ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agrowisata Larosa has great potential as an agriculture-based tourism destination, but its development has not been supported by adequate facilities, infrastructure, and a management system to optimize its educational function. Based on the above, the research problems are: (1) How is Agrowisata Larosa being developed as an educational tourism destination in Palangka Raya City? (2) What are the obstacles to developing Agrowisata Larosa as an educational tourism destination in Palangka Raya City?
This study employs a descriptive qualitative method with a field research design. Data were collected through observation, interviews with the owner, staff, and visitors selected using purposive sampling, as well as documentation and a literature study. Data analysis used data reduction, data display, and conclusion drawing. The development was examined using the Tourism Destination Development Theory and the Theory of Constraints, along with other supporting theories. The research was conducted from September to October 2026 at Agrowisata Larosa, Jalan Mahir Mahar (Lingkar Luar) Km 8, Bukit Tunggal Village, Jekan Raya District, Palangka Raya City.
The findings reveal that the development of Agrowisata Larosa is still at a basic level, namely the involvement stage moving toward the development stage, because structured educational facilities and programs are not yet available. The main obstacles are limited funds, a lack of external support, and promotion, information media, and area maintenance that are not yet optimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi dosen terhadap motivasi dan kinerja dosen di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, motivasi, dan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh dosen yang telah memiliki sertifikat pendidik di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dosen. Sertifikasi dosen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Selain itu, motivasi dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui sertifikasi mampu meningkatkan motivasi kerja yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa sertifikasi dosen tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengakuan profesional, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan motivasi dan kinerja dosen sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of lecturer certification on lecturers' motivation and performance at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya (Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya). Lecturer certification serves as formal professional recognition expected to improve lecturers' competence, welfare, motivation, and performance in carrying out the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi). This research employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of certified lecturers at the State Hindu Institute Tampung Penyang Palangka Raya. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²) with IBM SPSS software. The findings indicate that lecturer certification has a positive and significant effect on lecturers' motivation. Lecturer certification also has a positive and significant effect on lecturers' performance. Furthermore, lecturers' motivation has a positive and significant effect on their performance. The results demonstrate that enhanced professionalism through lecturer certification improves work motivation, which subsequently contributes to better performance in teaching, research, and community service. This study implies that lecturer certification serves not only as formal professional recognition but also as a strategic instrument for improving lecturers' motivation and performance, thereby supporting the enhancement of higher education quality.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Wadian Dadas merupakan tradisi ritual pengobatan dan spiritualitas suku Dayak Ma’anyan yang memiliki nilai sakral sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan. Namun, seiring dengan arus modernisasi, tradisi ini menghadapi tantangan besar berupa krisis generasi penerus dan pergeseran makna dari ritual sakral menjadi sekadar seni pertunjukan komersial. Proses pewarisan ini harus dikelola melalui pola pendidikan yang tepat, sehingga menemukan cara agar nilai-nilai luhur di dalamnya tidak akan punah. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: (1) Apakah nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (2) Bagaimanakah pola Pendidikan Agama Hindu dalam pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur, (3) Bagaimanakah implikasi pola Pendidikan Agama Hindu terhadap pewarisan tradisi Wadian Dadas di Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Adapun teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Pendidikan, (2) Teori Pewarisan dan (3) Teori Fungsional-Struktural. Metode penelitian menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari praktisi Wadian Dadas, Tokoh Adat, Guru Agama Hindu, serta masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam tradisi Wadian Dadas meliputi aspek Tattwa (keyakinan pada Ranying Hatalla), Susila (etika pengendalian diri), dan Acara (pelaksanaan ritual) yang membentuk moralitas calon Wadian, (2) Pola pendidikan yang digunakan adalah pola informal dan non-formal melalui jalur Herediter (garis keturunan) dan Vocation (Panggilan Hati), dimana proses belajar terjadi secara alami melalui pengalaman langsung dan bimbingan guru, (3) Implikasi dari pola pendidikan ini adalah terjaganya eksistensi tradisi Wadian Dadas sebagai identitas religius, terciptanya mekanisme pertahanan budaya, serta terjaganya keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Awang. ABSTRACT Wadian Dadas is a ritual tradition of healing and spirituality among the Dayak Ma’anyan people that holds sacred significance in accordance with the teachings of Kaharingan Hinduism. However, amid the tide of modernization, this tradition faces major challenges in the form of a crisis in the succession of practitioners and a shift in meaning from a sacred ritual to merely a commercial performance art. This process of transmission must be managed through appropriate educational approaches to ensure that the noble values embedded within the tradition do not become extinct. Based on the background described above, the researcher formulates the following research questions: (1) What are the Hindu educational values in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (2) What is the pattern of Hindu education in the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? (3) What are the implications of the Hindu educational model for the transmission of the Wadian Dadas tradition in Awang Subdistrict, East Barito Regency? The theories used to examine the issues in this study are: (1) Educational Theory, (2) Theory of Transmission, and (3) Functional-Structural Theory. The research method employed a qualitative approach using ethnography. The data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of Wadian Dadas practitioners, traditional leaders, Hindu religious teachers, and the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict. The research findings indicate that: (1) The values of Hindu education within the Wadian Dadas tradition encompass the aspects of Tattwa (belief in Alahtalla Ngaburiat Hyang Piumung Jaya Pakuluwi), Susila (ethics of self-control), and Acara (ritual practice), which shape the morality of prospective Wadian practitioners; (2) The educational model employed is an informal and non-formal one transmitted through the lines of descent (lineage) and Vocation (calling of the heart), where the learning process occurs naturally through direct experience and the guidance of teachers; (3) The implications of this educational model include the preservation of the Wadian Dadas tradition as a religious identity, the creation of mechanisms for cultural preservation, and the maintenance of social and spiritual balance within the Kaharingan Hindu community in Awang Subdistrict.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Buku "METODOLOGI PENELITIAN : Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah" merupakan sebuah panduan yang komprehensif bagi para peneliti dalam memahami dan mengimplementasikan metodologi penelitian serta menulis karya ilmiah. Dimulai dengan pengenalan konsep dasar metodologi penelitian, buku ini mengarahkan pembaca melalui berbagai tahap penting dalam proses penelitian, termasuk penetapan topik, perumusan masalah, dan analisis data. Penekanan diberikan pada pemilihan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian dan etika penelitian yang penting. Selain itu, buku ini juga memberikan pedoman praktis dalam menyusun struktur karya tulis ilmiah yang baik, termasuk penggunaan referensi yang benar dan tata bahasa yang tepat. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi, tetapi juga membantu mereka menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan sesuai dengan standar akademik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Judul : METODOLOGI PENELITIAN Penulis : Leni Anggraeni, Afrizal Martin, Dian Puspita, Novi Ayu Kristiana Dewi, Marilin Kristina, Erliza Septia Nagara, Bernadhita Herindri Samodera Utami, Noca Yolanda Sari, dan Widi Andewi Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 202 Halaman No ISBN : 978-623-497-187-3 Sinopsi Buku Buku ajar ‘Metode Penelitian” ini merupakan buku yang dapat dijadikan sebagai referensi dan pedoman bagi mahasiswa maupun Dosen dalam melaksanakan Pembelajaran di kelas. Buku Metode Penelitian ini berbeda dengan buku metode penelitian lainnya karena dalam buku ini memberikan panduan secara rinci metode penelitian hingga penulisan laporan penelitian. Buku ini juga dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran dan evaluasi pad setiap Bab. Buku ini membahas mengenai Bab 1. Penelitian Dan Metode Ilmiah Bab 2. Problem Statment Dan Rumusan Masalah Bab 3. Macam-Macam Penelitian Dan Metode Bab 4. Tahapan Dan Prosedur Penelitian Bab 5. Kajian Pustaka, Kerangka Penelitian Dan Hipotesis Bab 6. Data Dan Pengumpulan Data Bab 7. Variabel Dan Alat Analisis Bab 8. Pengembangan Instrumen Penelitian Bab 9. Pengembangan Penelitian Bidang Teknologi Informasi Bab 10. Analisis Data dan Hasil Penelitian \Buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bagi para peneliti, mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan penulisan laporan penelitian yang baik dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan penelitian. Penulis menerima masukan dan kritikan yang bersifat membangun dalam perbaikan pada substansi buku metode penelitian ini, agar dapat lebih baik lagi. Selain itu, besar harapan penulis buku ini dapat memiliki kebermanfaat yang besar bagi seluruh civitas akademika.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pendidikan Agama merupakan salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU). Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dengan tupoksinya menerapkan kurikulum yang sesuai yaitu kurikulum yang mengandung empat unsur kompetensi pembelajaran berupa sikap, ilmu pengetahuan, pemberian keterampilan khusus dan keterampilan umum. Dengan penerapan ini diharapkan akan memberikan capaian pendidikan berupa learning outcome. Atas dasar tersebut, buku ajar pendidikan agama ini dibuat dengan tetap berperang teguh pada mekanisme dan unsur-unsur yang tertera pada kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Secara konseptual, setiap jenjang kualifikasi dalam KKNI disusun oleh empat parameter utama yaitu (1) Ilmu pengetahuan (science), (2) pengetahuan (knowledge), (3) pengetahuan praktis (know-how), (4) keterampilan (skill), (5) afeksi (affection) dan (6) kompetensi (competency). Adapun keenam parameter yang terkandung dalam masing-masing jenjang disusun dalam bentuk deskripsi yang disebut deskriptor kualifikasi. Dengan demikian ke-9 jenjang kualifikasi dalam KKNI memuat deskriptor-deskriptor yang menjelaskan kemampuan di bidang kerja, lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai dan kemampuan manjerial dan dinyatakan sebagai capaian pembelajaran. Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu ini selain tetap berpegang teguh pada KKNI, juga tetap mengaitkan berbagai pembahasan/materi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Meskipun secara mekanisme, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama belum melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Secara sepintas, buku ajar ini tetap mengakomodir hal-hal yang bisa dimasukkan ke dalam buku ajar. Selain itu, buku ajar ini juga disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna. Dengan bahasa-bahasa ilustrasi yang bersegmentasi pada generasi milenial. Tujuannya adalah lebih mendekatkan dengan para mahasiswa yang notabene adalah generasi milenial. Bukan hanya itu saja, bahasa yang lebih simpel, sederhana dan kekinian diharapkan mampu merubah paradigma buku agama yang cenderung kaku menjadi lebih dekat di hati anak muda.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MINARTI, 2024, Planting Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya City. Scripting of the Hindu Education Program, Faculty of Dharma Acharia IAHN-TP Palangka Raya Instructor I. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si and Counselor II Nyoman Sumarni. S.Ag., M.Si This study examines the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. This research is set in place with religious education is one of the factors that can determine a person to be a man of noble character. Therefore, religious education emphasizes the change in behavior from bad to good, especially to students in Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City. There are three problems, namely How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City and how to overcome the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students in Palangka Raya City. The purpose of this study is as follows: 1. The general purpose is to refer to the overview title To Know and Analysis the Planting of Hindu Education Values on Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City.2. Special Purpose to Know and Analyse the Planting of Hindu Education Values, Analysis of obstacles and to find out the Efforts to overcome the Planting of Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students of Palangka Raya City. Research methods used qualitative methods. The theories used include Behavioristic theory, obstacle theory and Role theory. The techniques used are purposive sampling consisting of the school's Foundation Education Coordinator (one person), the principal (one person), the teacher (two people), the student's parents (two people) and the student's informant (three people). Data collection techniques: 1) observations, 2) interviews, and 3) documentation. Furthermore, data analysis techniques consist of data reduction/condensation, data presentation, and results/conclusion discovery stages. Based on the research results, it can be concluded that 1) How to Plant Hindu Education Values in Students Adi Widyalaya Widya Bhakti, Palangka Raya City, 2) What are the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City, 3) What are the efforts in overcoming the obstacles to planting Hindu Education Values in Adi Widyalaya Widya Bhakti Students, Palangka Raya City.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Buku ini mendiskusikan tentang dinamika literasi digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan milenial saat ini, terlebih lagi literasi digital saat ini memiliki peran utama dalam memberikan wawasan yang disebarluaskan melalui media sosial. Jika generasi milenial tidak bijak dalam bermedsos, maka akan terjebak dalam hegemoni hedonis yang akhirnya masa depan menjadi taruhannya. Oleh karena itu dalam diskusi yang ditulis dalam buku ini membahas berbagai hal yang dikemas dalam ruang lingkup sosial, budaya, ekonimi dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
WIE IEEE Indonesia Section mempersembahkan Modul Pelatihan Women Againts Disruptive Information untuk menjadi pemicu terwujudnya masyarakat berliterasi tinggi yang siap menghadapi era post-truth. Kami mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh tim dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif sehingga modul Training of Trainers ini dapat terwujud dan diaplikasikan dalam keseharian kehidupan warga Indonesia Modern yang menjadi pemimpin di era keterbukaan informasi. (Prof. Riri Fitri Sari)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eli Kenanga, 2023. UPACARA SANGKAI DEDER PADA UPACARA PERKAWINAN UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA CINTA BUDIMAN KABUPATEN MURUNG RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU). Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag.,M.Si. Upacara Sangkai Deder merupakan sebagai ungkapan syukur atas permintaan, harapan yang pernah diutarakan ataupun dijanjikan kepada leluhur mereka dan sekaligus meminta berkat dan perlindungan kepada Mohotara Labata/ Ranying Hatalla Langit. Dilihat dari perkembangannya dimasa sekarang fenomena yang terjadi yaitu semakin berkurang umat Hindu menerapkan atau melaksanakan upacara Sangkai Deder karena berbagai faktor terpengaruh budaya modern. Dengan munculnya budaya modern sangat disukai dan disenangi oleh para generasi muda, sehingga bahwa upacara Sangkai Deder sudah dianggap tidak zamannya lagi dianggap kuno. Nilai-nilai dalam upacara Sangkai Deder tersebut tidak terimplikasikan dengan baik dan benar, sehingga nilai-nilai yang ingin disampaikan tidak dapat tercapai sesuai yang seharusnya. Adapun yang menjadi rumusan masalah penilitian ini adalah: 1. Bagaimana pelaksanaan Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Cinta Budiman Kabupaten Murung Raya?, 2. Mengapa dilaksanakan Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Cinta Budiman Kabupaten Murung Raya?, 3. Bagaimana Perspektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Cinta Budiman Kabupaten Murung Raya?. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendiskripsikan Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan serta mengkaji Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori fenomenalogi, teori tindakan beralasan (Theory Of Reasoned Action) dan teori interpretatif simbolik. Metode yang digunaka deskriptif kualitataif. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Kemudian Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Pelaksanaan Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Cinta Budiman Kabupaten Murung Raya ada beberapa rangkaian yaitu tahap persiapa, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Alasan dilaksanakan Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Cinta Budiman Kabupaten Murung Raya adalah sebagi bentuk wujud syukur, menunaikan janji, memohon perlindungan dan hiburan. Perspektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Sangkai Deder pada upacara perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Cinta Budiman Kabupaten Murung Raya adalah nilai Tattwa, nilai Etika dan nilai upacara
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aleng. 2022, Dulam's Hindu Religious Education Teachers' Efforts to Improve Learning Motivation of Hindu Students at SMAN-1 Uut Murung Kabupaten Murung Raya, South Barito Regency. Advisor I Mitro, S.Pd., M.Si and Advisor II Hendri, S. Ag., M. Si This thesis examines the efforts of Hindu religious education teachers in increasing the learning motivation of Hindu students at SMAN-1 Uut Murung Kabupaten Murung Raya. Teacher efforts are efforts made by teachers as professional educators in educating, guiding, directing, and evaluate students by developing all their potential. Self-motivation to continue learning is very important for every Hindu student, because that motivation will inspire students to keep learning. Conversely, without motivation, students will find it difficult to understand the material that has been explained by the teacher. A motivation that is able to build and change one's behavior after getting motivation from others, because motivation is very important for Hindu students. Motivation is an interest or willingness to change a pattern in behavior (learning), so that something becomes interesting to learn. Based on this background, the thesis examines (1) the efforts of Hindu religious education teachers in increasing the learning motivation of Hindu students at SMAN-1 Uut Murung Kabupaten Murung Raya, South Barito Regency (2) Obstacles in the efforts of Hindu religious education teachers in increasing the learning motivation of Hindu students at SMAN-1 Uut Murung Kabupaten Murung Raya South Hamlet, South Barito Regency. This research method uses qualitative. Determination of purposive sampling technique informants. The data analysis technique was carried out through four stages, namely: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study were assessed using behavioral theory (behavioristic), motivation theory, and constraint theory. The results of the research that were examined with the theory used stated that: (1) The efforts of Hindu religious education teachers in increasing the learning motivation of Hindu students at SMAN-1 Uut Murung Kabupaten Murung Raya, South Barito Regency in the learning process in the classroom with a series of planning and preparation covering methods, media and teaching materials in accordance with the 2013 curriculum book. The learning process consists of preliminary, core, and closing activities. The form of motivation given by the award given by the Hindu religious education teacher to Hindu students is in the form of a sentence of praise to study diligently, diligently and disciplinedly. In addition, Hindu students when interacting with teachers at school behave politely, responsibly, and devotedly to teachers and teachers of Hindu religious subjects: (2) Obstacles of Hindu religious education teachers in increasing the learning motivation of Hindu students found in the study, namely Hindu students passive during the learning process, still lacking in pronunciation to recite the Tri Sandya Puja prayer, not yet available media as learning support in the classroom such as LCD projectors, and the school environment is sometimes not effective, so that the focus of learning for Hindu students is disrupted. Keyword: Efforts of Hindu religious education teachers, motivation to learn
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The Ngaben ceremony is part of the Pitra Yadnya which is based on Pitra Rna (Debt of services to ancestors). Some Hindus carry out the cremation ceremony which is simpler, meaning that it is economical, easy, not too long, but still in the order of the cremation ceremony which does not eliminate the meaning of the pitra yadnya ceremony. Hindus in Basarang District carry out a simple ngeben ceremony, but many doubt the perfection of the simplification of the Ngaben ceremony. The shorter Ngaben ceremony is better. So it is necessary to further investigate its existence in the paradigm of Hindu teachings. This research consists of three stages, namely: (1) The form of the implementation of a simple cremation ceremony in the Hindu community in Basarang Jaya Village, (2) the response of the Hindu community to the implementation of the cremation ceremony, (3 ) Hindu educational values contained in the simple cremation ceremony. Data obtained from observations, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation. The results of the analysis with descriptive research methods using a qualitative approach, namely the simple Ngaben ceremony procession can be understood through 3 stages, Body Care (bathing the corpse, ngaskare, delivering the corpse to the grave, matur piuning in prajapati, praying, ngeseng, nganyut), Preparation for the Ngeroras Ceremony (Mecaru, ngulapin, ngaskara and nganyut) and preparation for nuntun/teaching or nyegara gunung (ngulapin fresh, nuntun Dewa Hyang, praying in village temples and ngelinggihang Dewe Hyang in Kawitan or sanggah rong dua ). Simple, namely simple cremation can be well received in society. The existence of implementation efficiency, cost, time, facilities and more practical. The Hindu educational values contained in the simple Ngaben ceremony are Tattwa Values, Religious Education Values, Ethical Education Values,
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NACA, 2020: Nilai-Nilai Pendidikan Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Di Desa Jalrmu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas, Skripsi Fakultas Dhama Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri-Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M.A Pembimbing II Hendri, S.Ag., M,Si. Didalam ajaran Hindu meliputi Tattwa, Etika, Upacara. Begitu juga yang terdapat dalam Upacara Pakanan Pali pada Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Upacara Pakanan Pali merupakan bentuk ucapan permohonan Umat Hindu dan rasa saling menghormati terhadap Raja Pali supaya tidak mengganggu. Saat ini Umat Hindu tidak begitu menghiraukan yang menjadi nilai dan makna dalam Ritual Pakanan Pali, tidak lagi melihat sebagaimana yang telah tertulis dalam Kitab Suci Panaturan 2006 Pasal 30 Nyai Endas Bulau Lisan Tingang kawin dan ini menjadi pedoman bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Dalam Pelaksanaan Pakanan Pali. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1. Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas? 2. Apa Nilai-Nilai Pendidikan dalam pelaksanaan Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas?. Tujuan Penelitian ini yaitu sebagai masukan bagi Umat Hindu Kaharingan dalam meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dasar Upacara Pakanan Pali itu selalu dilaksanakan Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan dan menggali nilai Pendidikan yang terkandung pada Upacara Pakanan Pali Dalam Prosesi Perkawinan Umat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Masulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Manfaat penelitian ini: Dengan adanya penelitian ini bisa bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan wawasan yang lebih luas tentang Upacara Pakanan Pali, Proses dan nilai- nilai yang terkandung dalam Upacara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif Kualitatif. Populasinya adalah Umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Jalemu Masulan dan Informannya adalah Pisor, Basir, Tokoh Umat Hindu Kaharingan, dan Mantir Basarah yang keseluruhannya berjumlah 4 Orang. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi dan teknik wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi empat langkah yaitu Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/ menarik kesimpulan. Waktu penelitian dilakukan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 18 Mei – 18 Juni 2020. Adapun yang menjadi tempat penilitian ini adalah Desa Jalemu Msaulan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Adapun yang menjadi nilai-nilai yang terdapat dalam Upacara Pakanan Pali adalah: 1. Nilai pendidikan saling menghargai dan menghormati 2. Nilai pendidikan gotong royong 3. Nilai Pendidikan kesamaan derajat 4. Nilai Pendidikan ajaran Agama; Darmawacana/Pandehen untuk menyampaikan arti dan makna daripada sarana/prasarana Pakanan Pali, kejadian sewaktu Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun dengan Manyamei Tunggul Garing Janjahunan Laut telah tinggal satu rumah tanpa ikatan suami istri. Maka dari itu Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun Pajanjuri darahnya dari pertama sampai kedua belas kalinya kejadian menjadi pali (ajaran leluhur) pada kitab suci Panaturan. Diharapkan kepada Umat Hindu Kaharingan terus membaca dan menggali nilai-nilai yang ada disetiap Upacara dan terus tingkatkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Abstract In Hinduism it includes Tattwa, Ethics, Ceremony. Likewise in the Pali Food Ceremony at the Hindu Kaharingan Marriage Marriage Procession in Jalemu Masulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency. The Pali Food Ceremony is a form of utterance from Hindus and a mutual respect for the Pali King so that it does not interfere, the present day people do not pay much attention to the Values and Meanings of the Pali Food Ritual, no longer see the side as written in the 2006 Panaturan Scripture. Article 30 Nyai Endas Bulau Oral Tingang is married and this becomes a guideline for Kaharingan Hindus in Jalemu Masulan Village in the Implementation of Pali Food. The problems in this study are: 1. How is the process of implementing the Pali Food Ceremony in the Marriage Procession of Hindu Kaharingan in Jalemu Masulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency? 2. What are the Educational Values in the implementation of the Pali Food Ceremony in the Marriage Procession of Hindu Kaharingan Sub-Districts, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency? The purpose of this research is as input for the Hindu Kaharingan people in raising Sradha and Bhkti to the Almighty God, the basis of the Pali Feeding Ceremony is always carried out in the Kaharingan Hindu Marriage Procession and exploring the Educational Values contained in the Pali Feeding Ceremony in the Hindu Kaharingan Marriage Procession in Jalemu Masulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency. Benefits of this research: The existence of this research can be useful for the advancement of science, education in broader insights about the Pali Food Ceremony, the Processes and Values contained in the Ceremony. This study uses a qualitative descriptive research method. The population is Hindu Kaharingan people in Jalemu Masulan village and the informants are Pisor, Basir, Hindu Kaharingan figures, and Mantir Basarah, totaling 4 people. Data collection techniques are observation techniques and interview techniques. While the data analysis technique used includes four steps namely data collection, data reduction, data presentation, and verification / drawing conclusions. When the study was conducted for 1 (one) month, namely from 18 May to 18 June 2020. The place for this research was Jalemu Msaulan Village, Rungan Barat District, Gunung Mas Regency. As for the Values contained in the Pali Food Ceremony are: 1. Educational Values mutual respect and respect 2. Educational values of mutual cooperation 3. Educational Values in common degrees 4. Educational Values of Religion; Darmawacana / Pandehen to convey the meaning and meaning of Pali food facilities / infrastructure, the incident when Kameluh Putak Bulau Janjulen Karut Limut Batu Kamasan Tambun with Manyamei Tunggul Garing Janjahunan Laut has lived in a house without the bond of husband and wife. Therefore Kameluh Putak Bulau Janjulen Karangan Limut Batu Kamasan Tambun Pajanjuri blood from the first to the twelfth time the event became pali (ancestral teachings) in the Panaturan scripture. It is expected that Hindus Kaharingan continue to read and explore the Values in each Ceremony and continue to improve Sradha and Bhakti to God Almighty.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Soal-soal latihan dibutuhkan untuk mengetahui sampai sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu materi pelajaran. Dengan banyak mengerjakan soal-soal latihan, siswa juga akan lebih siap dalam menghadapi berbagai ujian di sekolah, seperti ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional, maupun ujian tes masuk SMA favorit. Buku ini menyajikan soal-soal latihan bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. Soal-soal diambil dari soal-soal yang sering muncul dalam berbagai ujian di sekolah. Untuk memudahkan dalam pengerjaan soal, dalam buku ini disajikan pula materi pelajaran bahasa Inggris yang diringkas berdasarkan poin-poin penting yang harus dikuasai siswa. Buku ini dilengkapi dengan paket soal ujian nasional sebagai latihan atau try out dalam menghadapi ujian nasional. -CMedia-