Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AGUSTIN

12 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 42024: 22023: 22022: 12010: 1

Upaya Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Hindu Melalui Media Gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kristin Agustin. 2026 Pembimbing I: Pembimbing II:., M.Pd.H Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Upaya Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Hindu Melalui Media Gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa Hindu kelas IV SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Kondisi awal menunjukkan rata-rata keaktifan kelas sebesar 56,8% dengan ketuntasan klasikal 0%, akibat dominasi metode ceramah yang belum didukung media pembelajaran visual yang konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu melalui penggunaan media gambar berbasis karton yang diwujudkan dalam bentuk Kantong Karma Phala. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model Yasmeen yang terdiri dari tahap diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 25 Juni hingga 17 Juli 2026, dengan subjek penelitian 10 siswa Hindu kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan jurnal harian guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar Kantong Karma Phala secara konsisten meningkatkan keaktifan belajar siswa. Rata-rata keaktifan kelas meningkat dari 56,8% pada kondisi awal menjadi 71,8% pada Siklus I dan mencapai 81,0% pada Siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 40% pada Siklus I dan mencapai 100% pada Siklus II, melampaui target minimal 75%. Disimpulkan bahwa media gambar Kantong Karma Phala efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir.

Upaya Guru dalam Meningkatan Keaktifan Belajar Siswa Hindu Melalui Media Gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kristin Agustin (2200020). Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A. Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa Hindu kelas V dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu materi Catur Ashrama di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Hasil observasi awal menunjukkan rata-rata keaktifan kelas hanya mencapai 52,5% dengan ketuntasan klasikal 0%, disebabkan oleh dominasi metode ceramah satu arah dan belum pernah digunakannya media gambar dalam pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu melalui media gambar di SD Negeri 2 Tampang Tumbang Anjir. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model Yasmeen yang terdiri dari lima tahapan yaitu diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 4 siswa Hindu kelas V. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan siswa yang memuat 5 indikator, lembar observasi upaya guru, jurnal harian guru, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berbasis karton meningkatkan keaktifan belajar siswa Hindu secara bertahap. Pada pra-siklus rata-rata keaktifan kelas mencapai 43,75% dengan ketuntasan 0% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus I meningkat menjadi 53,13% dengan ketuntasan 25% dalam kategori Kurang Aktif. Pada Siklus II meningkat menjadi 84,75% dengan ketuntasan 85%; F1, F2 dan F3 berada pada kategori Aktif/Sangat Aktif, sedangkan F4 berada pada kategori Kurang Aktif. Peningkatan rata-rata dari pra-siklus I sampai Siklus II mencapai 32,29%. Berdasarkan indikator keberhasilan yang ditetapkan, rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal mencapai target akhir penelitian, tetapi data menunjukkan arah peningkatan yang konsisten setelah penggunaan media gambar.

Nganjan Sapundu dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Agustin : Nganjan Sapundu Dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu). Pembimbing I, Prof Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing II, I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag Nganjan sapundu memiliki makna simbolik yang magis sekaligus spiritualis baik melalui gerak maupun suara yang ditampilkan dalam rangka pelaksanaan upacara nyorat yang dilakukan di Desa Batu Tukan kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimana bentuk dan proses pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kedua apa makna simbolik gerak dan suara dalam pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, ketiga bagaimanakah filosofi nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu pisor, ketua MKAHK desa Batu Tukan dan masyarakat Hindu Kaharingan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, nganjan merupakan sebuah tarian sakral dalam upacara nyorat yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada roh leluhur yang telah meninggal dunia dan akan dihantarkan ke lewu tatau (alam baka). Kedua makna simbolik dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat umat Hindu Kaharingan mencerminkan bahwa nganjan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Ketiga mengungkapkan Filsafat pantangan (Pali) dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat dalam tradisi Hindu Kaharingan memiliki peranan penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, roh, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selanjutnya filsafat perlengkapan yang dikenakan dalam pelaksanaan nganjan memiliki nilai estetika yang tidak hanya menekankan pada aspek keindahan, tetapi juga makna simbolik yang mendalam. Kata Kunci: Nganjan sapundu, Upacara nyorat, Hindu Kaharingan, Filosofi Hindu

Nganjan Sapundu dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agustin : Nganjan Sapundu Dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu). Pembimbing I, Prof Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing II, I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag Nganjan sapundu memiliki makna simbolik yang magis sekaligus spiritualis baik melalui gerak maupun suara yang ditampilkan dalam rangka pelaksanaan upacara nyorat yang dilakukan di Desa Batu Tukan kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimana bentuk dan proses pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kedua apa makna simbolik gerak dan suara dalam pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, ketiga bagaimanakah filosofi nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu pisor, ketua MKAHK desa Batu Tukan dan masyarakat Hindu Kaharingan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, nganjan merupakan sebuah tarian sakral dalam upacara nyorat yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada roh leluhur yang telah meninggal dunia dan akan dihantarkan ke lewu tatau (alam baka). Kedua makna simbolik dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat umat Hindu Kaharingan mencerminkan bahwa nganjan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Ketiga mengungkapkan Filsafat pantangan (Pali) dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat dalam tradisi Hindu Kaharingan memiliki peranan penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, roh, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selanjutnya filsafat perlengkapan yang dikenakan dalam pelaksanaan nganjan memiliki nilai estetika yang tidak hanya menekankan pada aspek keindahan, tetapi juga makna simbolik yang mendalam. Kata Kunci: Nganjan sapundu, Upacara nyorat, Hindu Kaharingan, Filosofi Hindu

TINGKAT KEPUASAN SISWA AGAMA HINDU TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMAN-1 KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”

Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”

PAPAN LEWU DALAM RITUAL TIWAH DI KAPUAS TENGAH DIKAJI DARI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji dari Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisjon Agustin Darma. 2024, Papan Lewu Dalam Ritual Tiwah di Kapuas Tengah Dikaji Dari Nila-Nilai Pendidikan Agama Hindu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Papan Lewu di Kapuas Tengah merupakan sarana yang digunakan pada saat Ritual Tiwah, adapun yang terkandung didalamnya yaitu berbagai lukisan yang bermakna seperti Banama Ruhung yang merupakan sebuah gambaran sarana transportasi yang digunakan oleh Sangiang Duhung Mama Tandang serta ada juga gambaran lewu bukit uju hatuntung yang merupakan simbol tempat menghantarkan Liau Haring Kaharingan menuju Lewu Tatau. Lukisan tersebut merupakan persembaham suci yang tulus ikhlas dari Tarantang Nule kepada liau haring kaharingan yang kemudian akan dibawa menuju LewuTtatau. Masyarakat Kapuas Tengah perlu mengetahui lebih dalam bahwa Papan Lewu adalah suatu sarana penting yang digunakan dalamn Ritual Tiwah. Keberadaan Papan Lewu dalam Ritual Tiwah memiliki nilai dan makna yang diyakini dan dipertahankan keberadaannya sehingga dengan adanya permasalahan di atas penulis tertarik untuk mengkaji : 1). Bagaimana bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? 2). Bagaimana kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui bentuk, fungsi dan makna Papan Lewu dalam Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. 2). Untuk mengetahui kajian nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Papan Lewu pada Ritual Tiwah di Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika, dan Teori Simbol. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui Purposive Sampling. Hasil Penelitian ini adalah; 1). Ritual Tiwah sangat erat kaitannya dengan Papan Lewu, yang merupakan sarana wajib dalam pelaksanaan ritual ini di Kecamatan Kapuas Tengah. Papan Lewu menjadi elemen penting dalam upacara, menandakan bahwa ritual ini tidak hanya memerlukan persiapan dan waktu tetapi juga peralatan khusus yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Ritual. Ritual Tiwah dalam masyarakat Kapuas Tengah adalah upacara yang sangat signifikan dan kompleks, baik dari segi persiapan, makna spiritual, maupun penggunaan peralatan ritual seperti Papan Lewu. 2). Ritual Tiwah dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Hurung Pukung adalah sebuah upacara yang menggabungkan kewajiban sosial, pengabdian spiritual, dan penghormatan kepada Tuhan dalam satu kesatuan yang utuh, menggambarkan kedalaman makna dan peranannya dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seli Agustina, Putu. 2023. Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S. Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, sebab anak-anak usia dini di desa tersebut terdapat sebuah masalah yakni kurangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan kerukunan terhadap sesamanya. Hal tersebut bertentangan dengan ajaran Tat Twam Asi, oleh karena itu perlu dikaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai berikut: (1) Bagaimanakah strategi orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang? (2) Bagaimanakah kendala orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan khususnya strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi orang tua dan anak mengenai pendidikan moral. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori aksi dan (2) Teori kendala. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder. Subjek dalam penelitian ini yakni orang tua di Desa Batu Nindan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik menganalisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian rumusan masalah pertama yang dikaji dengan teori aksi menunjukan bahwa orang tua memiliki tindakan berupa strategi dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi kepada anak-anaknya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian orang tua mengajarkan dan memberikan arahan, memberikan contoh atau teladan, melatih anak, melakukan pengawasan pada anak, serta memberikan teguran dan sanksi kepada anaknya. Dalam menjalankan strategi terdapat pula beberapa kendala yang dihadapi orang tua yaitu karakter dan watak anak, keterbatasan pemahaman, daya ingat anak yang terbatas, faktor pengaruh lingkungan dan pergaulan serta pengaruh negatif perkembangan teknologi. Rumusan masalah kedua yang dikaji menggunakan teori kendala yang merupakan suatu metode untuk melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dengan fokus terhadap faktor penghambat yang disebut kendala. Kata Kunci : Strategi Orang Tua, Tat Twam Asi.

Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seli Agustina, Putu. 2023. Strategi Orang Tua dalam Internalisasi Ajaran Tat Twam Asi pada Anak Usia Dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S. Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, sebab anak-anak usia dini di desa tersebut terdapat sebuah masalah yakni kurangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan kerukunan terhadap sesamanya. Hal tersebut bertentangan dengan ajaran Tat Twam Asi, oleh karena itu perlu dikaji tentang strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai berikut: (1) Bagaimanakah strategi orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang? (2) Bagaimanakah kendala orang tua dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi pada anak usia dini di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan khususnya strategi orang tua dalam internalisasi ajaran Tat Twam Asi. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi orang tua dan anak mengenai pendidikan moral. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori aksi dan (2) Teori kendala. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder. Subjek dalam penelitian ini yakni orang tua di Desa Batu Nindan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik menganalisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian rumusan masalah pertama yang dikaji dengan teori aksi menunjukan bahwa orang tua memiliki tindakan berupa strategi dalam menginternalisasikan ajaran Tat Twam Asi kepada anak-anaknya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian orang tua mengajarkan dan memberikan arahan, memberikan contoh atau teladan, melatih anak, melakukan pengawasan pada anak, serta memberikan teguran dan sanksi kepada anaknya. Dalam menjalankan strategi terdapat pula beberapa kendala yang dihadapi orang tua yaitu karakter dan watak anak, keterbatasan pemahaman, daya ingat anak yang terbatas, faktor pengaruh lingkungan dan pergaulan serta pengaruh negatif perkembangan teknologi. Rumusan masalah kedua yang dikaji menggunakan teori kendala yang merupakan suatu metode untuk melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dengan fokus terhadap faktor penghambat yang disebut kendala. Kata Kunci : Strategi Orang Tua, Tat Twam Asi.

Metodologi Penelitian Kuantitatif

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Paradigma Penelitian Kuantitatif ; Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif; Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Signifikansi Penelitian; Teori dan Kajian Pustaka; Variabel dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif; Menyusun Kuesioner; Penentuan Populasi Sampel dan Data Penelitian Kuantitatif; Dasar-Dasar Statistik dalam Penelitian Kuantitatif; Uji Statistik pada Analisis Deskriptif, Asosiatif dan Komparatif; Uji Anova; Penyajian Data, Analisis Data, dan Interpretasi Data Kuantitatif; Menyusun Proposal Penelitian; dan Menyusun Laporan Penelitian.