ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NORHAYATI, 2025: Analisis Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing 1 Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan pembimbing 2 Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pada konteks sekolah dasar khususnya kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya, terdapat berbagai dampak permasalahan pada perkembangan karakter siswa terhadap dampak penggunaan gadget, yaitu terdapat perubahan sikap siswa menjadi malas belajar, dan kurangannya kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter siswa sekolah. Pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana upaya guru dalam mengatasi dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter siswa sekolah dasar SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi data. Dengan jumlah informan sebanyak 5 orang, yaitu kepala sekolah, wali kelas V dan 3 orang siswa kelas V. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Gadget pada SDN 1 Menteng yang dimana seharusnya digunakan untuk keperluan belajar tetapi digunakan oleh siswa untuk hal-hal lain seperti bermain game, menonton youtube, dan sosial media, sehingga hal tersebut berdampak pada sikap, dan tingkah laku siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hendi, 2025, Dampak Perceraian Terhadap Anak Di Desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dra. Ni Made Ratini, M.Si dan pembimbing II, Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si Perceraian berdampak besar pada perkembangan psikologis dan emosional anak, sementara dalam ajaran Hindu, perceraian dianggap sebagai perbuatan adharma yang sangat tidak dianjurkan. Anak-anak dari keluarga bercerai sering mengalami gangguan perkembangan, namun orang tua tetap berkewajiban memelihara dan melindungi anak sesuai dengan hukum Hindu dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua rumusan masalah utama: pertama, bagaimana penerapan hukum agama Hindu terkait hak asuh anak setelah perceraian di desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas; kedua, bagaimana perspektif hukum agama Hindu memandang dampak perceraian terhadap anak di desa tersebut. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan umum dan khusus, sedangkan manfaat penelitian mencakup manfaat teoritis dan praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan meliputi teori pluralisme hukum dan teori resepsi hukum, yang berfungsi menjelaskan bagaimana hukum agama Hindu berdampingan dengan hukum nasional dalam mengatur hak asuh dan perlindungan anak pasca perceraian. Informan penelitian meliputi anak dari orang tua bercerai, suami atau istri yang bercerai, keluarga dekat, mantir adat, saksi perceraian, dan pemangku agama Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan hak asuh anak yaitu dilakukan melalui musyawarah adat yang dipimpin oleh tokoh adat/damang atau mantir adat dengan mempertimbangkan kemampuan orang tua, kehendak anak, dan kesejahteraan anak sebagai prioritas utama. Sistem patrilineal tetap diakui, namun lebih fleksibel dalam praktiknya, di mana hak asuh anak kecil biasanya diberikan kepada ibu, sedangkan ayah tetap bertanggung jawab memberikan nafkah dan pendidikan. Perceraian dipandang sebagai pelanggaran dharma dan nilai adat yang menimbulkan tekanan emosional, stigma sosial, dan dampak spiritual bagi anak. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, masyarakat menerapkan perjanjian pranikah, mediasi adat, dan sanksi adat guna memastikan tanggung jawab orang tua terpenuhi secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Intan, 2025 : Penerapan Sanksi oleh Mantir Adat terhadap Pelaku Perkelahian di area Hinting Pali (Studi Kasus dalam Acara Perkawinan di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas). Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pemimbing I Dr. I Made Kastama SH.,MH dan Pemimbing II Dr. Agung Adi S.Ag., M.Si Hinting Pali dalam pelaksanaan acara perkawinan adat Dayak di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah merupakan batas sakral dengan penanda tali dan daun sawang yang dibentang kiri dan kanan tempat pesta berlangsung dengan tujuan menjaga kesucian dan ketertiban selama prosesi adat berlangsung. Dalam konteks perkawinan, Hinting Pali tidak hanya sebagai tanda larangan memasuki wilayah tertentu, tetapi juga simbol pengingat akan pentingnya menjaga norma dan etika sosial. Pelanggaran terhadap batas ini, seperti perkelahian, dipandang mencemari nilai sakral upacara dan dapat menimbulkan ketidakharmonisan dalam masyarakat. Permasalahan yang diteliti meliputi: (1) bagaimana mekanisme penerapan sanksi oleh Mantir adat terhadap pelaku perkelahian di area Hinting Pali dalam acara perkawinan di Desa Timpah, (2) apa dampak penerapan sanksi terhadap pelaku perkelahian, dan (3) apa upaya atau strategi Mantir adat agar pelanggaran serupa tidak terulang kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan adalah teori Conditio Sine Qua Non, teori Receptio in Complexu dan teori kewenangan Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) mekanisme penerapan sanksi dilakukan melalui musyawarah adat secara terbuka, dengan pemberian singer (denda adat) dan pelaksanaan ritual pemulihan, yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan pertimbangan sosial kemasyarakatan: (2) Dampak Penerapan sanksi adat terhadap pelaku perkelahian di Hinting Pali tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, psikologis, budaya, dan rekonsiliasi. Sanksi tersebut mendorong perubahan sikap, memperkuat nilai adat, serta memulihkan hubungan antar pihak melalui mekanisme damai yang mengedepankan keharmonisan: (3) Upaya pencegahan perkelahian dalam acara perkawinan dilakukan secara terpadu melalui pencegahan dengan himbauan lembaga adat, pendekatan dengan pengawasan aparat, dan tindakan dengan penertiban aparat yang melibatkan Mantir adat, keluarga, dan aparat. Pencegahan pelanggaran ulang diperkuat melalui himbauan rutin, penerapan sanksi tegas, dan sosialisasi nilai-nilai adat untuk menjaga ketertiban dan kesakralan acara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SDN 4 Menteng palangka raya dalam kegiatan obsevasi awal mendapatkan hasil bahwa masih terdapat beberapa siswa yang menggunakan smartphone pada saat disekolah dan penggunaan smartphone tersebut yang dimana seharusnya digunakan untuk pembelajaran tetapi pada kenyataannya digunakan siswa untuk bermain-main saja, melihat dari latar belakang tersebut, pada penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah, yaitu: 1). bagaimana pemanpaatan smartphone pada siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Kota Palangka Raya; 2). Bagaimana dampak negatif pemanpaatan smartphone pada siswa kelas IV di SDN 4 Menteng Kota Palangka Raya; 3). Bagaimana hasil belajar siswa kelas IV yang menggunakan smartphone di SDN 4 Menteng Kota Palangka Raya. Peneliti ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, dengan jumlah informan sebanyak 8 orang, yaitu kepala sekolah, wali kelas IV dan 6 orang siswa kelas IV. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan smartphone pada SDN 4 menteng yang dimana seharusnya digunakan untuk keperluan belajar tetapi digunakan oleh siswa untuk hal-hal lain seperti bermain game, menonton youtube, dan sosial media, sehingga hal tersebut berdampak pada sikap, dan tingkah laku siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRTAK ELIPRI, 2023, Penerapan Sakin Bilin Dalam Perkawinan Adat Dayak Siang Di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra. Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing (I). Dra. Ni Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II). Budiarto Santoso, MH. Perkawinan sebagai salah satu peristiwa di dalam hukum adat mendapat pemaknaan penting terutama sebagai wahana penerus keturunan atau kekerabatan. Perkawinan berdasarkan Hukum Adat dapat dikatakan lebih merupakan perikatan kekerabatan.Terjadinya suatu perkawinan tidak sematamata memunculkan akibat hukum, berupa hak dan kewajiban suami-isteri, harta bersama, status anak, namun juga berakibat pada persoalan keluarga, kerabat,serta penyelenggaraan upacara-upacara adat. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana proses penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ? (2). Apa dampak penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya ? Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Penerapan dan Teori Sebab Akibat (kausalitas). Subjek penelitian ini adalah Damang Kecamatan Sungai Babuat, Kepala adat Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat, Mantir Kecamatan Sungai Babuat, Mantir adat (l) Kecamatan Sungai Babuat, Mantir adat (II) Kecamatan Sungai Babuat, Majelis resort Kecamatan Sungai Babuat, Tokoh Masyarakat Kecamatan Sungai Babuat, Kedua pihak yang melakukan Perkawinan di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Data dianalisis dengan metode Kualitatif dengan langkah- langkah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Proses penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya adalah sebagai tahap awal yang harus dilaksanakan dalam perkawinan karena berkaitan dengan wasiat/amanah yang dianggap sakral dan bersifat religius oleh masyarakat Suku Dayak Siang. Adapun yang menjadi proses penerapan Sakin Bilin (mendinginkan Amanah/wasiat orang yang sudah meninggal) yaitu: menyiapkan sarana prasarana berupa: tikar rotan, parapin, beras tawur, dan Tapung tawar, adapun yang menjadi hewan korban babi dan ayam, kemudian yang bertugas dalam pelaksanaan penerapan Sakin Bilin yaitu mantir adat/ Basi. Kemudian di lanjutkan dengan mengoleskan darah hewan korban kepada pihak keluarga oleh pengantin laki-laki dan perempuan secara bergantian mengoleskan keseluruh keluarga, setelah itu mantir adat/ Basi menawur dengan mantra menggunakan bahasa Dayak Siang, dalam tawur tersebut mantir adat/ Basi menceritakan kejadian pada masa lalu sehingga Sakin bilin ada, kemudian memohon doa kepada Mohotara agar kedua pengantin tersebut terbebas dari amanah/wasiat yang mengikat mreka agar kedua pengantin hidup bahagia. (2). Dampak penerapan Sakin Bilin dalam perkawinan adat Dayak Siang di Desa Tumbang Bantian Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Yaitu sering berdampak pada kehidupan pasangan yang melaksanakan perkawinan jika tidak menrerapkan Sakin bilin dalam perkawinan terdapat beberapa dampak yang tidak baik yaitu : melahirkan anak cacat, Susah melahirkan, Susah mendapatkan keturunan, sakit-sakitan sehingga menimbulkan kematian, susah mendapatkan rejeki sehingga ekonomi keluarga tidak terpenuhi sehingga bisa menimbulkan perceraian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aprilia Cristy, 2023 : Dampak Keberadaan Wisata Air Terjun Batu Mahasur Bagi Masyarakat Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Tiwi Etika S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pariwisata merupakan salah satu industri terbesar di dunia, dan merupakan andalan utama di dalam pembangunan ekonomi berbagai negara. Sektor pariwisata memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan masyarakat baik itu pada ekonomi, lingkungan alam, penduduk lokal di tempat tujuan, dan pada wisatawan itu sendiri. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu ; (1) Bagaimana dampak keberadaan objek wisata Air Terjun Batu Mahasur pada masyarakat kecamatan Mihing Raya, (2) Bagaimana upaya pelestarian objek wisata Air Terjun Batu Mahasur pada masyarakat kecamatan Mihing Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode purposive sampling, dimana informan sudah ditentukan yaitu pengelola wisata , masyarakat, serta pengunjung wisata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Teori Pariwisata, (2) Teori Manajemen Pariwisata Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan objek wisata Air Terjun Batu Mahasur ini berdampak pada positif bidang ekonomi,keberadaan wisata ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan menciptakan lapangan kerja baru, yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu juga, terdapat juga hal-hal yang menyimpang namun masih dapat ditangani oleh pemerintah. Dalam upaya pelestarian wisata Air Terjun Batu Mahasur pemerintah memberi himbauan kepada masyarakat dalam menjagga dan melestarikan wisata objek wisata Air Terjun Batu Mahasur, melakukan promosi melalui media sosial, renovasi dan penambahan fasilitas, melakukan kemitraan dengan masyarakat terkait pelestarian wisata Air Terjun Batu Mahasur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INDA,2023, Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Perkawinan Dibawah Umur Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institute Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dra Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Sri kayun, SH.,M,Si Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilangsungkan oleh seorang perempuan dan laki-laki sebelum usia 19 tahun karena melanggar adat dan diselesaikan oleh mantir adat melalui perkawinan adat setempat sehingga terhindar dampak bagi lingkungan sekitar. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? Adapun Teori yang yang relevan dalam penelitian ini adalah Teori Kewenangan dan Teori sebab akibat (kausalitas). Subjek penelitian Kedamangan, Mantir adat, Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Pihak perempuan dan Orang tua Pihak Laki laki. Metode yang di gunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul di analisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut di atas maka dapat disimpulkan : (1) Peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu mantir adat menyelesaikan dengan adat setempat dan proses penyelasaian tahap pelaporan, musyawarah, pelaksanaan upacara perkawinan. (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu Dampak positif bagi kedua pasangan terhindar dari prasangka masyarakat lingkungan dan penetralan lingkungan. Dampak negatif terdapat Malapetaka tidak hanya bagi kedua pasangan namun lingkungan sekitarpun berdampak buruk. Kata kunci : Perkawinan di bawah umur, Peran Mantir Adat, Dampak
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TOBIE SUSWOYO. 2022 : Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Budhi Widodo, SH.,MH, Pembimbing II Citranu, SH.,MH. Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur menimbulkan dampak yang sangat meresahkan bagi masyarakat yang tinggal di aliran sungai Cempaga, karena sungai Cempaga salah satu sumber kehidupan masyarakat di Desa Bukit Batu. Setelah terjadinya pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit dapat selalu berbahaya bagi kesehatan yang dalam jangka panjang, merubah dan menghilangkan kebiasaan masyarakat beraktivitas ke sungai Cempaga untuk mandi, mencuci dan menangkap ikan. Pemasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Apa Dampak Pencemaran Limbah Cair Perusahaan Kelapa Sawit Di Sungai Cempaga Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten kotawaringin Timur? (2). Apa Upaya Hukum Yang Dapat Dilakukan Oleh Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur? (3). Apa Bentuk Perlindungan Hukum Dari Negara Terhadap Masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Dengan Adanya Dampak Pencemaran Limbah Kelapa Sawit. Subjek dari penelitian ini adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Polisi Resort Kabupaten Kotawaringin Timur, Camat atau Sekretaris Camat Kecamatan Cempaga Hulu, Kepala Desa Bukit Batu dan Masyarakat Desa Bukit Batu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Dampak pencemaran limbah cair perusahaan kelapa sawit sangat meresahkan masyarakat karena ada beberapa faktor yang terdampak disebabkan pencemaran sungai Cempaga diantaranya faktor ekonomi, sosial, budaya dan faktor kesehatan. (2). Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan mengadu atau melaporkan perusahaan kelapa sawit kepada pihak yang berwajib atau yang memiliki wewenang untuk menjaga, melestarikan lingkungan hidup meliputi kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup. (3). Masyarakat yang melakukan upaya hukum dilindungi oleh negara melalui peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh negara seperti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Negara Republik Indonesia dan Peraturan lainnya yang menyangkut tentang Hak dan Kewajiban warga negara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Umat Hindu Kaharingan di desa Pangi cukup dikenal luas dengan pelaksanaan upacara keagamaan, salah satunya pelaksanaan persembahyangan Basarah. Akan tetapi, umat Hindu Kaharingan di desa Pangi kurang aktif melaksanakan kegiatan persembahyangan Basarah, sehingga berdampak pada rutinitas pelaksanaan Basarah. Kurangnya minat, serta terkendala waktu luang menyebabkan umat Hindu Kaharingan kurang dalam mengikuti pelaksanaan Basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. 2) Bagaimana dampak upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan penelitian adalah : (1) Teori Peran, (2) Teori Dampak. Metode penelitian menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis data kualitatif deskriftif. Lokasi penelitian di Desa Pangi. Subjek penelitian adalah 7 orang terdiri dari 1 (satu) orang rohaniawan, 1 (satu) orang pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, 1 (satu) orang penyuluh agama Hindu Kecamatan Banama Tingang, dan 4 (empat) orang umat Hindu Kaharingan. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah 1. Pengumpulan data, 2. reduksi data, 3. penyajian data, 4. penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1. Upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah melaksanakan kegiatan keagamaan, melaksanakan upacara hari suci, Basarah rutin pada kamis malam, Basarah rutin pemuda-pemudi, Pasraman, mengikut sertakan umat Hindu Kaharingan pada kegiatan keagamaan, memberi motivasi keagamaan, mengusahakan tenaga guru honorer dan PNS, mengusahakan tenaga penyuluh, melaksanakan pembinaan dan pelayanan. 2. Dampak upaya meningkatkan peran serta umat Hindu Kaharingan pada pelaksanaan Basarah di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau adalah menghasilkan dampak positif yakni peningkatan pada perempuan lansia, ibu rumah tangga, anak-anak dan pemuda-pemudi, terlihat pada meningkatnya keaktifan dalam pelaksanaan Basarah. Dampak dari upaya yang dilakukan terlihat juga pada keinginan umat Hindu Kaharingan untuk maju dan mendalami ajaran agama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rundapano, 2020 Dampak penerapan undang-undang nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sitem pertanian ladang berpindah di desa Benao Hilir kecamatan Lahei Barat kabupaten Barito Utara, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, pembimbing I Mariatie S.Ag., M.Si, Pembimbing II Sri Kayun SH., M.Si Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya ada memiliki dampak di dalam kehidupan masyarakat seperti halnya dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap Sistem Pertanian Ladang berpindah. Masyarakat Kalimantan Tengah telah lama mengenal pembukaan lahan ladang berpindah dengan kearifan lokal suku dayak yang bertujuan untuk melestarikan keaneka ragam hayati, diladang petani menanam benih-benih lokal seperti mentimun, singkong, labu karet dan sayuran. Masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara tebang, bakar, namun masyarakat petani yang berada di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat tidak semena-mena atau membabi buta dengan lahan. Masyarakat petani mengunkan beberapa tahap seperti, menebang pohon, membersihkan pinggir-pinggir ladang, penanaman benih padi, agar nantinya tidak berdampak bagi ekosistem habitat hewan, tumbuhan dan bagi masyarakat juga. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:(1). Bagaimana dampak dari penerapan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?, (2). Bagaimana Upaya pemerintah untuk melestarikan sistem pertanian ladang berpindah di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Perlindungan Hukum dan teori Efektivitas Hukum jenis penelitian ini adalah penelitian kualintatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti menggunakan teknik Obvservasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat petani dengan sistem pertanian ladang berpindah sebagai Kunci utama dan kepala Desa. Hasil analisa yang dapat diperoleh sistem pertanian ladang berpinndah yaitu masyarakat peladang masih kuat kearifan lokal berladang dengan sistem berpindahpindah dan hal tersebut menjadi budaya masyarakat Desa Benao Hilir Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Kata kunci : Dampak penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Terhadap sistem pertanian ladang berpindah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam pemberlakuan larangan pembakaran hutan dan lahan sebagaimana yang tertuang didalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup pasal 69 ayat (1) huruf h yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Namun disisi lain dalam kebiasaan berladang masyarakat dayak khususnya yang ada di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan selalu dengan cara membakar yang telah dilakukan turun temurun sejak dulu. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (Tiga) hal yaitu : (1). Bagaimana dampak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terhadap sistem berladang masyarakat suku dayak di desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? (2). Bagaimana kebijakan yang diberikan oleh pemerintah berkaitan dengan larangan pembakaran hutan dan lahan kepada para petani lokal yang ada di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan? (3). Bagaimana tanggapan masyarakat Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan terhadap berlakunya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ? Subjek penelitian ini adalah Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Katingan, Sekretaris Kecamatan Tasik Payawan, Kepala Desa Tewang Tampang, staf Desa Tewang Tampang, Mantir Adat Tewang Tampang, Tokoh Masyarakat dan petani lokal yang ada di Desa Tewang Tampang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Kepustakaan dan Dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: (1). Penerapan Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup berdampak terhadap perubahan sistem berladang masyarakat, menghilangkan kearifan lokal masyarakat, penurunan luas areal berladang dan hilangnya lapangan pekerjaan. (2). Kebijakan pemerintah berkaitan dengan larangan pembakaran hutan dan lahan kepada para petani lokal yang ada di Desa Tewang Tampang adalah pengelolaan lahan secara arif dan bijak, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), bahan pertanian dan cetak sawah. (3) Pada dasarnya masyarakat mengeluhkan pemberlakuan aturan yang secara merata, masyarakat berharap adanya pengecualian bagi para petani lokal agar tetap dapat melakukan aktivitas berladangnya seperti biasa. Meski demikian namun sebagai warga Negara yang baik mereka tetap mematuhi aturan yang ada.