ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rahandi. 2023. Minat Pemuda Terhadap Alat Musik Tradisional Kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II. Hendri, S. Ag., M. Si Kurangnya minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi ini sendiri disebabkan karena banyak pemuda yang lebih sering mendengar dan melihat alat musik modern seperti keyboard dan gitar. Kebanyakan anak muda lebih mengenal dan menggunakan aplikasi game musik di handphone ketimbang alat musik tradisional seperti kecapi, terdapat pemuda yang beralasan tidak memiliki waktu luang untuk mempelajari alat musik tradisional kecapi, terdapat pula pemuda yang ingin mempelajari tentang alat musik tradisional tetapi malu untuk belajar. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur? 2). Apa saja kendala yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? 3)Bagaimanakah upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur? Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Katawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini adalah satu bulan dari Mei – Juni. Hasil penelitian mengungkap bahwa 1). Faktor yang mempengaruhi minat pemuda terhadap alat music tradisional kecapi yaitu: faktor internal dan faktor eksternal 2). Kendala yang dialami oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat/seniman dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi kendala waktu yang kurang, keaktifan pemuda dan keadaan sekitar dalam artian lingkungan pemuda 3). Upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa Tumbang Kalang untuk mengatasi kendala yang ditemui dalam menarik minat pemuda terhadap alat musik tradisional kecapi meliputi menyediakan lokasi, memberikan pengalaman dan melakukan sosialisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MADE SUKRINI, 2023 Makna Japa Mantra Siwaratri Bagi Pemuda Hindu Di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M. Ag dan Pembimbing II Dr. Suryanto, S.Pd.,M.P.d. Umat Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan perayaan hari raya Siwaratri dengan melaksanakan persembahyangan bersama dilanjutkan dengan kegiatan spiritual dalam bentuk pengulangan nama suci Tuhan atau japa mantra. Penelitian ini mengkaji tentang makna japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengeksplorasi proses pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; (2) Mengungkap makna pelaksanaan japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau; (3) Mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Mantaren II, dilaksanakan selama bulan Januari sampai dengan Februari 2023. Informan penelitian adalah Rohaniawan Hindu, Pengurus PHDI Kecamatan Kahayan Hilir, dan Pemuda Hindu Desa Mantaren II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II memiliki tahapan yaitu, persiapan, persembahyangan, japa mantra Siwaratri, dan pasca japa mantra Siwaratri. Makna pelaksanaan japa mantra Siwaratri bagi pemuda Hindu di Desa Mantaren II yaitu makna ketenangan batin, makna peningkatan rasa welas asih, makna sabar dan bijaksana, makna proses pendidikan karakter, makna spritual, dan makna damai. Kendala yang dihadapi pemuda Hindu dalam pelaksanaan japa mantra Siwaratri di Desa Mantaren II yaitu kendala internal berupa, kurangnya motivasi dalam diri, pikiran yang kurang kosentrasi, dan keadaan fisik yang kurang sehat. Adapun kendala eksternal berupa, tempat yang kurang nyaman, cuaca yang kurang mendukung, gangguan hewan kecil, pengaruh teman yang kurang baik, dan kurangnya dorongan para tokoh umat Hindu setempat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The bakanjar dance is performed as a means of expressing gratitude to Nining Bhatara. In this case, the bakanjar dance is held once a year at the Aruh Bawang ceremony. However, in reality most of the Hindu Kaharingan youths were not seen participating in the bakanjar dance procession, because they were more influenced by modern things, giving rise to various perceptions of the Hindu Kaharingan youths in Langkap Village. This study aims to: 1) find out the perceptions of Hindu Kaharingan youth towards the bakanjar dance at the Aruh Bawanang ceremony in Langkap Village, Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan Province 2) find out the constraints of Hindu Kaharingan youth in participating in the procession of the bakanjar dance at the Aruh Bawanang ceremony in the village Langkap Tebing Tinggi District, Balangan Regency, South Kalimantan Province. This research uses the theory of perceptions and constraints and this research uses a qualitative descriptive approach, with research locations in Langkap Village. This research was conducted from April to May 2023. The informants were determined purposively. This data was obtained through observation, interviews, and documentation. As the main instrument in this study, researchers were assisted by interviews, cameras and stationery. After that it is done with verification, data analysis. Based on the results of the research conducted, the results show that 1) the perception of the Hindu Kaharingan youth on the bakanjar dance in the Aruh Bawanang ceremony considers that the bakanjar dance is an ancient dance. 2) Monotonous dance moves 3) Difficult dance moves. The obstacles faced by the Hindu Kaharingan youth are problems such as the absence of training or coaching, lack of self-confidence, lack of interest in the Hindu Kaharingan youth, and social environmental factors.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
fondasi yang kokoh dan kuat dalam pembentukan watak dan karakter generasi yang akan datang. Maka dengan demikian kelangsungan umat dan agama Hindu Kaharingan akan tetap terpelihara oleh para pemuda pemudi yang memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan religius.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Pedekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metologi yang menyelidiki suatu penomena sosial. Pada pendekatan ini, peneliti membuat gambaran komplek, meneliti kata-kata, pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukanya. Peran menentukan apa yang harus diperbuat seseorang bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya, Kehadiran merupakan indikator minat pemuda Hindu Kaharingan dalam mengikuti Persembahyangan Basarah di Kelurahan Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Minat adalah dorongan dari dalam diri kita sendiri atau kemauan kita untuk melakukan atau memilih suatu kegiatan yang lebih bermanfaat, peran pemuda Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah adalah keberanian dan kemampuan dalam menyampaikan Pandehen atau ceramah keagamaan. Dalam Pelaksanaan persembahyangan Basarah umum di kelurahan Tumbang Sanamang pemuda Agama Hindu Kaharingan masih banyak yang belum berani untuk menjadi penyampai Pandehen atau ceramah keagamaan yang mengupas isi kitab suci yang diambil sebagai Galang Basarah karena berbagai alasan.
Kendala yang dihadapi Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah: Kendala yang dialami karena zaman globalisasi yang sangat pesat dalam pergaulan yang sangat mempengaruhi genarasi muda, hal tersebut membuat generasi muda rentan dalam pergaualan, karena masa muda adalah masa masa yang sanfat mudah terpengaruh lewat pergaualan.
Kata kunci : Peran, Pemuda Hindu Kaharingan, Tujuan Basarah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PIDA ANDRIANI. 2022: Upaya Majelis Resort Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan Di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Lilik, S. Ag., M. Pd. H Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kabupaten, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Resort dalam memotivasi pemuda Hindu Kaharingan di Kecamatan Manuhing. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi pemuda untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Resort di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas? (2) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran Basarah Pemuda di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas ? (3) Apa kendala Majelis Resort dalam memotivasi Basarah Pemuda di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Resort di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk memahami upaya Majelis Resort meningkatkan kesadaran Basarah Pemuda di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Resort dalam memotivasi Basarah pemuda dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Resort agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Resort di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Resort meningkatkan kesadaran Basarah Pemuda di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Resort dalam memotivasi Basarah Pemuda di Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi pemuda Hindu Kaharingan di Desa Jangkit. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi pemuda untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah pemuda dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MANDANG. 2021: Upaya Majelis Resort Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Pd.,M.Si Majelis Resort adalah lembaga agama Hindu Kaharingan yang berposisi di Kecamatan serta memiliki tugas dan kewajiban membina dan membimbing seluruh umat Hindu Kaharingan yang ada di Kecamatan. Pelaksanaan ibadah (Basarah) pemuda merupakan salah satu program kerja yang dirancang, dibuat serta di tetapkan oleh Majelis dan jajarannya dimana memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman akan pentingnya pelaksanaan ibadah (Basarah). Namun faktanya berdasarkan fenomena di lapangan kesadaran Ibadah (Basarah) pemuda sangat rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas? (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori struktural fungsional, teori religius, dan teori tindakan sosial. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi/penelitian langsung turun ke lapangan, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif análisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana tingkat kesadaran pemuda dalam ibadah (Basarah) di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Tidak menetap, (b) Sangat rendah. (2) Apa faktor penyebab kurangnya kesadaran ibadah (Basarah) Pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: Faktor Internal dan faktor External. Faktor internal (a) Waktu (b) Kemalasan (c) Minim pengetahuan agama (d) Minder (e) Pengaruh kesibukan/pekerjaan (f) Jarak dan alat transportasi dan (g) Kurang termotivasi. Faktor External (a) bergaul dengan teman sebaya berbeda agama, (b) Berpacaran berbeda agama (c) Provokasi dari lingkungan sekitar. (3) Bagaimana upaya Majelis Resort dalam meningkatkan kesadaran ibadah (Basarah) pemuda Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Miri Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Latihan/pratek pembuatan sarana dan prasarana keagamaan (b) Pemberian hadiah (c) Memotivasi. Kata Kunci: Upaya, Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, Meningkatkan Kesadaran Ibadah (Basarah) Pemuda, Pemuda, Agama Hindu Kaharingan.