PEMAHAMAN UMAT HINDU KAHARINGAN TENTANG KANDAYU MANYARAH SANGKU TAMBAK RAJA DI DESA TUMBANG LAWANG KECAMATAN PULAU MALAN KABUPATEN KATINGAN
KARTIKA DEWI.2021. Pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II: Suwito, S.Ag.,M.Si Ketenangan dan Kedamaian yang dimaksud, akan terasa merasuk keseluruh jiwa dan sanubari, inilah yang diharapkan oleh peneliti, sehingga penting sekali menurut peneliti untuk di ketahui kembali bagaimana pemahaman umat Hindu Kaharingan itu sendiri tentang Kandayu, apakah dalam hal ini umat Hindu Kaharingan secara umum betul-betul memahami atau sebaliknya, terutama pada kidung Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja. Sehubungan dengan masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja dalam pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Lawang? 2. Apakah kendala umat Hindu Kaharingan dalam memahami dan melantunkan Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja di Desa Tumbang Lawang? 3. Bagaimakankah meningkatkan pemahaman dan keterampilan umat hindu kaharingan melantunkan kidung Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja dalam acara Basarah di Desa Tumbang Lawang? Tempat penelitian ini adalah di Desa Tumbang Lawang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan yaitu teori teori pemahaman bloom, teori kendala dan teori upaya untuk mendapatkan hasil yang valid penulis menggunakan metode pendekatan, metode penentuan informan pengumpulan data dan metode analisis data. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja yaitu dari penghafalan, menerjemahkan, menafsirkan, mengekstrapolasikan masih dalam kategori rendah. Ranah sikap masih menunjukkan sikap yang kurang baik pada saat melantunkan Kandayu, dan pada ranah keterampilan masih ditemukan kurang dalam melantunkan Kandayu masih pada level rendah ini menjadi indikator bahwa pemahaman umat Hindu Kaharingan tentang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja masih kurang baik. Ranah kognitif dilakukan cara untuk meningkatkan pemahaman keterampilan umat Hindu Kaharingan yaitu melalui disiplin menghafal Kandayu tersebut dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan umat Hindu Kaharingan dalam melantunkan kidung Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja yaitu pada ranah kognitif dengan sering bertanya kepada Pisur/Basir yang lebih memahami bahasa Sangiang atau membuat diskusi. Ranah apektif dengan melantunkan Kandayu harus dengan sikap yang baik maka akan hikmat dan pada ranah keterampilan mangandayu tidak hanya pada ayat Kandayu itu-itu saja tapi dipilih Kandayu yang lainnya