BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan simbol semangat intelektual dalam mengakaji tentang digital marketing : konsep dan strategi yang terbit pada tahun 2021. Kontributor dari buku ini adalah para peneliti dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Penulisan buku ini dilandasi atas pentingnya update penelitian terbaru tentang kajian digital marketing dalam berbagai bidang yang menjadi isu dan problematika saat ini. Buku ini terdiri dari 15 artikel yang dimasukan ke dalam 15 bab di dalam buku ini. Upaya penyusunan buku ini dilakukan untuk mendokumentasikan karya-karya yang dihasilkan para penulis sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca secara lebih luas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
IGO. 2023. Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.
Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si
Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H
Penerapan merupakan suatu kegiatan yang berupa tindakan dengan direncanakan secara sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan, tentu sangat diharapkan dalam setiap penerapan pendidikan budhi pekerti yang ada dalam keluarga terkhususnya pada anak dapat berjalan lancar dan penerapannya dapat tercapai sesuai yang orang tua harapkan pada anaknya. Permasalahan yang akan di bahas antara lain:(1) Bagaimana Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?(2) Apa Kendala Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?.Penulisan ini bertujuan: (1 Untuk menganalisis bagaimana penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.(2) Untuk menganalisis kendala penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kendala. Jenis penelitian deskriftif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan dibantu beberapa alat pendukung penelitian berupa kamera, alat tulis dan list pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan meliputi penerapan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti. Penerapan materi pendidikan budhi pekerti diantaranya mencakup materi akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan. Sedangkan penerapan metode pendidikan budhi pekerti mencakup penerapan metode demokrasi, metode keteladanan, metode livein dan metode penjernihan nilai. Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya tentu tidak berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Setiap orang tua sudah ada mengajarkan dan memberikan pemahaman serta nasehat kepada anaknya sesuai dengan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti, namun masih ada terdapat beberapa anak yang belum bisa menerima penerapan pendidikan budhi pekerti dengan baik; (2) Kendala yang dialami setiap orang tua berbeda-beda sehingga dalam menerapkan pendidikan budhi pekerti pada anak menjadi tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan oleh orang tua. Kendala tersebut seperti: orang tua yang sering tidak menetap di rumah karena sibuk bekerja untuk bermalam di tempat kerja sehingga kurangnya waktu orang tua untuk berkumpul bersama anaknya, kurangnya kesadaran dari anak dalam mengikuti nasehat dari orang tuanya, pola asuh dari kedua orang tua yang berbeda-beda, pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi anak, anak sering tidak memahami yang orang tuanya ajarkan, karena yang diajarkan oleh orang tua anak sulit untuk anak memahaminya. Adapun upaya untuk mengatasi kendala tersebut seperti, orang tua semaksimal mungkin untuk selalu mengajarkan hal lebih banyak lagi agar anak dapat memahami yang orang tuanya ajarkan, mengatasi pola asuh orang tua yang berbeda-beda dengan cara berdiskusi terlebih dahulu sebelum memberikan pola asuh kepada anak agar tidak terdapat perbedaan pendapat lagi, memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar ia merasa nyaman serta memberikan pemahaman kepada anak agar jika bergaul dengan temannya yang memiliki perilaku yang kurang baik agar jangan meniru hal tersebut karena itu merupakan contoh perilaku yang tidak baik dan harus dihindari dan jika anak tidak menghiraukan nasehat dari orang tuanya, orang tuanya tidak putus asa untuk selalu memberikan anaknya nasehat dan pemahaman agar anak bisa benar-benar paham dengan yang orang tuanya ajarkan, orang tua mengupayakan untuk selalu memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar dapat berubah bisa lebih mendengarkan nasehat orang tuanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IGO. 2023. Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Penerapan merupakan suatu kegiatan yang berupa tindakan dengan direncanakan secara sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan, tentu sangat diharapkan dalam setiap penerapan pendidikan budhi pekerti yang ada dalam keluarga terkhususnya pada anak dapat berjalan lancar dan penerapannya dapat tercapai sesuai yang orang tua harapkan pada anaknya. Permasalahan yang akan di bahas antara lain:(1) Bagaimana Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?(2) Apa Kendala Penerapan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak dalam Keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan?.Penulisan ini bertujuan: (1 Untuk menganalisis bagaimana penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan.(2) Untuk menganalisis kendala penerapan pendidikan budhi pekerti pada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan di Kelurahan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi dan teori kendala. Jenis penelitian deskriftif kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan dibantu beberapa alat pendukung penelitian berupa kamera, alat tulis dan list pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan meliputi penerapan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti. Penerapan materi pendidikan budhi pekerti diantaranya mencakup materi akhlak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan. Sedangkan penerapan metode pendidikan budhi pekerti mencakup penerapan metode demokrasi, metode keteladanan, metode livein dan metode penjernihan nilai. Penerapan pendidikan budhi pekerti kepada anak dalam keluarga Hindu Kaharingan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya tentu tidak berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Setiap orang tua sudah ada mengajarkan dan memberikan pemahaman serta nasehat kepada anaknya sesuai dengan materi pendidikan budhi pekerti dan metode pendidikan budhi pekerti, namun masih ada terdapat beberapa anak yang belum bisa menerima penerapan pendidikan budhi pekerti dengan baik; (2) Kendala yang dialami setiap orang tua berbeda-beda sehingga dalam menerapkan pendidikan budhi pekerti pada anak menjadi tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan oleh orang tua. Kendala tersebut seperti: orang tua yang sering tidak menetap di rumah karena sibuk bekerja untuk bermalam di tempat kerja sehingga kurangnya waktu orang tua untuk berkumpul bersama anaknya, kurangnya kesadaran dari anak dalam mengikuti nasehat dari orang tuanya, pola asuh dari kedua orang tua yang berbeda-beda, pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi anak, anak sering tidak memahami yang orang tuanya ajarkan, karena yang diajarkan oleh orang tua anak sulit untuk anak memahaminya. Adapun upaya untuk mengatasi kendala tersebut seperti, orang tua semaksimal mungkin untuk selalu mengajarkan hal lebih banyak lagi agar anak dapat memahami yang orang tuanya ajarkan, mengatasi pola asuh orang tua yang berbeda-beda dengan cara berdiskusi terlebih dahulu sebelum memberikan pola asuh kepada anak agar tidak terdapat perbedaan pendapat lagi, memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar ia merasa nyaman serta memberikan pemahaman kepada anak agar jika bergaul dengan temannya yang memiliki perilaku yang kurang baik agar jangan meniru hal tersebut karena itu merupakan contoh perilaku yang tidak baik dan harus dihindari dan jika anak tidak menghiraukan nasehat dari orang tuanya, orang tuanya tidak putus asa untuk selalu memberikan anaknya nasehat dan pemahaman agar anak bisa benar-benar paham dengan yang orang tuanya ajarkan, orang tua mengupayakan untuk selalu memberikan nasehat dan perhatian kepada anak agar dapat berubah bisa lebih mendengarkan nasehat orang tuanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Guru agama Hindu harus mau berubah dan tanggap kepada perubahan, harus siap dan merancang perubahan pola pembelajaran, terutama menghadapi semester baru ini. Sudah siapkah guru agama Hindu menghadapi tantangan tersebut, tentunya ini menjadi permasalahan pendidikan agama Hindu yang harus dihadapi bersama oleh seluruh komponen pendidikan agama Hindu. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengkaji tentang Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Era New Normal di SMAN 1 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tentang pelaksanaan dan kendala pembelajaran pendidikan agama Hindu era new normal di SMAN 1 Timpah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMAN 1 Timpah. Hasil penelitian sebagai berikut: Proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada masa new normal covid 19 sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana RPP dan Silabus pendidikan agama Hindu sudah di modifikasi menjadi RPP satu lembar, mengacu kepada kurikulum K13. Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem gabungan antara daring dan luring yaitu blanded learning. Sistem Blanded Learning ini juga bukan murni Blanded Learning seperti dalam artian sesungguhnya yaitu pengabungan daring dan luring dengan melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, melainkan siswa hadir di sekolah sesuai dengan jadwalnya hanya untuk mengantarkan atau mengumpulkan tugas yang berikan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran. beberapa kendala, dimana guru agama Hindu mengalami kesulitan untuk menyampaikan proses apersepsi, menjelaskan materi dan proses tanya jawab akibat dari penerapan belajar dari rumah. Sehingga pembelajaran dengan tatap muka tidak dapat dilaksanakan, dengan sistem daring pun tidak bisa dilaksanakan terkendala jaringan.