ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Public speaking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh mahasiswa, tidak hanya dalam konteks akademik tetapi juga dalam kehidupan sosial, Namun kemampuan public speaking Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Dan Brahma Widya IAHN Palangka Raya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri dan keterampilan komunikasi terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunkaan pendekatan deskriptif eksploratif dengan jenis penelitian kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan deskripsis data hasil penelitian, uji kualitas instrumen, uji pra-syarat analisis, dan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS 24.0
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pengendalian diri (sig. 0,001 < 0,05) dan keterampilan komunikasi (sig. 0,013 < 0,05) secara parsial terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya angkatan 2025. Secara simultan, kedua variabel juga memberikan pengaruh yang signifikan (sig. 0,000 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 0,342. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan keterampilan komunikasi berkontribusi sebesar 34,2% terhadap kemampuan public speaking, sementara 65,8% dijelaskan oleh variabel lain. Temuan ini menegaskan bahwa perlunya pengembangan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi mahasiswa untuk menunjang kemampuan public speaking. peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi variabel lain yang menyumbang 65,8% pengaruh di luar penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Public speaking merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu dalam mendukung kegiatan akademik maupun persiapan memasuki dunia kerja. Namun, kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi terhadap public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya serta mengukur besarnya pengaruh yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana menggunakan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu, yang mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula kemampuan public speaking-nya. Pengaruh tersebut dibuktikan melalui nilai signifikansi sebesar 0,001 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Adapun kontribusi keterampilan komunikasi terhadap public speaking sebesar 27,3% sedangkan 72,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini seperti kepercayaan diri, penguasaan materi, kemampuan storytelling dan pengalaman berbicara di depan umum. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan komunikasi perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas public speaking mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu IAHN Tampung Penyang Palangka Raya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuti Yuniati. 2026. Pembimbing I Dr. I Wayan dana, S.Pd., M.Si, Pembimbing II
Ayu Fitriana, M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penggunaan
Buku Garis Tiga Terhadap Keterampilan Menulis Tegak
Bersambung Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SDN
11 Langkai.
Pendidikan pada tingkat dasar siswa tidak hanya mengarah pada
penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga pada perkembangan keterampilan
berbahasa, salah satunya keterampilan menulis. Pada fase B sekolah dasar, siswa
diharapkan mampu menulis tegak bersambung dengan memperhatikan ketepatan
bentuk huruf, kerapian, keteraturan, dan proporsi tulisan. Namun, hasil observasi
awal di kelas III SDN 11 Langkai menunjukkan bahwa sebagian siswa masih
mengalami kesulitan menulis tegak bersambung secara rapi dan sesuai kaidah.
Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah
penggunaan buku garis tiga sebagai panduan visual dalam menulis tegak
bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan
menulis tegak bersambung siswa setelah penggunaan buku garis tiga
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN 11 Langkai. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experimental pretestposttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa, terdiri atas
29 siswa kelas III B sebagai eksperimen dan 27 siswa kelas III C sebagai kelas
kontrol Dengan sampel yang terdiri dari siswa kelas III B sebagai kelas
eksperimen dan kelas III C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes praktik menulis tegak bersambung. Analisis data dilakukan
menggunakan analisis deskriptif dan N – Gain Score. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) pretest kelas eksperimen sebesar 24,00
(min 12; max 33; std dev 5,948), meningkat menjadi 27,68 (min 15; max 38; std
dev 6.890) pada posttest, sedangkan nilai rata-rata (mean) pretest kelas kontrol
sebesar 22,61 (min 15; max 32; std dev 5.349) menurun menjadi 22,24 (min 14;
max 30; std dev 5.281). Hasil analisis N – Gain Score menunjukkan bahwa kelas
eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,26 dengan kategori rendah,
sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar -0,04 dengan kategori
terjadi penurunan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan
menulis tegak bersambung pada kelas yang menggunakan buku garis tiga lebih
baik dibandingkan kelas yang menggunakan buku tulis standar. Dengan demikian,
buku garis tiga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran
untuk membantu meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa
sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siswa yang memiliki keterampilan perlu mendapat perhatian lebih serius dalam pendidikan terutama dalam bidang pendidikan agama Hindu, yang tidak hanya tentang teori semata namun juga dalam upaya pembinaan dan pendampingan guna mengembangkan keterampilan keagamaan dan keterampilan kecakapan hidup lainnya. Guru tidak hanya dituntut menyusun rencana pengajaran, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan kata yang terkandung dalam materi yang disajikan, maka dalam proses kegiatan belajar bidang studi agama Hindu, tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga pendidik dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan belajar agama untuk mencapai kedewasaan, kejiwaan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis lebih dalam mengenai kendala, Strategi dan Implikasi guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Kendala yang dialami oleh guru agama Hindu di dalam mengembangkan keterampilan siswa agama Hindu yaitu kendala penguasaan keterampilan yang dimiliki, kendala kualitas sumber daya, kendala motivasi siswa , kendala perbedaan kemampuan siswa, kendala dalam hal penguasaan teknologi. Strategi guru dalam mengatasi kendala, berupaya melaksanakan pembelajaran dengan baik. dengan menggunakan media yang tersedia, melakukan berbagai belajar mandiri dari media online dan mengikuti berbagai pelatihan, diklat dan workshop. Menciptakan suasana pembelajaran yang positif, metode pembelajaran yang interaktif, memberikan motivasi, melakukan langkah mengamati, menanyakan, menyeleksi, memberikan praktek. Implikasi siswa tetap mendapatkan materi, memiliki keterampilan yang diharapkan, Dapat mempraktekannya, menonton dan mendengarkan kandayu, tandak dan karungut, yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang baru, untuk diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas, siswa menjadi lebih semangat belajar, mampu berprestasi baik secara akademik maupun prestasi di keterampilannya. siswa menjadi berani, tidak takut dan grogi untuk mengikuti berbagai perlombaan sesuai dengan keterampilan yang mereka kuasai. guru mendapatkan penambahan pengetahuan baru melalui diklat atau wokshop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji tentang keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penomena yang terjadi dilapangan kurang adanya sebuah keterampilan dalam pembuatan sarana basarah, ketidak keterampilan itu ada beberapa aspek atau kendala yang terjadi. Oleh karena itu masalah yang dikaji yaitu: 1. Bagaimana keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai? 2. Apa kendala mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah. Rumusan masalah pertama dikaji dengan teori Kooperatif dan rumusan kedua dikaji dengan teori Konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari guru dan siswa yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam memberikan penjelasan, bimbingan, dan latihan praktik mampu meningkatkan interaksi, pemahaman, serta keterampilan siswa dalam membuat sarana basarah. Pembelajaran kelompok kecil juga menumbuhkan partisipasi aktif, tanggung jawab, penghargaan budaya, dan nilai spiritual sesuai ajaran Hindu Kaharingan. Kendala yang muncul antara lain keterbatasan sarana prasarana, waktu, bahan, tempat berlatih, serta perbedaan motivasi siswa. Meski demikian, sekolah tetap menciptakan suasana belajar kondusif dengan dukungan nilai religius, kreativitas, dan kolaborasi sehingga pembelajaran menjadi kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya serta spiritualitas. Kata kunci: Keterampilan mengajar, sarana basarah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji tentang metode learning by doing dalam meningkatkan keterampilan menggambar pada siswa kelas x tkr a SMK Karsa mulya. Di SMK Karsa Mulya, khususnya kelas X TKR A, ditemukan bahwa keterampilan menggambar siswa masih tergolong rendah, dilihat dari ketidaktepatan proporsi, perspektif, serta pewarnaan dan kontrol tangan yang belum stabil. Guru seni budaya telah menerapkan metode Learning by Doing untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode ini dikenal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui praktik langsung. Namun, hasilnya belum maksimal dan belum sepenuhnya mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan Kemendikbudristek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Learning by Doing, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan keterampilan menggambar siswa kelas X TKR A di SMK Karsa Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut. Teori yang digunakan untuk membantu peneliti mengkaji fenomena ini adalah teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode Learning by Doing dalam pembelajaran seni rupa di kelas X TKR A SMK Karsa Mulya memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi guru maupun siswa. Kendala tersebut meliputi keterbatasan waktu untuk diskusi karya, perbedaan kemampuan antar siswa, gangguan konsentrasi, penggunaan istilah yang sulit dipahami dengan penjelasan yang terlalu cepat, serta kurangnya ketertarikan siswa terhadap topik pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, meskipun metode ini tergolong efektif, perlu adanya penguatan pada tahap evaluasi dan refleksi akhir agar siswa mampu menilai hasil karyanya secara lebih kritis dan mendalam, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran seni rupa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KADEK CANDRA ADINATA, 2024: Eksistensi Serati Dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upakara Pada Pemuda Hindu Di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang eksistensi serati dalam mengajarkan membuat sarana upakara pada pemuda Hindu, sebab pemuda-pemudi kurangnya memahami membuat sarana upacara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat yaitu: 1). Mengetahui peran serati dalam mengajarkan keterampilan membuatsarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan? 2). Mengetahui bagaimana kendala serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan kecamatan Basarang kabupaten Kapuas? 3). Mengetahui upaya serati dalam mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara pada pemuda-pemudi Hindu di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Teknik pengumpulan data yaitu tehnik observsi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 15 Agustus – 15 September 2024. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Berdasarkan pembahasan dan analisis dengan menggunakan teori menunjukan bahwa Serati berperan mengarahkan pemuda-pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. Kendala pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda-pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. Upaya-upaya Serati dalam mengatasi kendala membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda-pemudi Hindu, dalam mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Serati berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Batu Nindan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Chaca Jelyana. 2024 Strategi Guru Agama Hindu Dalam Meningkat Keterampilan Membuat Ketupat Pada Siswa SMKN-1 Banama Tinggang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. pembimbing: (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Megawati,S.Pi, M.pd.H Skripsi ini mengkaji tentang strategi guru dalam meningkatkan keterampilan siswa membuat ketupat. Fenomena yang terjadi siswa kurang minat dan terampil dalam membuat ketupat. Sebab ketupat itu penting dalam Agama Hindu sebagai sarana upacara. Penelitian bertujuan mengkaji ilmu pengetahuan tentang pembuatan ketupat sebagai sarana upacara, untuk mengkaji dan menganalisis permasalahan menggunakan teori behavioristik dan konstruktivisme. Metode yang digunakan yakni metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Pengumpulan data dianalisis mengunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni (1) Strategi guru meliputi menyiapkan alat dan bahan, penyampaian materi, motivasi, demonstrasi dan Apresiasi; (2) Kendala guru Agama Hindu dalam strategi dan proses pembuatan ketupat yakni faktor internal, siswa kurang lancar dalam membuat ketupat, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, sifat pemalu dalam bertanya dan menjawab, serta banyak siswa yang masih menyesuaikan diri dalam strategi pembelajaran dan faktor ekternal kebudayaan, faktor lingkungan serta kurangnya fasilitas bahan praktek; (3) Upaya guru Agama Hindu dalam mengatasi kendala pada saat proses pembuatan ketupat yakni guru melakukan pendekatan kepada siswa dengan menjelaskan pentingnya ketupat dalam upacara ritual, guru mencari bahan dan praktek dan guru mengarahkan siswa membuat kelompok. Kata kunci: Strategi, Guru Agama Hindu dan Keterampilan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Deyan, 2022. berjudul Upaya Guru Dalam Mengembangkan Keterampilan Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-5 Kurun Kecamatan Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, I Komang Mertayasa,S.Pd.H.,M.Si dan Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si . Tugas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran tentunya dituntut suatu kemampuan khusus yang harus ditingkatkan agar apa yang menjadi harapan untuk menciptakan kader harapan bangsa dapat tercapai, guru yang mengemban tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik dalam membantu dan membimbing anak didiknya untuk mencapai seluruh aspek yang ada pada anak didinya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan khususnya dalam upaya mengembangkan keterampilan siswa belajar agama Hindu. Adapun tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan keterampilan siswa pada mata pelajaran agama Hindu dan 2) Untuk mengetahui kendala guru dalam mengembangkan keterampilan Siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa guru di SMPN-5 Kurun menerapkan kurikulum K13, RPP dan Silabus mengacu kepada kurikulum dan diketahui oleh kepada sekolah, guru agama Hindu juga juga selalu memperhatikan aspek ketrampilan siswa agama Hindu, seperti mengadakan jadwal sembahyangan, dan mengadakan jadwal pelaksanaan persembahyangan atau Basarah seperti memimpin berdoa, mangaru sangku, pandehen/dharma wacana, ngandayu, dan mambuwur behas. Juga ada jadwal untuk praktek membuat sarana persembahyangan contohnya membuat ruku, giling pinang, tampung tawar dan hiasan sangku serta membuat jadwal latihan ngandayu dan jadwal latihan menari seperti tari kinyah mandau, tari manasai dan tari tambun bungai. Keterampilan ini khususnya bagi peserta didik agama Hindu dalam mengembangan ketrampilan yang dilakukan pada setiap hari sabtu pagi sampai siang di sekolah. sudah melakukan tugas sebagai seorang guru dengan baik dimana dia berperan dalam membimbing siswa memberi nasehat yang baik, membantu siswa mengali potensi atau bakat yang ada di dalam diri masing-masing siswa sehingga dapat membantu siswa beragama Hindu dalam berprestasi dan mampu bersaing dengan yang yang lain. Kendala guru dalam mengembangkan keterampilan siswa yaitu kehadiran saat latihan yang kurang, bermain saat latihan dan sarana atau perlengkapan yang masih kekurangan untuk menunjang pelatihan yang kita ketahui sekolah yang berada di desa jadi memakai yang sudah saja namun itu tidak mengurangi semangat bagi siswa yang memang benar ingin belajar untuk mengembangkan bakat atau potensi yang ada didalam dirinya untuk berprestasi membanggakan orang tua dan sekolah. Adapun kendala yang lain berasal dari siswa yang ada juga yang malas mengikuti ini menjadi hal perlu diperhatikan oleh guru yang bersangkutan apa saja pendekatan yang sesauai untuk menarik hati siswa yang malas untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SURIP, KOMANG ARTAWAN, 2022: Peran Pemangku dalam Mengajarkan Keterampilan Membuat Sarana Upacara pada Pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II I Komang Mertayasa, S.Pd.H., M.Si. Dalam ajaran Agama Hindu meliputi Tatwa, Etika dan Upacara. Begitu juga terdapat dalam pelatihan pembuatan sarana upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai peran pemangku dalam pelatihan pembuatan Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini yakni: 1). Mengetahui peran Pemangku dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. 2). Mengetahui bagaimana kendala peran Pemangku dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur. 3). Mengetahui Upaya-upaya Pemangku dalam mengatasi kendala dalam mengajarkan keterampilan membuat Sarana Upacara pada pemuda Hindu di Desa Sari Makmur. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriftif kualitatif, informan dalam penelitian ini yaitu berjunlah 6 (enam) informan. Tehnik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian di lakukan selama 1 (satu) bulan yaitu dari tanggal 28 April-30 Mei 2022. Adapun yang menjadi tempat penelitian ini adalah Desa Sari Makmur Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Hasil dari penelitian ini adalah: 1). Pemangku berperan mengarahkan pemuda/pemudi Hindu, dan sekaligus berperan aktif dalam mengajarkan pembuatan sarana upacara. 2). Kendala dalam pelatihan pembuatan sarana upacara yaitu kurangnya minat pemuda/pemudi Hindu dalam mengikuti pelatihan pembuatan sarana upacara, serta kesulitan dalam mendapatkan daun kelapa yang digunakan dalam pembuatan sarana upacara. 3). Upaya-upaya pemangku dalam mengatasi kendala pada pelatihan keterampilan membuat sarana upacara yaitu dengan cara memberikan motivasi dan pencerahan pada pemuda/pemudi Hindu, dalam Mengikuti pelatihan membuat sarana upacara. Selain itu juga Pemangku berinisiatif dengan mengunakan daun kelapa sawit untuk pelatihan membuat sarana upacara, karena susahnya mendapatkan daun kelapa di Desa Sari Makmur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRAK ETRIANA, 2021: Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 Dalam Aspek Etika Dan Keterampilan Dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMA Negeri 1 Rungan. Skripsi Fakulas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Hendri S.Ag., M.Si dan pembimbing II Lamri S.Pd., M.Pd.H. Panaturan terdapat beberapa Pasal salah satunya Pasal 41 “Bawi Ayah Hadurut Bara Lewu Telu Nanturung Pantai Danum Kalunen” dalam Pasal ini menceriakan Bawi Ayah turun ke Pantai Danum Kalunen untuk mengajarkan keturunan anak cucu Raja Bunu bagaiman membuat sarana prasarana upacara dari yang terkecil sampai yang terbesar sampai mengajarkan bagaimana bertingkah laku yang baik dan benar, dengan begitu keturunan Raja Bunu tidak akan lupa ajaran yang disampaikan oleh Ranying Hatalla kepada mereka. Namun bersadarkan fenomena di lapangan masih ada kendala dalam implementasi dalam ajaran panaturan pada Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan. Berdasarkan latar beakang tersebut, maka penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan di bahas anatara aian, (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan? (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan? Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, teknik penentuan informan yang di gunakan adalah purposive sampling ynag terdiri dari 6 orang narasumber. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data data diakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasl penelitan ynag dilakukan maka dapatkan hasil bahwa: (1) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika di pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Tatacara Bicara, (b) Tingkah Laku dan (c) Sopan Santun. (2) Bagaimana Implementasi Ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) pembuatan sarana basarah dan (b) pembuatan ketupat. (3) Apakah yang menjadi kendala implementasi ajaran Panaturan Pasal 41 dalam aspek etika dan keterampilan pada Mata Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Rungan adalah: (a) Kurang Paham Bahas Sangiang Yang Ada Di Dalam Panaturan, (b) Kehadiran Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan (c) Kurang Bahan Praktek.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini mengkaji tentang Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan dimana sebuah sekolah nonformal yang ada di Desa Labuhan. Berdasarkan fenomena dilapangan yang peneliti lihat bahwa pada peranan Pasraman Widya Dharma terdapat beberapa masalah, maka dari ini peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan 1) Bagaimanakah Pelaksanaan Pendidikan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 2) Bagaimanakah implikasi Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Tujuan umum biasanya mengacu pada judul yang diangkat. 2) Tujuan Khusus mengacu pada Rumusan Masalah yang diangkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga. 1) Teori Implementasi pembelajaran, 2) Teori Belajar Behaviorisme, 3) Teori Kendala (Theory Of Constrainsts). Dalam penelitian ini metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik penentuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru pasraman selain itu juga peneliti menggunakan jenis dan sumber data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data yaitu yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bertempat di Pasraman Widya Dharma Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bahwa pada Pasraman Widya Dharma sebelum melakukan proses pembelajaran terlebih dahulu melakukan persembahyangan Puja Tri Sandya dan Mantram Gayatri, setelah itu baru guru-guru memberikan pelajaran baik materi maupun praktek. Untuk metode pembelajaran guru-guru menggunakan Dharma Yatra, Dharma Tula, Dharma Wacana, Dharma Gita. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru yaitu yaitu tidak adanya bangunan tempat untuk pasraman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pendidikan sangat terkait dengan perkembangan Kebudayaan dari kehidupan manusia akan selalu muncul hasil karya baik berupa benda seni maupun tata pergaulan yang berguna dalam kehidupan kemampuan mencipta yang didasari oleh keindahan jiwa menghasilkan karya seni yang lazim kita kenal dengan sebutan kesenian. Manusia sebagai pelaksana sekaligus sebagai sasaran pembangunan memegang peranan penting didalamnya segala potensi yang dimiliki wajib kita arahkan dan turut menunjang kesuksesan pembangunan nasional yang sesuai dengan bidang keahliannya demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional diselenggarakan kegiatan belajar mengajar baik yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah: Bagaimana Penerapan Metode Pembelajaran Direct Leraning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya, Apa kendala Guru dalam Penerapan Metode Pembelajaran Direct Leraning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya, dan Bagaimana Upaya Guru dalam Mengatasi Kendala Penerapan Metode Pembelajaran Direct Leraning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Metode Pembelajaran Direct Learning pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di SMP Nasional Palangka Raya. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan Teori Belajar Behaviorisme dari Albert Bandura untuk rumusan masalah pertama, dan Teori Motivasi dari Abraham Maslow serta Teori Kognitif dari Jean Pieget untuk rumusan masalah kedua dan ketiga, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Data diperoleh dengan cara observasi, wawncara, dan dokumentasi serta menggunakan pedomanan wawancara, alat perekam dan alat pengambil gambar sebagai instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.