BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Handika danuarta. 2023 “Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Sanggar Seni Palampang Tarung. IAHN-TP Palangka Raya (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)”
Pembimbing I : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si
Pembimbing II : Dr. Ervantia Restulita L. Sigai,S.S.,M.Si
Pelestarian seni musik tradisinal menunjukan betapa pentingnya dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi atau adat istiadat sebagai pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut, maka peneliti ini dilakukan dengan fokus kajian yang terdapat pada tiga aspek permasalahan; (1) Bagaimana Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung, IAHN-TP Palangka Raya; (2) Bagaimana Relevansi Manajemen Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradional Kacapi Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya; dan (3) Apa Faktor Kendala Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Adapun, landasan analisis yang digunakan adalah teori kendala pelestarian, teori upaya, dan teori maajemen. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi.
Hasil penelitian: Pertama pelestarian seni musik Kacapi meliputi, (1) upaya mengajar alat musik tradisional Kacapi, (2) melakukan pertunjukan alat musik tradisional Kacapi, (3) promosi alat musik tradisional Kacapi. Kedua relevansi manajemen pendidikan Agama Hindu dalam pelestraian seni musik tradisional Kacapi meliputi, (1) perencanaan untuk meningkatkan alat musik tradisional Kacapi, (2) pengelolaan manajemen perorganisasiaan, (3) evaluasi pelestarian alat musik tradisional Kacapi. Ketiga, faktor kendala pelestarian seni musik tradisional Kacapi meliputi: (1) faktor perorganisasiaan dan perencanaan (2) faktor sarana dan prasarana (3) faktor kedisiplinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sinto, 2023. “Eksistensi Pasah Patahu Dalam Ajaran Hindu Kaharingan Di Desa Pangi,Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau”. Dengan Dosen Pembimbing I Dr. Wayan Gepu, S.Ag.,M.Fil.H dan Dosen Pembimbing II Rabiadi, S. Sos.H.,M.Pd.H Agama Hindu Kaharingan merupakan agama tertua di Kalimantan Tengah dan memiliki banyak sekali tempat suci local genius yang telah disucikan dengan beragam upacara maupun ritual yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan, salah satunya adalah Pasah Patahu. Pasah Patahu merupakan tempat suci bagi umat Hindu Kaharingan, yang merupakan tempat bagi umat Hindu Kaharingan untuk memuja dan memuji nama Ranying Hatalla Langit yang bermanifestasikan menjadi Patahu ataupun roh-roh suci lainnya. Umat Hindu Kaharingan melaksanakan ritual di Pasah Patahu ini salah satunya yaitu Pakanan Sahur Lewu, yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau setiap tanggal 1 Januari yaitu bertepatan pada Tahun Baru atau mengawali tahun.Prosesi Pakanan Sahur Lewu ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti ataupun rasa terima kasih para umat kepada manifestasi Ranying Hatalla Langit yaitu Patahu dan roh-roh suci lainnya yang sudah menjaga kampung tersebut dari hal-hal negative ataupun dari hal-hal yang tidak baik. Pasah Patahu juga sebagai wahana bagi umat Hindu Kaharingan untuk merekatkan nilai persatuan antar umat. Karena disana umat bersatu padu ataupun bergortong royong dalam pembuatan sarana dan prasarana untuk melakukan ritual Pakanan Sahur Lewu.. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : 1.Bagaimanakah Eksistensi pasah Patahu Bagi Umat Hindu di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 2. Bagaimanakah Fungsi Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? 3. Bagaimanakah makna Pasah Patahu Bagi Umat Hiindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui eksistensi Pasah Patahu dalam ajaran Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau untuk mengetahui fungsi Pasah Patahu tersebut pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, untuk mengetahui makna filosofis Pasah Patahu tersebut pada umat Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Konsep yang diajukan adalah Eksistensi, eksistensi Pasah Patahu, umat Hindu Kaharingan, dan kajian filosofis. Teori yang digunakan yaitu Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Interaksionalisme Simbolik. Metode Penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian Kualitatif yaitu penelitian yang dilaksanakan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan langsung di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Sumber data yaitu data Primer dan data Sekunder dengan subyek penelitian Basir, tokoh Agama Hindu Kaharingan, tokoh Masyarakat, dan Mantir Adat. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen yang dianalisis dengan teknik analisis data yang dapat ditarik suatu kesimpulan: 1) Eksistensi Pasah Patahu yaitu berada di depan balai basarah umat hindu kaharingan di desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Masyarakat sangat mempercayai keberadaannya Pasah Patahu. Sebagai bentuk keberadaannya, maka setiap tahun dilaksanakan upacara Pakanan Sahur Lewu, yaitu setiap tanggal 1 Januari atau pada awal tahun baru. Pasah Patahu adalah hasil perjanjian masyarakat terdahulu dengan para Patahu pada saat pertama kali merintis sebuah kampung supaya dapat menjadi kampung yang dapat ditinggali. 2) Fungsi Pasah Patahu yaitu tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu). Selain sebagai tempat menyimpan sesajen, Pasah Patahu juga sebagai tempat menghaturkan harapan dan permohonan supaya apa yang dicita-citakan dapat terwujud. 3). Makna Filosofis Pasah Patahu adalah sebagai simbol kepercayaan dari umat Hindu Kaharingan kepada Ranying Hatalla Langit dan kepada para Patahu. Makna Pasah Patahu adalah sebagai pelindung. Pasah Patahu adalah tempat memberikan sesajen kepada roh halus penjaga kampung (Patahu) yang telah menjaga kampung tersebut sehingga jauh dari marabahaya dan dari hal-hal negative lainnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK YANI. 2023. Kendala Implementasi Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dosen Pembimbing Skripsi 1. Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dosen Pembimbing Skripsi 2. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd.H Skripsi ini mengkaji tentang kendala implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Kendala dalam implementasi adalah sebuah akibat langsung dari suatu kejadian berefek pada seseorang atau pada suatu yang berkaitan. Penilaian autentik merupakan suatu kegiatan untuk melakukan prosedur penilaian yang nyata, yang terdiri dari aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Dalam mengimplementasikan penilaian autentik guru memiliki beberapa hambatan sehingga penilaian autentik tidak dapat diterapkan secara sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Dan apa saja kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penialian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder ditempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya tempat penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru pendidikan agama Hindu dan peserta didik agama Hindu SMP Negeri 2 Tasik Payawan. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan teori kognitivisme dan teori evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru pendidikan agama Hindu tentang implementasi penilaian autentik masih kurang. Hal tersebut terlihat dari teknik dan instrumen penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik. Tidak semua instrumen penilaian autentik mampu diterapkan oleh guru pendidikan agama Hindu untuk melakukan penilaian terhadap peserta didik. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Hindu dalam implementasi penilaian autentik pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 2 Tasik Payawan terbagi menjadi dua. (1) Kendala internal, guru pendidikan agama Hindu kurang memahami tentang penilaian autentik disebabkan oleh banyak instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai peserta didik. (2) Kendala eksternal, guru pendidikan agama Hindu jarang mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan kurikulum 2013 yang mencakup sistem penilaian serta peserta didik kurang memahami tentang sistem penilaian yang diterapkan oleh guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Handika danuarta. 2023 “Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Sanggar Seni Palampang Tarung. IAHN-TP Palangka Raya (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)” Pembimbing I : Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Pembimbing II : Dr. Ervantia Restulita L. Sigai,S.S.,M.Si Pelestarian seni musik tradisinal menunjukan betapa pentingnya dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi atau adat istiadat sebagai pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut, maka peneliti ini dilakukan dengan fokus kajian yang terdapat pada tiga aspek permasalahan; (1) Bagaimana Upaya Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung, IAHN-TP Palangka Raya; (2) Bagaimana Relevansi Manajemen Pendidikan Agama Hindu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradional Kacapi Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya; dan (3) Apa Faktor Kendala Pelestarian Seni Musik Tradisional Kacapi Pada Sanggar Palampang Tarung IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Adapun, landasan analisis yang digunakan adalah teori kendala pelestarian, teori upaya, dan teori maajemen. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian: Pertama pelestarian seni musik Kacapi meliputi, (1) upaya mengajar alat musik tradisional Kacapi, (2) melakukan pertunjukan alat musik tradisional Kacapi, (3) promosi alat musik tradisional Kacapi. Kedua relevansi manajemen pendidikan Agama Hindu dalam pelestraian seni musik tradisional Kacapi meliputi, (1) perencanaan untuk meningkatkan alat musik tradisional Kacapi, (2) pengelolaan manajemen perorganisasiaan, (3) evaluasi pelestarian alat musik tradisional Kacapi. Ketiga, faktor kendala pelestarian seni musik tradisional Kacapi meliputi: (1) faktor perorganisasiaan dan perencanaan (2) faktor sarana dan prasarana (3) faktor kedisiplinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
andika, 2023. Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dalam Perspektif Hukum Hindu. Dengan Dosen Pembimbing I Dra. Ni Made Ratini. dan Dosen Pembimbing II Mariatie.S.Ag.,M.Si. Ritual Pakanan Tajahan Lewu mengandung konsep kepercayaan terhadap adanya makhluk gaib yang menghuni alam gaib yang menjelma menjadi Ganan (kekuatan) atau makhluk yang menunggu tempat tersebut, Hal yang dipercaya mampu menjaga serta melindungi masyarakat. Anggapan masyarakat terhadap upacara ritual Pakanan Tajahan Lewu merupakan suatu bentuk ritual dengan tujuan untuk menetralisir kembali hubungan antara alam manusia dan alam makhluk gaib serta memohon perlindungan kepada roh-roh gaib atau ganan tajahan lewu untuk kelangsungan hidup masyarakat Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimanakah bentuk dan proses pelaksanaan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ? 2) Faktor apakah yang menyebabkan dilaksanakan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? 3) Apakah dampak yang ditimbulkan apabila Ritual Pakanan Tajahan Lewu tidak dilaksanakan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian menggunakan data primer dan skunder, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik Purposive sampling. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1) Bentuk dan proses pelaksanaan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah ada dua bentuk pelaksanaan yaitu a) proses batawur atau narinjet behas b) dibuat sebuah balai yang yaitu balai daras atau balai yang dibuat menggunakan kayu sebagai tempat untuk menyimpan sesajen. Adapun proses pelaksanaan Ritualnya yaitu menyiapkan sarana dan prasarana berupa peralatan dan sesajen yang akan dipersembahkan,Pemotongan hewan, Memasak sesajen, Memasukan sesajen kedalam balai daras, Meteng sirau menggunakan lilis lamiang. 2) Faktor yang menyebabkan dilaksanakan Ritual Pakanan Tajahan Lewu di Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur adalah adanya hajatan masyarakat dan juga adanya pelanggaran pali ditempat lokasi tersebut sehingga dilaksanakannya ritual Pakanan Tajahan Lewu itu sendiri untuk menetralisir kembali hubungan antara masyarakat dengan penghuni atau roh Tajahan Lewu. 3) Dampak yang ditimbulkan apabila Ritual Pakanan Tajahan Lewu tidak dilaksanakan adalah berdampak negatif yangakan terjadi pada kehidupan umat manusia seperti mendapatkan kesialan,mendapatkan mimpi buruk dan tidak dapat tidur dengan nyenyak, dapat menjadi gila atau hilangnya cara berpikit yang baik, berakibat fatal misalnya mendapat kesusahan bahkan menyebabkan kematian. Dampak buruk tidak hanya terjadi oleh orang yang tidak sengaja merusak atau mengganggu Tajahan Lewu saja tapi juga akan berdampak pada keluarganya, misalnya anak istri orang tua dan masyarakat sekitarnya apabila pali atau pantangan itu dilanggar.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dona Mutiara Kasih, 2023. Strategi Guru Agama Hindu Mengatasi Keterbatasan Sumber Pendidikan Hindu Di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag. Pembimbing II : Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A.
Tesis ini mengkaji tentang strategi guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai. Fenomena yang terjadi terbatasnya buku-buku ajaran agama Hindu, jurnal, gambar-gambar dan simbol-simbol agama Hindu, sulitnya jaringan internet, yang menyebabkan pembelajaran agama Hindu kurang atau tidak maksimal, sehingga perlu adanya sebuah strategi dan tentunya ada kendala serta imlpikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana strategi guru agama Hindu mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 2) Bagaimana kendala guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai.? 3) Bagaimana implikasi strategi yang diterapkan oleh guru agama Hindu dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai?. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi keterbatasan sumber pendidikan Hindu, bermanfaat untuk memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan meningkatkan hasil serta minat belajar siswa. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori tindakan sosial, teori humanisme, dan teori behavioristik.
Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan emik, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu kepala sekolah, guru agama Hindu dan siswa agama Hindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen, setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data.
Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan strategi yang diterapkan guru di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai yakni mengikuti pelatihan, kerja kelompok, mengakses materi dari internet, meningkatkan kreativitas guru, buku paket sebagai sumber belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar, dalam menerapkan strategi tentu ada sebuah kendala yakni sulitnya akses jalan ke tempat pelatihan, kurangnya minat siswa mengikuti kerja kelompok, minimnya fasilitas internet, minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya ketersediaan buku paket, dan belum dimanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dari sebuah strategi dan kendala tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai, dari ketiga rumusan masalah ditemukan bahwa di SMPN Kecamatan Gunung Bintang Awai penggunaan sumber pendidikan masih belum maksimal karena ketersediaan sumber pendidikan di sekolah-sekolah tersebut masih belum mencukupi, guru kurang kreatif dan inovatif dalam mengatasi keterbatasan sumber belajar seperti melakukan penelitian dan membuat buku pembelajaran atau modul.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
The research is entitled The Existence of Traditional Mantir Authority in the Implementation of Kaharingan Hindu Marriages in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency. This research aims to determine the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism, the factors that influence the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency and the impact of the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency. To answer these problems, this research used several theories, namely existentialism theory, legal effectiveness, and theory of linear/change. The research used a qualitative method that the research results will be described based on the findings. The research findings show the following results. 1. the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages for Kaharingan Hindus in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency, can be seen at the pre-wedding time of Hakumbang Auh, Maja Misek, and Mananggar Janji. regarding the validity of marriages, the authority of the Traditional Mantir to carry out marriages lies in the implementation of Mutar Sangku and Manyaki Panganten, after the implementation of marriages the authority of the Traditional Mantir lies in the implementation of the Maruah Pali and Pakaja Manantu ceremonies, handling various types of marriages such as marriages resulting from out-of-wedlock pregnancy and Saruk/Sala Rihit marriages. 2. Factors that influence the existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out Kaharingan Hindu marriages in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency consist of legal factors, religious factors, knowledge factors, social factors, and cultural factors. 3. The existence of the authority of the Traditional Mantir in carrying out marriages of Kaharingan Hinduism in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency has some impacts on the community, on life, on harmony, on institutions and on family.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK NATALIA, 2023: Makna Upacara Manajah Antang Umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Habupaten Katingan, Prodi Kepanditaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemimbing 1: Handoko, S.Ag, M.Si Pemimbing 2: Nurlensi, S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan sangat erat kaitannya dengan upacara, meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan upacara agamanya. Salah satu bentuk ketaatan umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan adalah melakukan Upacara Manajah Antang. pada penelitian ini yaitu bagaimana bentuk upacara manajah antang umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Oleh sebab itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Makna Upacara Manajah Antang tersebut, ada pun yang ingin di teliti yaitu mengenai Makna Upacara Manajah Antang namun umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. bagaimanakah fungsi upacara manajah antang umat hindu kaharingan di desa rangan kawit kecematan katingan hulu kabupaten katingan dan bagaimanakah makna dari upacara manajah antang umat hindu kaharingan di desa rangan kawit kecematan katingan hulu kabupaten katingan yang dijadikan sebagai upacara pemanggilan roh-roh gaib bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menggali lebih dalam bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dari upacara manajah antang. Dengan demikian penulis tertarik untuk menulis Skripsi dengan judul: Makna Upacara Manajah Antang Umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan.sedangkan yang menjadi permasalahan dalam penulisan Skripsi ini adalah : (1). Bagaimana bentuk upacara manjah antang umat hindu kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2).Bagaima fungsi upacara manajah antang di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (3). Bagaimana makna upacara manajah antang di Desa Rangan Kawit Kecematan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Untuk membedah masalah dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan beberapa teori:(1).Teori Religi(2).Teori Fungsionalisme (3).Teori Interaksionalisme Simbolik. Penelitian tentang makna upacara manajah antang menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan lokasi penelitian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik: (1). Observasi,(2). Wawacara (3). Kepustakaan dan (4). Dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah Basir/Pisor,tokoh umat Hindu Kaharingan dan masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). Bentuk upacara Manajah Antang : Sarana dan prasarana upacara manajah antang (2). Fungsi yang ingin di capai yaitu: Fungsi religius makna upacara manajah antang Fungsi sosial makna upacara manajah antang fungsi religius makna upacara manajah antang (3). Makna apa yang terkandung dalam upacara manajah antang yaitu: Makna religius, makna sosial. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, simpulkan bahwa makna upacara manajah antang pada umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan pada nantinya merupakan suatu pada umat Hindu Kaharingan di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Kata Kunci : Makna, Upacara Manajah Antang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Krismoni, 2023, Akibat Hukum Tidak Dilaksananakan Pencatatan Perkawinan Terhadap Masayarakat Di Desa Kalasin (Studi Kasus di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya) Skripsi. Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP), Palangka Raya. Pembimbing (I) Sri Kayun, SH.,M.Si. Pembimbing (II) I Kadek Kartike Yase,MH Kesadaran Hukum masyarakat dalam mencatatkan akta perkawinan sangat penting karena dengan adanya akta perkawinan, maka perkawinan akan mempunyai bukti yang autentik secara hukum tentang status perkawinan yang telah dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Tetapi realita yang ada di masyarakat, bahwa pentingnya Akta Perkawinan belum sepenuhnya dapat diketahui secara menyeluruh oleh masyarakat di pedesaan dalam hal ini masyarakat Desa Kalasin yang minim kesadaran hukumnya tentang pencatatan Akta Perkawinan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa faktor yang menyebabkan masyarakat tidak melakukan pencatatan akta perkawinan di desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya dalam melakukan pencatatan akta perkawinan?. (2) Apa akibat hukum tidak dilaksanakan pencatatan perkawinan terhadap masyarakat di desa kalasin (3) Bagaiman solusi agar masyarakat sadar akan pentingnya akta perkawinan di Desa kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya ? Lokasi penelitian di desa kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya, Kepala Desa kalasin. Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang ada di Desa kalasin. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah reduksi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Akibat Hukum tidak dilaksanakan pencatatan perkawinan terhadap Masyarakat Hindu Kaharingan dalam pencatatan Akta Perkawinan di Desa kalasin sangat rendah karena beberapa faktor yaitu faktor pengetahuan dan pemahaman hukum,faktor sosialisasi,faktor ekonomi, faktor geografis dan faktor pendidikan, adapun akibat hukum jika perkawinannya tidak dicatatkan yaitu: perkawinan dianggap tidak sah secara hukum positif, perkawinan dilakukan dengan agama dan kepercayaan tetapi dimata negara perkawinan tersebut tidak diakui karena tidak dicatatkan di Kantor Catatan Sipil, anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu serta istri dan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tesebut tidak berhak menuntut nafkah. Kemudian upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tentang pencatatan akta perkawinan yaitu: memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki akta perkawinan, mengadakan sosialisasi tentang tata cara mencatatkan perkawinan mulai dari surat keterangan dari desa sampai memiliki akta perkawinan, jemput bola, pelayanan online dan pencatatan sipil masal.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perkelahian atau pertengkaran adalah perbuatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan kata-kata ataupun adu tenaga. Kasus perkelahian yang terjadi di Desa Tumbang Kanei dalam penyelesaiannya melalui proses hasaki hapalas yang pada hakekatnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan berperan dalam menyelesaikan kasus dengan hasaki hapalas mengkumpulkan kedua belah pihak agar perkelahian tidak terjadi lagi dan perkelahian ini diselesaikan secara kekeluargaan. Masalah yang diteliti yaitu:(1) Bagaimana peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam proses penyelesaian kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?, (2) Bagaimana proses penyelesaian kasus perkelahian melalui Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Kanei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan?. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran Lembaga Agama Hindu dalam penyelesaian kasus perkelahian dan proses penyelesaian kasus perkelahian . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Penyelesaian Sangketa dan Teori Kewenangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peran Lembaga Agama Hindu Kaharingan dalam penyelesaian kasus perkelahian adalah sangat berperan dalam menyelesaikan kasus perkelahian dengan hasaki hapalas yang dimana bertujuan untuk menasehati kedua belah pihak agar tidak mengulangi komflik dan tidak menimbulkan rasa dendam antara satu sama lain dan pada dasarnya Lembaga Agama Hindu Kaharingan memiliki kewenangan untuk ikut serta dalam membantu menyelesaikan kasus perkelahian di Desa Tumbang Kanei. (2) peroses penyelesaian kasus perkelahian yang dilakukan oleh Lembaga Agama Hindu Kaharingan Desa Tumbang Kanei dapat penulis simpulkan proses penyelesaian melalui beberapa tahap. Yang pertama adalah mengumpulkan keluarga dari kedua pihak, kedua yaitu kedua pihak saling duduk bersampingan supaya Lembaga Agama Hindu Kaharingan dapat melaksanakan hasaki hapalas, dan yang terakhir kedua belah pihak yang berkomplik saling memaafkan satu sama lain.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini menggali bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-kota Palangka Raya. Agama Hindu dikenal kental terhadap ajaran, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal di dalamnya, salah-satunya ajaran yang juga merupakan bagian dari Hindu di Kalimantan Tengah yaitu ajaran kearifan lokal Hindu Kaharingan. Pada SMA Negeri se-kota Palangka Raya banyak siswa yang masih menganut ajaran Hindu kaharingan sehingga dalam penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi yang pembelajaran kearifan lokal Hindu Kaharingan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya: Bagaimanakah implementasi, kendala, dan solusi yang dilakukan dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah: 1). Teori Kognitivisme, 2). Teori Kendala, 3). Teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan lokasi di SMA Negeri 1 Palangka Raya, SMA Negeri 3 Palangka Raya, dan SMA Negeri 6 Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data Primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa para guru agama Hindu di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya juga melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Hindu Kaharingan dalam proses pembelajaran dengan mengkolaborasikan, mengaitkan, menyatukan ajaran Hindu Kaharingan dengan Hindu secara umum. Meskipun di dalam penerapannya terdapat kendala yaitu kurangnya bahan ajar yang dapat menjadi pedoman untuk mendukung pembelajaran pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Hindu Kaharingan agar dapat pengetahuan dan pemahaman siswa lebih mendalam. Selain itu, kendala lain yang dirasakan oleh guru agama Hindu dan siswa agama Hindu di beberapa sekolah yaitu tidak mendapatkan ruang belajar khusus mata pelajaran agama Hindu yang layak dan nyaman karena guru dan peserta didik menganggap pembelajaran agama merupakan privasi dan membutuhkan ruang privat. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu para guru dan siswa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencari sumber maupun literatur lain yang ada di internet mengenai materi kearifan lokal Hindu Kaharingan. Kedua, para guru masih mengupayakan untuk mengusulkan ruang kelas khusus agama Hindu kepada pihak sekolah agar kiranya dapat dipertimbangkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
mahasiswa
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Lara Ayu Tirtha HDKS
Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.M.Pd.H
Pembimbing II Megawati,S.Pi., M.Pd.H,
Program Studi Pendidikan Agama Hindu
FAKTOR TERJADINYA KESENJANGAN PEMAHAMAN DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DI SDN 1 PEMANTANG KECAMATAN MENTAYA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR.
Faktor Terjadinya Kesenjangan Pemahaman Dalam Pembelajaran Agama Hindu adalah untuk mengetahui, memahami, dan mengerti faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan pendidikan. Faktor kesenjangan pemahaman siswa kelas V dalam memahami pembelajaran pendidikan Agama Hindu masih ada ada beberapa siswa diantaranya yang sulit untuk memahami materi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain (1) Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesenjangan pemahaman dalam pembelajaran Agama Hindu Kelas V di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Upaya apa saja yang dilakukan guru pendidikan agama hindu dalam mengatasi faktor terjadinya kesenjangan pemahaman dalam pembelajaran Agama Hindu Kelas V di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor kesenjangan pemahaman dan mengetahui mendeskripsikan upaya guru pendidikan agama hindu dalam mengatasi kesenjangan pemamahaman pembelajaran siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 1 Pemantang Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori kognitif dan teori kontruktivisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan Teknik anaalisis deskriptif kualitatif dengan langkah pengumpulan data, kondesansi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian bahwa :1) Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan pemahaman yang bersumber dari faktor eksternal yang berasal dari luar mencakup lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat dan faktor internal dalam diri individu yang diantaranya minat belajar, kepercayaan diri seseorang, tingkat komsentrasi dalam belajar, kebiasaan belajar,frekuensi belajar, cita-cita atau motivasi belajar.2) upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor kesenjangan pemahaman pembelajaran yaitu memberikan bimbingan pemahaman pembelajaran Agama Hindu, memberikan contoh dalam pembelajaran Agama Hindu, Memberikan Bimbingan pada pembelajaran Agama Hindu agar pembelajaran tersebut dapat berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Strategi pembelajaran menjadi tolak ukur dalam memotivasi belajar peserta didik dan memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran tergantung prosesnya guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang akan di ajarkan pada peserta didik. Terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala guru dalam memotivasi belajar peserta didik. Terutama faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik yaitu minat dan motivasi belajar peserta didik yang rendah dalam menguasai pembelajaran. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak, yaitu guru kurang memahami strategi pembelajaran dan karakteristik peserta didik dalam pembelajaran sehingga pemilihan materi dan strategi yang digunakan kurang relevan dengan peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji informasi tentang Strategi Guru dalam Memotivasi Peserta Didik Kelas IV C di SDN Percobaan Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah Teori strategi pembelajaran, teori belajar, teori motivasi dan teori Humanistik sebagai teori pendukung. Subjek penelitian adalah mulai dari: kepala sekolah, guru wali kelas sekaligus guru pengampu mata pelajaran Bahasa inggris dan guru pengampu mata pelajaran Agama Hindu, peserta didik kelas IV. Hasil penelitian ini adalah, 1) untuk menjelaskan strategi guru dalam memotivasi belajar peserta didik di SDN Percobaan Palangka Raya, 2) Untuk mengatahui kendala guru dalam memotivasi peserta didik di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam memotivasi belajar peserta didik adalah dengan meningkatkan strategi pembelajar. 1) Melakukan pembelajaran yang bervariasi, mengenal karakteristik peserta didik, mengetahui keinginan peserta didik dan melakukan pendekatan secara emosional pada peserta didik. 2) kendala guru dalam memotivasi belajar peserta didik adalah sarana dan prasarana menjadi tolak ukur dari keberhasilannya suatu pembelajaran yang ada di sekolah. Dengan kurangnya sarana dan prasarana di sekolah maka motivasi belejar peserta didik di SDN Percobaan Palangka Raya menurun.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
DODOE, 2023 : KONTRIBUSI PASRAMAN PENYANG SANGKALEMU DALAM MENINGKATKAN LITERASI PENDIDIKAN SISWA HINDU DESA TUMBANG TERUSAN KABUPATEN PULANG PISAU Pembimbing I Dr. Nyoman Sidi Astawa, S, Ag., M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk mewujud keberhasilan sebuah bangsa pembangunan nasional Negara Indonesia. Tanpa adanya pendidikan tentu Negara kan lemah dan hancur, karena maju mundur nya sebuah pendidikan sangat menentukan kualitas hidup suatu bangsa. tehnik penentuan Informan yang digunakan dengan pendekatan tehnik porpuse savling. Tehnik ini di gunakan untuk memilih informan secara khusus, yang di anggap mengetahui infroman dan massalah secara mendalam dan dapat di percaya untuk menjadi sumber data yang mantap. Simpulan hasil penelitian (1) Kegiatan Pasraman adalah sebuah kegiatan pendidikan nonformal yang berlandaskan Agama Hindu. pendidikan melalui kegiatan-kegiatan agama dan kebudayaan, seperti misalnya Tri Rna, sampai pada belajar Yoga.. Tujuan dari Pasraman Penyang Sangkalemu Pasraman merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang menyelenggarakan proses pembelajaran di luar kegiatan sekolah dengan tujuan menekankan pada pengembangan minat dan bakat, sebagai bentuk latihan disiplin spiritual serta latihan menata hidup yang baik. (2) Bentuk literasi dan Kontribusi Pasraman Penyang Sangkalemu di desa tumbang terusan bentuk dari literasi dan kontribusi Pasraman Penyang Sangkalemu sangat terlihat interaktif kearah yang positif dan memacu kerjasama antara masyarakat, lembaga, dan guru pasraman membuat rukun dan damai.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Saputra, Alek. 2023. Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni
Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi
Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka
Raya.
Pembimbing I. Lamri, S.Pd.,M.Pd
Pembimbing II. Roy Wentas, S.Pd.,M.Pd
Adanya sanggar seni yang tersebar dibeberapa desa disuatu daerah semakin
banyak anak-anak generasi penerus bangsa dapat menyalurkan hobi mereka
dibidang seni dan secara tidak langsung mereka dapat melakukan pelestarian
budaya daerah agar tidak punah. Seperti halnya eksistensi Sanggar Bukit Pandu
dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Rumusan masalah dalam penelitian ini
antara lain : 1). Bagaimanakah Eksistensi Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian
Seni Musik Tradisional? 2). Apa kendala pengurus Sanggar Bukit Pandu dalam
Pelestarian Seni Musik Tradisional? 3) Bagaimana upaya pengurus Sanggar Bukit
Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas?. Adapun tujuan umum penelitian ini
betujuan untuk memahami dan mengetahui Eksistensi Sanggar Bukit Pandu
dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang Kecamatan
Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan
adalah Teori Eksistensi dari Soren Kierkegaard, Teori Kendala (Theory of
contraints) dan Teori Efektivitas Organisasi. Sampel pada penelitian ini adalah
Lurah Tehang, Pengurus Sanggar Bukit Pandu 3 orang dan tokoh masyarakat 2
orang di Kelurahan Tehang. Pengumpulan data menggunakan observasi, Metode
Wawancara, Studi Kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, data dan penarikan kesimpulan.
Waktu dalam penelitian ini bulan 1 September hingga 1 Oktober 2023.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Keberadaan Sanggar Bukit
Pandu Dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang sudah
diakui karena sudah memiliki SK kepengurusan tetap dengan tembusan kepada
Dinas Pariwisata di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. 2). kendala pengurus
Sanggar Bukit Pandu dalam Pelestarian Seni Musik Tradisional meliputi
kurangnya waktu para pelatih, kendala dalam proses latihan, kendala sarana dan
prasarana sanggar. 3). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi Kendala Sanggar
Bukit Pandu dalam pelestarian Seni Musik Tradisional di Kelurahan Tehang yaitu
melalui menyediakan tempat latihan, melakukan pembinaan, dan menyediakan
sarana dan prasarana.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Clarita, 2023. Seni Arsitektur Pasah Patahu di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Skripsi . Strata Satu, Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Seni Dan Keagamaan, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Anak Agung Gede Wiranata S.Ag.M.Ag dan Pembimbing II. Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd
Seni Arsitektur Pasah Patahu, adalah sebuah rumah para makhluk halus/roh suci yang dipercayai oleh masyarakat sebagai penjaga suatu desa maupun wilayah sekitarnya dari segala marabahaya yang mengancam, baik dari luar maupun dari dalam. Alasan peneliti melakukan penelitian karena terdapat perubahan bangunan yang terdapat pada pasah patahu dan lokasinya juga berpindah mulai dari bentuk, fungsi, dan makna sehingga membuat peneliti tetrtarik apa yang terjadi jika terdapat perubahan pada bangunan dan tempat lokasi yang dipindah pada pasah patahu tersebut. Adapun Rumusan Masalah, yang diangkat atau yang diteliti adalah : Bagaimanakah Bentuk Seni Arsitektur Pasah Patahu, Apakah Fungsi Seni Arsitektur Pasah Patahu, dan Apakah Makna Seni Arsitektur Pasah Patahu di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya.
Tujuan Penelitian ini, adalah untuk mengetahui secara jelas tentang bentuk, fungsi, dan makna yang terdapat dalam pasah patahu. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah ini adalah sebagai berikut: Teori Bentuk untuk membedah bentuk apa saja yang terdapat dalam seni arsitektur pasah patahu, Teori Fungsionalisme Struktural yang digunakan untuk membedah rumusan masalah kedua dan Teori Simbol yang digunakan untuk membedah rumusan masalah ketiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian ini lebih menekankan makna dari pada generalisasi, (Sugiyono, 2011). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah, (Moleong, 2005 : 6).
IAHN-TP Palangka Raya
Adapun hasil penelitian ini meliputi: Bentuk Pasah Patahu adalah rumah orang sakti pasah artinya rumah tempat tinggal, sedangkan patahu nama makhlus halus yang mempunyai kekuatan supranatural. rumah ini tidak seperti rumah manusia pada umunya karena membedakannya dengan penghuni yang ada di dalam pasah patahu tersebut termasuk roh suci/leluhur yang tidak dapat kita lihat secara kasat mata,
Fungsi yang terdapat dalam seni arsitektur pasah patahu yaitu beribadah kepada leluhur atau ritual pakanan sahur lewu, selain itu fungsi pasah patahu juga tempat untuk memberikan sesajen atau makanan untuk para roh leluhur atau bayar hajat (nazar), Makna yang terdapat dalam seni arsitektur pasah patahu yaitu: makna religius (keagamaan), makna estetika, dan makna sosial.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI
KARLIANTOE, 2023. Pola Ritme Pukulan Agung dalam Iringan Tari Kanjan
Pada Upacara Tiwah di Desa Tumbang Pahanei Kecamata Marikit
Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan
Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya.
Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy
Wentas, S.Pd.,M.Pd.H.
Seni musik merupakan cabang seni yang menggunakan media bunyi atau
suara yang melibatkan pikiran dan perasaan manusia pula. Pola irama adalah
bagian salah satu fitur kunci untuk membedakan genre musik. Irama juga dikenal
sebagai ritme. Secara umum, irama adalah gerakan berturut-turut secara teratur.
Agung adalah alat musik yang terbuat dari tembaga, perunggu atau kuningan yang
berbentuk bulat. Agung berfungsi untuk mengiringi nyanyian-nyanyian ritual dalam
upacara-upacara adat. Kanjan merupakan tarian yang dilakukan oleh Anak
Tiwah untuk berkomunikasi dengan roh leluhur dalam upacara tiwah yang
merupakan ritual tertinggi dalam rukun kematian agama Hindu Kaharingan,
dengan tujuan untuk mengantarkan arwah/roh.
Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu:
1). Bagaimana Pola Ritme Pukulan Agung dalam Iringan Tari Kanjan pada
Upacara Tiwah di Desa Tumbang Pahanei Kecamatan Marikit Kabupaten
Katingan. 2). Apa Kendala Masyarakat Hindu Kaharingan dalam mempelajari
Pola Ritme Pukulan Agung dalam Iringan Tari Kanjan pada Upacara Tiwah di
Desa Tumbang Pahanei Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui, memahami, menganalisis tentang pola ritme
pukulan Agung dalam iringan Tari Kanjan pada upacara Tiwah.
Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yaitu teori
Etnomusikologi dan teori Kendala (Theory of Constraint). Metode Penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriftif kualitatif, Teknik
penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara dan study dokumen. Kemudian Teknik analisis data
menggunakan teknik data analisis dan kualitatif.
Penelitian dilaksankan tanggal 24 Agustus s/d 24 September 2023, dengan
hasil penelitian yang diperoleh yaitu Pola Ritme Pukulan Agung dalam iringan tari
Kanjan pada upacara Tiwah merupakan rangkaian gerak yang beraturan dan
menjadi unsur dasar dari music atau irama Agung yang pengulangan secara terus
menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur sehingga untuk
menghasilkan suara musik tari Kanjan yang tepat di kekuatan, waktu, dan tempat
yang tepat. Kemudian Kendala masyarakat Hindu Kaharingan dalam mempelajari
pola ritme pukulan Agung dalam iringan tari Kanjan pada upacara Tiwah yaitu
masih ada sebagian rasa malu dan takut tampil di depan umum dari genarasi muda
untuk belajar mempelajari pukulan Agung dalam irigan Tari Kanjan dan perlu
adanya pembinaan atau pelatihan khusus dari Majelis Agama Hindu Kaharingan
terkait pola ritme pukulan Agung tari Kanjan