Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

27 hasil
Subjek: Pengembangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Media Sosial sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Pengembangan Minat Siswa terhadap Seni Rupa di SDN 11 Langkai Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lalie, 2025. Eksplorasi Pengembangan Minat Siswa Terhadap Seni Rupa Di SDN 11 Langkai Palangka Raya.Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Wentin. S.Ag., M.Pd.H Pembimbing II Raisa Vienlentia,S.Psi.,M. Psi., Psikolog. Penelitian ini mengkaji tentang eksplorasi pengembangan minat siswa terhadap seni rupa di SDN 11 Langkai palangka raya.dengan tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji eksplorasi pengembangan minat siswa terhadap seni rupa di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Humanistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi, sementara data sekunder diperoleh dari arsip dan laporan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan melibatkan seorang guru seni rupa, lima siswa, dan kepala sekolah di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian utama adalah peneliti itu sendiri, dibantu dengan lembar observasi dan pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pengembangan minat siswa terhadap seni rupa di SDN 11 Langkai Palangka Raya telah berjalan dengan baik melalui penerapan strategi pembelajaran yang beragam dan inovatif. Metode praktik, proyek, serta pemanfaatan media visual seperti gambar dan video terbukti mampu meningkatkan pemahaman sekaligus antusiasme siswa. Selain itu, pemberian ruang kebebasan berkreasi serta apresiasi atas karya yang dihasilkan turut mendorong lahirnya motivasi dan rasa percaya diri.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru dalam Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas XI pada Pembelajaran Seni Rupa di SMAS Kristen Tumbang Samba

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yevi, 2025, Peran Guru Dalam Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas XI Pada Pembelajaran Seni Rupa Di SMAS Kristen Tumbang Samba.Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dr. AA. Gede Wiranta, S.Ag, M.Ag dan pembimbing Roy Wentas S.Pd.,M.Pd.H Peran guru dalam pengembangan kreativitas siswa kelas XI pada pembelajaran seni rupa di SMAS Kristen Tumbang Samba serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru seni rupa, siswa, dan wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat berpengaruh dalam mengembangkan kreativitas siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, inspirator, dan pembimbing dalam memberikan arahan serta kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif melalui berbagai media seni rupa. Selain itu, guru mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam mengekspresikan karya seni mereka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RESA TRI SUSANTI (2025) : Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si, dan Pembimbing II Wentin,S.Ag., M.Pd.H). Objek Wisata Banyu Habang merupakan destinasi permandian alam yang memiliki keunikan air berwarna merah, sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Atas dasar anggapan tersebut, maka fokus kajian penelitian ini ada tiga (3) rumusan masalah yaitu : 1) strategi apa yang digunakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 2) Faktor apa saja yang menghambat pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 3) Apa solusi yang dilakukan dalam upaya mengatasi hambatan pengembangan Objek Wisata Banyu Habang di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan teori analisis digunakan teori strategi pengembangan dan teori kendala. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Berdasarkan telaah dan analisis tersebut, dapat di asumsikan hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama strategi yang digunkakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang adalah melalui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan promosi digital serta media sosial. Kedua fator-faktor penghambat dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dan peran pemerintah daerah. Ketiga solusi yang ditemukan untuk mengatasi hambatan adalah pemberdayaan masyarakat lokal dan optimalisasi promosi serta branding wisata oleh pemerintah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AYUNI SARI: (2024) Potensi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun Bumbun di Desa Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II Wentin,S.Ag.,M.Pd.H). Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana potensi pengembangan wisata air terjun bumbun sebagai daya tarik wisata alam di kecamatan uut murung kabupaten murung raya, (2) apa kendala pengembangan daya tarik wisata air terjun bumbun di kecematan uut murung kabupaten murung raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata air terjun bumbun. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata air terjun bumbun. pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata air terjun bumbun meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata air terjun bumbun yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Daya tarik Wisata Minat Wisatawan, Objek Wisata, air terjun bumbun

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Yoga dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA Maharati, Komang Suarta, Luh Putu Muliani Handayani Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jl. G.Obos X, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah di dalam latihan yoga mahasiswa diajarakan tentang astangga yoga yaitu yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (2) Apa kendala pada unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (3) Bagaimanakah implikasi unit kegiatan mahasiswa yoga pada pengembangan karakter Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? Teori yang digunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl, teori Kendala oleh Eliyahu Goldratt, Teori Humanistik oleh Abraham Maslow dan Teori Behavioristik Oleh Gage dan Berliner. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Pendekatan Penelitian Fenomenologi. Teknik penentuan informan mengunakan Purposive Sampling, Data dikumpulkan dari Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Kepustakaan. Teknik analisi data yaitu Kondensasi Data, Display Data dan Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukan: (1) Peran UKM Yoga dalam pengembangan karakter relegius dengan melaksanakan latihan Pratyhara, Dharana, Dhayan, Dan Samadhi. Karakter jujur dan toleransi menerapkan Yama dan Niyama dalam latihan. Karakter disiplin, kerja keras, mandiri dan kreatif dengan melaksanakan latihan Pranayama Dan Asanas. (2) Kendala dan upaya yang dihadapi adalah mahasiswa kurang serius dalam latihan meditasi upaya yang dilakukan dengan mengajarkan teori gelombang otak. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap upaya yang dilakukan dengan latihan di tempat yang memiliki sarana prasarana lengkap. Dan niat mahasiswa yang kurang upaya yang dilakukan dengan memotivasi mahasiswa. (3) Implikasi Yama Dan Niyama Dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa adalah dengan menjalankan ajaran dari bagian-bagian yama dan niyama didalam setiap latihan yoga. Implikasi pranayama dalam pengembangkan karakter adalah mahasiswa diajarkan untuk latihan mengatur dan mengendalikan nafas. Sehingga mahasiswa bisa mengatur emosinya. Implikasi asanas dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah mahasiswa belajar bermacam-macam gerakan yoga asanas dengan disiplin, kerja keras serta mandiri dapat mengkatkan kreatifitas mahasiswa. Implikasi Pratyhara, Dharana, Dhayana, Dan Samadhi Dalam Pengembangan Karaker Mahasiswa adalah mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran emosi dan membantu mahasiswa untuk meresponnya secara efektif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung Desa Tumbang Liting Kecematan Katingan Hilir Kabupaten Katingan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DEDONG : (2024) Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung Desa Tumbang Liting Kecematan Katingan Hilir Kabupaten Katingan (pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H dan pembimbing II I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H) Pengembangan pariwisata melibatkan tiga pilar utama, yaitu masyarakat, swasta, dan pemerintah, Strategi pengembangan pariwisata melibatkan berbagai aspek, termasuk peningkatan daya tarik wisata, fasilitas pendukung, infrastruktur yang baik, dan aksesibilitas. Di desa tumbang liting terdapat objek wisata alam Dukuh Betung yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Namun, objek wisata tersebut masih memerlukan strategi dalam hal pendanaan, pengelolaan, dan promosi oleh karena itu, perlu adanya strategi yang efektif dan terencana dengan baik untuk mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu, (1) Apa Saja Faktor Penghambat Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung (2) Bagaimana Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung. Metode dalam penelitian menggunakan deskritif kualitatif dengan teknik pengumpulan daya yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian adalah,1)Teori hambatan 2), Teori pengembangan pariwisata Subjek penelitian ini yaitu : pemilik, pengelola, wisatawan dan masyarakat. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Faktor Penghambat Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung, dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung yaitu Strategi Pengembangan Produk dan Pengembangan Pasar. Upaya Penerapan Strategi Pengembangan yaitu Pendekatan Perencanaan Strategi dan Perencanaan Strategis.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Sarana dan Prasarana pada Objek Wisata Taman Pasuk Kameluh di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RETI: (2024) Pengembangan Sarana dan Prasarana Pada ObjekWisata Taman Pasuk Kota Palangka Raya ( pembimbing I Dr. I Wayan Selendra. S.Ag., M. Si dan pembimbing II Dr. Kadek SukiadaS.Ag., M.Si) Taman PasukKameluhmerupakan salah satuobjekwisataunggulansekaligusmenjadi icon dari Kota Palangka Raya. Objekwisatainimemilikiberbagaisarana dan prasarana. Meskipundemikianobjekwisata Taman PasukKameluhmasihbelummemilikibanyaksarana dan prasaranawisata yang memadaiuntukdigunakanwisatawansaatberkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Berdasarkanlatarbelakangtersebut, pada penelitianiniterdapatduaperumusanmasalahdalamskripsiiniyaitu, (1) Bagaimanapengembangansarana dan prasarana di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya, (2) Apa kendala pengembangan sarana dan prasaranaobjekwisataTaman Pasuk Kameluh di Kota Palangka Raya. Metode dalampenelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskritifkualitatifdenganteknikpengumpulandaya yang digunakanpenelitiadalahobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakanuntukmengkajipermasalahandalampenelitiiaminiadalah, 1) Teori PengembanganPariwisata, 2) Teori kendala. Subjekpenelitianiniyaitudari: pengelolaobjekwisata Taman PasukKameluh, penjagaobjekwisata Taman PasukKameluh dan wisatawan yang berkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Hasil kajianpenulisdalampenelitianinidapatdisimpulkanbahwapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhmeliputipengembanganatraksiwisata, fasilitaswisata, infrastrukturwisata, transportasiwisata dan hospitality (keramah-tamahan). Adapun kendalapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhyaituminimnya 1) pengembaganatraksiwisataseperti tari-tariandaerah Kalimantan Tengah, jogging track, penampilanmusikdaerah Kalimantan Tengah dan penampilanmusiksantai, 2) pegembanganfasilitassepertitempatpenjualansovenir dan pengembanganjumlah toilet yang ada di objekwisata Taman PasukKameluh, 3) perbaikanbangunaninfrastrukturberupabangunanfasilitassepertibangunanlamputaman, bangunan air mancur, bangunanbangkutamansertabangunanlahanparkir, 4) penyediaantransfortasiseperti bus pariwisataterkhusunyaobjekwisata Taman PasukKameluh, 5) pengembangansertapenyediaanhospilalitysepertidalampelayananpemanduwisata dan pelayananparkir di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengembangan Wisata Tahura Lapak Jaru Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EMONITAE, 2023, Analisis Pengembangan Wisata Tahura Lapak Jaru Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, Pembimbing I: Ni Nyoman Tantri, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang digelarkan oleh pemerintah. Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam menjadi tempat wisata yang dapat bernilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah karena dapat menarik pengunjung baik dari dalam maupun dari luar negeri.Namun, keberadaan objek wisata harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar terus eksis dan menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah wisata Tahura Lapak Jaru yang ada di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan objek wisata Tahura Lapak Jaru sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Dengan permasalahan: (1) Kendala apa saja yang dialami dalam pengebangan objek Wisata Tahura Lapak Jaru di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Bagaimana strategi pengembangan wisata Tahura Lapak Jaru sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kendala dan teori pengembangan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) kendala yang dialami dalam pengebangan objek Wisata Tahura Lapak Jaru di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yaitu kurang optimalnya dana yang dimiliki oleh pihak pengelola, sehingga pengembangan wisata kurang berjalan dengan maksimal, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memahami bidang kepariwisataan dan (2) Strategi pengembangan wisata Tahura Lapak Jaru sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yakni diperlukannya kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola wisata, pelaku usaha, maupun masyarakat setempat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANUM BAHANDANG DI KELURAHAN SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Riati, 2023: Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Danum Bahandang Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Sulandra, S.Pi.,M.Si dan pembimbing II: Nyoman Sarma, S.Ag., M.Fil. H. Pariwisata merupakan salah sektor pembangunan yang saat ini sedang digelar oleh pemerintah. Pariwisata merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam menjadi tempat wisata yang dapat bernilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah karena dapat menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Namun, keberadaan objek wisata harus di kelola dan dikembangkan dengan baik agar terus menjadi tujuan wisata. Salah satunya objek wisata Danum Bahandang yang berada di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan objek wisata Danum Bahandang sebagai daerah tujuan wisata Di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan (1) bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata Danum Bahandang di Kelurahan Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, (2) bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Danum Bahandang di Kelurahan Sei Gohong Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi dan teori pengambangan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi, dokumetasi, kepustakaan, dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek Wisata Danum Bahandang pengembangan sarana dan prasarana, faktor pendukung sumber daya manusia (SDM), serta faktor penghambat pengelola objek wisata Danum Bahandang tidak melibatkan pemerintah daerah regulasi yang tidak jelas, dan dana terbatas. (2) Dampak pengembangan objek wisata Danum Bahandang, dampak sosial, dampak ekonomi dan dampak ekologi. telah Memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar seperti, membuka lapangan pekerjaan serta meningkatnya taraf hidup.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RENI SELVIYANTIE, 2023: Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I: Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S.,M.Si dan pembimbing II: Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag Objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan merupakan wisata alam dan wisata budaya dayak, potensi yang ada pada objek wisata Lewu Betang Nansarunai berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu pepohonan dan tanaman anggrek serta kantong semar. Objek wisata Lewu Betang Nansarunai harus dilakukan pengembangan yang berkelanjutan agar tetap tergaja dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Akan tetapi, objek wisata Lewu Betang Nansarunai masih kurang diketahui oleh masyarakat luas sehingga hal tersebut menyebabkan kurangnya kunjungan wisatawan sehingga pendapatan ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Bagaimanakah upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (3) Bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Permasalahan ini dikaji menggunakan Teori Kendala, Teori Strategi dan Teori Dampak Pariwisata Pitana dengan menggunakan metode kualitatif melalui metode observasi, kepustaakaan, dokumentasi dan penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Kurangnya biaya operasional (b) Kurangnya promosi (c) Kurangnya perhatian dan peran pemerintah, (2) Upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Pengembangan objek wisata (b) Meningkatkan promosi (c) Melibatkan kelompok sadar wisata (POKDARWIS), (3) Dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Dampak perekonomian (b) Dampak Budaya (c) Dampak lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SHINTA CRISTINA GUSTIANIKA, 2023: Pengembangan Agrowisata Larosa Sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II: Buhol, S.Ag., M.Fil.H Agrowisata merupakan serangkain kegiatan pedesaan, termasuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bertani, memperlajari kebudayaan lokal, menikmati pemandangan dan keragaman hayati, mempraktekkan pertanian organik dan konvensial, dan memanen buah-buahan serta sayuran tropis. Selain itu, agrowisata juga dapat berperan sebagai media promosi produk pertanian, menjadi media Pendidikan, dan menjadi peluang pengembangan diverifikasi produk agribisnis. Berdasarkan permasalahan dari latar belakang penelitian ini yaitu (1) (Bagaimana perkembangan agrowisata larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya) (2) Bagaimana kendala Pengembangan Agrowisata Larosa sebagai daya tarik wisatawan di Kota Palangka Raya. Adapun teori yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini yaitu: (1) teori pengembangan pariwisata (2) teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode, observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan teknik penentuan innforman dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah: (1) Pengembangan Agrowisata Larosa, sebagai Daya Tarik Wisatawan di Kota Palangka Raya adalah suatu proses yang dilakukan seorang pengelola disitulah dapat dilihat keadaan Agrowisata Larosa yang sudah cukup berkembang, pengembangan wisata ini di perlakukankan dari tahun ke tahun dan sudah banyak sekali perubahan yang nampak seperti hal ini bisa dilihat dari segi sarana-prasarana. (2) Kendala dalam pengembangan adalah dari pengelolaan fasilitasnya dan kenyamanan, keindahan serta keamanan untuk pengunjung dan kurangnya dana sehingga fasilitas juga terbatas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Dan Pengelolaan Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOVA, 2023 : Pengembangan Dan Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan, Prodi Pramuwisata Budaya Dan Keagaamaan, Fakultas Dharma Dhuta Dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, Pembimbing II : I Gusti Agung Dharmawan, S.Pd.H., M.Pd Wisata Alam Riam Gahis merupakan salah satu wisata yang berada di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Wisata ini merupakan wisata yang berbasis alam yang alami, daya tarik dari wisata yang dimiliki yaitu alam yang alami serta keadaan hutan yang masih asri dan air sungai dengan banyaknya bebatuan menimbulkan gelombang yang indah, pemandangan inilah yang memberikan pemandangan yang indah untuk dinikmati para pengunjung wisatawan. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana Partisipasi Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan; (2) Apa Faktor Penghambat Dan Pendukung Aset Wisata Alam Riam Gahis Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah; observasi, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposif sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu 3 Pemerintah Desa, pengelola Wisata serta pengunjung/masyarakat. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah; (1) Teori Manajemen, (2) Teori Pengembangan. Hasil penelitian ini dapat adalah; (1) Partisipasi yang dilakukan pihak Pemerintah Desa atau Tim Pengelola dalam pengelolaan guna mencapai sasaran yang hendak dituju.(2) Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi yaitu kurangnya anggaran dana untuk pengelolaan serta pengembangan, kurangnya kerjasama antar Pemerintah Desa maupun tim pengelola wisata. Faktor pendukung Wisata Alam Riam Gahis memiliki Alam yang sangat alami serta tempat yang menarik dengan alam yang indah dan sejuk.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN ATRAKSI OBJEK WISATA BUMI PERKEMAHAN PANGLIMA BATUR DI DESA TRAHEAN KECAMATAN TEWEH SELATAN KABUPATEN BARITO UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fra Wahyu Natalia (2023) Strategi Pengembangan Atraksi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Pembimbing I, Dr. I Wayan Salendra,S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Wayan Sutarwam,S.Pd., M.Pd.H Bumi Perkemahan Panglima Batur merupakan salah satu objek wisata unggulan yang ada di Barito Utara. Objek wisata ini memiliki berbagai fasilitas yang penunjang sehingga memungkinkan wisatawan dapat menikmati wisata dengan baik. Meskipun demikian objek wisata ini masih belum memiliki banyak atraksi wisata yang ditawarkan, sejauh ini yang ditawarkan hanya atraksi alamnya saja sedangkan atraksi buatan masih sangat terbatas. Berdasarkan latar belakang diatas maka, permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor penghambat dan faktor pendorong pengembangan objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur dan strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan adalah teori daya tarik wisata dan pengembangan pariwisata. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengelola objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur baik pemerintah maupun masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor penghambat yang terjadi dalam pengembangan objek wisata adalah: 1) terbatasnya dana, 2) kurangnya sumber daya manusia, 3) kurangnya kesadaran masyarakat, 4) kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, dan 5) keterbatasan fasilitas. Selanjutnya terdapat juga faktor pendorong adalah, 1) potensi alam 2) suasana objek wisata yang nyaman, 3) kondisi wisata yang aman, 4) akses yang mudah, dan 5) kemajuan teknologi informasi. Adapun strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan adalah, 1) menambah berbagai fasilitas, 2) sarana prasarana wisata, 3) meningkatkan promosi wisata, 4) melakukan kerjasama dengan dinas lain serta masyarakat, 5) membuat rencana lanjutan pada hasil pengembangan yang ada, 6) memaksimalkan potensi alam, 7) mengamati apa yang menjadi keinginan masyarakat atau wisatawan. Dengan adanya strategi pengembangan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung sehingga pendapatan daerah pun dapat meningkat dan tercapainya target yang telah ditetapkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN WISATA BATU BATUNGKAT DI DESA KUBUNG KECAMATAN DELANG KABUPATEN LAMANDAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SELIN KOBI, 2023: Pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan delang Kabupaten Lamandau. Pembimbing 1: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag. Msi dan pembimbing 2: Buhol, S.Ag., MFIL.H. Wisata Batu Batungkat di Desa Kubung merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal dengan keunukan nya wisata yang berbentuk seperti rumah dengan ketinggian kurang lebih 15 m. dari permukaan tanah di kelilingi perbukitan sehingga memiliki pemandangan yang indah wisata Batu Batungkat merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh kecamatan Delang lokasi Batu Batungkat berada di sebelah kiri masuk kedalam sekitar 5 km pinggiran jalan raya utama yaitu di Trans Kalimantan Km 10 yang menghubungkan akses menuju perbatasan antara Kalimantan Tengah dan Kalimatan Barat. Namun kawasan ini masih belum terrkelola dengan baik serta masih terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki. Berdasrakan permasalahan latar belakang penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, (2) apakah kendala pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung kecamatan Delang Kabupaten Lamandau, serta upaya masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan wisata Batu Batungkat di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Analisis deskriptif kualikatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan ini adalah; (1) teori pengembangan pariwisata dan (2) teori kendala pariwisata. subjek penelitian ini adalah dinas pariwisata, masyarakat, pemerintahan Desa, tokoh masyarakat, juru kunci. Hasil penelitian ini adalah; pengembangan wisata Batu Batungkat perlu di kelola dan di jaga kebersihannya dan fasilitas yang ada, supaya wisata tersebut dapat dikenal oleh para wisatawan (2) kendala yang paling utama dihadapi anggaran yang tidak memadai yang digunakan dalam pengembangan wisata Batu Batungkat, serta perlu di tingkatkan kembali partisipasi masyarakat dan pemerintah, (3) upaya yang harus dilakukan melakukan musrembang Desa, melaksanakan festival budaya seperti Babukung, melakukan promosi melalui media sosial dan kunjungan ke dinas-dinas terkait, serta melakukan swadaya masyarakat baik material maupun tenaga.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGELOLA DALAM PENGEMBANGAN WISATA PESONA ALAM LESTARI (PAL) DI KELURAHAN KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SILASIE, 2023: Strategi Pengelola Dalam Pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari (PAL) Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II: Sulandra, S.Pi., M.Si. Pariwisata merupakan faktor yang menentukan lokasi industri untuk memajukan ekonomi di daerah-daerah yang kurang berkembang. Pariwisata juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya alam yang banyak dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian suatu daerah, seiring dengan perkembangan teknologi, akses dan transportasi memberikan peluang besar dalam pengembangan wisata. Namun, keberadaan objek wisata harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar terus berkembang dan menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Dengan permasalahan: (1) Bagaimana strategi pengelola dalam pengembangan Wisata Pesona Alam Lestari di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. (2) Apa saja Kendala dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yang ada di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen dan teori kendala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap dalam proses analisis dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Strategi pengelola dalam pengembangan wisata Pesona Alam Lestari menggunakan strategi analisis SWOT yaitu strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), threat (ancaman) dalam hal ini perlu ditingkatkan sektor pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan melakukan kerja sama yang baik antar pemilik wisata, karyawan maupun masyarakat sebagai pelaku usaha. (2) Kendala yang dialami dalam pengelolaan Wisata Pesona Alam Lestari yaitu kurang optimalnya dana yang dimiliki pengelola, sehingga pengembangan wisata kurang maksimal, kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar memahami dibidang pariwisata serta tidak ada kebijakan dalam menjalin kerjasama terhadap pemerintah daerah ataupun pihak lain.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Fasilitas dalam Menarik Minat Wisatawan ke Objek Wisata Kahui di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WAYAN SULASTRI: (2023) Pengembangan Fasilitas Dalam Menarik Minat Wisatawan Ke Objek Wisata Kahui Di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya (pembimbing I Handoko, S.Ag., M.Si dan pembimbing II I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T). Pengembangan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek diluar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah, (1) Bagaimana pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya, (2) bagaimana kendala pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui di kecamatan bukit batu kota palangka raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori pengembangan pariwisata (2) Teori kendala. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: pemilik objek wisata kahui, penjaga objek wisata kahui, lurah kelurahan sei gohong, masyarakat lokal yang ada di sekitar objek wisata kahui, dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kahui. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pengembangan fasilitas objek wisata kahui, (2) untuk mengetahui kendala dalam pengembangan fasilitas objek wisata kahui. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan fasilitas dalam menarik minat wisatawan ke objek wisata kahui meliputi pengembangan atraksi wisata, fasilitas wisata, infrastruktur wisata, transportasi wisata dan hospitality (keramah-tamahan). Kendala yang di alami dalam pengembangan wisata kahui yaitu kurang flaying fox, dermaga tepi sungai, penampilan tarian daerah dayak Kalimantan tengah, tracking malam, paket wisata penelitian tumbuhan dan binatang, warung, penginapan, toilet, jalan, bus pariwisata dan kemanan serta pelayanan yang masih akan dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Kerajinan Tangan Tas Anjat Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan Di UMKM Silip Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK YAYU KADANG HULLI.J: (2023) Pengembangan Kerajinan Tangan Tas Anjat Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan di UMKM Silip Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (pembimbing I: Dr.Kadek Sukiada, S. Ag., M.Si dan pembimbing II: Muthia Farida, M.Pd) Pengembangan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Suatu destinasi harus memiliki berbagai fasilitas kebutuhan yang diperlukan oleh wisatawan agar kunjungan seorang wisatawan dapat terpenuhi dan merasa nyaman. Pengembangan kerajinan tas anjat perlu adanya fasilitas agar dapat meningkatkan daya Tarik wisatawan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan, (2) Bagaimana kendala pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan di Desa Bukit Rawi Kecematan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulisan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori pengembangan pariwisata; (2) Teori kendala Subjek, penelitian ini adalah pemilik UMKM Silip Rawi, kepala Desa Bukit Rawi, pengrajin Silip Rawi dan wisatawan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kerajinan tangan tas anjat dalam meningkatkan daya tarik wisatawan di Desa Bukit Rawi Kecematan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau meliputi pengembangan tas anjat, pelayanan, dan pameran-pameran tas anjat. Kendala yang dialami dalam pengembangan pengembangan kerajinan tas anjat yang dilakukan oleh UMKM Silip Rawi yaitu kurangnnya pelayanan, usaha pemasaran yang belum maksimal, dan kurangnnya atraksi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail