ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juli Astika, 2026 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palngka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Pembimbing II Niwayan Sukraini S.Pd.,M.Pd Penelitian ini di latar belakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas I yang mengalami kesulitan membaca di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya guru untuk membantu siswa mengatasi kesulitan membaca yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya, dan (2) mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga teori yang digunakan yaitu teori Konstruktivisme dan teori Motivasi Belajar. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa cara guru untuk mengatasi masalah membaca pada siswa kelas I dilakukan dengan berbagai metode pengajaran, pemanfaatan alat bantu pembelajaran seperti kartu huruf dan gambar, memberikan bimbingan individu, pendampingan setelah jam sekolah, memberikan dorongan untuk belajar, serta bekerja sama dengan orang tua untuk melatih keterampilan membaca siswa di rumah. Usaha ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Sementara itu, tantangan yang dihadapi guru termasuk perbedaan dalam kemampuan membaca siswa, rendahnya minat dan motivasi belajar di kalangan beberapa siswa, keterbatasan waktu untuk pembelajaran, serta kurang aktifnya dukungan dari orang tua di rumah. Namun demikian, guru terus berusaha mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juprianto, 2024. Kendala Mahasiswa Dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi PendidikanAgama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Derson, S.Ag.,M.Si. Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Bahasa Sasnsekerta adalah bahasa yang baru dikenal oleh Mahasiswa dibangku perkuliahan. Bahas Sanseterta terdiri dari dua aspek yaitu membaca dan menulis huruf devanagari. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu masih belum memenuhi kriteria keberhasilan dalam Mata Kuliah Bahasa Sanskerta, hal ini dikarenakan harus memenuhi kedua aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta Pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 2) Kendala Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 3) Upaya Mengatasi Kendala Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori behavioristik, teori kendala, dan teori konstruktivisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Dosen pengempu mata kuliah, Mahasiswa semester IV (3 orang) dan Mahasiswa semester VI (4 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembelajaran Bahasa Sanskerta di kelas terdiri dari tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran dan tahap evaluasi pembelajaran. 2) Kendala Mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Sanskerta terbagi menjadi kendala internal dan eksternal. Kendala internal terdiri dari kurangnya motivasi Mahasiswa, kurangnya kedisipkinan dalam pembelajaran, kurangnya kesiapan dalam pembelajaran. Sedangkan kendala eksternal nya terdiri dari kurangnya waktu pembelajaran, fasilitas pembelajaran, pengaruh lingkungan sosial. 3) Upaya dalam mengatasi kendala pembelajaran Bahasa Sanskerta pada Mahasiswa dilakukan dengan memberikan motivasi kepada Mahasiswa, membuat Mahasiswa terlibat aktif dalam pembelajaran, melatih Mahasiswa dengan praktik. Kata Kunci : Kendala, Mahasiswa, Bahasa Sanskerta
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK YANI. 2023. Kendala Implementasi Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dosen Pembimbing Skripsi 1. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dosen Pembimbing Skripsi 2. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang kendala implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Kendala dalam implementasi adalah sebuah akibat langsung dari suatu kejadian berefek pada seseorang atau pada suatu yang berkaitan. Penilaian autentik merupakan suatu kegiatan untuk melakukan prosedur penilaian yang nyata, yang terdiri dari aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Dalam mengimplementasikan penilaian autentik guru memiliki beberapa hambatan sehingga penilaian autentik tidak dapat diterapkan secara sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dan apa saja kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penialian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder ditempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya tempat penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama Hindu dan peserta didik agama Hindu SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori kognitivisme dan teori evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik masih kurang. Hal tersebut terlihat dari teknik dan instrumen penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik. Tidak semua instrumen penilaian autentik mampu diterapkan oleh guru pendidikan agama Hindu untuk melakukan penilaian terhadap peserta didik. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan terbagi menjadi dua. (1) Kendala internal, guru pendidikan agama Hindu kurang memahami tentang penilaian autentik disebabkan oleh banyak instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai peserta didik. (2) Kendala eksternal, guru pendidikan agama Hindu jarang mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan kurikulum 2013 yang mencakup sistem penilaian serta peserta didik kurang memahami tentang sistem penilaian yang diterapkan oleh guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap tahunnya banyak peserta didik yang melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi yang diminatinya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik perhatian para calon mahasiwa. Penelitian ini mengulas tentang Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelayanan publik, kendala, dan relevansi nilai-nilai Pendidikan Hindu yang ada pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru. Peneliti menggunakan Teori The New Public Service, Teori Kendala dan Teori Pendidikan Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan: Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat sistem yang mengatur tugas dan fungsi tidak terlaksana secara optimal. Penulis menemukan komponen ini di : (1) pelayanan yang diberikan oleh pelaksana pelayanan, (2) implementasi kebijakan pelaksana pelayanan publik, (3) akuntabilitas pelaksana pelayanan. Kemudian, Peneliti menemukan 3 kendala yang menyebabkan tidak manajemen pelayanan publik terutama dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru antara lain: (1) kendala tidak adanya Standar Operasional Prosedur, terkhususnya untuk kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (2) kendala sumber daya manusia berkaitan dengan jumlah pelaksana pelayanan publik yang terbatas dan tidak adanya lulusan yang membidangi pelayanan publik (3) kendala sarana dan prasarana tidak adanya bagan alur dan denah registrasi, kemudian pada sistem teknolgi informasi ada beberapa bagian pada promosi Penerimaan Mahasiswa Baru. Selanjutnya, Relevansi nilai-nilai pendidikan Hindu, pada penellitian ini penulis menemukan 3 nilai yakni: (1) Nilai-Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang berkaitan dengan Tattwa dan Karma Phala, (2) Nilai Sikap berkaitan dengan Tri Kaya Parisudha, (3) Nilai Sosial berkaitan dengan Tri Hita Karana. Kata kunci: The New Public Service, Kendala, Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Hindu ABSTRAK Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap tahunnya banyak peserta didik yang melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi yang diminatinya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik perhatian para calon mahasiwa. Penelitian ini mengulas tentang Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelayanan publik, kendala, dan relevansi nilai-nilai Pendidikan Hindu yang ada pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru. Peneliti menggunakan Teori The New Public Service, Teori Kendala dan Teori Pendidikan Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan: Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat sistem yang mengatur tugas dan fungsi tidak terlaksana secara optimal. Penulis menemukan komponen ini di : (1) pelayanan yang diberikan oleh pelaksana pelayanan, (2) implementasi kebijakan pelaksana pelayanan publik, (3) akuntabilitas pelaksana pelayanan. Kemudian, Peneliti menemukan 3 kendala yang menyebabkan tidak manajemen pelayanan publik terutama dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru antara lain: (1) kendala tidak adanya Standar Operasional Prosedur, terkhususnya untuk kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (2) kendala sumber daya manusia berkaitan dengan jumlah pelaksana pelayanan publik yang terbatas dan tidak adanya lulusan yang membidangi pelayanan publik (3) kendala sarana dan prasarana tidak adanya bagan alur dan denah registrasi, kemudian pada sistem teknolgi informasi ada beberapa bagian pada promosi Penerimaan Mahasiswa Baru. Selanjutnya, Relevansi nilai-nilai pendidikan Hindu, pada penellitian ini penulis menemukan 3 nilai yakni: (1) Nilai-Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama yang berkaitan dengan Tattwa dan Karma Phala, (2) Nilai Sikap berkaitan dengan Tri Kaya Parisudha, (3) Nilai Sosial berkaitan dengan Tri Hita Karana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Martono, 2022, Eksistensi Basir Dalam Pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) Di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu Program Studi Kepanditaan Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. dan Pembimbing II Yoppie, M.Pd.H. Pelaksanaan ritual tidak bisa dipisahkan dengan seorang Basir atau Rohaniawan, oleh karena itu masalah yang terjadi di dalam penelitian ini merupakan permasalahan yang sering terjadi di dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban), yang dimana selalu mecari dan membutuhkan tenaga seorang Basir untuk melaksanakan serta menjalankan ritual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi dan Kendala seorang Basir dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan lokasi penelitian yang digunakan yaitu bertepatan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data yang digunakan : (1). Observasi (2) Wawancara (3) Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 Orang Basir 1 Orang Tokoh Agama Ketua Majelis Resort agama Hindu Kaharingan dan Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Oroi. Hasil dari penelitian (1) Eksistensi Basir dalam pelaksanaan ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, Yaitu : eksistensi atau keberadaan Basir Di Desa tersebut sangat terbatas dan selalu membutuhkan tenaga Basir Dari Daerah lain. (2) Kendala pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Oroi Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung yaitu : Kendala atau permasalahan yang sering terjadi di Desa Tumbang Oroi Merupakan permasalahan yang sama yakni tentang kurangnya serta terbatasnya orang yang berperan utama dalam pelaksanaan Ritual Tantulak Bala (Manulak Lanting Bamban) atau pelaku utama yang menjalankan dan melaksanakan ritual tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SURIADI, 2021. Perkuliahan Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbimbing I, Handoko,S.Ag.,M.Si. Pembimbing II, Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Perkuliahan online atau sisitem perkuliahan berbasis daring, disebut juga E-Learning, atau kuliah tidak tatap muka. Salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang dapat dilaksanakan semasa darurat covid-19 adalah pembelajaran secara online, dengan memanfaatkan beberapa media komunikasi dan jaringan internet. Sehingga Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya juga harus menerepkan sistem perkuliahan online guna menekankan penyebaran corona virus. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimana efektivitas perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, (2) bagaimana kendala-kendala perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara studi kepustakaan , dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) teori efektivitas, (2) teori kendala. Subjek penelitian adalah dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah; Efektivitas perkuliahan online di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya adalah perkuliahan dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi e-campus, zoom, google meet, classroom, whatsapp dan email. Kegiatan perkuliahan mahasiwa diberi tugas oleh dosen membuat makalah, resume, video, dan menggambar, perkuliahan secara online tidak efektif karena banyak mahasiswa tidak serius mengikuti perkuliahan dan ada sebagian dosen yang hanya memberikan tugas. (2) kendala-kendala perkuliahan online pada masa pandemi covid-19 di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya adalah kurangnya penguasaan terhadap media komunikasi dan teknologi, jaringan yang tidak stabil karena mahasiswa banyak yang pulang kampung, kemudian banyak yang tidak mampu membeli paket data dan kapasitas handphone yang tidak memadai untuk menginstal aplikasi dan materi perkuliahan yang dikirim dosen untuk mahasisiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing suasana belajar di kelas kadang proses belajar siswa terhambat karena apa yang dijelaskan lain dari materi yang dicatat oleh siswa. Berdasarkan dari latar belakang tersebut, Skripsi ini mengkaji tentang (1). Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dekomentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hal penelitian ini dikajikan dengan teori peran, teori Behaviorisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing, yang di lakukan Selaku guru mata pelajaran Agama Hindu dalam pelaksanakan evaluasi pembelajaran guru melaksanakan evaluasi yaitu evaluasi formatif digunakan unruk mengevalusai kemajuan belajar siswa selama berlangsungnya proses belajar menjagar disekolah, evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir dari suatu unit kegiatan belajar mengajar tertentu (cawu/semester) yang bertujuan untuk mengambil keputusan tentang berhasil (lulus) atau gagalnya (tidak lulus) suatu proses pembelajaran, (2) Kendala Atau Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Evaluasi Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing yaitu Faktor penghambat evaluasi ini kesulitan guru dalam menyesuaikan kurikulum, karena di SMPN-1 Tewang Sangalang Garing Berlaku Kurikulum K13, jadi dari KTSP ke Kurikulum K13, harus ada penyesuaian-penyesuaian banyak terjadi perubahan dalam hal evaluasi ini jadi kesulitan guru pada penyesuaian evaluasi, untuk K13 guru juga kerepotan yaitu karena katerian pelajaran terlalu banyak tagihan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Septiningsih.2020, Implementasi Pembelajaran PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji Implementasi Pembelajaran PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan suasana lingkungan belajar sering dipersepsikan sebagai suatu lingkungan yang menyiksa, membosankan, kurang merangsang, dan berlangsung secara menonton sehingga anak-anak belajar dengan terpaksa, tidak semangat dan kurang bergairah. Dilain pihak para guru juga berada dalam suasana lingkungan yang kurang menyenangkan dan sering terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentag ( 1). Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan (2) Kendala Dari Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang garing Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Implementasi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (PAIKEM) Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN-1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar Peran, teori belajar konstruktivistik dan teori belajar implementasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: ( 1). Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang Garing Kabupaten, yang dilakukan oleh guru agama Hindu yaitu terlebih dahulu melakukan perencanaan pembelajaran misalnya dengan menyiapkan RPP, silabus, menguasai materi yang akan diberikan agar ketika masuk keruangan dapat memberikan materi dengan baik. Selain itu dalam Implementasi PAIKEM juga melakukan perumusan tujuan dengan menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar nasional. adapun bentuk pemaparan perencanaan pembelajaran guru agama Hindu (2) Kendala Dari Implementasi PAIKEM Pada Mata Pelajaran Agama Hindu di SMAN 1 Tewang Sangalang garing Kabupaten Katingan yaitu siswa masih belum berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran, di ruangan ketika pembelajaran berlangsung siswa lebih banyak cenderung diam dan tidak mau bertanya dan ketika guru agama Hindu bertanya sebagian dari mereka diam sehingga Implemengtasi PAIKEM belum bisa berlajalan dengan baik karena siswanya cenderung fasif. Selain itu sarana dan prasara khususnya untuk agama Hindu masih belum memadai ketika melakukan praktek siswa masih menggunakan media atau alat seadanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BETA RIA MONIKA, 2020. Pengelolaan Objek Wisata Dam Trinsing Dalam Upaya Peniingkatan Sektor Pariwisata Di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I : Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II : I Made Puspe, S.Ag.,M.Pd.H Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang sampai saat ini masih terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Di Kabupaten Barito Utara sendiri memiliki sektor pariwisata unggulan yang menjadi magnet penarik pembangunan ekonomi yang sangat besar untuk mengikat aset pendapatan daerah. Objek wisata unggulan tersebut dikenal dengan objek wisata Dam Trinsing. Dam Trinsing merupakan objek wisata alam yang dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya objek wisata Dam Trinsing tersebut diharapkan dapat memberi peluang besar dalam kesempatan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi serta mampu menanggulangi angka kemiskinan. Seiring berkembang dan majunya suatu objek wisata maka semakin untung yang dirasakan oleh masyarakat. Pengelolaan objek wisata Dam Trinsing juga banyak dihadapkan dengan berbagai kendala yang berpotensi menghambat berjalannya rencana pengembangan dan pembangunan objek wisata daerah. Maka dari itu dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahrga Kabupaten Barito Utara saat ini sangat gencar- gencarnya melakukan berbagai upaya yang dapat menanggulangi kendala yang sering dihadapi. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana manajemen pengelolaan objek wisata Dam Trinsing? 2) Apa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing? 3) Bagaimana upaya peningkatan sektor pariwisata Dam Trinsing? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Pariwisata dan 2) Teori Gravitasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik porposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian manajemen pengelolaan objek wisata Dam Trinsing belum terlaksana secara optimal. Manajemen pengelolaan yang dilakukan yaitu perencanaan pembangunan dan strategi dan arah kebijakan. Kendala dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing yaitu terbatasnya anggaran dana, terbatasnya sumber daya manusia, belum optimalnya pengembangan destinasi dan promosi wisata, serta dampak Pandemi Covid-19 yang menghambat segala kinerja dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing sehingga terjadinya penurunan jumlah wisatawan. Upaya yang dilakukan menambah fasilitas, meningkatkan sosialisasi sadar wisata, melakukan promosi dan kerjasama dengan pihak terkait dalam pengelolaan objek wisata Dam Trinsing.