Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

131 hasil
Subjek: Siswa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Guru dalam Mengatasi Masalah Perilaku Siswa melalui Manajemen Kelas di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya

162025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi manajemen kelas yang diterapkan oleh guru kelas V di SDN 1 Langkai Kota Palangka Raya dalam mengatasi berbagai masalah perilaku siswa, seperti kurang fokus, berbicara sendiri, dan sulit mengikuti instruksi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan fenomenologis ini dilaksanakan di SDN 1 Langkai. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kunci terdiri dari guru kelas dan siswa kelas V. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi guru efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung perkembangan perilaku positif siswa. Strategi tersebut mencakup: (1) Perencanaan Partisipatif melalui pelibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas untuk membangun rasa tanggung jawab; (2) Pengorganisasian Dimensi Fisik dan Sosio-Emosional yang optimal, seperti penataan tempat duduk berdasarkan karakteristik siswa, serta membangun hubungan interpersonal yang suportif dan berbasis empati ; dan (3) Pengendalian Perilaku melalui penerapan Disiplin Positif yang konsisten, berfokus pada pemberian pujian/penguatan positif, kegiatan refleksi diri, dan dialog korektif yang bersifat membimbing alih-alih menghukum. Selain itu, guru juga aktif menjalin kerja sama dengan orang tua untuk memantau perilaku siswa secara lebih optimal. Dengan demikian, strategi manajemen kelas ini terbukti efektif mengatasi masalah perilaku siswa dan membentuk karakter positif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI NONAKADEMIK MAHASISWA INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI OKSAN RAHMADANI, 2026. Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Pengembangan Kompetensi Nonakademik Mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Organisasi kemahasiswaan, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa, menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, fenomena yang ditemukan menunjukkan bahwa minat dan motivasi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan masih kurang, sehingga pengembangan kompetensi nonakademik melalui kegiatan tersebut belum optimal. Berdasarkan fenomena tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana bentuk kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya; (2) bagaimana faktor pendukung dan penghambat organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa; dan (3) bagaimana peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa. Untuk menganalisis ketiga rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan teori konstruktivisme, teori sibernetik, dan teori peran. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya mengenai peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengurus organisasi kemahasiswaan, mahasiswa yang pernah mengikuti organisasi, dan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian selanjutnya dideskripsikan secara sistematis dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan organisasi kemahasiswaan cukup beragam, tetapi pelaksanaannya belum optimal karena partisipasi mahasiswa masih terbatas dan jadwal kegiatan berbenturan dengan perkuliahan. Faktor pendukung meliputi dukungan kampus berupa pendanaan, fasilitas, dan perizinan, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi mahasiswa, benturan jadwal, dan keterbatasan dana pada sebagian organisasi. Organisasi kemahasiswaan berperan sebagai wadah pembelajaran untuk mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, pemecahan masalah, dan keterampilan khusus, meskipun kesempatan pengembangannya belum merata. Kata Kunci: organisasi kemahasiswaan, kompetensi nonakademik, mahasiswa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS V DI SDN 4 MENTENG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRNA OLIVIA. 2026. Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H. Pembimbing II : Hendri, S, Ag., M.Si Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pemahaman membaca siswa kelas V di SDN 4 Menteng Palangka Raya Pemahaman membaca merupakan kemampuan siswa dalam memahami, menangkap, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang terdapat dalam suatu bacaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kemampuan siswa kelas V dalam memahami isi bacaan. Sebagian siswa mampu memahami informasi dalam teks, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam menentukan ide pokok, menemukan informasi penting, menyimpulkan isi bacaan, dan menceritakan kembali bacaan menggunakan bahasa sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman membaca siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara,lembar observasi,dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman membaca siswa kelas V belum sepenuhnya merata. Sebagian siswa telah mampu memahami isi bacaan secara umum, menemukan informasi yang terdapat dalam teks, dan menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan ide pokok, menemukan informasi penting, menyimpulkan isi bacaan, dan menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri. Faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman membaca siswa meliputi faktor internal, seperti minat membaca, penguasaan kosakata, kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, serta motivasi belajar, dan faktor eksternal, seperti lingkungan belajar, dukungan keluarga, serta peran guru dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, diperlukan upaya pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk membantu meningkatkan kemampuan pemahaman membaca. Kata kunci: analisis, pemahaman membaca, siswa kelas V, penelitian kualitatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS CARA BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SD NEGERI 1 SABARU KOTA PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Anisa, 2026. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagarnaan lnstitut Agama Hindu Ncgcri "Tampung Penyang"(lAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Mitro.S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing (II) Yoppie.,M.Pd.H. Pendidikan merupakan proses yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, rnaupun sikap. Sckolah dasar scbagai jcnjang pendidikan awal memiliki peran penting dalam membentuk karakter, krcativitas, dan kemampuan dasar siswa. Salah satu mata pelajaran yang berperan dalam mengembangkan kreativitas dan kepekaan estetika siswa adalah mat.a pelajaran Seni Budaya. Pcnclitian ini bcrtujuan untuk mcnganalisis cara bclajar siswa dalam mata pelajaran Seni Budaya di SD Negeri I Sabaru Kola Palangka Raya serta mengidentiiikasi kendala yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Cara bclajar siswa mcrupakan salah satu faktor pcnting yang mcmcngamhi kcbcrhasilan pcmbclajaran Scni Budaya, karcna mata pclajaran ini mcnckankan aspek kreativitas, kelerarnpilan, dan keaktifan siswa. Penelitian ini menggunakan pcndckatan kualitatif dcngan mctodc dcskriptif Subjck pcnclitian mcliputi siswa dan guru mata pclajaran Scni Budaya di SD Ncgcri I Sabaru Kota Palangka Raya. Teknik pengurnpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, clan dokumentasi. Hasil pcnclitian mcnunjukkan balnva cara bclajar siswa dalam mata pclajaran Seni Bu<laya beragam, antara lain melalui cara belajar visual, auditorial, clan kinestetik, dengan kecenderungan siswa lebih mudah mernaharni materi melalui praktik langsung. Adapun kcndala yang dihadapi siswa dalam cara bclajar mcliputi pcrbcdaan kcmampuan dan minat bclajar siswa, kctcrbatasan sarana dan media pembelajaran, serta kurangnya waktu pembelajaran untuk. prak.tik. secara ma.k.sirnal. Dcngan mcngctaJrni cara bclajar dan kcndala yang dihadapi siswa, diharapkan guru dapat mcrancang stratcgi pcmbclajaran yang lcbih cfcktif dan scsuai dcngan karakteristik siswa sehingga proses pembelajaran Seni Budaya dapat berjalan secara optimal. Kata kunci: Analisis, Cara Belajas, Siswa, Seni Budaya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLIKASI TIDAK TERSEDIANYA GURU AGAMA HINDU PADA SISWA HINDU DI SDN 1 SEPANG KOTA KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRNA REVILINA. 2026. Implikasi Tidak Tersedianya Guru Agama Hindu terhadap Siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H Skripsi ini mengkaji atau meneliti implikasi tidak tersedianya guru Agama Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Fenomena terjadi ketimpangan pada siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota karena tidak tersedianya guru Agama Hindu yang memberikan proses pembelajaran kepada anak didik. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ini mengkaji tentang 1. Apa kendala tidak tersedia guru Agama Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota, 2. Bagaimana implikasi tidak tersedianya Guru Agama Hindu pada siswa Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota Untuk mengkaji rumusan masalah menggunakan teori Peran dan teori Implikasi untuk mendapatkan kajian yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengkaji ilmu pengetahuan tentang Pendidikan dan pengetahuan agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas, siswa Hindu, dan pihak Penyelenggaraan Bimas Hindu Kantor Kemenag Agama Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori menunjukkan bahwa kendala tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu disebabkan oleh keterbatasan jumlah guru, belum meratanya pemerataan dan distribusi Guru Pendidikan Agama Hindu, serta jumlah siswa Hindu yang relatif sedikit dibandingkan dengan peserta didik yang beragama lain. Pihak sekolah telah melakukan upaya berupa pengajuan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Hindu kepada instansi terkait, melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang, serta memberikan pembinaan karakter secara umum kepada seluruh peserta didik. Implikasi tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu terhadap siswa Hindu meliputi belum terlaksananya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu secara terstruktur dan berkesinambungan, terbatasnya pemahaman siswa terhadap ajaran Agama Hindu melalui pembelajaran formal di sekolah, serta belum optimalnya pembinaan karakter religius dan nilai-nilai spiritual berdasarkan ajaran Hindu. Pengetahuan keagamaan siswa selama ini lebih banyak diperoleh melalui keluarga, tokoh agama, dan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Guru Pendidikan Agama Hindu sangat diperlukan untuk mendukung terlaksananya pendidikan agama yang terarah, sistematis, berkesinambungan, sesuai kebutuhan peserta didik Hindu. Kata kunci : Guru Pendidikan Agama Hindu, implikasi, siswa Hindu, Karakter Siswa

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Motivasi Internal dan Eksternal Terhadap Minat Siswa Dalam Melaksanakan Ibadah Basarah di SMAN 4 Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hendro, 2026. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pengaruh Motivasi Internal dan Eksternal terhadap Minat Siswa dalam Melaksanakan Ibadah Basarah di SMAN 4 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si., dan Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terdapatnya siswa yang mengikuti ibadah Basarah bukan sepenuhnya atas kesadaran dan kebutuhan spiritual, tetapi juga karena kewajiban sekolah, pengawasan, dan faktor lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui pengaruh motivasi internal dan motivasi eksternal terhadap minat siswa dalam melaksanakan ibadah Basarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi internal terhadap minat siswa, pengaruh motivasi eksternal terhadap minat siswa, serta pengaruh motivasi internal dan eksternal secara bersama-sama terhadap minat siswa dalam melaksanakan ibadah Basarah di SMAN 4 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa beragama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya, dengan sampel sebanyak 71 siswa kelas XI dan XII yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, yang meliputi uji parsial (t), uji simultan (F), dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat siswa dalam melaksanakan ibadah Basarah, dengan nilai t hitung sebesar 6,482 dan signifikansi 0,001, serta koefisien regresi sebesar 0,655. Motivasi eksternal juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat siswa, dengan nilai t hitung sebesar 4,166, signifikansi 0,001, dan koefisien regresi sebesar 0,552. Secara simultan, motivasi internal dan motivasi eksternal berpengaruh signifikan terhadap minat siswa dalam melaksanakan ibadah Basarah, dengan nilai F hitung sebesar 262,410 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,882 menunjukkan bahwa model yang terdiri atas motivasi internal dan motivasi eksternal mampu menjelaskan 88,2% variasi minat siswa, sedangkan 11,8% lainnya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMANFAATAN SUDUT BACA UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN MEMBACA SISWA KELAS IV DI SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jandarianto, 2026 : Pemanfaatan Sudut Baca Untuk Meningkatkan Kebiasaan Membaca Siswa Kelas IV di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Skripsi ini, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr I Wayan Dana, S. Pd., M. Si, Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, SS., M.Hum Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kebiasaan membaca siswa kelas IV-A di SDN 1 Menteng Palangka Raya, yang ditunjukkan oleh rendahnya inisiatif membaca, pemanfaatan waktu luang untuk membaca, serta belum optimalnya pemanfaatan sudut baca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan sudut baca dalam meningkatkan kebiasaan membaca siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Landasan teori penelitian menggunakan teori konstruktivisme dan teori behavioristik yang menekankan pentingnya pengalaman, lingkungan, pembiasaan, dan penguatan dalam membentuk perilaku belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut baca dimanfaatkan melalui kegiatan membaca sebelum pembelajaran, setelah menyelesaikan tugas, dan pada waktu luang dengan arahan serta pendampingan guru. Perkembangan kebiasaan membaca terlihat melalui empat indikator, yaitu minat membaca, inisiatif membaca, konsistensi membaca, dan manfaat membaca. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas dan bahan bacaan, kesempatan membaca, serta peran guru. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan koleksi buku, rasa bosan, ketidaksesuaian bacaan dengan minat siswa, dan gangguan teman. Dengan demikian, pemanfaatan sudut baca mendukung perkembangan kebiasaan membaca siswa, meskipun pembiasaan membaca secara mandiri masih perlu ditingkatkan. Kata kunci: sudut baca, kebiasaan membaca, literasi, siswa sekolah dasar, pembiasaan membaca.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PENGENDALIAN DIRI DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PADA KEGIATAN FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Public speaking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, tidak hanya dalam konteks akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial, Namun kemampuan public speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya IAHN Palangka Raya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan keterampilan komunikasi terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunkaan pendekatan deskriptif eksploratif dengan jenis penelitian kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan deskripsis data hasil penelitian, uji kualitas instrumen, uji pra-syarat analisis, dan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS 24.0 Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pengendalian diri (sig. 0,001 < 0,05) dan keterampilan komunikasi (sig. 0,013 < 0,05) secara parsial terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya angkatan 2025. Secara simultan, kedua variabel juga memberikan pengaruh yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,342. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan keterampilan komunikasi berkontribusi sebesar 34,2% terhadap kemampuan public speaking, sementara 65,8% dijelaskan oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya pengembangan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa untuk menunjang kemampuan public speaking. peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang menyumbang 65,8% pengaruh di luar penelitian ini.

9 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI KOMUNIKASI GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA HINDU SDN – 1 MARANDANG KECAMATAN SERUYAN HULU KABUPATEN SERUYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalvin, 2026 : Strategi Komunikasi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu SDN – 1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Pembimbing I Kunti Ayu Vedanti, S.Fil.H.,M.Ag, Pembimbing II I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd. Pembelajaran Agama Hindu membutuhkan strategi komunikasi guru yang sesuai dengan kondisi siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana strategi komunikasi Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan? (2) Apa saja hambatan dan upaya Guru Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Hindu di SDN-1 Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu (1) Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas dan (2) Teori Behavioristik. Informan penelitian terdiri dari Guru Agama Hindu, siswa Hindu kelas IV–VI, serta orang tua atau wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi guru dilakukan melalui komunikasi interpersonal, verbal, dan dialogis dengan penggunaan bahasa sederhana, pertanyaan, penjelasan ulang materi, pendekatan pribadi, perhatian, motivasi, pujian, dan penghargaan; (2) hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya fokus dan keaktifan siswa, kesulitan memahami materi, kurangnya keberanian menjawab pertanyaan, serta keterbatasan media pembelajaran; (3) upaya yang dilakukan guru meliputi pendekatan personal, pemberian perhatian, penjelasan ulang, pertanyaan, motivasi, pujian, dan penghargaan. Strategi komunikasi tersebut mendukung keterlibatan dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Agama Hindu.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA KELAS V C DI SDN 8 MENTENG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Kevin Aulya : (2026) Implementasi Pembelajaran Interaktif sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Siswa Kelas V C di SDN 8 Menteng Palangka Raya. (Pembimbing I Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H) Pembelajaran interaktif merupakan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif melalui interaksi antara guru dan siswa maupun antarsiswa. Penerapan pembelajaran interaktif tidak hanya mendukung keaktifan siswa dalam belajar, tetapi juga dapat mengembangkan karakter melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, dan penyampaian pendapat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya yang telah melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, namun masih ditemukan siswa yang kurang aktif dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran interaktif, mengetahui nilai-nilai karakter yang berkembang, serta mengetahui faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut, serta memperoleh dukungan kebijakan sekolah. Nilai karakter yang berkembang meliputi disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian dan sikap menghargai, serta percaya diri dan keberanian berpendapat. Faktor penghambat meliputi perbedaan motivasi dan keaktifan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan media, sarana dan prasarana, serta alokasi waktu. Kata kunci: Pembelajaran Interaktif, Karakter Siswa, Peserta Didik Sekolah Dasar.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KOMUNIKASI MAHASISWA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MENANGKAL BERITA HOAKS PADA MEDIA SOSIAL DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lidya Sinta Bela, (2026) Komunikasi Mahasiswa Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Menangkal Berita Hoaks Pada Media Sosial di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Evie, S.Pd., M.Pd Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana komunikasi mahasiswa berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks pada media sosial seperti tiktok di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks pada media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, 2) Apa saja strategi yang dilakukan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks di media sosial seperti tiktok khususnya di lingkungan Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dengan informan sebanyak 8 (delapan) mahasiswa dan 2 (dua) dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menangkal berita hoaks di TikTok berlangsung secara aktif, dinamis, dan timbal balik melalui verifikasi, evaluasi, penyaringan informasi, serta pemberian umpan balik. Strategi tersebut didukung oleh pembelajaran, diskusi, seminar, pelatihan literasi digital, dan dukungan dosen serta fakultas. Kemampuan literasi digital mahasiswa telah berkembang, tetapi belum sepenuhnya merata sehingga masih diperlukan penguatan secara berkelanjutan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tomi. 2026. Upaya Guru Kelas dalam Mengatasi Kesulitan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas V di SDN 3 Palangka. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Dosen Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag dan Dosen Pembimbing II: Hendri, S.Ag.,M.Si Kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V dapat terlihat dari rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi, kepasifan dalam kegiatan kelompok, serta kesulitan dalam menjalin kerja sama dengan teman maupun guru. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru kelas dalam memberikan pendampingan dan menerapkan upaya yang tepat untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial secara positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan interaksi sosial yang dialami siswa kelas V, menganalisis faktor penyebab kesulitan interaksi sosial, serta mendeskripsikan upaya guru kelas dalam mengatasi kesulitan interaksi sosial pada siswa kelas V di SDN 3 Palangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. sumber data di peroleh melalui informan dalam penelitian ini terdiri atas siswa kelas V, guru kelas V, guru PJOK, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan interaksi sosial siswa terlihat dari kurangnya rasa percaya diri, siswa cenderung pendiam, kurang aktif dalam berkomunikasi, sulit bekerja sama, serta masih terdapat siswa yang memilih menyendiri dalam kegiatan tertentu. Faktor yang memengaruhi kesulitan interaksi sosial meliputi perbedaan karakter siswa, kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri, lingkungan pertemanan, kondisi keluarga, serta kondisi kelas dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan perhatian secara individual. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan secara individual, pemberian motivasi dan apresiasi, kegiatan kerja kelompok, pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat, serta penciptaan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap keberanian siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan sosial dengan guru maupun teman sebaya. Dengan demikian, peran guru sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan interaksi sosial di lingkungan.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V-B SDN 6 Palangka.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Renol. 2026: Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V-B SDN 6 Palangka. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si, dan Pembimbing II Serlis Rusandi, M.Pd. Penelitian ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, proses pembelajaran IPAS masih cenderung menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan prestasi belajar siswa belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B SDN 6 Palangka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 siswa kelas V-B SDN 6 Palangka. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket untuk mengukur penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan tes esai berupa pretest dan posttest untuk mengukur prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai pretest dengan nilai minimum 15, nilai maksimum 65, nilai rata-rata 33,33, dan standar deviasi 12,655. Setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diperoleh nilai posttest dengan nilai minimum 45, nilai maksimum 95, nilai ratarata 74,58, dan standar deviasi 12,676, sehingga menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi nilai sig. prestasi belajar siswa yaitu 0,366 > 0,05, sehingga data penelitian berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 7,749 lebih besar daripada t tabel sebesar 1,717, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V-B di SDN 6 Palangka

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KOMUNIKASI TATAP MUKA DI TENGAH FENOMENA PHUBBING PADA MAHASISWA ASRAMA IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muhamad, 2026. Komunikasi Tatap Muka di Tengah Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Desembeling, S.Ag.,M.Si Penelitian ini mengkaji fenomena phubbing (phone snubbing) yang memicu paradoks komunikasi: mendekatkan hubungan dengan pihak yang jauh melalui gawai, namun justru menjauhkan keakraban dengan orang yang berada di dekatnya di lingkungan komunal Asrama IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Lingkungan asrama yang idealnya menjadi ruang pembinaan karakter, persaudaraan, serta pengamalan nilai-nilai agama dan budaya, kini menghadapi tantangan nyata akibat pergeseran pola interaksi tersebut. Tujuan riset ini untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman subjektif mahasiswa dalam berkomunikasi tatap muka, menganalisis dampak perilaku phubbing terhadap dinamika dan iklim sosial asrama, serta mengidentifikasi hambatan, upaya yang telah dilakukan, dan solusi yang tepat guna. Jenis atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Pendekatan tersebut dimulai dengan cara berpikir deduktif kemudian melakukan pengujian di lapangan serta pendekatan kualitatif lebih menekankan analisis pada proses penyimpulkan deduktif dan induktif serta analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah, Penelitian ini dilaksanakan di asrama mahasiswa Kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya dilaksanakan kurang lebih satu (1) bulan, Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dalam proses pelaksanaannya yang menentukan adalah Pembina asrama dan ketua asrama putra beserta putri, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, Analisis data yang digunakan peneliti yaitu model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014:12- 14) yaitu kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena phubbing saat berinteraksi langsung secara signifikan menurunkan kualitas komunikasi tatap muka mahasiswa. mahasiswa yang menjadi sasaran perilaku ini cenderung merasa diabaikan, kurang dihargai, dan tidak mendapatkan perhatian penuh dari lawan bicara. Penggunaan gawai saat berkomunikasi menyebabkan perhatian terbagi, sehingga menghambat kontak mata serta menurunkan efektivitas penyampaian pesan. Lebih lanjut, fenomena ini juga terbukti mengurangi kualitas hubungan interpersonal, menurunkan rasa saling percaya, serta menghambat pembentukan kehadiran sosial dan kebersamaan di lingkungan asrama

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Manajemen Sarana Prasarana dan Persepsi Siswa Terkait Fasilitas Keagamaan Terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu di SMAN 4 Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kepuasan belajar siswa Hindu merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pengelolaan Pendidikan, yang turut dipengaruhi oleh ketersediaan serta persepsi terhadap fasilitas penunjang keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Manajemen Sarana Prasarana (X1) dan Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) di SMAN 4 Palangka Raya, baik secara langsung melalui Fasilitas Keagamaan (Z) sebagai variabel antara (intervening). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain ex post facto menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa beragama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya, dengan jumlah sampel 82 siswa yang ditentukan menggunakan Teknik propotional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran instrumen angket (kuesioner) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) untuk menguji efek langsung dan tidak langsung antarvariabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji sub structural I, Manajemen Sarana Prasarana (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,802), sedangkan Persepsi Siswa (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Fasilitas Keagamaan (Z). pada uji sub structural II, Persepsi Siswa (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Kepuasan Belajar (Y) dengan kontribusi paling dominan (β = 0,942), begitu fula Fasilitas Keagamaan (Z) (β = 0,136). Sebaliknya, Manajemen Sarana Prasarana (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap Kepuasan Belajar (Y). Hasil uji sobel membuktikan bahwa Fasilitas Keagamaan (Z) berfungsi sebagai variabel mediasi penuh (full mediation) pada hubungan antara Manajemen Sarana Prasarana (X1) terhadap Kepuasan Belajar (Y) (thitung 3,223 > 1,96). Namun, Fasilitas Keagamaan (Z) tidak terbukti memediasi pengaruh Persepsi Siswa (X2) terhadap Kepuasan Belajar Siswa Hindu (Y) (thitung 1,167 1,96). Pihak sekolah diharapakan menjaga persepsi positif siswa dan mengoptimalkan manajemen sarana prasarana fisik khusus keagamaan guna mendongrak kepuasan belajar secara efektif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penanaman Sikap Religius Siswa Pada Kegiatan Persembahyangan Basarah di Smpn Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Olda Mustika, 2026. Penanaman Sikap Religius Siswa Pada Kegiatan Persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H Sikap Religius siswa adalah kondisi internal yang tercermin dalam perilaku, kebiasaan, dan cara siswa menjalani aktivitas yang di dasarkan pada nilai-nilai keagamaan. Sikap ini tidak hanya menyangkut pengetahuan tentang agama, tetapi juga bagaimana siswa menghayati, memahami, dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengidentifikasi apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman sikap Religius siwa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualititaif teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menurut miles dan huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas menggunakan metode pembiasaan. (a) pembiasaan ibadah rutin, (b) pembiasaan sikap gotong royong, (c) pembiasaan sikap bertanggung jawab, (d) pembiasaan sikap etika dan moral. dan metode keteladanan keteladanan kepribasian (akhlak/moral). (2) Apa saja Kendala yang dihadapi dalam penanaman sikap Religius siswa pada kegiatan persembahyangan Basarah di SMPN Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. (a) kendala internal dan (b) kendala ekstenal.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lina. 2026. Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Melalui Program Satu Anak Satu Peran Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Di Kelas IV SDN 3 Palangka . Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Hendri, S.Ag., M.Si. Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa masih pasif, kurang berani mengemukakan pendapat, bertanya, maupun bekerja sama dalam kelompok sehingga pembelajaran belum berlangsung secara aktif dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV SDN 3 Palangka; dan (2) meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan Program Satu Anak Satu Peran dalam model pembelajaran kooperatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Program Satu Anak Satu Peran sebagai strategi yang diintegrasikan ke dalam model pembelajaran kooperatif sehingga setiap siswa memperoleh tanggung jawab yang jelas untuk berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SDN 3 Palangka Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivistik sebagai landasan dalam pelaksanaan pembelajaran karena menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan kerja sama kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi siswa pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari semakin banyaknya siswa yang aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, menjalankan tanggung jawab sesuai perannya, serta berani mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Program Satu Anak Satu Peran melalui model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IV SDN 3 Palangka serta dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Keterampilan Komunikasi Terhadap Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Public speaking merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu dalam mendukung kegiatan akademik maupun persiapan memasuki dunia kerja. Namun, kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi terhadap public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya serta mengukur besarnya pengaruh yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, yang mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula kemampuan public speaking-nya. Pengaruh tersebut dibuktikan melalui nilai signifikansi sebesar 0,001 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun kontribusi keterampilan komunikasi terhadap public speaking sebesar 27,3% sedangkan 72,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti kepercayaan diri, penguasaan materi, kemampuan storytelling dan pengalaman berbicara di depan umum. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan komunikasi perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas public speaking mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail