ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agung Suderajat. 2026. Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di Sdn Percobaan Palangka Raya Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Istitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya, mengidentifikasi bagaimana kendala guru Pendidikan Agama Hindu mengimplementasi model pembelajaran Problem Based Learning di SDN Percobaan Palangka Raya, serta mengetahui Bagaimana upaya untuk mengatasi kendala implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran Agama Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Jenis metode yang digunakan dalam Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SDN Percobaan Palangka Raya. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa kelas V yang beragama Hindu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning telah dilaksanakan melalui tahapan orientasi masalah, diskusi kelompok, penyelidikan, presentasi hasil, dan evaluasi, sehingga mampu meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan kegiatan Problem Based Learning, keterbatasan media pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu meningkatkan perencanaan pembelajaran, memanfaatkan media yang tersedia, memberikan bimbingan secara intensif kepada siswa, serta mengoptimalkan pengelolaan waktu dan kerja kelompok agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, aktif, dan bermakna. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Warni Sari. 2025. Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II. Susi, S.Fil.H., M.Fil.H Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa ketika pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pratindakan dan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada tahap pratindakan, rata-rata capaian ketuntasan siswa hanya mencapai 20%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 33,77%. Selain itu, penerapan Problem Based Learning juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis. Temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran Seni Budaya di SDN 1 Pahirangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Oktavia.2025. Penerapan Problem Based Learning Dalam Mata Pelajaran PPKn Kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II Putu Cory Candra Yhani, S.Pd,. M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PPKn pada peserta didik kelas V D di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Utuk mengetahui bagaimana bentuk pelaksanaan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (2) Untuk mengetahui bagaimana kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya, (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran PPKn kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian dilakukan di SDN Percobaan Palangka Raya pada bulan April hingga Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan wakil bagian kurikulum, wali kelas VD, dan 5 oran peserta didik, serta studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning di kelas V D SDN Percobaan Palangka Raya telah dilakukan sesuai tahapan, di mana guru memfasilitasi peserta didik dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah autentik melalui diskusi kelompok dan eksplorasi berbagai sumber belajar. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan peserta didik yang beragam dan keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Upaya guru dalam mengatasi kendala ini meliputi diferensiasi pembelajaran, seperti pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan dan pemberian pertanyaan/evaluasi yang disesuaikan, serta pengelolaan waktu yang efektif dengan menetapkan batas waktu jelas untuk setiap sesi diskusi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, dan cinta tanah air. Namun, realitas di lapangan, khususnya di SDN 4 Menteng Palangka Raya, menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Pancasila masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat pasif. Hasil observasi menunjukkan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah, kepatuhan terhadap aturan, dan kesadaran terhadap keberagaman. Guru cenderung tidak mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran terasa kurang bermakna dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas V-C SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji hipotesis menggunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain Score siswa yaitu 0,7371 termasuk ke dalam kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan rata-rata N-Gain dalam bentuk persentase sebesar 73,7110 dengan standar deviasi 19,06. Berdasarkan kriteria tingkat keefektifan, maka rata-rata N-Gain sebesar 73,71% dikategorikan sebagai cukup efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan bertujuan mengajarkan siswa konsep menggabungkan bilangan, mengenali simbol (+), dan melakukan penjumlahan sederhana. Kesulitan umum dalam pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan bilangan adalah meliputi kesulitan memahami konsep penjumlahan, kesalahan dalam menulis angka, Kesalahan dalam melakukan perhitungan, kesulitan dalam mengenal nilai tempat pada soal penjumlahan bersusun. Berdasarkan fakta dilapangan peneliti menemukan beberapa masalah seperti guru masih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional berupa ceramah dan latihan soal, aktivitas belajar siswa cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Matematika. Hal ini menyebabkan Motivasi belajar siswa menurun, dan mereka menganggap Matematika membosankan dan sulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui problem based learning pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 32 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, aktivitas guru, dan aktivitas siswa. Pada pra-tindakan, ketuntasan siswa 18,75%, siklus I 53%, dan siklus II 87,5%. Aktivitas guru meningkat dari 3,5 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II, dan aktivitas siswa dari 3,4 pada siklus I menjadi 4 pada siklus II. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa dikelas. model problem-based learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini memungkinkan siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tomi Legah. 2024. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H., Putu Wisnu Saputra, M,Pd. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fakta di lapangan, guru sudah menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang cenderung memusatkan kegiatan pembelajaran pada masalah dilingkungan nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif survei dengan menyebarkan angket motivasi. Penelitian ini menggnakan satu kelas yaitu kelas V C sebagai objek dengan responden penelitian sebanyak 31 siswa. Populasi dan sampel mencakup seluruh siswa kelas V di SDN Percobaan Palangka Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa pertanyaan berbentuk angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan oleh peneliti selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi . Hasil dari analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dilihat dari hasil nilai belajar yang telah diperoleh dari guru wali kelas V C. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi, diperoleh nilai skor tertinggi sebesar (19%), sedang (48%) dan yang rendah sebesar 33%. Dengan dmikian Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Di SDN Percobaan Palangka Raya.