2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi pada Anak Berkebutuhan Khusus dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan anak normal pada umumnya dengan menerima pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar bersama. Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pendampingan guru dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 2) Apa kendala guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 3) Upaya guru dalam pendampingan anak Berkebutuhan Khusus di SDN 9 Palangka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subek penelitian ini adalah guru kelas serta siswa Anak Berkebutuhan Khusus yang berada di kelas I dan kelas V, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumnetasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat Tahap yaitu kondensasi data, ceklis observasi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukan, 1) cara pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka berbeda-beda karena anak berkebutuhan khusus di SDN 9 palangka yang berada di kelas I dan di kelas V memiliki hambatan yang berbeda-beda pula setiap anaknya. Pendampingan pendekatan yang dilakukan dalam pada anak berkebutuhan khusus yaitu dengan pendekatan yang lebih individual menyesuaikan kurikulum yang ada. Pada pendampingan dalam pembelajaran guru juga menerapkan dukungan dan emosional, serta menyederhanakan materi untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus. 2) Hambatan atau kendala yang dihadapi guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus antara lain keterbatasan waktu dan energi pada guru, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendampingin anak berkebtuhan khusus, serta saranan dan prasarana yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang dapat berdampak pada proses pembelajaran. 3) Upaya guru dalam mengatasi hambatan yang terjadi dengan melakukan pengembangan diri dan pelatihan, serta mengevaluasi kemajuan belajar anak.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi pada Anak Berkebutuhan Khusus dapat mengenyam pendidikan yang setara dengan anak normal pada umumnya dengan menerima pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya untuk belajar bersama. Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki kebutuhan dan keterbatasan yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pendampingan guru dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 2) Apa kendala guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka? 3) Upaya guru dalam pendampingan anak Berkebutuhan Khusus di SDN 9 Palangka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Subek penelitian ini adalah guru kelas serta siswa Anak Berkebutuhan Khusus yang berada di kelas I dan kelas V, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumnetasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat Tahap yaitu kondensasi data, ceklis observasi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukan, 1) cara pendampingan anak berkebutuhan khusus di SDN 9 Palangka berbeda-beda karena anak berkebutuhan khusus di SDN 9 palangka yang berada di kelas I dan di kelas V memiliki hambatan yang berbeda-beda pula setiap anaknya. Pendampingan pendekatan yang dilakukan dalam pada anak berkebutuhan khusus yaitu dengan pendekatan yang lebih individual menyesuaikan kurikulum yang ada. Pada pendampingan dalam pembelajaran guru juga menerapkan dukungan dan emosional, serta menyederhanakan materi untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus. 2) Hambatan atau kendala yang dihadapi guru dalam pendampingan anak berkebutuhan khusus antara lain keterbatasan waktu dan energi pada guru, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendampingin anak berkebtuhan khusus, serta saranan dan prasarana yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang dapat berdampak pada proses pembelajaran. 3) Upaya guru dalam mengatasi hambatan yang terjadi dengan melakukan pengembangan diri dan pelatihan, serta mengevaluasi kemajuan belajar anak.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK RISKA. 2022: Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi umat untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam Minat Basarah Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam minat basara di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah a di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RISKA. 2022: Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi umat untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam Minat Basarah Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam minat basara di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah a di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan