Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: implikasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLIKASI TIDAK TERSEDIANYA GURU AGAMA HINDU PADA SISWA HINDU DI SDN 1 SEPANG KOTA KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRNA REVILINA. 2026. Implikasi Tidak Tersedianya Guru Agama Hindu terhadap Siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H Skripsi ini mengkaji atau meneliti implikasi tidak tersedianya guru Agama Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Fenomena terjadi ketimpangan pada siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota karena tidak tersedianya guru Agama Hindu yang memberikan proses pembelajaran kepada anak didik. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ini mengkaji tentang 1. Apa kendala tidak tersedia guru Agama Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota, 2. Bagaimana implikasi tidak tersedianya Guru Agama Hindu pada siswa Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota Untuk mengkaji rumusan masalah menggunakan teori Peran dan teori Implikasi untuk mendapatkan kajian yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengkaji ilmu pengetahuan tentang Pendidikan dan pengetahuan agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas, siswa Hindu, dan pihak Penyelenggaraan Bimas Hindu Kantor Kemenag Agama Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori menunjukkan bahwa kendala tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu disebabkan oleh keterbatasan jumlah guru, belum meratanya pemerataan dan distribusi Guru Pendidikan Agama Hindu, serta jumlah siswa Hindu yang relatif sedikit dibandingkan dengan peserta didik yang beragama lain. Pihak sekolah telah melakukan upaya berupa pengajuan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Hindu kepada instansi terkait, melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang, serta memberikan pembinaan karakter secara umum kepada seluruh peserta didik. Implikasi tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu terhadap siswa Hindu meliputi belum terlaksananya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu secara terstruktur dan berkesinambungan, terbatasnya pemahaman siswa terhadap ajaran Agama Hindu melalui pembelajaran formal di sekolah, serta belum optimalnya pembinaan karakter religius dan nilai-nilai spiritual berdasarkan ajaran Hindu. Pengetahuan keagamaan siswa selama ini lebih banyak diperoleh melalui keluarga, tokoh agama, dan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Guru Pendidikan Agama Hindu sangat diperlukan untuk mendukung terlaksananya pendidikan agama yang terarah, sistematis, berkesinambungan, sesuai kebutuhan peserta didik Hindu. Kata kunci : Guru Pendidikan Agama Hindu, implikasi, siswa Hindu, Karakter Siswa

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLIKASI HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DI DESA TUMBANG MAHOP KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF HUKUM HINDU)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bili Oktarian. 2026, Implikasi Hukum Perkawinan di Bawah Umur di Desa Tumbang Mahop Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M,Si. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, S,H.AH.,M,H. Perkawinan merupakan ikatan suci yang bertujuan membentuk keluarga yang harmonis, bahagia, dan kekal berdasarkan ajaran agama serta ketentuan hukum yang berlaku. Dalam perkembangan masyarakat, masih ditemukan praktik perkawinan di bawah umur yang dilakukan sebelum calon mempelai mencapai batas usia minimum sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, yaitu batas usia 19 tahun bagi pria dan wanita. Fenomena tersebut ditemukan di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan yang dipengaruhi oleh berbagai pergaulan remaja. Dalam perspektif hukum Hindu, perkawinan tidak hanya dipandang sebagai hubungan lahiriah antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai kewajiban dharma yang harus dilaksanakan dengan kesiapan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implikasi hukum terhadap perkawinan di bawah umur di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, dan (2) proses penyelesaian terhadap perkawinan di bawah umur di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Mantir Adat, Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MKAHK), Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Sanksi, pasangan yang melakukan perkawinan di bawah umur, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implikasi hukum terhadap perkawinan di bawah umur di Desa Tumbang Mahop, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan adalah bahwa perkawinan yang dilakukan oleh pasangan yang belum mencapai batas usia yang ditentukan oleh Undang-Undang Perkawinan tidak memenuhi syarat hukum perkawinan secara penuh, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan terkait legalitas perkawinan dan perlindungan hukum bagi para pihak. Dari perspektif hukum Hindu, perkawinan di bawah umur dipandang sebagai perbuatan yang belum sesuai dengan prinsip kedewasaan dan tanggung jawab dalam membentuk keluarga, sehingga penyelesaiannya memerlukan keterlibatan keluarga, tokoh adat, dan tokoh agama melalui pembinaan serta pemenuhan kewajibannya. Adapun proses penyelesaian perkawinan di bawah umur dilakukan melalui musyawarah keluarga, pembinaan oleh mantir adat dan tokoh agama Hindu Kaharingan, serta menempuh prosedur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Sinergi antara hukum negara, dan nilai-nilai hukum Hindu menjadi upaya penting dalam memberikan perlindungan serta mencegah terjadinya perkawinan di bawah umur di masyarakat. Kata Kunci: Implikasi Hukum, Perkawinan di Bawah Umur, Hukum Hindu.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Upacara Aruh Baduduk pada Masyarakat Hindu di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MIKO TRIANSYAH, 2024 Implikasi Upacara Aruh Baduduk Pada Masyarakat Hindu Di Desa Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi Jurusan Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H. Upacara Aruh Baduduk merupakan upcara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Labuhan. Upacara ini bertujuan untuk menghormati dan berterima kasih kepada Nining Bahatara/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para leluhur/Iringan Gaduhan yang diyakini telah memberikan kesejahteraan, kesuburan tanah dan keberhasilan panen yang berlimpah, Sebagian masyarakat Hindu ada yang tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk setelah panen dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini, sehingga masyarakat Hindu ini yang tidak melaksanakan dan meninggalkan upacara Aruh Baduduk ini mendapatkan teguran dari leluhur/Iringan Gaduhan. Bedasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk 2) Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk, bertujuan untuk: mengetahui Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan mengetahui Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Teori yang digunakan untuk menganalisis kedua rumusan masalah ini adalah Teori Fenomenalogi untuk rumusan masalah satu yaitu Bagaimana Prosesi Upacara Aruh Baduduk dan Teori Struktural Fungsional untuk rumusan masalah dua yaitu Bagaimana Implikasi Upacara Aruh Baduduk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Lokasi Penelitian di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik penentuan informan,teknik pengumpulan data,teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumnetasi, instrumen penelitian,teknik analisis data. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat diketahui bahwa upacara Aruh Baduduk terdiri dari beberapa rangakaian prosesi diantaranya sejarah timbulnya upacara Aruh Baduduk, tahap persiapan, tahap pelaksanaan,waktu dan tempat pelaksanaan, sarana-sarana yang digunakan, upacara Basarah, upacara Barabun, upacara Badarah Hidup, upacara Bamamang dan makna-makna dalam upacara aruh baduduk dan implikasi upacara Aruh Baduduk yang dimana upacara ini berdampak pada masyarkat apabila melaksanakannya dan tidak melaksanakan upacara Aruh Baduduk ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Pernikahan pada Masa Studi terhadap Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RITA, 2024. Implikasi Pernikahan pada Masa Studi Terhadap Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M. Pembimbing II, Suwito, S.Ag., M.Si Pernikahan pada masa studi membawa implikasi potensial terhadap aspek-aspek kehidupan mahasiswa, termasuk perkuliahan dan pengembangan spiritual mereka sebagai penganut agama Hindu. Pernikahan yang dilakukan pada pertengahan studi dapat memberikan beban ganda, beban utama belajar dan beban mengatur hidup berumah tangga. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas: (1) Bagaimanakah faktor penyebab keputusun mahasiswa untuk menikah pada masa studi pada program studi Pendidikan agama Hindu? (2) Bagaimanakah implikasi pernikahan pada masa studi terhadap perkuliahan mahasiswa? (3) Bagaimanakah upaya mahasiswa dalam merespon implikasi pernikahan yang dialaminya pada masa studi?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi. Informan dalam penelitian ini yaitu adalah lima orang mahasiswa/mahasiswi dari program studi Pendidikan agama Hindu. Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Dan Teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1) faktor penyebab keputusun mahasiswa untuk menikah pada masa studi adalah karena merasa sudah siap untuk menikah dan untuk menghindari fitnah atau dosa. 2) implikasi pernikahan pada masa studi terhadap perkuliahan mahasiswa yaitu implikasi positif: 1) peningkatan semangat belajar, 2) saling bantu dalam tugas kuliah, dan pekerjaan, dan 3) membantu meningkatkan finansial. Implikasi negatifnya adalah adanya pembagian waktu kuliah. 3) Upaya yang dilakukan mahasiswa dalam merespon implikasi pernikahan yang dialaminya pada masa studi yaitu: Mengatur Waktu dengan baik dan berkomunikasi baik dengan pasangan. Kata kunci: Pernikahan pada masa studi, Implikasi pernikahan

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CAINA, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si. Penelitian ini menganalisis tentang nilai-nilai pendidikan dalam upacara Tantulak Bala pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kabupaten Gunung Mas, upacara Tolak Bala merupakan serangkaian kegiatan untuk mencegah dan menghindari dari berbagai macam bala serta ganguan-gangguan dari makhluk gaib peres/penyakit seperti penyakit yang datang secara tiba-tiba.. Pada dasarnya upacara ini telah menjadi tradisi yang tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang, agar selalu dilestarikan dan melasanalan upacara Tantulak Bala dengan mempersembahkan babi dan ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tata cara proses pelaksanaan upacara Tantulak Bala tentunya melalui beberapa hal seperti dasar pelaksanaan upacara, tujuan pelaksanaan upacara serta sarana dan prasarana upacara juga tata cara pelaksanaan upacara Tantulak Bala.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini adalah dilaksanakan di Kelurahan Tehang Manuhing yaitu dengan dipilihnya tempat penelitian ini karena mengingat upacara Tantulak Bala masih sering dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan setiap tahunnya khususnya di Kelurahan Tehang Manuhing. Dengan Teknik penentuan Informan adalah Purposive Sampling yakni Basir, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Sumber data, yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif.Adapun Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tantulak Bala Bagi Umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, yaitu Nilai Sosial, Nilai Psikologis dan Pedagogis, Nilai Religius dan Nilai Intelektual dan Nilai Kecerdasan. Implikasi upacara ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia baik atau buruknya. Dampak dari pelaksanaan upacara Tantulak Bala dapat dibedakan menjadi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif, yaitu a) Manusia dapat dijauhkan dari peres/penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia di dunia ini; b) Manusia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan damai, harmonis, tentram dan sejahtera; c) Manusia tidak mengalami kesusahan dalam hidupnya; dan d) Merasakan ketenangan setelah melakukan upacara Tantulak Bala. Kemudian dampak negatif, yakni: a) Manusia merasakan tidak aman dan gelisah akibat tidak melaksanakan upacara Tantulak Bala; b) Timbulnya sebuah penyakit berasal dari segala arah yang berbeda-beda baik dari dasar air, darat dan udara; dan c) Kurangnya kerjasama umat Hindu dalam melaksanakan upacara Tantulak Bala.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK PADA KELUARGA HINDU DI KUALA KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga merupakan satu hal penting dalam pengasuhan anak karena anak tumbuh dan dibesarkan di lingkungan keluarga. Pengasuhan anak merupakan serangkaian kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua dan perlu diperhatikan secara serius sebab menentukan kepribadian atau karakter anak. Penelitian ini mengkaji pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Fokus penelitian pada pembahasan tentang (1) Bentuk pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu; (2) Fungsi pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap pendidikan karakter anak, dan (3) Implikasi penerapan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut, yakni teori fungsional struktural dan teori praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis seluruh peristiwa yang berhubungan dengan kegiatan pengasuhan yang berlangsung pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pola asuh yang ditemukan terhadap pola asuh orang tua dalam pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu adalah terdiri dari tiga jenis pola asuh, yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Adapun fungsi pola asuh orang tua dimana menjalankan fungsi tanggung jawab keterlibatan orang tua dalam mengasuh anak yang memuat tiga aspek dimensi, yaitu: expressive involvement (EI), instrumental involvement (II), dan mentoring/advising involvement (MAI) terhadap bentuk pola asuh demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif. Implikasi pola asuh orang tua memiliki pengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan karakter sesuai dengan karakteristik masing-masing pola asuh yang diterima anak di keluarga. Adanya pengasuhan sebagai wujud bimbingan, arahan, dorongan, didikan, dan pengawasan dari orang tuanya melalui pola asuh demokratis, pola asuh otoriter maupun pola asuh permisif terhadap pendidikan karakter anak pada keluarga Hindu di Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Disiplin dan Kinerja Tenaga Pendidik (Studi Kasus di Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi menjadi hal yang urgen dan penting untuk memperbaiki tingkat kehadiran tenaga pendidik yang berdampak pada kinerja tenaga pendidik. Pengaruh seorang pemimpin sangat penting untuk mendorong tenaga pendidik sehingga lebih berdisplin dan meningkatkan kinerja tentunya dengan kebijakan dan keputusan yang dibuat agar tenaga pendidik dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepada tenaga pendidik demi mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya, yaitu terwujudnya kedisiplinan dari seluruh komponen untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan kokoh serta meningkatkan mutu pendidikan yang edukatif dan berwawasan. Atas dasar latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada tiga aspek permasalahan, yaitu bentuk pengaruh kepemimpinan, fungsi pengaruh kepemimpinan, dan implikasi pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin dan kinerja tenaga pendidik di Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut yakni teori fungsionalisme struktural, teori manajemen, dan teori pendukung di antaranya teori situasional dan teori ciri-ciri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Selanjutnya data diolah melalui teknik analisis data, yakni dengan melakukan reduksi data, menyajikan data dalam bentuk uraian singkat dengan teks yang bersifat naratif dan melakukan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini disampaikan sebagai berikut. (1) Bentuk pengaruh kepemimpinan, yakni kata-kata, tindakan, bahasa tubuh, sikap dan keputusan. (2) Fungsi pengaruh kepemimpinan, yakni instruksi, konsultasi, partisipasi, delegasi, dan pengendalian. Lima fungsi pengaruh kepemimpinan tenaga pendidik dituntut untuk dapat melaksanakan apa yang menjadi tuntutan dari ketua pasraman dan mencari solusi untuk meningkatkan disiplin dan kinerja tenaga pendidik (3) Implikasi pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin dan kinerja, yakni meningkatnya kuantitas kerja, meningkatnya kualitas kerja, inisiatif tenaga pendidik, kehadiran tenaga pendidik, dan memiliki kemampuan bekerja sama.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail