Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Ekowisata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGELOLAAN OBJEK EKOWISATA PULAU KAJA DI DESA SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan objek wisata berbasis konservasi seperti Pulau Kaja memerlukan strategi yang tepat agar pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu: (1) strategi pengelolaan dalam mengembangkan Pulau Kaja sebagai objek ekowisata di Desa Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, dan (2) keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan landasan Teori Ekowisata dan Teori Partisipasi Masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, beberapa strategi dilakukan dalam pengelolaan ekowisata Pulau Kaja, diantaranya adalah 1) adanya kolaborasi antara BOS Foundation, pemerintah, dan masyarakat lokal, 2) penerapan berbagai strategi pemasaran diantaranya strategi segmenting, digital marketing, dan word of mouth, 3) pengembangan fasilitas dan layanan pendukung, dan 4) inovasi produk wisata. Kedua, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata diwujudkan melalui kerja sama aktif dengan lembaga konservasi, pemerintah daerah, pihak swasta, dan akademisi. Setiap pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi dalam mendukung tujuan utama, yaitu pelestarian alam, konservasi orangutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Upaya pengelolaan dan pengorganisasian sumber daya manusia dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis pada prinsip konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI TATA KELOLA PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS HUTAN DESA DI TANGKAHEN KECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan ekowisata berbasis hutan desa merupakan salah satu strategi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Namun, optimalisasi tata kelola pengembangan Ekowisata Hutan Desa Tangkahen masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi tata kelola pengembangan ekowisata berbasis hutan desa di Tangkahen serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan tata kelola tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi tata kelola terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang belum optimal, serta kesadaran masyarakat terhadap konservasi yang masih perlu ditingkatkan. Faktor eksternal meliputi keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas serta dukungan pemerintah dan mitra yang belum berkelanjutan. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelibatan aktif masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan ekowisata berbasis hutan desa bergantung pada sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan kelembagaan lokal dalam mewujudkan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Destinasi Ekowista Pula Kaja Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Wayan Revina, 2025: Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Wisata Pulau Kaja Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing I Dr. Tardi Edung.,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. Pariwisata berbasis ekowisata menjadi salah satu tren yang terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap konsep wisata berkelanjutan. Pulau Kaja di Kota Palangka Raya merupakan destinasi ekowisata yang memiliki daya tarik khas berupa konservasi orangutan dan keindahan alam tropis yang masih alami. Meskipun memiliki potensi besar, promosi Pulau Kaja masih menghadapi kendala dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial hadir sebagai instrumen penting dalam mendukung promosi pariwisata karena memiliki jangkauan luas, biaya rendah, serta kemampuan menciptakan interaksi langsung antara pengelola dengan wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana peran media sosial dalam mempromosikan Wisata Pulau Kaja di Kota Palangka Raya, dan (2) apa saja hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan media sosial untuk promosi Wisata Pulau Kaja. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Pemasaran Pariwisata (I Nyoman Sudiarta, 2010) yang menjelaskan pentingnya strategi komunikasi terpadu dalam membentuk citra persepsi, ikatan emosional destinasi, serta Teori Difusi Inovasi (Everett M. Rogers, 1983) yang menyoroti proses penyebaran inovasi digital melalui jejaring sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian terdiri atas pengelola wisata, pengunjung, serta pengikut akun media sosial Pulau Kaja. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan visibilitas, membangun citra positif, dan memperluas jangkauan promosi Wisata Pulau Kaja. Platform seperti Instagram efektif dalam menampilkan konten visual yang menarik, testimoni wisatawan, serta interaksi digital yang mendorong minat berkunjung. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital, minimnya kolaborasi lintas pihak, serta kurangnya strategi konten yang konsisten dan bilingual, sehingga potensi media sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media sosial memiliki kontribusi besar dalam promosi Wisata Pulau Kaja, tetapi efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan strategi konten, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multi-pihak untuk mendukung keberlanjutan ekowisata berbasis digital. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi, Pariwisata, Pulau Kaja, Ekowisata

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Silis Sech, 2025 : Potensi Ekowisata Danau Malawen Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Barito Selatan Obyek Wisata Danau Malawen, sebuah permata alam yang ada di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menyimpan potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu 1) Bagaimana Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan?., 2) Apa saja kendala dan solusi yang upayakan pada Potensi Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Kendala, dan Teori Strategi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama, Potensi wisata agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat terbaik bagi Masyarakat tidak terlepas dari peran pemerintah daerah. Pemerintah berusaha mewujudkan tata kelola wisata yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal melalui berbagai kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sangat diperlukan adanya dukungan dan kerjasama dari pihak pengelola dalam mengembangkan kawasan wisata agar lebih baik lagi dan dapat dikenal luas lagi keberadaanya, perlunya anggaran yang mencukupi untuk pembangunan fasilitas yang memadai, seperti sarana dan prasarana yang ada, guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung dilokasi tersebut. Kedua, Kendala yang dialami dalam pengelolaan Ekowisata Danau Malawen sebagai daya tarik Wisata di Kabupaten Barito Selatan yaitu; (1) terbatasnya anggaran, masukan ide dari pihak pengelola terkait metode pengembangan, minimnya kualitas sumber daya manusia dari pihak pengelola, dan terhambatnya tahapan pengelolaan karena kondisi iklim; (2) kurangnya perhatian dan kepedulian pihak pengelola dalam menjalin kerja sama terhadap pemerintah, dan kurangnya promosi pariwisata.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata Desa Tangkahen Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pariwisata telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan melibatkan para pemangku kepentingan. Salah satu bentuk pariwisata yang sedang berkembang adalah ekowisata, yaitu pariwisata berkelanjutan berbasis alam yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal. Desa Tangkahen, yang terletak di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, memiliki potensi ekowisata yang melimpah, dikelilingi oleh hutan, sungai, serta beragam flora dan fauna. Namun, pemanfaatan potensi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Tangkahen dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan strategi kualitatif, menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa penduduk Desa Tangkahen telah terlibat dalam semua aspek pengelolaan ekowisata, seperti penyediaan transportasi, akomodasi, pemandu, dan layanan publisitas. Tingkat partisipasi didasarkan pada unsur internal seperti kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan, serta unsur eksternal seperti dukungan pemerintah, kebijakan pengelolaan, dan peluang ekonomi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan ekowisata. Oleh karena itu, rencana induk ekonomi, lingkungan, dan sosial yang disertai dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan Desa Tangkahen sebagai destinasi ekowisata terbaik di Kalimantan Tengah.Kata kunci: partisipasi masyarakat, ekowisata, pengelolaan wisata, Desa Tangkahen.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail