Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: Upaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENGATASI KETERBATASAN TENAGA PENGAJAR PADA PASRAMAN PENYANG HATAMPUNG DI DESA TAMPANG TUMBANG ANJIR KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA GURU MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDN 2 MENTENG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa tunagrahita ringan, upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di SDN 2 Menteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita ringan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami (1) bentuk kesulitan belajar dalam memahami materi pembelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memusatkan perhatian. (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran, pemberian penjelasan secara bertahap dan berulang, pendampingan secara langsung, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. (3) Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam mengatasi kesulitan belajar. Fator pendukung meliputi kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah, dukungan kepala sekolah, serta ketersediaan media dan fasilitas pembelajaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kata kunci: kesulitan belajar, tunagrahita ringan, upaya guru, pendidikan inklusif, dukungan sosial

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomi. 2026. Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Dosen Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Hendri, S.Ag.,M.Si Kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V dapat terlihat dari rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, kepasifan dalam kegiatan kelompok, serta kesulitan dalam menjalin kerja sama dengan teman maupun guru. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru kelas dalam memberikan pendampingan dan menerapkan upaya yang tepat untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan interaksi sosial yang dialami siswa kelas V, menganalisis faktor penyebab kesulitan interaksi sosial, serta mendeskripsikan upaya guru kelas dalam mengatasi kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. sumber data di peroleh melalui informan dalam penelitian ini terdiri atas siswa kelas V, guru kelas V, guru PJOK, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan interaksi sosial siswa terlihat dari kurangnya rasa percaya diri, siswa cenderung pendiam, kurang aktif dalam berkomunikasi, sulit bekerja sama, serta masih terdapat siswa yang memilih menyendiri dalam kegiatan tertentu. Faktor yang memengaruhi kesulitan interaksi sosial meliputi perbedaan karakter siswa, kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri, lingkungan pertemanan, kondisi keluarga, serta kondisi kelas dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan perhatian secara individual. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan secara individual, pemberian motivasi dan apresiasi, kegiatan kerja kelompok, pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, serta penciptaan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap keberanian siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan sosial dengan guru maupun teman sebaya. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial di lingkungan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan Sukraini S.Pd.,M.Pd Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori Motivasi Belajar. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran, pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Minat Belajar Peserta Didik Kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nanda Aprilia, 2026. Minat belajar peserta didik kelas III Di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IAHN-TP Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih perlunya peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan penelitian, yaitu: (1) apa saja faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, dan (2) bagaimana upaya guru kelas dalam mendukung peningkatan minat belajar peserta didik kelas III di Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar serta upaya-upaya yang dilakukan guru kelas dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat belajar peserta didik kelas III Sekolah Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, orang tua/wali, dan teman sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan, yaitu perhatian guru, dukungan keluarga, dan suasana belajar yang nyaman. Ketiga faktor tersebut berfungsi sebagai rangsangan dari luar yang diterima individu, menimbulkan ketertarikan, serta mengubah sikap menjadi lebih aktif sesuai dengan teori minat belajar yang digunakan. Adapun upaya guru dalam meningkatkan minat belajar meliputi mengenali karakteristik dan ketertarikan peserta didik, menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami, menerapkan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, serta menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua. Kendala yang ditemukan di lapangan berupa belum meratanya kepemilikan buku pegangan peserta didik, namun dapat diatasi melalui dukungan terpadu antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat belajar peserta didik tidak tumbuh secara alami, melainkan perlu dibangkitkan, dipelihara, dan ditingkatkan melalui rangsangan yang terencana, konsisten, serta disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia sekolah dasar.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Di SDN-4 Menteng Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ceri, 2026. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, Pembimbing II, Megawati, S.PI., M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Siswa terlihat kurang semangat, kurang aktif, dan masih malu untuk menjawab pertanyaan maupun tampil di depan kelas. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang belum optimal dan kurang bervariasi sehingga siswa cepat merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III di SDN-4 Menteng Palangka Raya melalui penerapan media gambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan dalam setiap siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa kelas III yang beragama Hindu di SDN-4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dengan rumus P = (F/N) × 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara bertahap melalui dua siklus berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada kondisi awal sebelum tindakan, motivasi belajar siswa masih berada pada kategori Cukup dan Kurang. Setelah diterapkannya media gambar hitam putih pada Siklus I, rata-rata persentase motivasi belajar siswa mencapai 68,75% dengan 2 siswa (50%) berkategori Baik, namun indikator keberhasilan belum tercapai. Pada Siklus II, guru melakukan perbaikan dengan mengganti media gambar hitam putih dengan media gambar berwarna sehingga rata-rata persentase motivasi belajar siswa meningkat menjadi 88,75% dengan seluruh siswa (100%) mencapai kategori Baik berdasarkan 4 kriteria penilaian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Kurang, Cukup, dan Baik, Sangat Baik. Indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu minimal 75% siswa dengan kategori Baik, telah tercapai pada Siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar, khususnya media gambar berwarna, merupakan upaya guru Agama Hindu yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN-4 Menteng Palangka Raya.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ayu Lestari, 2025, Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M,Pd. Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Penelitian ini berawal dari pentingnya kontribusi guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan belajar. Disiplin dalam belajar adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan di bidang pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, masih ada siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya yang menunjukkan kurangnya disiplin, seperti sering terlambat dalam menyelesaikan tugas, kurang memperhatikan saat pelajaran berlangsung, dan tidak taat pada aturan kelas. Situasi ini memerlukan strategi dan usaha khusus dari guru Pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan motivasi dan membiasakan perilaku disiplin belajar. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang di anggkat dari penelitian adalah sebagai berikut: 1. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangaka Raya? 2. Apa Saja Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri - 6 Menteng Palangka Raya. melalu wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa Hindu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar Pendidikan Agama Hindu berusaha keras untuk meningkatkan disiplin belajar siswa, seperti: memberikan contoh melalui sikap disiplin, memberikan nasihat dan dorongan religius sesuai ajaran dharma, memberikan penghargaan kepada siswa yang taat disiplin, serta menerapkan hukuman yang mendidik bagi siswa yang melanggar kebijakan. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian dari orang tua di rumah, dampak dari lingkungan sosial, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin. Beberapa solusi yang diterapkan oleh guru termasuk menjalin kerjasama dengan orang tua, meningkatkan pendekatan pribadi terhadap siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar siswa lebih terdorong untuk bersikap disiplin. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa peranan pengajar Pendidikan Agama Hindu sangat krusial dalam mengembangkan sikap disiplin belajar siswa melalui motivasi yang berkelanjutan, meskipun masih ada tantangan yang membutuhkan kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Agama Hindu dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Novita Sari, 2025. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Kegiatan nyata paling utama dalam memberi bantuan dan bimbingan tersebut adalah melaksanakan proses pembelajaran. Namun dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi, bahwa siswa di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran pendidikan agama Hindu, kesulitan ini terjadi karena beberapa faktor yang terkait. antara lain seperti: penguasaan konsep dan sikap guru tentang fungsi pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, manajemen sekolah, serta masih terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik sesuai dengan penerapan kurikulum merdeka yang baru diterapkan Sesuai dengan rumusan masalah maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala dan upaya guru agama Hindu dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Kendala guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka yaitu kendala Adaptasi, kendala sarana dan prasarana pembelajaran yang terbatas, kendala kurangnya pelatihan, kendala dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dan kepala sekolah mengatasi kendala yaitu dilakukan belajar mandiri melalui modul, internet, youtube, serta berkonsultasi dengan teman sejawat, Memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, guru juga melakukan kerjasama dengan orang tua siswa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana basarah, mengusulkan penggadaan LCD Proyektor, serta mengusulkan buku-buku pembelajaran.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Pendaftaran Sertifikat Hak Milik Atas Tanah di Desa Tewai Hara Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

OPTA YULIA, 2025: Kesadaran Hukum Masyarakat Dalam Pendaftaran Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Di Desa Tewai Hara Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH., MH Pembimbing II Alfred Yetno, MH Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran Sertifikat Hak Milik atas tanah di Desa Tewai Hara, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur. Masyarakat umumnya menganggap kepemilikan turun-temurun sudah cukup sebagai bukti tanpa perlu pendaftaran resmi, sehingga banyak tanah tidak bersertifikat dan rawan sengketa. Penelitian ini berusaha menjawab tiga pertanyaan pokok: (1) Bagaimana tingkat kesadaran hukum masyarakat dalam pendaftaran Sertifikat Hak Milik; (2) Apa saja faktor penghambat yang menyebabkan masyarakat belum melakukan pendaftaran tanah; dan (3) Upaya apa yang telah dilakukan oleh masyarakat untuk memperoleh sertifikat hak milik atas tanah mereka. Penelitian ini termasuk penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pusposiv sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis permasalahan yang dikaji yaitu : (1) Teori efektivitas hukum; (2) Kesadaran Hukum; dan (3) Tujuan hukum. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Para informan yang menjadi narsumber dalam penelitian ini ialah Kepala Desa Tewai Hara, BPD Desa Tewai Hara, Staf Badan Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Timur, dan masyarakat Desa Tewai Hara. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat disimpulkan, yaitu : (1) Kesadaran hukum masyarakat Desa Tewai Hara dalam mendaftarkan sertifikat hak milik atas tanah masih tergolong sangat rendah, hal ini didasakan pada pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum dan perilaku hukum; (2) Faktor penghambat yang menyebabkan mereka belum mendaftarkan tanah yaitu karena disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor dari dalam diri individu yang dipengaruhi oleh pengetahuan, pemahaman, kesadaran hukum, dan motivasi yang masih rendah. Sedangkan dari faktor ekstrenal yaitu faktor dari luar diri sendiri yang dapat mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat yaitu antara lain kurangnya sosialisasi, biaya mahal, persyaratan yang cukup rumit, proses yang memakan waktu cukup lama, dan faktor ekonomi masyarakat, serta status tanah yang masih menjadi kawasan hutan; (3) Upaya yang dilakukan untuk mendaftarkan tanah ada dua cara yaitu, dengan cara inisiatif mandiri dan mengikuti program PTSL.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Agama Hindu dalam Menanamkan Nilai Religius melalui Pelaksanaan Persembahyangan Rutin Siswa di SDN Percobaan Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Upaya guru agama Hindu dalam menanamkan nilai religius melalui pelaksanaan persembahyangan rutin siswa di SDN Percobaan Palangka Raya, yang menunjukkan bahwa guru agama Hindu berperan sebagai fasilitator dalam membimbing, mengarahkan, dan membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai religius, upaya ini memiliki kesinambungan dengan penerapan Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu, di mana persembahyangan rutin “Upacara” dijadikan media untuk menumbuhkan “Tattwa” atau keyakinan melalui bimbingan proaktif. Keberhasilan Upaya ini terlihat dari “Susila” yaitu perilaku positif yang di tunjukan oleh siswa, seperti kejujuran, toleransi dan tanggung jawab. (2) Hambatan yang dihadapi mencakup kondisi cuaca, perbedaan karakter siswa, kurangnya kesiapan membawa sarana ibadah, perbedaan tata cara persembahyangan antara siswa dengan berlatar belakang Hindu Bali dan Hindu Kaharingan, serta minimnya dukungan dari orang tua. Hambatan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara guru, siswa, orang tua, dan sekolah dalam proses penanaman nilai religius.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Pembiasaan Basarah pada Generasi Muda di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yeti Anugrahni, 2024. Upaya Pembiasaan Basarah Pada Generasi Muda Di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Keluarga merupakan wadah utama dalam pembiasaan Basarah pada anak atau generasi muda dari sejak lahir, dimana pembiasaan pertama kali dilakukan dirumah. Keluarga merupakan lingkungan pertama dimana perilaku dibentuk yang kemudian nantinya diteapkan dimasyarakat. Dalam hal ini orang tua memiliki peran penting dalam pembiasaan pada anak atau genersai muda yaitu dalam proses pembiasaan Basarah atau beribadah. Upaya yang dilakukan orang tua dalam proses pembiasaan merupakan hal yang sangat dibutuhkan anak atau generasi muda untuk membiasakan melaksanakan Basarah. Dalam hal pembiasaan ini tidak terlepas dari upaya masyarakat Hindu, guru agama Hindu, penyuluh agama Hindu, dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan. Karena generasi muda hidup berdampingan dan hidup bersosial dengan banyak orang. Dalam hal ini upaya pihak-pihak yang terkait sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat dan semangat generasi muda untuk terus melaksanakan Basarah. Dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini ada dua hal yang akan membahas, yaitu bagaimana upaya dalam pembiasaan Basarah pada generasi muda dan apa saja kendala yang dialami dalam pelaksanaan pembiasaan Basarah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya dalam proses pembiasaan Basarah pada generasi muda dana pa saja kendala yang dialami dalam proses pembiasaan ini. Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yaitu purposive sampling, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, orang tua merupakan tokoh utama dalam pembiasaan keimanan bagi anak atau generasi muda, upaya guru agama Hindu sangat berguna untuk pembiasaan Basarah bagi generasi muda karena guru merupakan tempat dimana generasi muda mendapatkan ilmu agama. Kemudian penyuluh agama Hindu dan majelis kelompok agama Hindu Kaharingan juga memiliki upaya yang sama dalam membina generasi muda agar terus semangat dalam melaksanakan Basarah. Maka kesimpulan dari penelitian uapaya yang dilakukan orang tua sangat penting dalam proses pembiasaan Basarah. Kemudian guru agama Hindu, Penyuluh agama Hindu, majelis kelompok agama Hindu dan masyarakat Hindu merupakan tokoh pendukung yang juga memiliki peran penting dalam upaya pembiasaan Basarah pada generasi muda Hindu. Kata Kunci: Upaya, pembiasaan, Basarah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Dampak Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pembelajaran Agama Hindu di SMA Negeri 1 Cempaga Hulu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak: Upaya Guru merupakan komponen terpenting ketika mengadakan kegiatan proses belajar mengajar disekolah. Walaupun demikian, guru merupakan sosok ditiru, dan diteladani baik dari segi pengetahuan maupun kepribadian. Oleh karena itu, seorang guru sangat berhati-hati dalam bertutur kata dan bertingkah laku baik diluar sekolah maupun dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, upaya guru sangat penting dalam hal membangun imajinasi anak sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang bagus. Guru perlu mengembangkan kreativitasnya sebagai upaya pembaharuan pembelajaran disekolah, seorang guru diharuskan mempunyai pandangan atau pendapat yang positif terhadap bagaimana menciptakan situasi dan kondisi belajar yang diharapkan karena operasional gurulah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran disekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengungkapkan bagaimana upaya guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Kreativitas guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna upaya kreatif guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait kreativitas guru dalam upaya kreatif guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran agama Hindu. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan guru dan siswa agama Hindu kelas XII, daya yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi terhadap upaya guru disana, guru telah melaksanakan perannya seperti peran sebagai sumber belajar yaitu guru sudah mempersiapkan rencana pembelajaran dan media yang akan digunakan, selanjutnya peran sebagai pengelola yaitu guru menggunakan metode pembelajaran yang berbeda ketika dikelas dan diluar kelas, peran guru sebagai fasilitator yaitu telah memberikan sarana dan prasarana seperti: 1) Merencanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tema, 2) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, 3) Memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan, 4) Membagikan alat dan bahan, 5) Mengamati proses kegiatan pembelajaran, dan 6) Menilai perkembangan siswa.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri 1 Tumbang Karuei Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yudoyono. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Kelas 3 Di Sekolah Dasar Negeri 1Tumbang Karuei Kabupaten Katingan Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag.,M.Fil.H Upaya yang dilakukan guru sangat diperlukan dalam suatu proses pembelajaran guna meningkatkan minat belajar serta minat baca peserta didik. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait Upaya guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengajar yang cukup baik dalam meningkatkan minat baca peserta didik (1) Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca peserta didik antara lain terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi penyebab rendahnya minat baca peserta didik (2) Upaya guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik, yaitu terlihat dari proses pembelajaran dengan (a) membaca buku pelajaran, diskusi kelompok, dan menjelaskan serta mempraktekkan materi pelajaran (b) dalam proses pembelajaran guru tidak hanya menjelaskan juga memberikan contoh kepada peserta didik. (c) Guru membuat perencanaan sebelum proses pembelajaran dan melakukan evaluasi. (d) Beberapa metode serta upaya yang dilakukan oleh guru adalah untuk meningkatkan minat baca dan menarik minat belajar pada peserta didik. (3) Kendala guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik yaitu: : (a) Karakter peserta didik yang beragam, (b) Peserta didik yang tidak bisa membaca dan berhitung, (c) keterbatasan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dalam Proses Pembelajaran Kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marsena, IKadek, Egi. 2024. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas III Di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Dan Pembimbing II, Hendri, S.Ag., M.Si Skripsi ini menkaji tentang Upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di adi widyalaya widya bhakti palangka raya. Kedisiplinan merupakan suatu proses dalam menumbuhkan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik agar senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya yang dilandasi dengan sikap disiplin dan penuh tanggung jawab. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran terutama pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada yang bermain-main, jalan kesana kemari, dan tidak fokus dengan pembelajaran. Berdasarkan urian tersebut, peneliti mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah faktor penyebab kurangnya kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. 2) Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Behavioristik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian rumusan masalah yang pertama menghasilkan bahwa faktor penyebab kurangnya kedisipinan siswa yaitu, faktor lingkungan sekolah, faktor suasana kelas, faktor teman sebaya, dan faktor kebijakan sekolah. Rumusan masalah yang kedua menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu dalam proses pembelajaran, upaya yang dilakukan guru yaitu melakukan kebijakan sekolah, pendekatan terhadap siswa dan pemberian tugas kepada siswa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I Made Lastre. 2024. Upaya Guru Kelas V dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Made Pustikayasa, S. T., M.Pd.H. Pembimbing 2 Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H. Kenakalan siswa merujuk pada perilaku yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa, baik secara sengaja maupun tidak, dengan kesadaran bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan dapat dikenai sanksi. Kenakalan seperti tidak mengerjakan PR, kurang disiplin, membuat gaduh, mengganggu teman, melontarkan kata-kata kasar, bolos, dan memukul teman. Kenakalan ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik serta meningkatkan risiko keterlibatan dalam tindakan kejahatan. Adapun tiga permasalah yang akan dibahas: 1). Apa saja penyebab kenakalan siswa kelas V SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, 2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru kelas dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?, dan 3) Bagaimana implikasi dari upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas V dalam mengatasi kenakalan siswa di SDN Mintin 2 Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas V di SDN Mintin 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kenakalan teridentifikasi seperti tidak mengerjakan PR, menyontek, dan mengganggu teman. Kenakalan siswa disebabkan oleh faktor internal seperti kondisi psikologis, motivasi rendah, dan kebutuhan perhatian, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan kondisi keluarga yang kurang harmonis. 2) Sekolah telah menerapkan berbagai upaya, termasuk program konseling rutin, metode pengajaran interaktif, pelatihan guru, dan koordinasi dengan orang tua, serta kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga berfokus pada pendekatan personal, menciptakan suasana kelas yang positif, dan menggunakan metode pembelajaran menarik. 3) Upaya ini terbukti efektif, dengan peningkatan motivasi belajar, kedisiplinan, dan interaksi sosial siswa, serta penurunan kenakalan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Sanggar Seni Sepan Apui dalam Pelestarian Seni Budaya Daerah di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INDRA TRIWIJAYA, 2024. Upaya Sanggar Seni Sepan Apui Dalam Pelestarian Seni Budaya Daerah Di Desa Rangan Tangko Kecamata Marikit Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN- TP Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd.H. Salah satu pelestarian budaya terhadap bentuk karya seni khususnya bidang tari yaitu dengan didirikannya sanggar tari. Sanggar tari merupakan sarana yang digunakan suatu organisasi yang bergerak dibidang seni tari. Keberadaan Sanggar Seni Sepan Apui di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan dipandang sangat perlu dalam upaya melestarikan seni budaya daerah. Namun sampai saat ini, pengurus sanggar seni Sepan Apui di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan masih kurang dalam melakukan pelatihan-pelatihan yang baik kepada anggota dan generasi muda, dikarenakan kerkurang pelatih serta alat-alat musik sanggar seni yang masih belum lengkap. Tujuan penelitian merupakan untuk mengetahui upaya dan kendala sanggar seni sepan apui dalam pelestarian seni budaya daerah di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yaitu teori Upaya Pelestarian dan teori Humanisme. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik data analisis dan kualitatif yaitu suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alumi. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu kendala berdasarkan hasil analisis teori humanisme yaitu masih kekurangan sarana dan prasarana sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko, seperti tidak adanya gedung sanggar, alat musik sanggar seni yang belum lengkap serta kurangnya pelatih musik maupun pelatih tari. Selain itu, anggaran dana sanggar juga masih belum ada, sehingga hal ini, menjadi penghambat sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko dalam melestarikan seni budaya daerah yang ada di Desa Rangan Tangko Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Sedangkan upaya berdasarkan hasil analisis teori upaya pelestarian kebudayaan yang meliputi upaya perlindungan, upaya perkembangan dan upaya pemanfaatan bahwa pengurus sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko sedang mengurus dan mendaftarkan legalitas sanggar seni ke dinas ataupun lembaga-lembaga pemerintah di Kabupaten Katingan, agar kedepannya mendapatkan pembinaan-pembinaan yang baik karena ketersediaan sarana dan prasarana merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh hasil belajar (latihan). Kemudian melakukan perencenaan (Planning) kegiatan di dalam kepengurusan sanggar seni sepan apui Desa Rangan Tangko.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Pelestarian Seni Kriya Amak Kajang pada Masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seni adalah segala perbuatan manusia yang berasal dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa dan perasaan manusia. Seni banyak ragamnya diantaranya seni kriya. Ada beragam macam karya seni kriya, salah satunya adalah amak kajang. Amak kajang merupakan kesenian khas Kalimantan Tengah, anyaman dapat didefinisikan sebagai mengayam, mengatur (seperti memotong daun pandan), menindih, dan menyilang (seperti membuat tikar dan bakul). Pengrajin amak kajang di Desa Tewang RangasKecamatan Tewang Sangalang Kabupaten Katingan kebanyakan adalah orang tua lanjut usia, sehingga perlu adanya pelestarian terhadap kesenian amak kajang (tikar) kepada generasi selanjutnya sebagai upaya pelestarian dan mempertahankan kebudayaan lokal. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1. Bagaimana seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana upaya pelestarian seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan? Adapun tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi pada amak kajang Desa Tewang Rangas Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Teori menggunakan empat teori yaitu penciptaan karya seni, fenomenologi, pelestarian budaya, dan pendidikan klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Kemudian, data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1. Seni kriya amak kajang adalah seni yang memiliki banyak fungsi untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk ritual keagamaan Hindu Kaharingan dan motif tidak hanya motif polos, dan proses pengerjaannya pun cukup panjang mulai dari mencari bahan baku kajang, mengolah bahan baku kajang dan terakhir proses penganyaman daun kajang menjadi amak kajang. 2. Upaya pelestarian seni kriya amak kajang pada masyarakat Desa Tewang Rangas Kecamatan yaitu dengan mengajarkan kepada anak cucu cara membuat amak kajang serta membuat terobosan baru yaitu membuat amak kajang menjadi lebih menarik yaitu dengan membuat amak kajang menjadi bermotif dan berwarna agar lebih banyak yang berminat dan ingin mempelajari cara membuat amak kajang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Agama Hindu dalam Membangun Karakter Siswa Hindu di SDN-2 Tumbang Talaken Kecamatan manuhing kabupaten Gunung Mas

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu yang sangat berperan dalam membangun dan menanamkan nilainilai karakter siswa adalah guru khususnya guru agama. Dimana guru agama harus berperan sebagai pembimbing dimana dia harus membimbing siswasiswanya agar menjadi lebih baik dalam pergaulannya dimasyarakat sehingga anak didiknya dapat mencapai kedewasaan yang optimal. Guru agama harus mampu mencurahkan segala perhatiannya kepada anak didiknya di sekolah dalam hal mengatasi segala permasalahan yang dialami anak didiknya, sehingga siswa dapat tersadarkan bahwa pergaulan yang salah akan berdampak negative bagi dirinya. Adapun tujuan penelitian yaitu upaya dan kendala guru agama Hindu dalam membangun karakter siswa Hindu di SDN-2 Tumbang Talaken kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Guru agama Hindu memberikan sikap keteladanan. Selalu menyapa sesama umat dengan menyampaikan salam panganjali. Melaksanakan doa bersama sebelum pelajaran dimulai dan pelajaran berakhir. Membiasakan diri hidup bersih, baik itu bersih akan diri pribadi maupun bersih dengan lingkungan. Mengucapkan terima kasih apabila diberi sesuatu oleh orang lain. Selalu jujur dalam segala hal, tidak boleh sama sekali melakukan kebohongan. menanamkan sikap hidup bertoleransi kepada siapun juga baik itu di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Menanamkan rasa bertanggung jawab kepada siswa nya agar mereka memiliki rasa tanggung jawab. Kendala yang dialami yaitu kendala dari dalam atau kendala intern dan kendala dari luar yaitu kendala ekstern.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Tarian Dadas sebagai Destinasi Wisata Budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarian Dadas adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan yang ada di pedalaman Kalimantan Tengah. Pada zaman dahulu tarian dadas bukanlah disebut sebagai tarian melainkan balian, karena pada sejarahnya tarian dadas merupakan sebuah ritual yang digunakan untuk mengobati orang yang sedang menderita sebuah penyakit. Berdasarkan latar diatas maka peneliti merumuskan masalah yaitu (1) Bagaimanakah Perkembangan Tarian Dadas Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, (2) Apakah Upaya Yang Dilakukan Oleh Pelaku Seni Di Kecamatan Paku Beto Untuk Mengembangkan Tarian Dadas Sebagai Destinasi Wisata Budaya Di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan pada penelitian ini yaitu; (1) Teori Struktural-Fungsional dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode penelitian menggunakan jenis metode analisis deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Staff bagian Budaya Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Barito Timur, Kepala Desa Paku, Pengelola Sanggar Panunraun Jatuh, Balian Dadas, Pelatih Tari Dan Para Penari. Berdasarkan teori Fungsional-Struktural yang memandang tentang sebuah keteraturan sistem budaya dalam memenuhi fungsinya maka hasil penelitian ini adalah: (1) Perkembangan tarian dadas terletak pada variasi tarian, kostum, musik dan lainnya yang dikemas agar tidak monoton dan lebih menarik dalam menjadi destinasi wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur, dan berdasarkan Teori Pengembangan Pariwisata yang membahas berbagai upaya pengembangan dengan tujuan untuk memajukan pariwisata; (2) Upaya pengembangan tarian dadas sebagai wisata budaya di Kecamatan Paku Beto Kabupaten Barito Timur adalah memberikan dukungan dan motivasi dalam bentuk fasilitas, anggaran dan semangat pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan tarian dadas dalam dunia kepariwisataan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail