendampingan individual, modifikasi materi, metode, media, dan evaluasi, serta kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua. Bentuk bimbingan meliputi bimbingan akademik, perilaku, sosial, motivasi, dan kemandirian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan ABK, keterbatasan waktu pendampingan, media pembelajaran, serta kerja sama sekolah dan orang tua. Berdasarkan teori humanistik Carl Rogers, pendampingan berpusat pada peserta didik melalui empati, penerimaan, dan pengembangan potensi. Dengan demikian, GPK berperan penting dalam membantu ABK mengatasi kesulitan belajar dan mendukung terlaksananya pendidikan inklusif. Kata Kunci: Guru Pendamping Khusus, Anak Berkebutuhan Khusus, Kesulitan Belajar, Pendidikan Inklusif, SDN 4 Palangka.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Sertifikasi Dosen Terhadap Motivasi dan Kinerja Dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi dosen terhadap motivasi dan kinerja dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, motivasi, dan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dosen. Sertifikasi dosen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Selain itu, motivasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui sertifikasi mampu meningkatkan motivasi kerja yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa sertifikasi dosen tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengakuan profesional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan motivasi dan kinerja dosen sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of lecturer certification on lecturers' motivation and performance at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya (Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya). Lecturer certification serves as formal professional recognition expected to improve lecturers' competence, welfare, motivation, and performance in carrying out the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi). This research employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of certified lecturers at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²) with IBM SPSS software. The findings indicate that lecturer certification has a positive and significant effect on lecturers' motivation. Lecturer certification also has a positive and significant effect on lecturers' performance. Furthermore, lecturers' motivation has a positive and significant effect on their performance. The results demonstrate that enhanced professionalism through lecturer certification improves work motivation, which subsequently contributes to better performance in teaching, research, and community service. This study implies that lecturer certification serves not only as formal professional recognition but also as a strategic instrument for improving lecturers' motivation and performance, thereby supporting the enhancement of higher education quality.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA SISWA SMA NEGERI KOTA PALANGKA RAYA PADA ERA GLOBALISASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dinamika era globalisasi dan arus informasi digital memicu polarisasi serta penurunan pemahaman moderasi beragama di lingkungan sekolah. Kondisi terse-but berdampak pada timbulnya hambatan psikologis seperti isolasi peran (role isolation) pada siswa Hindu yang berstatus minoritas di sekolah negeri. Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan kejelasan serta implikasinya ter-hadap Pendidikan Agama Hindu di sekolah. Adapun rumusan masalah yang dipakai landasan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran guru Pendidi-kan Agama Hindu (PAH) dalam memperkuat moderasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Palangka Raya? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi guru PAH dalam memperkuat moderasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Pal-angka Raya? (3) Bagaimana strategi adaptif guru PAH dalam memperkuat mod-erasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Palangka Raya? Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth inter-view), dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan dan member checking. Data selanjutnya diinterpretasi dengan menggunakan tiga pisau analisis konseptual, yaitu Teori Peran (Role Theory Bid-dle), Teori Konstruktivisme Sosial (Lev Vygotsky), dan Teori Pendidikan Mul-tikultural (James A. Banks). Berdasarkan substansi yang digunakan dalam penelitian ini, beberapa temuan yang diperoleh meliputi (1) Peran guru PAH secara konsisten berjalan sebagai value transmitter yang menginternalisasikan nilai Tat Twam Asi dan Tri Hita Ka-rana, conservator nilai keagamaan, serta role model dan inspirator karakter inklusif di lingkungan sekolah. (2) Hambatan yang dihadapi mencakup aspek in-ternal berupa isolasi peran (role isolation) dan kecenderungan eksklusif siswa minoritas, serta hambatan eksternal berupa ketimpangan komposisi kelas mul-tikultural, keterbatasan buku teks/bahan ajar nasional yang kurang mengako-modasi kearifan lokal (content gap), benturan ekspektasi domestik/orang tua, ser-ta ketiadaan ruang kelas khusus keagamaan Hindu. (3) Strategi adaptif yang dit-erapkan guru mencakup Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis role sharing, pembentukan Forum Diskusi Huma Betang, pengembangan konten digi-tal edukatif Hindu Kaharingan, serta pemanfaatan media seni rupa lokal (seperti Sapundu) untuk menjembatani keterbatasan ruang ibadah. Integrasi strategi ini berhasil mentransformasi interaksi siswa minoritas dari rasa terasing menjadi kolaboratif. Penelitian ini memberikan kontribusi da-lam merekonstruksi ekosistem belajar inklusif yang mengawinkan konsep Tri Mandala Hindu dengan filosofi egaliter Huma Betang Dayak, guna mewujudkan ruang kelas sebagai laboratorium sosial pembentuk ketahanan mental dan karak-ter moderat siswa. Kata Kunci: Guru Agama Hindu, Moderasi Beragama, Huma Betang, Era Glob-alisasi, Minoritas. ABSTRACT The dynamics of the globalization era and the flow of digital information trigger polarization and a decline in the understanding of religious moderation in school environments. These conditions lead to psychological barriers such as role isolation among minority Hindu students in public schools. This study is directed towards gaining clarity and its implications for Hindu Religious Education in schools. The research questions serving as the foundation of this study are (1) What is the role of Hindu Religious Education (PAH) teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools in Palangka Raya City? (2) What obstacles are faced by PAH teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools across Palangka Raya City? (3) What adaptive strategies are implemented by PAH teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools in Palangka Raya City? Through a qualitative approach with a case study design, data were col-lected using participatory observation methods, in-depth interviews, and docu-mentation studies. Data validity was maintained through extended observation and member checking. The data were then interpreted using three conceptual an-alytical frameworks: Biddle's Role Theory, Lev Vygotsky's Social Constructivism Theory, and James A. Banks' Multicultural Education Theory. Based on the substance used in this study, several findings were obtained, includ-ing: (1) The role of PAH teachers consistently functions as value transmitters in-ternalizing the teachings of Tat Twam Asi and Tri Hita Karana, conservators of religious values, as well as role models and inspirators for inclusive character building in schools. (2) The obstacles faced include internal aspects such as role isolation and exclusive tendencies among minority students, alongside external obstacles such as demographic imbalances in multicultural classrooms, a lack of national textbooks/learning materials incorporating local wisdom (content gap), domestic/parental expectations resistance, and the absence of dedicated class-rooms for Hindu religious activities. (3) The adaptive strategies implemented by teachers include Character Education Strengthening (PPK) based on role-sharing, establishing Huma Betang Discussion Forums, developing Hindu Kaharingan ed-ucational digital content, and utilizing local fine arts media (such as Sapundu) to overcome spatial limitations for religious worship. The integration of these strategies successfully transformed minority stu-dent interactions from feeling isolated to becoming collaborative. This research contributes to reconstructing an inclusive learning ecosystem by synthesizing the Balinese Hindu Tri Mandala spatial concept with the egalitarian Dayak Huma Betang philosophy, ultimately transforming classrooms into social laboratories that foster mental resilience and moderate character among students. Keywords: Hindu Teachers, Religious Moderation, Huma Betang, Globalization Era, Minority.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa Hindu terhadap Ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lantri Diana , 2026: Peran Guru Dalam Memotivasi Belajar Siwa Hidu Terhadap Ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan pembimbing II, Dr.Lilik.,S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hidu Terhadap ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Masalah fenomena yang terjadi di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya pemahaman mengenai ajaran catur guru dalam pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut rumusan masalah yang ingin dikaji yakni Bagaimana peran guru dalam Memotipasi belajar siswa Hindu Terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Apa kendala yang dihadapi guru dalam Memotvasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan memotivasi belajar siswa Hindun terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Untuk mengkaji lebih dalam masalah tersebut, penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori peran (role theory) dan teori humanistik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan analisis kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil analisis dengan menggunakan teori peran (role theory) ditemukan bahwa peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas terdapat beberapa peran yang dijalankan yakni peran guru sebagai pendidik, guru sebagai pembimbing, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pengawas. Didalam proses peran guru dalam memotivasi belajar ditinjau dengan teori humanistik guru mengalami kendala yang dihadapi yakni karakter siswa yang berbeda-beda, kurangnya motivasi berlajar, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasana dalam proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengkaji tentang upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memotivasi belajar dengan teori humanistik guru telah melakukan berbagai hal dengan guru menggunakan metode yang bervariasi, guru memberikan reward/hadiah dan pujian,guru berkalorasi sesama guru, dan sekolah menyediakan sarana prasana belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan bahwa peran guru sangat penting dalam memotivasi belajar kepada siswa tentang ajaran catur guru.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu Pada Siswa Di SDN-1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Widia Julianti, 2026 : Peranan Guru dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu pada Siswa di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Rasa Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Pembimbing I Hendri,S.Ag.M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si Pendidikan Agama Hindu memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual siswa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peranan guru dalam implementasi Pendidikan Agama Hindu pada siswa di SDN 1 Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Rasa, Kabupaten Gunung Mas. Sebagai fasilitator utama di sekolah dasar, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan (jnana), tetapi juga menjadi teladan moral (susila) bagi siswa di lingkungan sekolah yang heterogen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Agama Hindu, serta perwakilan siswa, dan diperkuat dengan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Agama Hindu di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas menjalankan beberapa peran mendasar, yaitu: (1) sebagai pendidik dan pengajar yang menyusun strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal; (2) sebagai pembimbing yang mengarahkan pelaksanaan ibadah praktis seperti Tri Sandhya dan berdoa sebelum belajar; serta (3) sebagai motivator dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi ini adalah dukungan dari pihak sekolah dan sarana ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan alokasi waktu dan keberagaman latar belakang pemahaman keagamaan siswa di rumah. Secara keseluruhan, peranan aktif guru mampu meningkatkan kedisiplinan spiritual dan toleransi sosial siswa di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Agama Hindu di SDN Danau Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sri Beta Handayani. 2026 Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Agama Hindu Di SDN Danau Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya , pembimbing : (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Hendri ,S.Ag.,M,Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar dalam membentuk karakter siswa serta masih ditemukannya berbagai permasalahan kedisiplinan pada siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, kendala yang dihadapi guru, serta solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis hasil penelitian menggunakan Teori Behavioristik melalui konsep pengkondisian klasik dan pengkondisian operan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pendekatan persuasif spiritual melalui kegiatan berdoa sebelum pembelajaran, kontrak belajar, pemberian penguatan positif berupa pujian dan poin, serta internalisasi nilai Dharma melalui metode cerita Itihasa. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, dan penggunaan telepon genggam, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan orang tua, rasa kantuk saat pembelajaran, dan pengaruh teman sebaya. Strategi yang diterapkan terbukti mendukung peningkatan kedisiplinan belajar siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pendekatan individual, mengatur posisi tempat duduk siswa, serta memperkuat kerja sama dengan orang tua agar pembinaan kedisiplinan dapat berlangsung secara berkelanjutan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Minat Belajar Peserta Didik Kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nanda Aprilia, 2026. Minat belajar peserta didik kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IAHN-TP Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih perlunya peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan penelitian, yaitu: (1) apa saja faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dan (2) bagaimana upaya guru kelas dalam mendukung peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar serta upaya-upaya yang dilakukan guru kelas dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat belajar peserta didik kelas III Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, orang tua/wali, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yaitu perhatian guru, dukungan keluarga, dan suasana belajar yang nyaman. Ketiga faktor tersebut berfungsi sebagai rangsangan dari luar yang diterima individu, menimbulkan ketertarikan, serta mengubah sikap menjadi lebih aktif sesuai dengan teori minat belajar yang digunakan. Adapun upaya guru dalam meningkatkan minat belajar meliputi mengenali karakteristik dan ketertarikan peserta didik, menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami, menerapkan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, serta menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua. Kendala yang ditemukan di lapangan berupa belum meratanya kepemilikan buku pegangan peserta didik, namun dapat diatasi melalui dukungan terpadu antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar peserta didik tidak tumbuh secara alami, melainkan perlu dibangkitkan, dipelihara, dan ditingkatkan melalui rangsangan yang terencana, konsisten, serta disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pebida Salamiara. 2026. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H. Pembimbing II: Roy Wentas, S.Pd., M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengelola Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Perilaku agresif verbal merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Perilaku tersebut ditunjukkan melalui tindakan mengejek, berkata kasar, membentak, serta memanggil teman dengan julukan yang tidak disukai sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran dan hubungan sosial antarsiswa. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengelola perilaku agresif verbal siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru dalam proses penanganannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengelola perilaku agresif verbal melalui teguran, nasihat, pendekatan personal, pembiasaan penggunaan bahasa yang santun, keteladanan, penguatan pendidikan karakter, serta kerja sama dengan orang tua. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, rendahnya kesadaran siswa terhadap dampak ucapan, pengaruh lingkungan keluarga, teman sebaya, media sosial, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pembinaan secara individual. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan karakter siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Peran Guru dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Putu Vidya Ardiani, 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Pi., M.Psi., Psikolog Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan moral, karakter, dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter serta membimbing peserta didik agar mampu menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang melalui penanaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, pembinaan, pendampingan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru Pendidikan Agama Hindu, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), penyuluh Agama Hindu, MGMP Agama Hindu, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan ekstrakurikuler keagamaan; dan (3) faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta faktor internal dari dalam diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Hindu telah dilaksanakan dengan baik, namun memerlukan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Musrofa Triana 2026 : Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si., Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum. Skripsi ini membahas tentang kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV di SDN 4 Menteng Palangka raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi media pembelajaran yang menarik, pemberian pujian dan penghargaan, serta penciptaan suasana belajar yang nyaman, aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru kelas IV sebagai informan utama, kepala sekolah, dan peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, pemberian pujian dan penghargaan, serta penciptaan suasana belajar yang positif. Kepala sekolah memberikan kebebasan kepada guru untuk berinovasi dalam memilih metode strategi, dan media pembelajaran selama tetap mengacu pada tujuan pembelajaran dan kurikulum yang berlaku. Sekolah juga memberikan motivasi dan supervisi akademik secara berkala untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Kreativitas guru tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang terlihat dari keaktifan, antusiasme, keberanian bertanya dan menjawab pertanyaan, serta kesungguhan dalam menyelesaikan tugas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Di SDN-4 Menteng Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ceri, 2026. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, Pembimbing II, Megawati, S.PI., M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Siswa terlihat kurang semangat, kurang aktif, dan masih malu untuk menjawab pertanyaan maupun tampil di depan kelas. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang belum optimal dan kurang bervariasi sehingga siswa cepat merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN-4 Menteng Palangka Raya melalui penerapan media gambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan dalam setiap siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa kelas III yang beragama Hindu di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dengan rumus P = (F/N) × 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara bertahap melalui dua siklus berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada kondisi awal sebelum tindakan, motivasi belajar siswa masih berada pada kategori Cukup dan Kurang. Setelah diterapkannya media gambar hitam putih pada Siklus I, rata-rata persentase motivasi belajar siswa mencapai 68,75% dengan 2 siswa (50%) berkategori Baik, namun indikator keberhasilan belum tercapai. Pada Siklus II, guru melakukan perbaikan dengan mengganti media gambar hitam putih dengan media gambar berwarna sehingga rata-rata persentase motivasi belajar siswa meningkat menjadi 88,75% dengan seluruh siswa (100%) mencapai kategori Baik berdasarkan 4 kriteria penilaian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Kurang, Cukup, dan Baik, Sangat Baik. Indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu minimal 75% siswa dengan kategori Baik, telah tercapai pada Siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar, khususnya media gambar berwarna, merupakan upaya guru Agama Hindu yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN-4 Menteng Palangka Raya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah Di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jeriko Patriot. 2026. Peran Guru Pendidkan Agama Hindu dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Basarah di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya pembimbing I : Nyoman Sumarni S. Ag.,M.Si pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Keaktifan Siswa dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan agama Hindu di sekolah dasar . Kegiatan Basarah memiliki peran penting dalam pembinaan spiritual, pembentukan karakter relegius serta penanaman nilai-nilai dharma pada Siswa Hindu. Namun berdasarkan pengamatan awal di SDN 1 Tumbang Labehu, masih di temukan sebagian siswa yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Basarah.Kondisi ini menunjukan perlunya Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti kegiatan Basarah, Serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang di hadapi guru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang Guru Pendidikan Agama Hindu, Kepala Sekolah, dan Siswa Hindu di SDN 1 Tumbang Labehu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interatif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai motivator, pembimbing, fasilitator, teladan, dan evaluator dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah.2)Faktor Pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, suasana sekolah yang religius, serta kerja sama sengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain rendahnya motivasi sebagian siswa, keterbatasan sarana prasarana dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan. Upaya yang dilakukan guru terbukti meningkatkan keaktifan, kedisplinan, serta partisipasi siswa dalam kegiatan Basarah Kata Kunci: Eksplorasi, Pengembangan, Minat Siswa, Seni Rupa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MOTORIK SISWA HINDU DI SMPN SE KECAMATAN TEWANG SANGALANG GARING KABUPATEN KATINGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siswa yang memiliki keterampilan perlu mendapat perhatian lebih serius dalam pendidikan terutama dalam bidang pendidikan agama Hindu, yang tidak hanya tentang teori semata namun juga dalam upaya pembinaan dan pendampingan guna mengembangkan keterampilan keagamaan dan keterampilan kecakapan hidup lainnya. Guru tidak hanya dituntut menyusun rencana pengajaran, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan kata yang terkandung dalam materi yang disajikan, maka dalam proses kegiatan belajar bidang studi agama Hindu, tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga pendidik dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar agama untuk mencapai kedewasaan, kejiwaan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis lebih dalam mengenai kendala, Strategi dan Implikasi guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kendala yang dialami oleh guru agama Hindu di dalam mengembangkan keterampilan siswa agama Hindu yaitu kendala penguasaan keterampilan yang dimiliki, kendala kualitas sumber daya, kendala motivasi siswa , kendala perbedaan kemampuan siswa, kendala dalam hal penguasaan teknologi. Strategi guru dalam mengatasi kendala, berupaya melaksanakan pembelajaran dengan baik. dengan menggunakan media yang tersedia, melakukan berbagai belajar mandiri dari media online dan mengikuti berbagai pelatihan, diklat dan workshop. Menciptakan suasana pembelajaran yang positif, metode pembelajaran yang interaktif, memberikan motivasi, melakukan langkah mengamati, menanyakan, menyeleksi, memberikan praktek. Implikasi siswa tetap mendapatkan materi, memiliki keterampilan yang diharapkan, Dapat mempraktekannya, menonton dan mendengarkan kandayu, tandak dan karungut, yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru, untuk diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa menjadi lebih semangat belajar, mampu berprestasi baik secara akademik maupun prestasi di keterampilannya. siswa menjadi berani, tidak takut dan grogi untuk mengikuti berbagai perlombaan sesuai dengan keterampilan yang mereka kuasai. guru mendapatkan penambahan pengetahuan baru melalui diklat atau wokshop.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail