ThesisOpen AccessMetadata saja
162025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd.
Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sri Beta Handayani. 2026 Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Agama Hindu Di SDN Danau Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya , pembimbing : (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Hendri ,S.Ag.,M,Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar dalam membentuk karakter siswa serta masih ditemukannya berbagai permasalahan kedisiplinan pada siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, kendala yang dihadapi guru, serta solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V Agama Hindu di SDN Danau. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis hasil penelitian menggunakan Teori Behavioristik melalui konsep pengkondisian klasik dan pengkondisian operan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pendekatan persuasif spiritual melalui kegiatan berdoa sebelum pembelajaran, kontrak belajar, pemberian penguatan positif berupa pujian dan poin, serta internalisasi nilai Dharma melalui metode cerita Itihasa. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kejenuhan, dan penggunaan telepon genggam, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan orang tua, rasa kantuk saat pembelajaran, dan pengaruh teman sebaya. Strategi yang diterapkan terbukti mendukung peningkatan kedisiplinan belajar siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan pendekatan individual, mengatur posisi tempat duduk siswa, serta memperkuat kerja sama dengan orang tua agar pembinaan kedisiplinan dapat berlangsung secara berkelanjutan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siswa yang memiliki keterampilan perlu mendapat perhatian lebih serius dalam pendidikan terutama dalam bidang pendidikan agama Hindu, yang tidak hanya tentang teori semata namun juga dalam upaya pembinaan dan pendampingan guna mengembangkan keterampilan keagamaan dan keterampilan kecakapan hidup lainnya. Guru tidak hanya dituntut menyusun rencana pengajaran, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan kata yang terkandung dalam materi yang disajikan, maka dalam proses kegiatan belajar bidang studi agama Hindu, tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga pendidik dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar agama untuk mencapai kedewasaan, kejiwaan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis lebih dalam mengenai kendala, Strategi dan Implikasi guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kendala yang dialami oleh guru agama Hindu di dalam mengembangkan keterampilan siswa agama Hindu yaitu kendala penguasaan keterampilan yang dimiliki, kendala kualitas sumber daya, kendala motivasi siswa , kendala perbedaan kemampuan siswa, kendala dalam hal penguasaan teknologi. Strategi guru dalam mengatasi kendala, berupaya melaksanakan pembelajaran dengan baik. dengan menggunakan media yang tersedia, melakukan berbagai belajar mandiri dari media online dan mengikuti berbagai pelatihan, diklat dan workshop. Menciptakan suasana pembelajaran yang positif, metode pembelajaran yang interaktif, memberikan motivasi, melakukan langkah mengamati, menanyakan, menyeleksi, memberikan praktek. Implikasi siswa tetap mendapatkan materi, memiliki keterampilan yang diharapkan, Dapat mempraktekannya, menonton dan mendengarkan kandayu, tandak dan karungut, yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru, untuk diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa menjadi lebih semangat belajar, mampu berprestasi baik secara akademik maupun prestasi di keterampilannya. siswa menjadi berani, tidak takut dan grogi untuk mengikuti berbagai perlombaan sesuai dengan keterampilan yang mereka kuasai. guru mendapatkan penambahan pengetahuan baru melalui diklat atau wokshop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat di SMP Negeri 6 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih menunjukkan rasa kurang percaya diri, seperti enggan bertanya, ragu menjawab pertanyaan, pasif dalam diskusi, serta takut tampil di depan kelas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas SMP Negeri 6 Dusun Selatan tahun ajaran 2025/2026 berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pemberian motivasi, penguatan positif, penggunaan metode diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi bertahap, serta pemberian kesempatan siswa untuk tampil di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rasa percaya diri siswa. Pada pra-tindakan, sebagian besar siswa berada pada kategori rendah. Setelah penerapan strategi pada siklus I, rasa percaya diri siswa mulai meningkat meskipun belum optimal. Pada siklus II, peningkatan terlihat lebih jelas, ditandai dengan keberanian siswa bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta tampil memimpin kegiatan pembelajaran. Persentase siswa dengan kategori percaya diri tinggi mencapai lebih dari 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, partisipatif, dan humanistik mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nafa Puspitasari, 2025. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., dan Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dan cenderung pasif. Padahal, Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai spiritual, moral, serta membentuk karakter peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pembelajaran yang tepat agar motivasi belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, metode bercerita, pemanfaatan media sederhana, serta pemberian pujian dan penghargaan. Faktor pendukung strategi ini adalah dukungan sekolah dan semangat belajar siswa, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan sarana, perbedaan karakteristik siswa, dan kurangnya perhatian sebagian peserta didik. Secara umum, strategi yang diterapkan guru terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. Kata Kunci: Strategi Guru, Pendidikan Agama Hindu, Motivasi Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Odolman. 2025. Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing 2 Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penerapkan strategi pembelajaran agama Hindu Untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Hindu kurangnya alat peraga atau media belajar itu yang menjadi kendala bagi guru Kendala ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru agama Hindu dalam mengatasi kendala yang ada di SDN-1 Tumbang sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan, guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknik analisis datanya melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru bersifat humanis dan variatif, seperti metode tanya jawab, bercerita, ceramah, diskusi, serta penggunaan media sederhana. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. 2. Selanjutnya pelaksanaan strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Tumbang Sabetung menghadapi kendala utama berupa keterbatasan media pembelajaran, alat peraga yang kurang variatif, dan minimnya tenaga pendidik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ririe.2025, ABSTRAK Startegi Pembelajaran Menyenangkan Melalui Metode Kreatif Pada Pembelajaran Seni Tari Di SDN 8 Langkai. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan motorik siswa. Namun, dalam pelaksanaannya sering ditemukan bahwa siswa kurang antusias mengikut i pembelajaran karena metode yang digunakan cenderung monoton dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran seni tari. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkai, (2) apa kendala strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkai, (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkau. Penelitian ini menggunakan teori kontruktivisme dan teori kedala. Metode penelitian kualitatif deskritif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang kurang berminat dalam pembelajaran seni tari, yaitu terdapat 3 siswa laki-laki dikelas VI. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif pada pembelajaran seni tari di SDN 8 langkai. Guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti (1) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, (2) menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat, (3) menggunakan ice breaking, (4) menerapkan metode pembelajaran kreatif, (5) metode eksplorasi, (6) evaluasi dan motivasi, (7) evaluasi pembelajaran seni tari, (8) motivasi pembelajaran seni tari. Kendala guru yang mengajar mata pembelajaran seni budaya merupakan guru yang tidak berlatar belakang dari pendidikan seni.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Candra, 2025 Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit Kabupaten Kotwaringin Timur Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Handoko, S.Ag., M.Si Penelitian ini membahas Strategi Pengelola dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat yang terletak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ikon Jelawat dikenal sebagai representasi budaya dan simbol identitas daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan pengelola dalam upaya pengembangan objek wisata tersebut, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi yang diterapkan (1)Bagaimana Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Bagaimana Upaya Pengelola Dalam Mengatasi Kendala Untuk Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola objek wisata, Dinas Perdagangan, pelaku usaha di sekitar lokasi, serta masyarakat lokal. Observasi langsung dan dokumentasi juga digunakan untuk memperoleh data yang lebih akurat dan kontekstual. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pengelolaan dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki 4 (Empat) komponen: (1) mengembangkan infrastruktur dan fasilitas umum seperti taman, area kuliner, dan panggung seni budaya; (2) peningkatan promosi melalui media sosial, event budaya; (3) pelibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan ekonomi wisata; dan (4) penguatan nilai-nilai budaya lokal melalui pertunjukan tradisional dan ikon visual yang merepresentasikan ikan jelawat. Upaya pengelola dalam mengatasi kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya anggaran operasional, serta belum optimalnya fasilitas maupun yang lainya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi mengembangkan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia pengelola, serta penguatan peran pemerintah daerah dalam mendukung promosi dan perencanaan kawasan wisata
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelaksanaan Basarah merupakan bagian penting dari kewajiban spiritual umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghayatan terhadap ajaran agama. Strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang efektif dalam memotivasi umat mengikuti basarah dapat meningkatkan partisipasi umat mengikuti kegiatan basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan untuk memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah dan efektivitas dari strategi tersebut. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimanakah strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti basarah, (2) bagaimanakah efektivitas strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah. Penelitian ini menggunakan teori Retorika dan teori perubahan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan adalah menggunakan strategi Basarah giliran yang memuat kegiatan arisan, Sekolah Hari Kamis, dan strategi pelatihan yang terdiri dari pelatihan dharma wacana dan diskusi yang dianalisis menggunakan teori retorika. Kedua efektivitas strategi Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat mengikuti Basarah di Desa Reong terbukti efektif, dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan pengalaman ajaran agama, dan meningkatnya partisipasi umat dalam mengikuti Basarah yang dianalisis menggunkakan teori perubahan sikap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NORWATI. 2025. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pemimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pemimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Skripsi ini Mengkaji Tentang Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SDN-3 Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Strategi dipahami sebagai rencana dan metode yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini untuk menanamkan karakter pada siswa yang belum sepenuhnya mematuhi peraturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) Apakah kendala yang Guru Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? Penelitian ini menggunakan Metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisis Data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1)Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu di SDN-3 Timpah dilakukan melalui beberapa metode. Pembelajaran digunakan untuk menumbuhkan karakter rasa ingin tahu dengan memberikan pertanyaan setelah penyampaian materi, membentuk tanggung jawab melalui penugasan piket kelas dan pemberian sanksi bagi yang terlambat mengumpulkan tugas, serta mengembangkan kebiasaan gemar membaca dengan mengajak siswa ke perpustakaan sebelum memulai pelajaran. Keteladanan diterapkan untuk menanamkan disiplin melalui peraturan tata tertib sekolah, serta membangun karakter jujur dengan memberikan tes setelah pembelajaran. Pembiasaan digunakan untuk membentuk karakter religius melalui jadwal membaca doa, dan menumbuhkan peduli lingkungan dengan kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat. Penguatan diberikan baik pada perilaku positif agar dapat dipertahankan maupun pada perilaku negatif untuk diminimalkan. 2) Kendala dalam pembentukan karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah berasal dari dua faktor, yaitu faktor eksternal berupa keterbatasan literatur bacaan bagi siswa, dan faktor internal yang mencakup kurangnya disiplin, rendahnya rasa ingin tahu, minimnya minat baca, serta lemahnya motivasi siswa. Kata Kunci : Strategi, Guru Agama Hindu, Karakter
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Winta. 2025. Strategi Guru Dalam Proses Pembelajaran Seni Rupa Pada Siswa Kelas IV C Di SDN-1 Sabaru. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si, Pembimbing II Wentin, S.Ag., M.Ag. Dalam dunia Pendidikan. Strategi dapat diartikan sebagai sesuatu perencanaan yang berisi serangkaian kegiatan yang dirancang harus untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran seni rupa pada siswa kelas IV C di SDN 1 Sabaru. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya Strategi guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar agar proses belajar seni rupa dapat berlangsung secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran, seperti metode demonstrasi, pendekatan tematik, penggunaan media visual, dan pemberian tugas praktik yang mendorong kreativitas siswa. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan menghasilkan karya seni rupa. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan waktu, guru mampu menyesuaikan strategi pembelajaran secara fleksibel sesuai kondisi kelas. Hasil penelitian dapat disimpulkan, strategi guru yang variatif dan inovatif memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran seni rupa di tingkat sekolah dasar. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan bagi guru dalam pengembangkan strategi pembelajaran seni serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan praktik seni rupa di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan era digital menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai saluran komunikasi yang digunakan untuk membangun citra dan melakukan promosi oleh berbagai pihak. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Namun, Instagram @humas_iahntp masih menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah pengikut yang tinggi dengan tingkat interaksi yang relatif rendah, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai strategi promosi dan efektivitas konten yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi dan menganalisis bagaimana konten promosi pada Instagram @humas_iahntp dapat meningkatkan engagement audiens. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Content analysis. Konten dianalisis menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan teori Content marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram @humas_iahntp menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi promosi. Konten Instagram @humas_iahntp masih perlu dioptimalkan menggunakan prinsip content marketing agar konten yang dipublikasikan lebih efektif untuk meningkatkan engagement agar meningkatkan visibiltas IAHN-TP Palangka Raya. Kurangnya engagement disebabkan oleh konten yang cenderung formal, informatif, dan kurang interaktif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINI. 2025. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Sikap Spiritual Siswa Hindu Di SMK Negeri 4 Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing: (1) Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag. (2) Putu Wisnu Saputra, M.Pd. Skripsi ini mengkaji strategi guru agama Hindu dalam meningkatkan sikap spiritual siswa Hindu di SMK Negeri 4 Palangka Raya. Startegi merupakan rencana atau metode untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Strategi diperlukan untuk meningkatkan sikap spiritual siswa yang belum sepenuhnya mentaati peraturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang adapun rumusan masalah dalam penelitian 1) Bagaimana strategi guru agama Hindu dalam meningkatkan sikap spiritual siswa Hindu di SMK Negeri 4 Palangka Raya? 2) Apa kendala yang hadapi guru agama Hindu dalam meningkatkan sikap spiritual siswa Hindu di SMK Negeri 4 Palangka Raya?. Teori yang digunakan adalah teori Humanistik dan teori Kontruktivisme. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru agama Hindu dalam meningkatkan sikap spiritual siswa Hindu di SMK Negeri 4 Palangka Raya adalah dengan praktek dan keteladanan. 2) Kendala yang hadapi guru agama Hindu dalam meningkatkan sikap spiritual siswa Hindu di SMK Negeri 4 Palangka Raya adalah Faktor internal yaitu kurangnya minat siswa, kurangnya rasa percaya diri siswa, tingkat kecerdasan, dan sikap pasif. Faktor eksternal yaitu kurangnya fasilitas seperti buku paket, ruangan, LCD, dan proyektor. Selanjutnya faktor lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan, dan lingkungan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji tentang strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru. Strategi merupakan cara atau upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam meningkatkan minat belajar siswa, guru dapat menerapkan strategi mengajar yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa dapat tertarik dan antusias untuk mengikuti proses pembelajaran. Minat belajar siswa yang tinggi dapat dilihat dari keaktifan siswa saat mengikuti proses pembelajaran. Di SDN 1 Sabaru tepatnya di Kelas V A, minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari cukup tinggi, hal ini terlihat pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran, dimana siswa selalu memperhatikan saat guru mengajar, selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, selalu antusias saat guru menjelaskan dan aktif bertanya tentang materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari, strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari dan apa saja kendala guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi seperti gambar maupun keadaan di tempat penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas V A SDN 1 Sabaru dan 4 orang siswa kelas V A SDN 1 Sabaru, teori yang digunakan dalam membantu peneliti mengkaji fenomena pada penelitian ini adalah teori minat, teori strategi, teori konstruktivisme dan teori kendala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru cukup tinggi. Dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari guru Kelas V A SDN 1 Sabaru menggunakan strategi diantaranya, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, membangun hubungan yang positif dengan siswa, menggunakan media pembelajaran yang menarik saat mengajar dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Dalam meningkatkan minat belajar siswa, guru Kelas V A SDN 1 Sabaru menghadapi berbagai kendala, dimana kendala ini meliputi terbatasnya media pembelajaran, seperti alat musik tradisional dan property tari sebagai media untuk melakukan praktik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RESA TRI SUSANTI (2025) : Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si, dan Pembimbing II Wentin,S.Ag., M.Pd.H). Objek Wisata Banyu Habang merupakan destinasi permandian alam yang memiliki keunikan air berwarna merah, sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Atas dasar anggapan tersebut, maka fokus kajian penelitian ini ada tiga (3) rumusan masalah yaitu : 1) strategi apa yang digunakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 2) Faktor apa saja yang menghambat pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 3) Apa solusi yang dilakukan dalam upaya mengatasi hambatan pengembangan Objek Wisata Banyu Habang di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan teori analisis digunakan teori strategi pengembangan dan teori kendala. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Berdasarkan telaah dan analisis tersebut, dapat di asumsikan hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama strategi yang digunkakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang adalah melalui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan promosi digital serta media sosial. Kedua fator-faktor penghambat dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dan peran pemerintah daerah. Ketiga solusi yang ditemukan untuk mengatasi hambatan adalah pemberdayaan masyarakat lokal dan optimalisasi promosi serta branding wisata oleh pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan media teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi pola kerja organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti UKM Jurnalistik. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini, (1) Bagaimana strategi komunikasi internal yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi dan (2) Bagaimana tantangan yang dimiliki UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah memahami strategi komunikasi internal UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologI informasi dan komunikasi, serta mengidentifikasi tantangan utama yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Hasil penenitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi internal yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya adalah dengan menerapkan pola komunikasi dua arah yang bersifat persuasif, informatif, dan partisipatif. Sejalan dengan perubahan media teknologi informasi dan komunikasi, organisasi ini juga mulai memanfaatkannya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai opsi media komunikasi berbasis digital dalam upaya efisiensi waktu. (2) tantangan utama yang dihadapi adalah jadwal antar bagian dalam organisasi yang tidak sesuai satu sama lain, dan ketidakmampuan komponen individu dalam organisasi untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ada.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RESA ADINATA 2025, Strategi Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN-6 Menteng Palangka Raya di Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidkan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I)Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag,Pembimbing (II)Putu Yhani,S.Pd.,M.Pd. Cory Candra Kemajuan teknologi digital yang begitu cepat telah membawa dampak besar terhadap kehidupan siswa, terutama dalam pola interaksi dan proses pembelajaran mereka. Salah satu hal yang mencolok adalah tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Walaupun media sosial memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam belajar, kenyataannya penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol sering kali menurunkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi yang digunakan oleh guru dalam menangani dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang dilakukan di SDN 6 Menteng Palangka Raya selama satu bulan pada bulan mei hingga Juni 2025. Informan penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah, satu orang guru dan empat orang siswa,teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data,redukasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan personal kepada siswa, pemanfaatan media sosial sebagai alat pembelajaran, pemberian motivasi secara berkelanjutan, serta kerja sama dengan orang tua. Strategi-strategi tersebut terbukti cukup efektif dalam menumbuhkan kembali minat dan semangat belajar siswa. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peran aktif guru sangat penting dalam mendampingi siswa menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan media sosial dan motivasi belajar.