Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Generasi Muda
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan terhadap Seni Kriya Katupat Sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Evi Prastika. 2025. Minat Belajar Generasi Muda Hindu Kaharingan Terhadap Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Katupat sukup merupakan seni kriya tradisional khas Hindu Kaharingan di Desa Tewang Rangas, Kabupaten Katingan. Bentuknya menyerupai buah manggis dan digunakan dalam upacara atau ritual umat Hindu Kaharingan, mencerminkan nilai estetika, simbolisme, dan fungsi spiritual dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi dalam konteks ini proses pembuatan katupat sukup di Desa Tewang Rangas saat ini hanya dilakukan oleh kalangan lanjut usia, tanpa partisipasi aktif dari generasi muda Hindu Kaharingan. Meskipun terdapat ajakan dari keluarga atau tokoh adat untuk berpartisipasi, banyak generasi muda yang memilih untuk tidak ikut serta. Bahkan, sebagian dari mereka tidak mengenali bentuk katupat sukup dan menganggap proses pembuatannya terlalu rumit serta tidak relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan latar beelakang, maka penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses pembuatan seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan? (2) Bagaimana minat belajar generasi muda Hindu Kaharingan terhadap seni kriya katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah yaitu menggunakan 2 (dua) teori. (1) Teori Penciptaan Seni, (2) Teori Behavioristik, sedangkan teknik yang digunakan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Adapun hasil dari penelitian Minat Belajar Generasi Muda Terhadap Seni Kriya Katupat sukup dijelaskan sebagai berikut: (1). 1 Pengertian Seni Kriya Katupat sukup, 2 Penggunaan dsn Fungsi Seni Kriya Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan, 3 Pembuatan Katupat sukup di Desa Tewang Rangas Kabupaten Katingan. KataKunci: Minat Belajar, Generasi Muda, Hindu Kaharingan, Seni Kriya, Katupat sukup, Desa Tewang Rangas, Tradisi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Sanggar Riak Renteng Tingang dalam Meningkatkan Motivasi Generasi Muda pada Pelestarian Seni Budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Okta Priantono. 2025. Peran Sanggar Riak Renteng Tingang Dalam Meningkatkan Motivasi Generasi Muda Pada Pelestarian Seni Budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II : Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pelestarian seni budaya Dayak merupakan upaya penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya masyarakat Kalimantan Tengah di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk pelestarian tersebut diwujudkan melalui kegiatan sanggar seni, seperti Sanggar Riak Renteng Tingang yang berperan aktif sebagai wadah pembinaan seni tradisional sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Sanggar Riak Renteng Tingang dalam meningkatkan motivasi generasi muda pada pelestarian seni budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Latar belakang dari penelitian ini adalah semakin menurunnya minat generasi muda terhadap pelestarian seni budaya tradisional akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi, sehingga diperlukan upaya konkret untuk menjaga eksistensi budaya lokal, khususnya seni budaya Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus sanggar, pelatih, serta pihak yang relevan di lingkungan Kelurahan Menteng. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Riak Renteng Tingang memiliki peran signifikan dalam memotivasi generasi muda melalui lima aspek utama motivasi: motivasi intrinsik (menumbuhkan kecintaan terhadap budaya), motivasi ekstrinsik (melalui pemberian penghargaan dan manfaat), motivasi afiliasi (membangun rasa kebersamaan), motivasi pencapaian (pembinaan prestasi), dan motivasi kekuasaan (keterlibatan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan). Kendala yang dihadapi sanggar antara lain keterbatasan dana, kurangnya sarana latihan, minimnya dukungan dari remaja lokal, serta tantangan dalam aspek manajerial. Meskipun demikian, sanggar tetap berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna mengatasi hambatan tersebut dan mempertahankan eksistensi seni budaya Dayak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Sanksi Adat Jipen terhadap Pelaku Pergaulan Bebas dikalangan Generasi Muda di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RANO IRAWAN, 2025 : Penerapan Sanksi Adat Jipen Terhadap Pelaku Pergaulan Bebas Di Kalangan Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun S.Ag., M.Si, dan Sri Kayun, SH.,M.Si Penelitian ini mengkaji penerapan sanksi adat jipen terhadap pelaku pergaulan bebas di kalangan generasi muda. Oleh sebab itu peneliti menganalisis tentang Penerapan Sanksi Adat Jipen Terhadap Pelaku Pergaulan Bebas Di Kalangan Generasi Muda dalam kasus Dusa Sala Pada Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Penelitian ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Apa Dampak Pergaulan Bebas Di kalangan Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. (2) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Jipen Terhadap Pelaku Pergaulan Bebas Dikalangan Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Metode Penelitian ini yaitu mengunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori (1) Teori Kausalitas (sebab akibat) dan (2) Teori Penegakan hukum. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu (1) Dampak pergaulan bebas di kalangan generasi muda yakni menimbulkan dampak negatif internal yaitu berupa gangguan psikologis, tekanan mental seperti stres, merasa cemas, rasa bersalah, dan rasa takut jika mendapat penolakan sosial dari masyarakat. Dampak negatif eksternal seperti pencemaran nama baik bagi pelaku pergaulan bebas seringkali menghadapi stigma negatif dari masyarakat, terutama dalam komunitas yang memiliki norma, diskriminasi di tempat kerja atau komunitas dikarenakan perilaku yang dianggap menyimpang atau tidak sesuai dengan norma sosial dan putusnya hubungan dengan keluarga bagi pelaku pergaulan bebas bisa menyebabkan konflik dengan orang tua, keluarga, atau pasangan hidup. (2) Penerapan sanksi adat jipen terhadap pelaku dalam kasus ini mantir adat menjatuhkan hukuman adat kepada pelaku yaitu, si pria (A) dan si perempuan (B) dikenakan sanksi adat jipen satu yang diuangkan dengan nilai sebesar 300 ribu rupiah selanjutnya si pria (A) dikenakan sanksi jipen empat (supan kamalu) yang diuangkan dengan uang rupiah sebesar Rp. 1.200.000, si perempuan dikenakan sanksi jipen dua (supan kamalu) yang diuangkan dengan nilai sebesar Rp. 600.000. Kemudian si pria (A) membayar sejumlah syarat adat kawin : (1) Pamalik rihit = satu ekor sapi ; (2) Tanturus balanga = Rp. 2.000.000 ; (3) Sirau lamiang turun tiga = 1 buah lamiang ; (4) Gong tantai sirau lamiang = lima gram emas 99 karat ; (5) Parabas = Rp. 3.000.000 ; (6) Emas singah hambaruan = dua gram emas 99 karat yang diuangkan sebesar = Rp. 2.000.000 rupiah ; (7) Batang adat = Rp. 30.000.000 rupiah ; (8) Kain tutup uban/kain hitam 1 lembar ; (9) Alat tidur = selengkapnya ; dan (10) Tombak satu buah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyuluh Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pembinaan Generasi Muda Hindu Melalui Penggunaan Media Sosial Di Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Novi Olfianie (2023) Penyuluh Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pembinaan Generasi Muda Hindu Melalui Penggunaan Media Sosial Di Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Pembimbing I, Handoko, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Media sosial merubah cara berkomunikasi dalam masyarakat saat ini. Komunikasi tidak lagi terbatas jarak, waktu, dan ruang, serta bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja. Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana strategi Penyuluh Agama Hindu menyampaikan informasi melalui media sosial (2) apa kendala Penyuluh Agama Hindu menyampaikan melalui penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah (1) pengumpuln data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) verifikasi atau kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification dan teori uses and effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyuluh dalam menyampaikan informasi melalui media sosial dengan membuat grup atau komunitas di media sosial dan penyampaian informasi yang dilakukan dalam bentuk teks atau kata-kata, dan penyampaian informasi mengenai ajaran agama Hindu berupa postingan vidio dan foto atau gambar yang kemudian foto tersebut diberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami. Adapun media sosial yang digunakan yaitu facebook, whatsApp, dan instagram. Sedangkan kendala penyuluh menyampaikan informasi melalui media sosial sebab keterbatasan penyuluh dalam mengoperasikan media sosial sehingga penyampaian informasi yang dilakukan hanya berupa teks atau kata-kata, dan dalam bentuk foto yang diberikan penjelasan. Selain itu pula yang juga menjadi kendala yaitu tidak adanya orang yang dapat membantu mengelola media sosial tersebut secara penuh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ima, 2020: Peranan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dhrma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing:(1) Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag (2) Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam penguatan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan orang tua untuk menghadapi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda Hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori motivasi adalah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku dan teori behaviorisme merupakan aliran psikologi bahwa manusia belajar di pengaruhi oleh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan. Subjek penelitian adalah masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sedini mungkin bahkan sejak anak baru lahir. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak akan menjadikan anak yang tangguh, bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan memiliki kepribadian maupun akhlak yang baik. Adapun cara mendidik anak yaitu dengan cara yang baik, mendidik dengan kelembutan, ketulusan, penuh kasih sayang, mendidik dengan keteladanan, dan mengajarkan tentang agama. Cara penguatan karakter yaitu dengan membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail