Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kurikulum Merdeka
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Agama Hindu dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Novita Sari, 2025. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Kegiatan nyata paling utama dalam memberi bantuan dan bimbingan tersebut adalah melaksanakan proses pembelajaran. Namun dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi, bahwa siswa di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran pendidikan agama Hindu, kesulitan ini terjadi karena beberapa faktor yang terkait. antara lain seperti: penguasaan konsep dan sikap guru tentang fungsi pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, manajemen sekolah, serta masih terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik sesuai dengan penerapan kurikulum merdeka yang baru diterapkan Sesuai dengan rumusan masalah maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala dan upaya guru agama Hindu dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Kendala guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka yaitu kendala Adaptasi, kendala sarana dan prasarana pembelajaran yang terbatas, kendala kurangnya pelatihan, kendala dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dan kepala sekolah mengatasi kendala yaitu dilakukan belajar mandiri melalui modul, internet, youtube, serta berkonsultasi dengan teman sejawat, Memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, guru juga melakukan kerjasama dengan orang tua siswa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana basarah, mengusulkan penggadaan LCD Proyektor, serta mengusulkan buku-buku pembelajaran.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Triani Tia Ayu Ningsih. Pengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka. Skripsi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, M.Pd dan Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap prestasi belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 29 orang yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Uji Normalitas, Uji Linearitas, dan Uji Hipotesis dengan Regresi Linear Sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Belajar berada pada kategori baik (rata-rata 53,38), sedangkan prestasi belajar Matematika siswa berada pada kategori cukup (rata-rata 67,59). Hasil uji regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,159 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,025, yang berarti Kurikulum Merdeka Belajar hanya berkontribusi sebesar 2,5% terhadap variasi prestasi belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai signifikansi sebesar 0,409 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dengan prestasi belajar Matematika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 9 Palangka, meskipun berada pada kategori baik, tidak secara signifikan mempengaruhi peningkatan prestasi belajar Matematika siswa kelas V.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti di SMAN 4 Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang Penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya. Proses implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan agama Hindu membawa perubahan pada metode, strategi serta penggunaan media pembelajaran. Guru di tuntut lebih kreatif dalam menyusun kegiatan belajar yang kontekstual, sedangkan siswa diajak untuk lebih aktif, kritis, dan reflektif dalam memahamahi materi agama. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? 2) Apa kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? 3) Bagaimana startegi menghadapi kendala Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 4 Palangka Raya? Dianalisis menggunakan teori Behaviorisme dan Kongnitivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis yaitu: pertama, penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu:1) perencanaan pembelajaran, 2) metode dan model pembelajaran, 3) pelaksanaan projek penguatan P5, 4) penggunaan media dan teknologi, 5) penilaian dan refleksi pembelajaran; Kedua, kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu meliputi: 1) kompetensi guru yang belum merata, 2) keterbatasan waktu pembelajaran, 3) kendala sosial dan lingkungan sekolah; Ketiga, startegi menghadapi kendala Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: 1) strategi pedadogis, 2) strategi struktural dan kelembagaan, 3) strategi kultur dan sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMP Negeri 8 Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. Dimana kebijakan pendidikan Nasional memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal, menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, penguatan karakter, serta fleksibilitas dalam pengelolaan pembelajaran. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai luhur agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, mengenai implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMPN 8 Palangka Raya. terdapat tiga langkah dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut: (1) Tahap persiapan dan perencanaan pembelajaran, yang mencakup: (a) Mengikuti pelatihan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, (b) Merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik, (c) Menyusun dan membuat materi ajar, (d) Menentukan topik pembelajaran, (e) Memilih metode dan strategi dalam pembelajaran, (f) Mengidentifikasi sumber, alat, dan media yang digunakan untuk pembelajaran, (2) Tahap pelaksanaan pembelajaran, dimana penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti telah dilaksanakan dengan baik oleh guru sesuai dengan karakteristik dari Kurikulum Merdeka, mulai dari pembukaan, inti, hingga penutupan, (3) Tahap evaluasi pembelajaran, yaitu guru melakukan dua jenis asesmen, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, di SMP Negeri 8 Palangka Raya berjalan cukup lancar dan baik. Guru berhasil merancang atau membuat materi ajar yang kontekstual, dan mendorong siswa untuk lebih aktif, serta mengintergrasikan nilai-nilai agama Hindu dan karakter mulia dalam proses belajar. Namun, masih ada beberapa hambatan atau kendala seperti keterbatasan sumber bahan ajar, adaptasi guru terhadap perangkat ajar baru, serta perbedaan kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran berbasis. Meski begitu, ada beberapa upaya perbaikan yang dilakukan seperti pelatihan guru, kerja sama guru dengan teman sejawat, dan pihak sekolah, serta pemanfaatan penggunaan media digital. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, terutama dalam membentuk karakter siswa, kemandiri siswa, dan moral siswa khususnya yang beragama Hindu. Serta diharapkan juga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang inovatif dan kreatif, harapannya juga mendapatkan dukungan yang terus menerus dari sekolah dan pemerintah agar Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mei Lanisa,2025. Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA., Putu Wisnu Saputra, M.Pd.Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN 2 Bukit Tunggal. Kurikulum merdeka adalah ideologi pendidikan yang menerapkan gagasan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tuntunan masyarakat serta kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional untuk menjamin pencapaian pada tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif ini, kurikulum dianggap sebagai suatu sistem yang harus dapat menyesaikan diri dengan dinamika perubahan zaman dan kebutuhan sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka pada jenjang sekolah dasar yaitu SDN 2 Bukit Tunggal, serta menganalisis kendala apasaja yang ditemukan pada pelaksanaannya dan bagaimana upaya guru dalam menghadapi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang situasi dan kejadian faktual yang sistematis mengenai faktor serta fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya. Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 2 Bukit Tunggal tidak hanya berlangsung begitu saja tanpa adanya persiapan, hal ini menunjukkan bahwa SDN 2 Bukit Tunggal telah bergerak kearah yang positif dalam mendukung kebijakan baru dalam bidang pendidikan yang dirancang pemerintah melalui kurikulum merdeka. Meskipun pada tahap awal banyak ditemukan kendala baik dalam pemahaman mengenai konsep maupun komponen dalam kurikulum merdeka serta sulitnya beradaptasi dengan perangkat ajar baru namun hal tersebut tidak serta merta menghentikan semangat sekolah untuk terus maju serta berbenah dan belajar. Dengan adanya pelatihan yang relavan serta pendampingan yang berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka dari berbagai pihak terkait, implementasi kurikulum merdeka yang bertahap mulai menunjukkan dampak positif baik dalam hal kesiapan guru maupun dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih konstekstual dan bermakna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

I Kadek Dwi Yogi Swara, 2024. Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Kurikulum adalah komponen yang penting dan menjadi dasar dalam proses pembelajaran. Pergantian kurikulum dilakukan untuk mencapi tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh persepsi penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas XI di SMAN 1 Basarang. Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Basarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan metode survey dan analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan Microsoft Excel 2016. Teknik pengumpulan data purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner persepsi guru dan perepsi siswa dan rekap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI yang diperoleh dari guru PAH dan BP. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 6 responden guru dan 48 responden siswa Agama Hindu kelas XI. Penelitian ini menghasilkan persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori baik dengan persentase 32% dan persepsi siswa Agama Hindu kelas XI terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori cukup dengan persentase 63%. Hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI berada pada rata-rata nilai 88,40. Uji Normalitas menunjukan nilai signifikansi dari variabel persepsi guru adalah 0,403 > 0,05 dan variabel persepsi siswa agama Hindu Kelas XI adalah 0,711 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut normal. Uji F Simultan menujukan nilai signifikasi sebesar 0,189 > 0,05 maka berkesimpulan variabel Independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,670 atau 67%. Hasil Analisis Regresi Ganda diperoleh persamaan regresi : konstanta X1 + X2. Tidak terjadi pengaruh antara persepsi penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail