2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTAKSI Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kesulitan membaca yang dialami oleh siswa dan bagaimana strategi atau kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca dikelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang kesulitan membaca yang dialami siswa kelas III melalui observasi dan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti di sekolah terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja, sulit mengenal huruf, dan masih sulit menggabungkan huruf abjad, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkans strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng adalah memberikan waktu jam belajar tambahan sepulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar yang diberikan kesiswa. Dengan adanya melaksanakan jam belajar tambahan disekolah beberapa siswa berhasil membaca lancar seperti dikelas III A, dua (2) siswa laki-laki berhasil lancar membaca, sedangkan dikelas III B, siswa laki-laki satu (1) berhasil mengeja lancar dan perempuan dua (2) berhasil bisa memggabungkan suku kata huruf atau kalimat. Sedangkan kendala guru mengatasi siswa sulit membaca adalah siswa kurang belajar dirumah, dukungan atau bimbingan dan perhatian dari orang tua kurang, orang tua kurang peduli masalah anaknya, orang tua murid mengharapkan guru yang mengajarkan disekolah, pemahaman pengetahuan siswa kurang sehingga materi pelajaran masih banyak tertinggal, pelajaran tidak efektif karena guru harus mengajar siswa membaca mengeja, mengajar mengenal huruf, mengajar menggabungkan huruf kalimat abjad dan masih keliru mengenal huruf J,B,D, siswa masih mengeja. Selanjutnya kendala belajar membaca seperti belum lancar mengeja, menggabungkan kalimat huruf masih sulit, masih belum bisa mengenal huruf karena tidak ada buku untuk belajar dirumah, dirumah jarang belajar, sering belajar sendiri dirumah, belajar jadi malas, PR kadang tidak dikerjakan, jarang diajarkan dibimbing orang tua. ABSTRACT The purpose of this research is to find out the causes of reading difficulties experienced by students and what are the teacher's strategies or obstacles in dealing with students who have difficulty reading in class III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This study used descriptive qualitative and data collection techniques to obtain data about reading difficulties experienced by third grade students through observation and interviews conducted with school principals, teachers and students. Based on the research results found by researchers at school, there were several students who had difficulty reading spelling, had difficulty recognizing letters, and had difficulty combining letters of the alphabet, namely there were 7 male students and 10 female students class III A and III B. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's strategy for dealing with students with difficulty reading in class III at SDN 6 Menteng is to provide additional study hours after school for students to carry out tutoring given to students. By carrying out additional study hours at school some students managed to read fluently as in class III A, two (2) male students succeeded in reading fluently, while in class III B, one (1) male student succeeded in spelling fluently and two female students (2) ) can successfully combine syllables, letters or sentences. Meanwhile, the teacher's obstacle to overcoming students with reading difficulties is that students do not study at home, support or guidance and attention from parents is lacking, parents do not care about their children's problems, parents expect teachers to teach at school, students' understanding of knowledge is lacking so that the subject matter is still lagging behind, Lessons are not effective because the teacher has to teach students to read and spell, teach to recognize letters, teach to combine letters of the alphabet and still get the letters J, B, D wrong, students still spell. Furthermore, the obstacles to learning to read such as not being fluent in spelling, combining letter sentences are still difficult, still not being able to recognize letters because there are no books to study at home, rarely study at home, often study alone at home, study becomes lazy, homework is sometimes not done, rarely taught to be guided by people old.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTAKSI Dalam dunia pendidikan membaca merupakan salah satu proses yang penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca manusia bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu salah satunya dengan membaca. Kesulitan Membaca merupakan yang dialami siswa dalam membaca dan mengeja, sehingga siswa sulit dalam belajar dan memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Di SDN 6 Menteng peneliti menemukan terdapat beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan membaca mengeja, menggabungkan huruf kalimat, masih keliru membedakan huruf J, B, D dan masih belum bisa mengenal huruf. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi guru mengatasi sulit membaca pada siswa kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) apa saja kendala guru mengatasi siswa sulit membaca pada kelas III SDN 6 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini mengggunakan teori konstruktivisme dan teori motivasi belajar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca mengeja dan sulit mengenal huruf, yaitu terdapat 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dikelas III A dan III B. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi guru mengatasi siswa sulit membaca di kelas III SDN 6 Menteng memberi jam tambahan pulang sekolah kesiswa untuk melakukan bimbingan belajar dan guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti, (1) memberi jam tambahan pulang sekolah, (2) menggunakan media gambar, (3) penyampaian materi pembelajaran, (4) memberikan motivasi belajar, (5) menciptakan susana belajar menyenangkan dikelas, (6) menggunakan metode pembelajaran, (7) memilih metode pembelajaran, (8) pemberian umpan balik, (9) pemberian tugas kepada siswa. Kendala guru dalam mengatasi siswa yang sulit membaca, siswa masih sulit menggabung kalimat atau huruf, masih keliru mengenal huruf dan masih belum mengenal huruf, karena masih kurang dukungan dan kerjasama dari orang tua siswa, kemauan dari siswa untuk belajar kurang dan daya ingat siswa yang rendah. ABSTRACT In the world of education, reading is one of the important processes to gain knowledge and knowledge. Without being able to read, humans can be said to be unable to live in this day and age and to get knowledge is one of them by reading. Reading difficulties are experienced by students in reading and spelling, so students are difficult to learn and understand the learning material given by the teacher. At SDN 6 Menteng, researchers found that there were some students who still had difficulty reading spelling, combining sentences, still mistakenly distinguishing letters J, B, D and still could not recognize letters. The problems raised in this study are (1) how teacher strategies overcome reading difficulties in grade III students of SDN 6 Menteng Palangka Raya, (2) what are the obstacles of teachers overcoming students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng Palangka Raya. This research uses constructivism theory and learning motivation theory. Descriptive qualitative research methods and data collection techniques through observation and interviews with principals, teachers and students. Based on the results of the study found that there were several students who had difficulty reading spelling and difficulty recognizing letters, namely there were 7 male students and 10 female students in classes III A and III B. The results of the study can be concluded that teacher strategies to overcome students with difficulty reading in grade III SDN 6 Menteng provide additional hours after school to students to do tutoring and teachers also use strategies in teaching students in class such as, (1) giving additional hours after school, (2) using image media, (3) delivering learning materials, (4) providing learning motivation, (5) creating a fun learning environment in the classroom, (6) using learning methods, (7) choosing learning methods, (8) providing feedback, (9) assigning assignments to students. Teacher obstacles in overcoming students who have difficulty reading, students are still difficult to combine sentences or letters, still misrecognize letters and still do not know letters, because there is still a lack of support and cooperation from parents, willingness from students to learn is less and students' memory is low.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji upacara tawur agung kasanga pada umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Fenomena yang terjadi dalam upacara tawur agung kasanga ada keunikan tersendiri pada masyarakat Hindu di Desa Sumberasri. Selain itu kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai sarana dan prasarana, sehingga kurang adanya keinginan untuk membantu mempersiapkan sarana dan prasarana. Rumusan masalah penelitian ini adalah(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (2) Apakah fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (3) Apakah Nilai-nilai pendidikan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi Tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif pendidikan Hindu)?. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan tentang upacara tawur agung kasanga yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Sumberasri. Hasil penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural maka diperoleh bahwa upacara tawur agung kasanga bagi masyarakat Hindu yakni pemujaan terhadap Tuhan, serta alam lingkungan. Fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya diantara lain fungsi religius, sosial, pendidikan, Etika, dan Estetika. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna penyucian,solidaritas, pendewasaan, sopan santu, dan keharmonisan. Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan material, nilai pendidikan vital, dan nilai pendidikan kerohanian. Upacara tawur agung kasanga, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam lingkungan dengan kehidupan manusia kesejahteraan, dan kedamaian, serta meningkatkan sraddha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang MahaEsa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam.