Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

180 hasil
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENYELESAIAN KASUS PENEMBAKAN WARGA DALAM KONFLIK PERKEBUNAN SAWIT MELALUI SIDANG ADAT DAYAK (STUDI KASUS DI DESA BANGAL KABUPATEN SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aldi Wira Prayoga. 2025, Penyelesaian Kasus Penembakan Warga Dalam Konflik Perkebunan Sawit Melalui Sidang Adat Dayak ( Studi Kasus Di Desa Bangkal Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Sri Kayun.SH.,M,Si, dan Pembimbing II Edelweisia Cristiana.SH.,MH. Pada dasarnya penyelesaian kasus penembakan warga dalam konflik perkebunan sawit melalui mekanisme Sidang Adat Dayak adalah upaya untuk menciptakan rasa keadilan bagi pelaku dan korban. Masalah yang di teliti dalam skripsi ini adalah mencakup dua hal yaitu : (1). Bagaimana mekanisme kasus penembakan warga dalam konflik perkebunan sawit? (2). Bagaimana kedudukan hukum keputusan sidang adat dayak dalam sistem hukum nasional? Adapun jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskrtif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di desa bangkal kecamatan Seruyan raya kabupaten Seruyan. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah de living law dan teori plualisme hukum Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi perpustakaan, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat di simpulkan bahwa : 1 mekanisme penyelesaian kasus penembakan warga melalui sidang adat Dayak di lakukan melalui melalui tahapan pelaporan, pemanggilan para pihak, musyawarah adat, pemeriksaan saksi, penetapan sanksi adat, serta pelaksanaan putusan adat yang menitikberatkan pada pemulihan korban dan perdamaian Adat. Sanksi adat yang dijatuhkan umumnya berupa denda pembayaran uang adat, kewajiban ritual adat, saksi palas tampung tawar serta pernyataan maaf secara terbuka. 2 kedudukan hukum keputusan sidang adat Dayak dalam sistem hukum nasional di akui secara kontisuonal kedudukan hukum keputusan Sidang Adat Dayak dalam sistem hukum nasional diakui secara konstitusional sepanjang tidak bertentangan dengan hukum nasional, sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta diperkuat melalui peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah. Keputusan adat memiliki kekuatan hukum sosial dan administratif yang mengikat secara moral dan komunitas, serta berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal. Dengan demikian penyelesaian sidang adat Dayak dan sistem hukum nasional berjalan secara beriringan dan saling melengkapi dalam rangka prualisme hukum di indonesia.

11 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PROSES PENYELESAIAN KASUS PERKELAHIAN MELALUI HUKUM ADAT DAYAK NGAJU (Studi Kasus Di Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK CUT JORDI SETIAWAN, 2025. Proses Penyelesaian Kasus Perkelahian Melalui Hukum Adat Dayak Ngaju ( Studi Kasus di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan). Skripsi, Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Stepenson, S.Ag.,M.H Pembimbing II I Kadek Kartika Yase, M.H Masyarakat suku Dayak di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah umumnya masih menggunakan hukum adat sebagai sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan adat yang muncul di lingkungan mereka. Salah satu kasus yang melanggar norma adat adalah kasus perkelahian. Kasus perkelahian merupakan suatu bentuk konflik yang dapat terjadi antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan telah terjadi konflik antar individu yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Dalam hal ini, kasus perkelahian yang pernah terjadi di Desa Rantau Asem diselesaikan melalui hukum adat Dayak Ngaju. Permasalahan yang diteliti dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana proses penerapan sanksi adat terhadap kasus perkelahian di Desa Rantau Asem? (2) Apa dampak dari penerapan sanksi adat terhadap pelaku dan korban? (3) Bagaimana efektivitas penerapan sanksi adat terhadap kasus perkelahian? Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan aspek hukum empiris guna untuk memahami hukum yang hidup dalam masyarakat. Adapun metode atau teknik dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis dalam penelitian ini menggunakan teori penyelesaian sengketa, teori restorative justice dan teori efektivitas hukum. Teknik penentuan informan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah proses penerapan sanksi adat dan dampak dari penyelesaian kasus perkelahian melalui hukum adat Dayak Ngaju di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Dalam penjatuhan sanksi dan penyelesaian sengketa tersebut di selesaikan secara hukum adat dengan proses musyawarah mufakat. Kemudian pihak yang dinyatakan bersalah dibebankan biaya pengobatan terhadap korban dan di beri sanksi adat yaitu membayar denda adat berupa uang, sesuai keputusan dari hasil musyawarah oleh kedua belah pihak. Kata Kunci: Perkelahian, Hukum Adat, Dayak Ngaju

6 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU SMP NEGERI 6 DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan strategi pembelajaran yang tepat di SMP Negeri 6 Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih menunjukkan rasa kurang percaya diri, seperti enggan bertanya, ragu menjawab pertanyaan, pasif dalam diskusi, serta takut tampil di depan kelas. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas SMP Negeri 6 Dusun Selatan tahun ajaran 2025/2026 berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi pemberian motivasi, penguatan positif, penggunaan metode diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi bertahap, serta pemberian kesempatan siswa untuk tampil di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rasa percaya diri siswa. Pada pra-tindakan, sebagian besar siswa berada pada kategori rendah. Setelah penerapan strategi pada siklus I, rasa percaya diri siswa mulai meningkat meskipun belum optimal. Pada siklus II, peningkatan terlihat lebih jelas, ditandai dengan keberanian siswa bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta tampil memimpin kegiatan pembelajaran. Persentase siswa dengan kategori percaya diri tinggi mencapai lebih dari 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, partisipatif, dan humanistik mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, kondusif, dan berpusat pada peserta didik.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS TERHADAP PUTUSAN PERKARA PERDATA NOMOR : 5/PDT.G/2015/PN Klk PENGADILAN NEGERI KUALA KAPUAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MELA SHAPITRI, 2025 : Analisis Terhadap Putusan Perkata Perdata Nomor : 5/PDT .G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Agung Adi, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H Penelitian ini membahas “Analisis Putusan Perkara Perdata Nomor: 5/PDT.G/2015S/PN Klk Pengadilan Negeri Kuala Kapuas” Mengenai Sengketa Lahan di Desa Saka Kajang dan Desa Henda, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara sengketa lahan antara masyarakat desa Saka Kajang dan Desa Henda di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas dan upaya hukum dan penyusunan kembali gugatan oleh penggugat setelah putusan yang mengabulkan eksepsi tergugat di tinjau ketentuan hukum acara perdata di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif dan empiris, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan landasan teori Kepastian Hukum dan Perlindungan Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan berakar pada tumpang tindih klaim yang diperparah oleh lemahnya pembuktian kepemilikan tanah. Dalam kondisi ini, Hakim tidak hanya berorientasi pada formalisme hukum, melainkan berupaya mewujudkan keadilan substantif. Sintesis pertimbangan atas alat bukti dan penegakan Kepastian Hukum mengindikasikan adanya keseimbangan antara aspek yuridis dan keadilan, mencerminkan fungsi Perlindungan Hukum Hakim dalam mencari kebenaran materiil di tengah keterbatasan bukti formil. Disimpulkan, Putusan Pengadilan Negeri Kuala Kapuas memiliki dasar hukum kuat dan telah mencapai keseimbangan antara penegakan hukum positif dan keadilan masyarakat, namun penyelesaian akhir yang komprehensif memerlukan dukungan implementatif dari berbagai pihak demi terciptanya keadilan dan ketertiban sosial yang berkelanjutan di wilayah sengketa. Kata Kunci: Analisis Hukum, Putusan Pengadilan Negeri, Sengketa Lahan

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Destinasi Ekowista Pula Kaja Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Wayan Revina, 2025: Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Wisata Pulau Kaja Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing I Dr. Tardi Edung.,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. Pariwisata berbasis ekowisata menjadi salah satu tren yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap konsep wisata berkelanjutan. Pulau Kaja di Kota Palangka Raya merupakan destinasi ekowisata yang memiliki daya tarik khas berupa konservasi orangutan dan keindahan alam tropis yang masih alami. Meskipun memiliki potensi besar, promosi Pulau Kaja masih menghadapi kendala dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial hadir sebagai instrumen penting dalam mendukung promosi pariwisata karena memiliki jangkauan luas, biaya rendah, serta kemampuan menciptakan interaksi langsung antara pengelola dengan wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran media sosial dalam mempromosikan Wisata Pulau Kaja di Kota Palangka Raya, dan (2) apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan media sosial untuk promosi Wisata Pulau Kaja. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Pemasaran Pariwisata (I Nyoman Sudiarta, 2010) yang menjelaskan pentingnya strategi komunikasi terpadu dalam membentuk citra persepsi, ikatan emosional destinasi, serta Teori Difusi Inovasi (Everett M. Rogers, 1983) yang menyoroti proses penyebaran inovasi digital melalui jejaring sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian terdiri atas pengelola wisata, pengunjung, serta pengikut akun media sosial Pulau Kaja. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan visibilitas, membangun citra positif, dan memperluas jangkauan promosi Wisata Pulau Kaja. Platform seperti Instagram efektif dalam menampilkan konten visual yang menarik, testimoni wisatawan, serta interaksi digital yang mendorong minat berkunjung. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital, minimnya kolaborasi lintas pihak, serta kurangnya strategi konten yang konsisten dan bilingual, sehingga potensi media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki kontribusi besar dalam promosi Wisata Pulau Kaja, tetapi efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan strategi konten, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multi-pihak untuk mendukung keberlanjutan ekowisata berbasis digital. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi, Pariwisata, Pulau Kaja, Ekowisata

12 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Silis Sech, 2025 : Potensi Ekowisata Danau Malawen Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Barito Selatan Obyek Wisata Danau Malawen, sebuah permata alam yang ada di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menyimpan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu 1) Bagaimana Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan?., 2) Apa saja kendala dan solusi yang upayakan pada Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Kendala, dan Teori Strategi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama, Potensi wisata agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat terbaik bagi Masyarakat tidak terlepas dari peran pemerintah daerah. Pemerintah berusaha mewujudkan tata kelola wisata yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal melalui berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sangat diperlukan adanya dukungan dan kerjasama dari pihak pengelola dalam mengembangkan kawasan wisata agar lebih baik lagi dan dapat dikenal luas lagi keberadaanya, perlunya anggaran yang mencukupi untuk pembangunan fasilitas yang memadai, seperti sarana dan prasarana yang ada, guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung dilokasi tersebut. Kedua, Kendala yang dialami dalam pengelolaan Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan yaitu; (1) terbatasnya anggaran, masukan ide dari pihak pengelola terkait metode pengembangan, minimnya kualitas sumber daya manusia dari pihak pengelola, dan terhambatnya tahapan pengelolaan karena kondisi iklim; (2) kurangnya perhatian dan kepedulian pihak pengelola dalam menjalin kerja sama terhadap pemerintah, dan kurangnya promosi pariwisata.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nganjan Sapundu dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agustin : Nganjan Sapundu Dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu). Pembimbing I, Prof Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing II, I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag Nganjan sapundu memiliki makna simbolik yang magis sekaligus spiritualis baik melalui gerak maupun suara yang ditampilkan dalam rangka pelaksanaan upacara nyorat yang dilakukan di Desa Batu Tukan kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimana bentuk dan proses pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kedua apa makna simbolik gerak dan suara dalam pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, ketiga bagaimanakah filosofi nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu pisor, ketua MKAHK desa Batu Tukan dan masyarakat Hindu Kaharingan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, nganjan merupakan sebuah tarian sakral dalam upacara nyorat yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada roh leluhur yang telah meninggal dunia dan akan dihantarkan ke lewu tatau (alam baka). Kedua makna simbolik dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat umat Hindu Kaharingan mencerminkan bahwa nganjan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Ketiga mengungkapkan Filsafat pantangan (Pali) dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat dalam tradisi Hindu Kaharingan memiliki peranan penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, roh, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selanjutnya filsafat perlengkapan yang dikenakan dalam pelaksanaan nganjan memiliki nilai estetika yang tidak hanya menekankan pada aspek keindahan, tetapi juga makna simbolik yang mendalam. Kata Kunci: Nganjan sapundu, Upacara nyorat, Hindu Kaharingan, Filosofi Hindu

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meliwatie.2025. “Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.”Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, S.H., M.H. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran lembaga adat dalam menyelesaikan pelanggaran adat, khususnya kasus perzinahan, di masyarakat Dayak Desa Buntut Bali. Dalam sistem nilai masyarakat Dayak, perzinahan atau jinah tidak hanya dianggap sebagai perbuatan asusila, melainkan juga merupakan pelanggaran berat terhadap tatanan adat, nilai kesucian keluarga, dan kehormatan komunitas. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana kewenangan Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus perzinahan di Desa Buntut Bali, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian pelanggaran adat (perzinahan) yang diterapkan oleh Mantir Adat di Desa Buntut Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan secara menyeluruh praktik kewenangan adat yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Mantir Adat berlandaskan pada Hadat Dayak Tumbang Anoi 1894 serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Kewenangan tersebut mencakup penerimaan laporan, pemeriksaan perkara, pemanggilan para pihak, penjatuhan sanksi adat, serta pengawasan pelaksanaan putusan. Mekanisme penyelesaian kasus perzinahan dilakukan melalui tahapan: pengaduan, pemanggilan, pemeriksaan, musyawarah, penjatuhan putusan, dan pelaksanaan sanksi berupa singer (denda adat dalam satuan kati ramu), serta ritual mamapas lewu sebagai bentuk pemulihan sosial dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kewenangan Mantir Adat bersifat yuridis, sosial, dan moral, serta memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan, wibawa adat, dan keseimbangan sosial di masyarakat Dayak. Dengan demikian, kewenangan Mantir Adat tetap relevan sebagai instrumen penyelesaian sengketa adat di masa kini. Kata Kunci: Kewenangan, Mantir Adat, Perzinahan, Hukum Adat Dayak.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Metode Bermain terhadap Minat Belajar Siswa Kelas III di SDN - 2 Bukit Tunggal Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pengaruh metode bermain terhadap minat belajar siswa kelas III di SDN-2 Bukit Tunggal, kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan kesulitan belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis positivisme dengan metode survei melalui penyebaran angket.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor Penyebab Rendahnya Minat Baca Siswa Kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rendahnya minat baca siswa kelas V di SDN 8 Menteng Palangka Raya menjadi masalah utama yang memerlukan analisis, sejalan dengan data literasi nasional yang memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca siswa kelas V dan upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus untuk menggali fenomena secara holistik dan mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. Teori Kerangka penelitian didasarkan pada Teori Konstruktivisme, yang menekankan bahwa motivasi belajar tumbuh dari keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Teori Behavioristik menganalisis strategi guru dalam membentuk perilaku membaca melalui pemberian stimulus dan penguatan positif. Hasil menemukan faktor internal, seperti kemampuan membaca yang belum merata dan rendahnya motivasi intrinsik karena dominasi gadget. Faktor eksternal meliputi minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan bahan bacaan yang menarik di sekolah. Guru berupaya mengatasi hal ini dengan metode interaktif (mendongeng), diskusi cerita, dan pemberian penguatan positif. Peningkatan minat baca membutuhkan sinergi yang solid antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem literasi yang mendukung.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Media Sosial sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nafa Puspitasari, 2025. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., dan Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dan cenderung pasif. Padahal, Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai spiritual, moral, serta membentuk karakter peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pembelajaran yang tepat agar motivasi belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, metode bercerita, pemanfaatan media sederhana, serta pemberian pujian dan penghargaan. Faktor pendukung strategi ini adalah dukungan sekolah dan semangat belajar siswa, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan sarana, perbedaan karakteristik siswa, dan kurangnya perhatian sebagian peserta didik. Secara umum, strategi yang diterapkan guru terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. Kata Kunci: Strategi Guru, Pendidikan Agama Hindu, Motivasi Belajar

8 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Komunikasi Kepemimpinan dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rimbun Wahyuni, 2025: Komunikasi Kepemimpinan Dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rekto*rat InstitutAgama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H, pembimbing II I Wayan Sutarwan.S.Pd., M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh pola komunikasi kepemimpinan dapat mempengaruhi efektifitas atau keberhasilan program kerja dalam organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya? dan (2) Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah memehami Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya, serta Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik pengumpulan data seperti, teknik osevasi, wawancara, kepustakaan serta dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan. (1)Pola komunikasi kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya menerapkan empat pola komunikasi utama, yaitu vertikal, horizontal, diagonal, dan informal. Keempat pola ini berjalan saling melengkapi sehingga menciptakan sistem komunikasi yang dinamis dan adaptif. Penerapan komunikasi tersebut efektif terhadap keaktifan anggota dalam program kerja, konsolidasi internal, solidaritas tim, serta citra dan kinerja BEM di mata mahasiswa. (2)Dampak dari pola komunikasi yang diterapkan terlihat pada meningkatnya keaktifan anggota dalam program kerja, terjaganya konsolidasi internal dan solidaritas tim, serta membaiknya citra BEM di mata mahasiswa selain itu pola komunikasi yang diterapkan juga mendorong pengambilan keputusan yang lebih partisipatif dan adaptif, meningkatkan motivasi serta partisipasi anggota, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta memperlancar penyelesaian konflik melalui saluran komunikasi yang beragam. Kata kunci: Pola Komunikasi, Kepemimpinan, BEM IAHN-TP Palangka Raya

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu Kelurahan Tangkiling Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pilih, 2025 : Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya Pengembangan Obyek Wisata Bukit Banama merupakan obyek wisata dengan latar belakang kondisi alam yang sangat indah dengan pemandangan perbukitan dan hutan. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu 1) Bagaimana Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya?., 2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh karena itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut, dan juga belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya. Kata Kunci : Strategi Pengembangan, dan Objek Wisata Bukit Batu Banama

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata Desa Tangkahen Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pariwisata telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan melibatkan para pemangku kepentingan. Salah satu bentuk pariwisata yang sedang berkembang adalah ekowisata, yaitu pariwisata berkelanjutan berbasis alam yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal. Desa Tangkahen, yang terletak di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, memiliki potensi ekowisata yang melimpah, dikelilingi oleh hutan, sungai, serta beragam flora dan fauna. Namun, pemanfaatan potensi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Tangkahen dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan strategi kualitatif, menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa penduduk Desa Tangkahen telah terlibat dalam semua aspek pengelolaan ekowisata, seperti penyediaan transportasi, akomodasi, pemandu, dan layanan publisitas. Tingkat partisipasi didasarkan pada unsur internal seperti kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan, serta unsur eksternal seperti dukungan pemerintah, kebijakan pengelolaan, dan peluang ekonomi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan ekowisata. Oleh karena itu, rencana induk ekonomi, lingkungan, dan sosial yang disertai dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan Desa Tangkahen sebagai destinasi ekowisata terbaik di Kalimantan Tengah.Kata kunci: partisipasi masyarakat, ekowisata, pengelolaan wisata, Desa Tangkahen.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail