Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: pasraman
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENGATASI KETERBATASAN TENAGA PENGAJAR PADA PASRAMAN PENYANG HATAMPUNG DI DESA TAMPANG TUMBANG ANJIR KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung di Desa Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas. Keterbatasan tenaga pengajar dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Dalam kondisi tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam melakukan berbagai upaya untuk menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab keterbatasan tenaga pengajar serta mendeskripsikan upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga pengajar pada Pasraman Penyang Hatampung berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga pengajar, keterbatasan waktu karena tenaga pengajar memiliki aktivitas lain, terbatasnya calon pengajar, serta belum optimalnya pembinaan dan keberlanjutan tenaga pengajar. Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan kegiatan pembelajaran dan kebutuhan pembagian tugas tenaga pengajar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan melakukan beberapa upaya, yaitu koordinasi dengan pengurus dan tenaga pengajar pasraman, pemberdayaan masyarakat dan tokoh agama, serta kaderisasi dan pembinaan calon pengajar. Pelaksanaan upaya tersebut didukung oleh semangat tenaga pengajar, dukungan pengurus pasraman, partisipasi masyarakat dan tokoh agama, antusiasme peserta didik, serta kerja sama antarunsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pasraman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu tenaga pengajar, terbatasnya calon pengajar, kesibukan masyarakat, dan belum optimalnya pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dilakukan melalui pengelolaan dan optimalisasi sumber daya yang tersedia serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Kaderisasi dan pembinaan calon pengajar menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan tenaga pengajar pada masa mendatang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian keterbatasan tenaga pengajar membutuhkan upaya yang berkelanjutan melalui koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembinaan calon pengajar. Kata kunci: Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, keterbatasan tenaga pengajar, pasraman, upaya, pendidikan keagamaan Hindu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pasraman Parawei dalam Pembiasaan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan pada Anak Pasraman di Desa Petaк Ваhandang Кесамatan Kurun Kebupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lilis Sriani, 2026. Peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kec. Kurun Keb. Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H, Pembimbing II, Megawati, S., Pi.M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang peran Pasraman Parawei dalam pembiasan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kebupaten Gunung Mas. Fenomena yang terjadi di lapangan ditemukan masalah, yakni terdapat adanya anak Pasraman yang belum terbiasa dalam pembiasaan kegiatan keagamaan. Berdasarkan dari latar belakang penelitian ini mengkaji tentang: 1). Bagaimana peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 2). Apa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. 3). Bagaimana dampak peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, mendeskripsikan dan menganalisis peran Pasraman Parawei dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman. Untuk mengkaji secara mendalam rumusan masalah dikaji menggukan Teori Peran dan Humanistik. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pendekaan kualitatif. Teknik penetuan informan yang digunakan yaitu Porposive. Teknik analisis data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Pasraman, Guru Pasraman, Siswa Pasraman dan Orang tua siswa/siswi Pasraman Parawei. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Berdasarkan dari penelitian dan analisis dengan menggunakan Teori Peran dan Humanistik, ditemukan bahwa, Pasraman Parawei mempunyai peran dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan, dalam membentuk karakter religius, Pendidikan Agama Hindu, Penguatan Sradha dan Bhakti dan Pengembangan Kreativitas dan Keterampilan pada Anak Pasraman. Pasraman Parawei dalam perannya dalam pembiasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan pada anak pasraman, mempunyai faktor pendukung dan penghambat, faktor pendukung yaitu, dukungan orang tua dan dukungan Guru Pasraman. faktor penghambat yaitu, siswa kurang aktif, kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kedisiplinan siswa, dan perilaku siswa yang beragam. Pasraman Parawei dalam peran pembiaasaan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan mempunyai dampak yakni, membentuk karakter anak Pasraman, meningkatkan Sradha dan Bhakti anak Pasraman, dan mengembangkan kretivitas dan keterampilan anak Pasraman

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pasraman Penyang Hinje Simpei dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu Bagi Siswa SD dan SMP di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hendra, 2026: Peran Pasraman Penyang Hinje Simpei dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II,_Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan dan pemahaman siswa Hindu jenjang SD dan SMP di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah terhadap ajaran Agama Hindu, seperti pelafalan Tri Sandya, doa sehari-hari, konsep dasar ajaran Hindu, tata cara ibadah, serta pembuatan sarana persembahyangan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pembelajaran Agama Hindu di sekolah formal, sehingga diperlukan lembaga pendidikan nonformal yang dapat memperkuat pembelajaran keagamaan siswa. Dalam hal ini, Pasraman Penyang Hinje Simpei hadir sebagai wadah pendidikan yang memberikan pembelajaran agama, pembinaan spiritual, pembentukan karakter, serta pelestarian tradisi Hindu bagi generasi muda. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pasraman Penyang Hinje Simpei dalam menanamkan ajaran Agama Hindu serta implikasinya bagi siswa SD dan SMP di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pasraman Penyang Hinje Simpei Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah. Informan dalam penelitian ini adalah pengelola Pasraman, guru Pasraman, serta siswa SD dan SMP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humanisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasraman Penyang Hinje Simpei memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan ajaran Agama Hindu melalui empat aspek utama, yaitu sebagai lembaga pengajaran Agama Hindu, pusat pembinaan spiritual siswa, wadah pembentukan karakter peserta didik, serta sarana pelestarian tradisi dan budaya Hindu. Implikasi dari peran tersebut terlihat pada meningkatnya pengetahuan siswa tentang ajaran agama, bertambahnya pemahaman terhadap makna ibadah dan tradisi Hindu, serta berkembangnya karakter positif seperti disiplin, sopan santun, tanggung jawab, rajin beribadah, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, Pasraman Penyang Hinje Simpei berfungsi sebagai lembaga pendidikan nonformal yang strategis dalam membentuk generasi muda Hindu yang berpengetahuan, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Agama Hindu dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Siswa Sekolah Minggu (Pasraman) di Desa Netampin Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Emilda, 2026. Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Siswa (Pasraman) Di Desa Netampin Kabupaten Barito Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Dalam PMA (Peraturan Menteri Agama) No. 56 Tahun 2014, pemerintah mengakomodasi pendidikan keagamaan Hindu. Dalam PMA ini, pendidikan keagamaan Hindu disebut Pendidikan Pasraman. Pendidikan Pasraman dibagi menjadi dua: Pasraman Formal dan Non Formal. Pasraman Formal meliputi: Pratama Widya Pasraman, Adi Widya Pasraman, Madyama Widya Pasraman, Utama Widya Pasraman; dan Maha Widya Pasraman. Sedangkan Pasraman Non Formal adalah Pasraman yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Pesantian, Sad Dharma, Padepokan, Aguronguron, Parampara, Guru Kula, dan bentuk lainnya yang sejenis. Pasraman Non Formal diselanggarakan dalam bentuk satuan Pendidikan atau program. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Nunuk Nyuli adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Nunuk Nyuli? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Nunuk Nyuli? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Nunuk Nyuli?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Netampin kecematan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (2) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Netampin kecematan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Nunuk Nyuli di Desa Tarantang Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 10 mei 2025 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Nunuk Nyuli (a) memberikan siswa Motivasi (b) memberikan dorongan (c) menyediakan fasilitas (d) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana dan (e) latihan menari (2) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Nunuk Nyuli (a) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah (b) kurangnya dorongan dari orang tua (c) malas (d) minimnya pengetahuan tentang Agama (e) jarak dan kurang termotivasi. (3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budi Pekerti pada Siswa Hindu di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yumbi, 2025: Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budhi Pekerti Pada Siswa Hindu Di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui pendidikan agama dan nilai budhi pekerti di Pasraman Panggirik Lingu. Sebagai lembaga pendidikan non formal Hindu, pasraman tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, cinta kasih, disiplin, serta penguatan identitas budaya dan spiritualitas siswa. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana pembelajaran, kurangnya pelatihan guru dalam metode pengajaran nilai, dan pengaruh globalisasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pasraman Panggirik Lingu dalam membimbing, mendidik, serta menanamkan nilai budhi pekerti kepada siswa Hindu, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pasraman berperan ganda, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Kendala utama yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru pasraman sangat vital dalam pembentukan perilaku dan karakter siswa Hindu. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan budhi pekerti, diperlukan dukungan dari orang tua, masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya sinergi tersebut, pasraman dapat semakin berfungsi optimal dalam melahirkan generasi muda Hindu yang berkarakter, beretika, dan berintegritas.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Minat Anak Mengikuti Pembelajaran Pada Pasraman Ganesa di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MADE DEWI SAVITRI, 2025. Minat Anak Dalam Mengikuti PembelajaranPada Pasraman di Desa Tamban Luar Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Pembimbing II, Putu Wisnu Saputra, M.Pd Pasraman Ganesa merupakan lembaga pendidikan nonformal untuk memperdalam ajaran agama Hindu. Namun, partisipasi siswa dalam pembelajaran tergolong rendah. Banyak siswa tidak hadir secara konsisten dan hanya mengikuti pertemuan awal. Penelitian ini membahas: (1) sistem pembelajaran di Pasraman Ganesa, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat anak, dan (3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Kognitif, Behavioristik, dan Hirarki Kebutuhan Maslow. Informan terdiri dari pengurus pasraman, guru, orang tua, dan siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor rendahnya minat anak meliputi faktor internal (kelelahan, kondisi fisik, psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat). Upaya peningkatan minat anak dilakukan melalui pengaturan aktivitas, pemberian motivasi, peningkatan sarana prasarana, pelatihan guru, dan pemberian penghargaan kepada siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Transformasi Adi Widya Pasraman Menjadi Adi Widyalaya dan Implikasinya terhadap Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendidikan Pasraman Hindu dalam Pembentukan Karakter Anak di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pasraman Parentas dalam Menumbuhkan Sradha dan Bhakti bagi Siswa Hindu di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lala Lorensia Dewi, 2024: Peran Pasraman Parentas Dalam Menumbuhkan Sradha Dan Bhakti Bagi Siswa Hindu Di Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing II, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji tentang Peran Pasraman atau Sekolah Minggu Hindu dalam Menumbuhkan Sradha Dan Bhakti Bagi Siswa Hindu Di Kota Palangka Raya. Berdasarkan observasi awal ditemukan masalah terkait dengan mulai banyaknya remaja Hindu yang pindah keyakinan. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius sehingga untuk menguatkan iman siswa Hindu diperlukan peran dari Pasraman. Adapun tujuan penelitian untuk mendapatkan suatu pemahaman yang jelas tentang Peran Pasraman Parentas Dalam Menumbuhkan Sradha dan Bhakti Bagi siswa Hindu di Kota Palangka Raya. Dalam penelitian ini, lokasi penelitian dilakukan di Pasraman Parentas Palangka Raya, selama 1 (satu) bulan, informan dalam penelitian adalah kepala pasraman, guru pasraman, dan siswa Hindu SD, SMP, dan SMA. Adapun teori yang digunakan adalah teori peran dan teori pembelajaran humanisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian pasraman memiliki peran yang penting untuk menguatkan iman siswa Hindu. Adapun simpulan dalam penelitian yaitu, bentuk pembelajaran yang di berikan yaitu, pembelajaran tatap muka (face to face learning) dan pembelajaran eksperiensial (experiential learning), faktor-faktor yang menumbuhkan sradha dan bhakti siswa Hindu dengan cara mengajarkan pentingnya beribadah dan dukungan dari orang tua. Upaya yang dilakukan Pasraman Parentas untuk menumbuhkan sradha dan bhakti siswa Hindu dengan memberikan pembelajaran agama Hindu yang relevan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Proses Pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MADE DWIKE MAHENDRA, 2023. Proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., MA. Pembimbing II, I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Pada dasarnya pendidikan merupakan suatu usaha untuk membantu dan mengarahkan manusia dalam mengembangkan dirinya sampai pada titik maksimal sehingga mampu menghadapi perubahan, permasalahan dengan baik dan profesional. Ada tiga permasalahan yang akan dibahas: (1) Bagaimana proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya? (2) Apa saja kendala yang dialami di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dialami di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan yaitu teori Kontruktivisme, teori kendala dan teori tindakan sosial. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah (satu orang), guru (dua orang) dan orang tua siswa (dua orang). Teknik pengumpulan data: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Dan teknik analisis data: 1) kondensasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya melalui tiga tahap proses pembelajarannya. Tahap pertama yaitu awal atau persiapan, kedua tahap pelaksanaan dan ketiga tahap akhir atau evaluasi. 2) Kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah dan guru dalam proses pembelajaran di Pratama Widya Pasraman Widya Bhakti Kota Palangka Raya terdiri dari faktor: a) peserta didik terlalu aktif dan susah untuk diatur oleh guru. b) kurangnya buku ajar yang bertema. 3) Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu dengan cara melakukan study banding dan bertukar informasi dengan guru lain dan terus berbenah agar tetap dapat menjaga kualitas pembelajaran di sekolah. Pihak sekolah dan yayasan terus mengupayakan mengenai kurangnya media ajar disekolah baik mengenai buku ajar dan penyempurnaan kurikulum sehingga pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONTRIBUSI PASRAMAN PENYANG SANGKALEMU DALAM MENINGKATKAN LITERASI PENDIDIKAN SISWA HINDU DESA TUMBANG TERUSAN KABUPATEN PULANG PISAU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DODOE, 2023 : KONTRIBUSI PASRAMAN PENYANG SANGKALEMU DALAM MENINGKATKAN LITERASI PENDIDIKAN SISWA HINDU DESA TUMBANG TERUSAN KABUPATEN PULANG PISAU Pembimbing I Dr. Nyoman Sidi Astawa, S, Ag., M.Si Pembimbing II Lamri, S.Pd., M.Pd.H Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk mewujud keberhasilan sebuah bangsa pembangunan nasional Negara Indonesia. Tanpa adanya pendidikan tentu Negara kan lemah dan hancur, karena maju mundur nya sebuah pendidikan sangat menentukan kualitas hidup suatu bangsa. tehnik penentuan Informan yang digunakan dengan pendekatan tehnik porpuse savling. Tehnik ini di gunakan untuk memilih informan secara khusus, yang di anggap mengetahui infroman dan massalah secara mendalam dan dapat di percaya untuk menjadi sumber data yang mantap. Simpulan hasil penelitian (1) Kegiatan Pasraman adalah sebuah kegiatan pendidikan nonformal yang berlandaskan Agama Hindu. pendidikan melalui kegiatan-kegiatan agama dan kebudayaan, seperti misalnya Tri Rna, sampai pada belajar Yoga.. Tujuan dari Pasraman Penyang Sangkalemu Pasraman merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang menyelenggarakan proses pembelajaran di luar kegiatan sekolah dengan tujuan menekankan pada pengembangan minat dan bakat, sebagai bentuk latihan disiplin spiritual serta latihan menata hidup yang baik. (2) Bentuk literasi dan Kontribusi Pasraman Penyang Sangkalemu di desa tumbang terusan bentuk dari literasi dan kontribusi Pasraman Penyang Sangkalemu sangat terlihat interaktif kearah yang positif dan memacu kerjasama antara masyarakat, lembaga, dan guru pasraman membuat rukun dan damai.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSISTENSI PASRAMAN PENYANG KARUHEI DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA TUMBANG KAMAN KECAMATAN SANAMAN MANTIKEI KABUPATEN KATINGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Santiya. 2023. Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten katingan. Prodi Pendidikan Agama Hindu. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si dan Pembimbing II I Made Paramarta, S.Ag., M.Si Skripsi ini mengkaji tentang Eksistensi Pasraman Penyang Karuhei Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu Di Desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Berdasarkan observasi sementara ditemukan fenomena, pelayanan oleh pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei kabupaten katingan masih kurang dalam melakukan pembinaan generasi siswa hindu seperti pelayanan setiap kegiatan-kegiatan di pasraman. Hal tersebut secara umum terjafi dikarenakan terkendala oleh waktu, karena pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman kecamatan sanaman mantikei selain melakukan pelayanan terhadap generasi hindu, pengurus pasraman penyang karuhei juga memilki kesibukan-kesibukan yang lain yang harus dikerjakan seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teori yaitu, teori kendala dan teori eksistensi sedangkan metode yang digunakan dalama penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini juga penentuan informan dilakukan secara purposive dengan memilih yang di anggap memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai terhadap objek penelitian, sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif berupa data luas wilayah, jumlah penduduk, dan mata pencaharian masyarakat Desa Tumbang Kaman. Eksistensi pasraman penyang karuhei di desa Tumbang Kaman masih berfungsi dan eksis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengurus pasraman penyang karuhei. Hal ini tampak pada hasil penelitian bahwa pengurus pasraman penyang karuhei di desa tumbang Kaman selalu memberikan pelayanan terhadap generasi hindu, hanya saja ada beberapa kendala yang ada di pasraman penyang karuhei ini. Kendala yang dihadapi oleh pengurus pasraman penyang karuhei ini diantaranya kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran, dan bahkan tempat melaksanakan kegiatan secara khusus masih belum ada dikarenakan masih kekurangan dana.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN LAGU KEAGAMAAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI PASRAMAN KOTA PALANGKA RAYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman Kota Palangka Raya. Lagu keagamaan tidak hanya sebuah lagu biasa yang dinyanyikan di Pasraman, tetapi lagu keagamaan adalah sebuah lagu dengan lirik yang memuat ajaran tentang pendidikan agama Hindu. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, terdapat perbedaan antara harapan dan kenyataan yang menghasilkan suatu gap, selain itu berdasarkan hasil pencarian literature kepustakaan yang serupa, masih banyak bahkan belum ada yang mengkaji terkait peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu. Penelitian ini terfokus pada peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman Kota Palangka Raya dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai pendidikan agama Hindu apa saja yang terkandung dalam lagu keagamaan di Pasraman Kota Palangka Raya? 2) Bagaimana peran dan fungsi lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman Kota Palangka Raya? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil yakni: Pertama, nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam lagu keagamaan di Pasraman Kota Palangka Raya dibagi menjadi dua, yaitu nilai pendidikan agama Hindu Paravidya dengan nilai-nilainya sebagai berikut: 1) Ranying Hatalla menciptakan manusia, 2) Percaya adanya manifestasi Tuhan, 3) Berserah diri kepada Tuhan, 4) Memuja Tuhan, dan 5) Percaya kemahakuasaan Sang Hyang Widhi. Nilai pendidikan agama Hindu Aparavidya dengan nilai-nilainya yakni: 1) Nilai pendidikan susila, 2) Nilai pendidikan keagamaan Hindu, dan 3) Nilai pendidikan estetika. Kedua, peran lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu sebagai berikut: 1) Pemotivasi peningkatan keimanan, 2) Pengembang pendidikan karakter, dan 3) Pedoman interaksi sosial. Fungsi lagu keagamaan dalam pendidikan agama Hindu yakni: 1) Meningkatkan keimanan, 2) Mengembangkan pendidikan karakter, dan 3) Meningkatkan hidup bersosialisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Pasraman Parentas Dalam Membina Peserta Didik dari Pengaruh Media Sosial di Kota Palangka Raya

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Brosly, 2022. Strategi Guru Pasraman Parentas Dalam Membina Peserta Didik Dari Pengaruh Media Sosial di Palangka Raya. Dosen pembimbing skripsi 1. I Made Paramarta, S.Ag.,M.Si Dosen Pembimbing skripsi 2. Try Aspiyana, M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui :(1) Bagaiamana strategi guru Pasraman Parentas dalam membina peserta didiknya dari pengaruh media sosial, dan (2) Apa saja dampak yang dialami oleh peserta didik Pasraman Parentas dari penggunaan media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data maupun informasi dengan melakukan observasi, wawancara semi terstruktur serta dengan pengumpulan data berupa data primer dan sekunder di tempat penelitian serta dokumentasi berupa gambar situasi dan keadaan tempat dilakukannya penelitian . Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik Pasraman Parentas tahun 2022. Adapun teori yang digunakan untuk memecakan masalah yang dihadapi yaitu dengan menggunakan 2 teori, yang pertama teori tentang strategi dan teori konstruktivisme, kedua teori ini saling berhubungan dan membutuhkan satu dengan yang lain. Teori strategi ini bertujuan untuk mencari langkah dan metode yang tepat dalam menerapkan suatu pembelajaran pada peserta didik sedangkan teori konstrutivisme konstruktivisme merupakan sebuah teori yang sifatnya membangun, membangun dari segi kemampuan, pemahaman, dalam proses pembelajaran. Sebab dengan memiliki sifat membangun maka dapat diharapkan keaktifan dari pada siswa akan meningkat kecerdasannya. Dari hasil penelitian menunjukan : 1). Strategi guru Pasraman Parentas dapat terlaksana dengan baik dalam membina peserta didik dari pengaruh media sosial di Palangka Raya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat keaktifan peserta didik dalam mengikuti setiap pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan berbagai jenis strategi guru berupa stratagi dalam menumbuhkan niat dan semangat dalam mengikuti pembelajaran agama Hndu bagi peserta didik, kemudian melaksanakan praktek serta pelatihan menjadi Mantir Basarah, strategi pembinaan Dharmagita, dan stategi guru yaitu membatasi peserta didik dalam menggunakan media sosial yang dapat mengganggu dan mempengaruhi waktu belajar siswa 2). Dampak yang dialami oleh peserta didik dari pengaruh media sosial di Pasraman Parentas Palangka Raya : a). peserta didik asik sendiri dengan menggunakan handphone yang berlebihan sehingga secara tidak sadar menghabiskan banyak waktu belajar untuk bermain handphone dan bermedia sosial, b). peserta didik terpengaruh dengan konten-konten video yang ditonton baik berupa tindakan maupun bahasa-bahasa yang tidak sepantasnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN GURU PASRAMAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BASARAH SISWA DI DESA TARANTANG KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rama Saputra, 2021. Peranan GuruParaman Dalam Meningkatkan Minat Basarah di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP) palangka Raya. Pembimbing ( I ) Suryanto, S.Pd.,M.Pd, Pembimbing ( II ) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penanaman nilai-nilai Sraddha dan Bhakti agama Hindu dapat diselenggarakan dalam bentuk pasraman melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini berfokus mengungkap peranan guru pasraman nonformal dalam meningkatkan minat siswa melakukan Bhakti berupa peribadatan Basarah pada umat Hindu Kaharingan. Di dalam Pasraman Penyang Hinje Simpei adapun yang melatar belakangi rumusan masalah terdapat 3 Masalah, malasah yang ( 1 ) Bagaimanakah Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ? ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ? (3)Apa Upaya yang dilakakukan oleh Guru Pasraman Penyang Hinje Simpei Untuk meningkatkan Minat Basarah Siswa di Pasraman Penyang Hinje Simpei. Penulisan ini bertujuan : ( 1 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan Bagaimana Peran Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa Di Desa Tarantang kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. ( 2 ) untuk mengetahui dan mendiskripsikan apa kendala Guru dalam Meningkatkan Minat Basarah Siswa di Desa Tarantang Kecematan Mantangai Kabupaten Kapuas. (3) untuk mengetahui mendiskripsikan Upaya yang dilakukan Guru untuk meningkatkan minat Basarah Siswa Teori yang di gunakan untuk penelitian ini untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Behaviorisme menekankan hanya pada hal-hal yang dapat diobservasi secara kasat mata, maka teori ini memandang proses belajar yang alami oleh manusia oleh kondisi stimulus ( S ) dan respon ( R ). Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mnatangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan terdiri dari 13 orang , yang menjadi instrumen penelitian adalah penelitian sendiri. waktu yang di gunakan untuk penelitian ini kurang lebih 1 ( satu ) bulan di mulai dari tanggal 22 april s/d 24 Mei 2021 untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bagaimanakah Peran Guru dalam meningkatkan Minat Basarah siswa Pada Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) memberikan siswa Motivasi ( b ) 10 IAHN-TP Palangka Raya memberikan dorongan ( c ) menyediakan fasilitas ( d ) mengajarkan siswa membuat sarana prasarana ( e ) latihan yoga dan ( F ) latihan menari ( 2 ) Apa saja Kendala yang dihadapi Guru Pasraman dalam meningkatkan Minat Basarah Siswa Pasraman Penyang Hinje Simpei ( a ) kurangnya minat siswa dalam mengikuti ibadah Basarah ( b ) kurangnya dorongan dari orang tua ( c ) malas ( d ) minimnya pengetahuan tentang Agama ( d ) jarak dan kurang termotivasi. ( 3) Apa upaya yang dilakukan Guru dalam meningkatkan minat Basarah siswa (a) memberikan motivasi (b) memberikan pembelajaran yang menarik (c) memberikan nasehat (d) memberikan kepercayaan kepada siswa (e) memberikan Bimbingan ke siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI PASRAMANPENYANG HINJE SIMPEI DESA TARANTANG KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angga 2021. Pelaksanaan Pembelajaran Di Pasrama Penyang Hinje Simpei Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi, Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN- TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr.Drs I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing II, Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Jadi pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia baik oleh dirinya sendiri maupun melalui orang lain. Dalam penelitian ini penulis mengangkat penelitian pendidikan nonformal Pasraman Penyang Hinje Simpei. Berkaitan dengan pendidikan nonformal pasraman terdapat beberapa masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei dan apa manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya Pasraman Penyang Hinje Simpei lingkup penelitian sebagai berikut : (1) pelaksanaan pembelajaran (2) manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua. Penelitian ini dilakukan pada Pasraman Penyang Hinje Simpei di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan 6 orang, yang menjadi instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dan manfaat-manfaat yang dirasakan orang tua setelah adanya pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, (1) pada pelaksanaan pembelajaran di Pasraman Penyang Hinje Simpei, guru-guru Pasraman Penyang Hinje Simpei telah melaksankan perannya sebagai guru yakni sudah melaksankan persiapan sebelum mengajar, pengelolaan pengajaran dalam hal sistem pelaksanaan pembelajaran, pembukaan pembelajaran, materi-materi yang akan disampaikan, penggunaan metode pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, pengelolan kelas, serta menutup pembelajaran, dan melakukan proses evaluasi, sudah dilakukan sesuia dengan rangkaian proses pada pelaksanaan pembelajaran dan juga sudah dilakukan secara optimal dalam mencapai tujuan dalam pembelajaran. (2) manfaat- manfaat yang dirasakan orang tua di Pasraman Penyang Hinje Simpei, yaitu berubahnya perilaku dan sikap anak-anak mereka menajadi lebih baik, serta mampu mengaplikasikan materi-materi yang disampaikan di pasraman seperti membuat saran upacara keagamaan Hindu Kaharingan dan sarana persembahyangan Basarah, dan terasahnya bakat dan minat anak dalam berbagai bidang kesenian seperti tarik suara, serta menguatnya keimanan anak terhadap agamanya sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PASRAMAN NYAI INAI MANGUT DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA SEI HANYO KECAMATAN KAPUAS HULU KABUPATEN KAPUAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Pasraman Dharma Sentana Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Basarang Jaya karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Basarang Jaya?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Dharma Sentana dalam pendidikan karakter sisya di Desa Basarang Jaya. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman dharma Sentana dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Dharma Sentana di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Dharma Sentana. Implikasi Pasraman Dharma Sentana dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu Di Desa Labuhan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan dimana sebuah sekolah nonformal yang ada di Desa Labuhan. Berdasarkan fenomena dilapangan yang peneliti lihat bahwa pada peranan Pasraman Widya Dharma terdapat beberapa masalah, maka dari ini peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan 1) Bagaimanakah Pelaksanaan Pendidikan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 2) Bagaimanakah implikasi Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Tujuan umum biasanya mengacu pada judul yang diangkat. 2) Tujuan Khusus mengacu pada Rumusan Masalah yang diangkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga. 1) Teori Implementasi pembelajaran, 2) Teori Belajar Behaviorisme, 3) Teori Kendala (Theory Of Constrainsts). Dalam penelitian ini metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik penentuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru pasraman selain itu juga peneliti menggunakan jenis dan sumber data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data yaitu yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bertempat di Pasraman Widya Dharma Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bahwa pada Pasraman Widya Dharma sebelum melakukan proses pembelajaran terlebih dahulu melakukan persembahyangan Puja Tri Sandya dan Mantram Gayatri, setelah itu baru guru-guru memberikan pelajaran baik materi maupun praktek. Untuk metode pembelajaran guru-guru menggunakan Dharma Yatra, Dharma Tula, Dharma Wacana, Dharma Gita. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru yaitu yaitu tidak adanya bangunan tempat untuk pasraman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail