Abstrak
ABSTRAKSI OKSAN RAHMADANI, 2026. Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Pengembangan Kompetensi Nonakademik Mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Organisasi kemahasiswaan, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa, menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, fenomena yang ditemukan menunjukkan bahwa minat dan motivasi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan masih kurang, sehingga pengembangan kompetensi nonakademik melalui kegiatan tersebut belum optimal. Berdasarkan fenomena tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana bentuk kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya; (2) bagaimana faktor pendukung dan penghambat organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa; dan (3) bagaimana peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa. Untuk menganalisis ketiga rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan teori konstruktivisme, teori sibernetik, dan teori peran. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya mengenai peran organisasi kemahasiswaan dalam pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengurus organisasi kemahasiswaan, mahasiswa yang pernah mengikuti organisasi, dan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian selanjutnya dideskripsikan secara sistematis dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan organisasi kemahasiswaan cukup beragam, tetapi pelaksanaannya belum optimal karena partisipasi mahasiswa masih terbatas dan jadwal kegiatan berbenturan dengan perkuliahan. Faktor pendukung meliputi dukungan kampus berupa pendanaan, fasilitas, dan perizinan, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya partisipasi mahasiswa, benturan jadwal, dan keterbatasan dana pada sebagian organisasi. Organisasi kemahasiswaan berperan sebagai wadah pembelajaran untuk mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, pemecahan masalah, dan keterampilan khusus, meskipun kesempatan pengembangannya belum merata. Kata Kunci: organisasi kemahasiswaan, kompetensi nonakademik, mahasiswa