Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

IPAN

5 karya publik ditemukan.

2026: 22024: 22017: 1

Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada masyarakat Desa Kinjil Kecamatam Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ipan, 2026. Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada Masyarakat Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Heri Kusuma Tarupay,S.S.,M.Hum. Pembimbing II Putu Wisnu Saputra,M.Pd. Persembahyangan merupakan ritual yang menjadi identitas dari suatu agama yang dijalankan oleh setiap pemeluknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hilangnya ritual Persembahyangan, ritual-ritual keagamaannya, kendala dan upaya pengenalan Basarah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat yang memicu pertanyaan terkait pemeliharaan identitas keagamaannya. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, penelitian ini menggunakan teori Identitas perspektif sosiologis Steph Lawler dan teori pendidikan sosio kultural Lev Vygotsky. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan Basarah tidak dilaksanakan akibat kurangnya pengetahuan, tidak terdapat kitab suci, dan ketiadaan tempat persembahyangan seperti Balai Basarah serta kendala seperti kurangnya pembinaan oleh lembaga agama Hindu Kaharingan tingkat daerah maupun provinsi. Kendati demikian, masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil mempertahankan identitasnya melalui ritual Besorah yang memiliki arti yang sama dengan Basarah. Ritual Besorah dikategorikan sebagai ritual jenis Naimitika yadnya dan bersifat Insidental yang hanya dilakukan pada waktu tertentu tanpa jadwal rutin. Temuan ini menunjukan bahwa ritual yang ada bersifat adaptif yang bergantung pada budaya lokal. Untuk mencegah memudarnya nilai-nilai agama disarankan untuk lembaga Hindu Kaharingan melakukan sosialisai, pembinaan umat serta pengadaan infrastruktur peribadatan di desa tersebut.

Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada masyarakat Desa Kinjil Kecamatam Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ipan, 2026. Ritual Umat Hindu Kaharingan Pada Masyarakat Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat. Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Heri Kusuma Tarupay,S.S.,M.Hum. Pembimbing II Putu Wisnu Saputra,M.Pd. Persembahyangan merupakan ritual yang menjadi identitas dari suatu agama yang dijalankan oleh setiap pemeluknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hilangnya ritual Persembahyangan, ritual-ritual keagamaannya, kendala dan upaya pengenalan Basarah pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat yang memicu pertanyaan terkait pemeliharaan identitas keagamaannya. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, penelitian ini menggunakan teori Identitas perspektif sosiologis Steph Lawler dan teori pendidikan sosio kultural Lev Vygotsky. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan Basarah tidak dilaksanakan akibat kurangnya pengetahuan, tidak terdapat kitab suci, dan ketiadaan tempat persembahyangan seperti Balai Basarah serta kendala seperti kurangnya pembinaan oleh lembaga agama Hindu Kaharingan tingkat daerah maupun provinsi. Kendati demikian, masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kinjil mempertahankan identitasnya melalui ritual Besorah yang memiliki arti yang sama dengan Basarah. Ritual Besorah dikategorikan sebagai ritual jenis Naimitika yadnya dan bersifat Insidental yang hanya dilakukan pada waktu tertentu tanpa jadwal rutin. Temuan ini menunjukan bahwa ritual yang ada bersifat adaptif yang bergantung pada budaya lokal. Untuk mencegah memudarnya nilai-nilai agama disarankan untuk lembaga Hindu Kaharingan melakukan sosialisai, pembinaan umat serta pengadaan infrastruktur peribadatan di desa tersebut.

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Media Benda Konkret Dalam Pembelajaran Kelas II Di SDN 1 Basarang Jaya

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Lili Uripani. 2024 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Media Benda Konkret Dalam Pembelajaran Kelas II Di SDN 1 Basarang Jaya. Skripsi. Program Studi PGSD Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd, dan Pembimbing II Putu Wisnu Saputra, M.Pd. Saat ini masih banyak kegiatan pembelajaran yang belum menerapkan dan menggunakan media yang familiar kepada siswa. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami materi yang diajarkan. Masih banyak kegiatan pembelajaran terutama pada mata pelajaran matematika dilakukan dengan metode ceramah, dimana guru hanya menyampaikan materi secara monoton, strategi yang digunakan masih bersifat konvensional sehingga berdampak pada pemahaman siswa kurang optimal dan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika dari penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran kelas II di SDN 1 Basarang Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II, meliputi tahapan sebagai berikut: Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila ketuntasan klasikal mencapai 80% dan hasil belajar siswa dapat mencapai KKM 60. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media benda konkret dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran kelas II di SDN 1 Basarang Jaya. Hal ini terlihat dari hasil belajar pada pra-tindakan, ketuntasan klasikal hanya mencapai 40%. Selanjutnya, pada siklus I memperoleh ketuntasan klasikal mencapai 70% dan pada siklus II mencapai 90%.

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Media Benda Konkret dalam Pembelajaran Kelas II di SDN 1 Basarang Jaya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lili Uripani. 2024 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Media Benda Konkret Dalam Pembelajaran Kelas II Di SDN 1 Basarang Jaya. Skripsi. Program Studi PGSD Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Tri Aspiyana, M.Pd, dan Pembimbing II Putu Wisnu Saputra, M.Pd. Saat ini masih banyak kegiatan pembelajaran yang belum menerapkan dan menggunakan media yang familiar kepada siswa. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami materi yang diajarkan. Masih banyak kegiatan pembelajaran terutama pada mata pelajaran matematika dilakukan dengan metode ceramah, dimana guru hanya menyampaikan materi secara monoton, strategi yang digunakan masih bersifat konvensional sehingga berdampak pada pemahaman siswa kurang optimal dan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika dari penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran kelas II di SDN 1 Basarang Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II, meliputi tahapan sebagai berikut: Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila ketuntasan klasikal mencapai 80% dan hasil belajar siswa dapat mencapai KKM 60. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media benda konkret dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dalam pembelajaran kelas II di SDN 1 Basarang Jaya. Hal ini terlihat dari hasil belajar pada pra-tindakan, ketuntasan klasikal hanya mencapai 40%. Selanjutnya, pada siklus I memperoleh ketuntasan klasikal mencapai 70% dan pada siklus II mencapai 90%.