ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lantri Diana , 2026: Peran Guru Dalam Memotivasi Belajar Siwa Hidu Terhadap Ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan pembimbing II, Dr.Lilik.,S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hidu Terhadap ajaran Catur Guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Masalah fenomena yang terjadi di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya pemahaman mengenai ajaran catur guru dalam pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut rumusan masalah yang ingin dikaji yakni Bagaimana peran guru dalam Memotipasi belajar siswa Hindu Terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Apa kendala yang dihadapi guru dalam Memotvasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memberikan memotivasi belajar siswa Hindun terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas ? Untuk mengkaji lebih dalam masalah tersebut, penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori peran (role theory) dan teori humanistik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan analisis kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil analisis dengan menggunakan teori peran (role theory) ditemukan bahwa peran guru dalam memotivasi belajar siswa Hindu terhadap ajaran catur guru di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas terdapat beberapa peran yang dijalankan yakni peran guru sebagai pendidik, guru sebagai pembimbing, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pengawas. Didalam proses peran guru dalam memotivasi belajar ditinjau dengan teori humanistik guru mengalami kendala yang dihadapi yakni karakter siswa yang berbeda-beda, kurangnya motivasi berlajar, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasana dalam proses pembelajaran. Selanjutnya untuk mengkaji tentang upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam memotivasi belajar dengan teori humanistik guru telah melakukan berbagai hal dengan guru menggunakan metode yang bervariasi, guru memberikan reward/hadiah dan pujian,guru berkalorasi sesama guru, dan sekolah menyediakan sarana prasana belajar. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan bahwa peran guru sangat penting dalam memotivasi belajar kepada siswa tentang ajaran catur guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ni Komang Niasin,2026,Analisis Peran Guru Dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Melalui Pendidikan Agama Hindu Di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya sikap religius siswa Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya, yang tercermin dari belum konsistennya pelaksanaan doa Tri Sandya, kurang terjaganya kebiasaan salim kepada guru, serta beragamnya kemampuan siswa dalam menghafalkan doa harian. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam proses pembentukan sikap religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk sikap religius siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam proses tersebut di SDN 2 Menteng Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan empat siswa Hindu dari kelas III hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di SDN 2 Menteng Palangka Raya telah menjalankan lima peran secara terintegrasi dan berkesinambungan, yaitu sebagai educator, mentor, guide, motivator, dan evaluator dalam membentuk sikap religius siswa yang mencakup dimensi sradha, bhakti, dan sila. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama dengan orang tua, antusiasme siswa, kondisi jumlah siswa Hindu yang terbatas sehingga memungkinkan pendekatan personal yang lebih intensif, serta adanya kegiatan pembiasaan religius di sekolah. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, belum tersedianya ruang ibadah khusus, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan pembinaan keagamaan di lingkungan keluarga. Berbagai hambatan tersebut diatasi melalui pembinaan bertahap, peningkatan koordinasi dengan orang tua, dan penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ni Putu Vidya Ardiani, 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Pi., M.Psi., Psikolog Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan moral, karakter, dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter serta membimbing peserta didik agar mampu menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang melalui penanaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, pembinaan, pendampingan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru Pendidikan Agama Hindu, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), penyuluh Agama Hindu, MGMP Agama Hindu, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan ekstrakurikuler keagamaan; dan (3) faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta faktor internal dari dalam diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Hindu telah dilaksanakan dengan baik, namun memerlukan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jeriko Patriot. 2026. Peran Guru Pendidkan Agama Hindu dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Basarah di SDN 1 Tumbang Labehu Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya pembimbing I : Nyoman Sumarni S. Ag.,M.Si pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Keaktifan Siswa dalam kegiatan keagamaan merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan agama Hindu di sekolah dasar . Kegiatan Basarah memiliki peran penting dalam pembinaan spiritual, pembentukan karakter relegius serta penanaman nilai-nilai dharma pada Siswa Hindu. Namun berdasarkan pengamatan awal di SDN 1 Tumbang Labehu, masih di temukan sebagian siswa yang kurang aktif dalam mengikuti kegiatan Basarah.Kondisi ini menunjukan perlunya Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti kegiatan Basarah, Serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat yang di hadapi guru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang Guru Pendidikan Agama Hindu, Kepala Sekolah, dan Siswa Hindu di SDN 1 Tumbang Labehu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interatif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai motivator, pembimbing, fasilitator, teladan, dan evaluator dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan Basarah.2)Faktor Pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, suasana sekolah yang religius, serta kerja sama sengan orang tua. Adapun faktor penghambat antara lain rendahnya motivasi sebagian siswa, keterbatasan sarana prasarana dan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan. Upaya yang dilakukan guru terbukti meningkatkan keaktifan, kedisplinan, serta partisipasi siswa dalam kegiatan Basarah Kata Kunci: Eksplorasi, Pengembangan, Minat Siswa, Seni Rupa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yumbi, 2025: Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budhi Pekerti Pada Siswa Hindu Di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui pendidikan agama dan nilai budhi pekerti di Pasraman Panggirik Lingu. Sebagai lembaga pendidikan non formal Hindu, pasraman tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, cinta kasih, disiplin, serta penguatan identitas budaya dan spiritualitas siswa. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana pembelajaran, kurangnya pelatihan guru dalam metode pengajaran nilai, dan pengaruh globalisasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pasraman Panggirik Lingu dalam membimbing, mendidik, serta menanamkan nilai budhi pekerti kepada siswa Hindu, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pasraman berperan ganda, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Kendala utama yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru pasraman sangat vital dalam pembentukan perilaku dan karakter siswa Hindu. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan budhi pekerti, diperlukan dukungan dari orang tua, masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya sinergi tersebut, pasraman dapat semakin berfungsi optimal dalam melahirkan generasi muda Hindu yang berkarakter, beretika, dan berintegritas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ulandari Novi Wulandari. 2025. Penerapan Proplem Based Learning Dalam pembelajaran IPAS terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di SDN-1 Kereng Bingkirai Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M. A dan pembimbing II Ibu Putu Cory Candra Yhani S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN-1 Kereng Bangkirai. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi SDN-1 Kereng Bangkirai., dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN-1 Kereng Bangkirai.. Jenis metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan model (observasi, wawancara, dokumentasi). Metode adalah membahas suatu proses atau objek, tujuannya adalah untuk merasakan dan memahami pengatahuan suatu fenomena tertentu berdasarkan pengatahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, sehingga diperoleh informasi yang diperlukan untuk penelitian. Pendekatan ini jelas memudahkan analisis, memperjelas pemahaman subjek, dan memberikan nilai objektivitas sekaligus membatasi bidang kajian oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melakukan Penelitian. H Hasil penelitian menujukan (1) peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu berperan sebagai motivator, fasilitator, administrator dan evaluator. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yevi, 2025, Peran Guru Dalam Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas XI Pada Pembelajaran Seni Rupa Di SMAS Kristen Tumbang Samba.Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dr. AA. Gede Wiranta, S.Ag, M.Ag dan pembimbing Roy Wentas S.Pd.,M.Pd.H Peran guru dalam pengembangan kreativitas siswa kelas XI pada pembelajaran seni rupa di SMAS Kristen Tumbang Samba serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru seni rupa, siswa, dan wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat berpengaruh dalam mengembangkan kreativitas siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, inspirator, dan pembimbing dalam memberikan arahan serta kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif melalui berbagai media seni rupa. Selain itu, guru mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam mengekspresikan karya seni mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PUJA SRIPATMA, 2025. Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Skripsi ini membahas peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya di kelas IV SDN 3 Palangka. Peran guru sangat penting untuk menumbuhkan semangat, partisipasi, dan tanggung jawab siswa dalam belajar. Namun, motivasi belajar siswa masih rendah karena guru belum maksimal dalam memberikan motivasi. Hal ini terlihat dari cara guru mengajar yang langsung masuk ke materi tanpa menjelaskan tujuan pembelajaran. Akibatnya, siswa kurang tertarik dan mudah bosan, terutama saat pelajaran seni musik dan seni tari. Beberapa siswa juga tidak percaya diri dan sulit fokus. Kurangnya perhatian guru terhadap kesulitan siswa turut memengaruhi rendahnya semangat belajar mereka. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun guru sudah mencoba memberi motivasi, hasilnya belum maksimal. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam untuk menemukan pengetahuan tentang, Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 3 Palangka. Penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori kendala dan teori humanistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya. Berdasarkan teori behavioristik, motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui pemberian stimulus dan penguatan seperti pujian dan hadiah. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru di bidang seni dan kurangnya minat siswa pada materi tertentu. Untuk mengatasi hal ini, guru melakukan pendekatan sesuai teori humanistik, yaitu dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberi kebebasan berekspresi, serta mendorong siswa mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata Selvia, 2024. Peran Guru Dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Keterlambatan menulis pada anak disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis dan lingkungan. Hal serupa juga ditemukan permasalahan sama yaitu pada siswa kelas I SD Negeri 5 Menteng, dimana beberapa siswa kelas I masih ada mengalami keterlambatan menulis sehingga proses pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru kelas dalam mengatasi keterlambatan menulis siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh yaitu melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun daftar Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I, sebanyak 4 orang. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi keterlambatan menulis meliputi peran guru sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Peran tersebut sangat berpengaruh dalam mengatasi setiap permasalahan dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Adapun faktor-faktor yang ditemukan guru dalam mengatasi keterlambatan menulis pada siswa adalah faktor pendukungnya meliputi dukungan dari orang tua di rumah dalam meningkatkan keterlambatan menulis siswa, guru harus memiliki suasana hati yang baik, guru memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian atau reward dan tentunya saat pembelajaran guru menerapkan metode-metode pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa lebih mudah memahami. Di sisi lain, faktor penghambatnya antara lain bahwa keterbatasan dukungan dan latar belakang pendidikan orang tua mempengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran dirumah, ketidaktahuan orang tua, dan keterbatasan sumberdaya. Banyak orang tua tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya keterampilan menulis dan bagaimana cara efektif untuk mendukung perkembangan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Joni, 2024:Peran Guru Dalam Meningkat Hasil Belajar Siswa Di Sd Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I: Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag., M. Ag dan pembimbing II: Raisa Vienlentia, M.Psi., Psikolog. Peran guru sebagai pendidik merupakan peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan, serta tugas yang berkaitan dengan mendidik, mendisiplinkan, memberikan dorongan dan motivasi dan memberi semangat anak, agar anak menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Permasalahan yang diteliti adalah: (1) Bagaimana peran guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (2) Apakah kendala yang di hadapi guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. (3) Upaya yang di hadapi oleh dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran behavioristik dan tori humanistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap dalam proses analisis dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal: (1) Peran guru terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Tumbang Sabetung sebagai motivator, fasilitator dan supervisor. (2) Upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan pelajaran yang baik, media pembelajaran yang tepat, materi yang berkualitas dan model belajar kelompok pada siswa. (3) Kendala guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya sarana dan prasarana dan lingkungan sekitar. Kata Kunci: Peran Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sd Negeri Tumbang Sabetung Kecamatan Katingan Hulu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anugrahni, Nita. 2024. Peran Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien Kecamatan Dusun selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Srata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir secara rasional dan tertata untuk memahami hubungan antara ide dan/atau fakta. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah: (1) Bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA? (2) Apa saja faktor penghambat yang dihadapi guru dalam upaya tersebut? (3) Bagaimana upaya guru mengatasi hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan khususnya mengenai peran guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa mata pelajaran IPA di SDN 3 Kalahien. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, berlokasi di SDN 3 Kalahien, dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah Guru Kelas V, siswa kelas V, dan Kepala Sekolah SDN 3 Kalahien. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau dipercayai, diukur melalui lima indikator: kemampuan menganalisis, mensintesis, memecahkan masalah, menyimpulkan, dan mengevaluasi. (2) Hambatan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis meliputi karakter siswa, kurangnya keaktifan belajar, sopan santun, dan konsentrasi belajar, serta faktor internal seperti kesehatan, minat belajar, dan kemampuan siswa, serta faktor eksternal seperti keluarga, masyarakat, dan lingkungan. (3) Upaya guru kelas V dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk memberikan tes kemampuan berpikir kritis dan memberikan reward/hadiah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Erliabagede, 2024. Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, M.Pd.H Peran guru agama Hindu merupakan faktor penentu keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kegiatan pembelajaran akan menimbulkan stimulans sehingga nanti akan menghasilkan respon siswa agama Hindu yang dapat dilihat dari prestasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru agama Hindu memiliki peran yang baik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu (1) peran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu (a) pada perencanaan pembelajaran guru berperan sebagai perencana untuk membuat RPP sebagai pedoman dan acuan dalam mengajar (b) pada proses pembelajaran guru agama Hindu berperan sebagai pengajar dan motivator (c) pada evaluasi tahap penilaian guru agama Hindu berperan sebagai Evaluator, untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa agama Hindu dalam menerima materi yang diajarkan. (2) kendala guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu yaitu : (a) karakter siswa agama Hidu yang Beragam, (b) siswa agama Hindu sulit membaca dan memahami materi, (c) sarana dan prasarana terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran. Kata kunci : Peran Guru, Prestasi Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK LELI 2022, Peran Guru Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Sebagai Pembimbing I dan Lilik, S.Ag.,M.Pd.H Sebagai Pembimbing II Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pada hakekatnya peran guru dalam pembelajaran itu sangat penting bagi peserta didik untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan Agama Hindu adalah untuk menuntun umat manusia dalam usaha mencapai suatu keberhasilan dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dan khususnya untuk generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada hakikatnya pendidikan suatu usaha sadar yang dilakukan untuk membimbing seseorang untuk mengembangkan jati diri yang lebih baik. Dalam suatu pengajaran dalam pendidikan tidak lepas dari suatu tujuan pendidikan, tujuan pendidikan sama halnya dengan tujuan hidup individu yang berlangsung ialah secara terus menerus. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah dalam perkembangannya mengalami berbagai macam kendala dalam proses pelaksanaan belajar mengajar di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Keberhasilan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah. Keberhasilan siswa tentu berkaitan dengan proses pembelajaran yang kurang nyaman didalam kelas, karena kurangnya sarana dan prasarana ini salah satunya merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kepuas dan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas, khususnya dalam perannya dalam pembelajaran dan mengajar, ajaran Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode Kualitatif yang berlokasi di SDN-1 Datah Kapas Desa Tumbang Diring Kecamatan Pasak Talawang Kabupaten Kapuas. Dengan jumlah informan terdiri dari 9 orang, yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan yang dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif yang meliputi empat langkah yaitu mengumpul data, reduksi data, penyajian data, serta melakukan penarikan data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data penelitian yang dilandasi teori atau konsep dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam pembelajaran Agama Hindu ada lima yaitu guru sebagai edukator, manager, supervisor, innovator, motivator. Ruang belajar, dan fasilitas sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERA, 2021. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Perubahan Perilaku Siswa Hindu Di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A, Pembimbing II Desak Ketut Angraeni, S.S.,M.Pd Pendidikan Agama Hindu merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan karakter siswa. Disisi lain Pendidikan agama Hindu juga merupakan suatu mata pelajaran yang memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, dimana ajaran-ajarannya dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan didunia modern seperti sekarang, dengan demikian perubahan perilaku siswa di sekolah tidak lepas dari seorang guru, dimana Guru agama Hindu berperan penting dalam merubah perilaku siswa. Dengan melakukan kegiatan keagamaan akan melatih diri siswa menjadi orang yang bertanggung jawab, disiplin dan memiliki karakter yang baik, maka peran guru agama Hindu sangatlah besar pengaruhnya guna merespon kemauan siswa. Jika guru memberikan teladan dalam kebijakan dan menumbuhkan mereka dengan akhlak mulia serta menjauhkan mereka dari akhlak yang buruk dan perbuatan yang tidak terpuji maka akan berpengaruh besar terhadap jiwa siswa maka dengan peran guru tersebut akan membentuk perilaku siswa yang lebih baik. Masalah yang dikaji adalah bagaimana peranan guru pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas ?, apa kendala guru pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas ?. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tentang peranan guru pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, tempat penelitian adalah SDN Tumbang Mantuhe yang menjadi subyek adalah kepala sekolah, guru dan siswa dengan penentuan informan adalah proposiv sampling dengan informan kepala sekolah, guru dan siswa. Metode data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi setelah data diperoleh melalui sumber data selanjutnya data dikumpulkan dianalisis dengan reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, peranan guru Pendidikan agama Hindu dalam perubahan perilaku siswa Hindu di SDN Tumbang Mantuhe Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Memiliki peranan yang sangat penting dalam perubahan perilaku siswa, membentukan karakter siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABTRAKSI Suandi. 2020. “Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Manajemen Pendidikan). Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Dr. I Wayan Salendra, M.Si Konsep Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu menunjukan bahwa adanya kencendrungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkain proses kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimanakah peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, (2) Bagaimanakah implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode pembelajaran tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan berdasarkan pada dua elemen dasar yakni Peran Guru Agama Hindu, dan Pendidikan agama Hindu. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan. Peran guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Kedua, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu, tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci : Peran Guru Agama Hindu, Pendidikan Agama Hindu, dan Pelaksanaan Pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Santi Tya Rahayu. 2020, Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Peran Guru Agama Hindu Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Guru saat ini hanya menggunakan metode ceramah membuat pembelajaran kurang menarik sehingga peserta didik menjadi pasif dan kurang termotivasi untuk belajar. Pengguna metode pembelajaran yang menonton dan membosankan mengakibatkan peserta didik kurang minat belajar dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan masih ada peserta didik yang hasil belajar rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Bagaimana peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya (2) Apa saja yang menjadi kendala dalam melaksanakan pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya (3) Apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Agama Hndu di SMK Negeri 2 Palangka Raya. Tujuan penelitian : secara umum, penelitian ini dikategorikan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui bagaimana peran guru Agama Hindu dalam melaksanakan proses pembelajaran, untuk mengetahui apa saja kendala serta untuk mengetahui apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori Behaviorisme, Teori Kognitivisme, Teori Konstruktivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa (1)Peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya, yang dilakukan oleh guru agama Hindu hanya berperan guru sebagai pendidik yang mengajarkan materi menggunakan metode ceramah. Hal yang perlu ditingkatkan lagi adalah peran sebagai motivator mengingat masih banyakpeserta didik yang kesusahan menerima materi dengan baikdan bisa menggunakan metode pembelajaran variasi agar meningkatkan minat belajar siswa. (2) Kendala dalam melaksanakan pembelajaran agama Hindu di SMK Negeri 2 Palangka Raya yaitu: kendala dari dalam diri siswa seperti pembawaan psikologi siswa sebagai pengaruh dari pola asuh atau kondisi dalam lingkungan keluarga, dan kendala dari luar siswa seperti perilaku siswa yang timbul sebagai akibat dari pengaruh luar seperti teman bergaul, masih kurang adanya kebersamaan tenaga pendidik dengan peserta didik. (3) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran Agama Hndu di SMK Negeri 2 Palangka Raya, upaya yang perlu dilakukan oleh seorang guru sebagai motivator adalah melakukan pendekatan yang lebih kepada siswa, membuat siswa nyaman untuk menceritakan permasalahannya agar dapat mencari jalan keluar dari permasalah itu sehigga siswa dapat termotivasi belajar lebih giat lagi.