Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Peranan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu Pada Siswa Di SDN-1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Widia Julianti, 2026 : Peranan Guru dalam Implementasi Pendidikan Agama Hindu pada Siswa di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Rasa Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Pembimbing I Hendri,S.Ag.M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si Pendidikan Agama Hindu memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual siswa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peranan guru dalam implementasi Pendidikan Agama Hindu pada siswa di SDN 1 Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Rasa, Kabupaten Gunung Mas. Sebagai fasilitator utama di sekolah dasar, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan (jnana), tetapi juga menjadi teladan moral (susila) bagi siswa di lingkungan sekolah yang heterogen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Agama Hindu, serta perwakilan siswa, dan diperkuat dengan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Agama Hindu di SDN 1 Tumbang Empas Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas menjalankan beberapa peran mendasar, yaitu: (1) sebagai pendidik dan pengajar yang menyusun strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal; (2) sebagai pembimbing yang mengarahkan pelaksanaan ibadah praktis seperti Tri Sandhya dan berdoa sebelum belajar; serta (3) sebagai motivator dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi ini adalah dukungan dari pihak sekolah dan sarana ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan alokasi waktu dan keberagaman latar belakang pemahaman keagamaan siswa di rumah. Secara keseluruhan, peranan aktif guru mampu meningkatkan kedisiplinan spiritual dan toleransi sosial siswa di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu di SMAN 1 Manuhing Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hartati, 2025. Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu Di Sma Negeri 1 Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam pembinaan dan pengembangan kompetensi guru. Keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh sejauh mana kepala sekolah mampu menjalankan fungsi supervisi, motivasi, dan fasilitasi terhadap guru. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala baik dari dalam maupun luar sekolah yang dapat memengaruhi efektivitas peran tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peranan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru Agama Hindu di SMA Negeri 1 Manuhing Kabupaten Gunung Mas serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Agama Hindu, serta siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan perannya dengan baik dalam meningkatkan kompetensi guru Agama Hindu melalui tiga fungsi utama, yaitu sebagai supervisor, motivator, dan fasilitator. Sebagai supervisor, kepala sekolah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap proses pembelajaran secara terencana dan berkelanjutan. Sebagai motivator, kepala sekolah memberikan dorongan moral, apresiasi, serta kesempatan bagi guru untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesional. Sedangkan sebagai fasilitator, kepala sekolah berperan dalam penyediaan sarana, prasarana, serta dukungan administratif guna menunjang efektivitas pembelajaran. Adapun kendala yang dihadapi terdiri atas kendala internal, seperti keterbatasan dana, fasilitas, dan waktu, serta kendala eksternal yang meliputi faktor geografis, kebijakan pendidikan, dan akses terhadap pelatihan guru. Meskipun demikian, kepala sekolah tetap berupaya mencari solusi melalui efisiensi anggaran, kerja sama dengan pihak luar, serta pemberian dukungan moral kepada guru agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan efektif dan bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Irma Anjelina. 2025. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Religius Siswa Melalui Persembahyangan Basarah Di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M.Pd.H Pembimbing II.I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd. Pentingnya peranan guru pendidikan agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Dengan menanamkan sikap Religius melalui persembahyangan Basarah diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, membentuk karakter yang baik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan individu yang beriman serta bertakwa serta mampu menanamkan sikap Religius baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah di SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 12 Juni 12 Juli 2025. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMAN 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan sikap Religius siswa melalui persembahyangan Basarah yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait penanaman sikap Religius dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penanaman sikap Religius.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Penyuluh Agama Hindu dalam Mengimplementasikan Ajaran Tri Hita Karana di Desa Basarang Jaya : Perspektif Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si ​Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN Tampung Penyang Palangka Raya sebagai Pelaksana Bantuan Hukum kepada Masyarakat di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RIKO HARTAKO, 2024. Peranan Mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya Sebagai Pelaksana Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Armadiansyah, S.Ag., SH., MH Pembimbing II : Ririn Kurniasi., SH., MH. Peranan mahasiswa hukum dalam memberikan layanan bantuan hukum sangat urgent ke-ikutsertaannya, mengingat masih banyak masyarakat yang tidak merata untuk mendapatkan keadilan dalam segi hukum dan buta terhadap struktural sistem hukum di Indonesia. Apabila dibandingkan kepadatan penduduk Indonesia yang menyebar diberbagai wilayah yang luas tidak sebanding dengan adanya aparatur penegak hukum sehingga terjadi ketidakmerataan keadilan dan pengetahuan hukum di kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian mahasiswa hukum diharapkan mampu berkontribusi secara nyata untuk membantu meringankan ketidakmerataan keadilan tersebut guna mendorong tumbuh kembangnya kesadaran hukum masyarakat khususnya masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Salah satu permasalahan yang terjadi di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan yaitu sangat minim dilakukan sebuah pelayanan hukum dalam bentuk penyuluhan dan sosialisaisi hukum. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji : (1) Bagaimana peran mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan bantuan hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten barito Selatan, (2) Apakah yang menjadi faktor penghambat mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam pelaksanaan bantuan hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Dengan menggunakan metode penelitian teori tujuan hukum (Gustav Radbruch) dan teori efektivitas hukum (Soerjono Soekanto). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Informan ditentukan berdasarkan purprosive sampling pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam memberikan penyuluhan hukum dan sosialisasi hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan, karena dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kesadaran hukum kepada masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih banyak faktorfaktor penghambat dalam pelaksanaan penyuluhan hukum baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dimana faktor-faktor tersebut dapat mengurangi peran penting mahasiswa dalam memberikan bantuan hukum yang optimal bagi masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menanamkan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi bagi Siswa di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Supriadi. 2023. Peranan Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Hendri, S. Ag., M. Si Pembimbing II. Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd., M.Pd. H Pentingya peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Dengan menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi siswa Hindu diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik, bertingkah laku yang baik, sopan dan santun dalam berbicara serta mampu mengamalkan ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 17 April - 17 Mei 2023. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SMPN-3 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: sebagai pendidikan, pembimbing dan teladan, 2). Kendala guru agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: 1) Internal yaitu berasal dari siswa agama Hindu seperti kurangnya kesadaran terkait nilai-nilai Tat Tvam Asi dan karakter siswa yang kurang baik. Dan 2) Kendala Eksternal, yaitu kurangnya waktu belajar di sekolah dan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar baik itu di sekolah maupun di rumah. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dari guru agama Hindu dengan memberikan tambahan waktu belajar di luar jam belajar di sekolah Dan pihak sekolah memberikan pengawasan secara langsung terkait penerapan nilai-nilai Tat Tvam Asi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri Se-Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peranan Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri Se-Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau” dan dilatarbelangi karena guru agama Hindu masih terlihat kurang tau apa peranannya dalam proses pembelajaran disekolah serta masih terlihat minimnya mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu. Untuk mengkaji lebih dalam tentang peranan guru agama Hindu maka penelitian ini terdapat 3 (tiga) rumusan masalah : (1) Bagaimana peranan guru agama Hindu dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau (2) Apakah kendala yang dihadapi guru agama Hindu dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau (3) Bagaimana strategi guru agama Hindu dalam peningkatan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan teori peran, teori kendala dan teori Behaviorisme. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu data studi lapangan diperoleh dari wawancara, observasi, dan arsip atau dokumentasi, yang menjadi sampel penelitian yaitu SMP Negeri 1 Kahayan Tengah, SMP Negeri 2 Kahayan Tengah, SMP Negeri 3 Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Informan yang diambil terdiri dari Kepala Sekolah, Guru agama Hindu dan Siswa yang beragama Hindu yang memenuhi kriteria untuk memecahkan rumusan masalah. Hasil penelitian ini setelah dikaji menunjukan beberapa hal sebagai berikut: (1) Peranan guru bukan hanya memberikan materi pelajaran akan tetapi berperan juga sebagai sumber belajar, sebagai Fasilitator, sebagai Pengelola, sebagai Demonstrator, sebagai Pembimbing, sebagai Motivator dan sebagai Evaluator. (2) Kendala yang dihadapi oleh guru ada Faktor Internal adalah Kwalitas/Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu Masih Kurang, Kurang Persiapan Dalam Mengajar, Kurangnya penguasaan metodologi pembelajaran, Faktor eksternal yaitu terdapat pada Sarana prasarana, Minat Siswa dan Lingkungan. (3) Strategi yang dilakukan yaitu dengan Meningkatkan Kompetensi Diri (Guru) Pendidikan Agama Hindu, Melengkapi Perangkat Pembelajaran, Disiplin/Profesional, serta Pengadaan Sarana Prasarana pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Menyediakan lingkungan belajar yang kondusif. Kata Kunci : Peranan guru, Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Masyarakat dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Prespektif Ilmu Komunikasi)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TITIK, 2023 : Peranan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Hindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (Kajian Persfektif Ilmu Komunikasi Hindu). Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jurusan Ilmu Komunikasi Hindu, Pembimbing I : Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H Pembimbing II : I Komang Widyana, S.Pd.H., M.Pd Ajaran agama yang berisi nilai-nilai moral berkaitan dengan pembentukan sifat-sifat yang luhur, supaya dapat dipahami secara utuh dan perlu diaktualisasikan melalui kemampuan dan pemahaman. Pemahaman umat terhadap ajaran agama Hindu ditinjau dari aspek tattwa, etika dan upacara, akan berdampak pada pengertian sekaligus pemahaman menyeluruh tentang ajaran agama secara baik dan benar. Salah satu dampak tersebut adalah pelaksanaan Basarah, yang merupakan cara untuk menghubungkan diri dengan Ranying Hatalla. Umat Hindu Kaharingan di desa pangi dalam melaksanakan basarah mengalami berbagai permasalahan atau hambatan karena yang terjadi kurangnya umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan Basarah. Fokus masalah yang dapat dirumuskan dan dikaji dalam penelitian ini yaitu, sebagai berikut; (1) Bagaimanakah peran masyarakat dalam meningkatkan kegiatan keagamaan Hindu Kaharingan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau (2) Apakah kendala yang dialami masyarakat dalam mengikuti Kegiatan Keagamaan di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Teori Peranan (2) Teori Kendala (3) Teori Fungsionalisme Struktural. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah : observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Peran umat Hindu Kaharingan dalam mengikuti pelaksanaan Basarah, dapat dilihat dari umat yang melaksanakan Basarah (2) Upaya meningkatkan peran umat Hindu Kaharingan di perlukan pengurus yang aktif, bersungguh-sungguh menjalankan tugas supaya dapat menggali dan menumbuhkan minat umat dalam mengamalkan ajaran dan nilai agama.(3) kendala yang dialami umat Hindu Kaharingan kurangnya minat dan kesibukan pribadi umat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Lembaga Adat Kedamangan dalam Penyelesaian Kasus Pencemaran Limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ERSA, 2023 : Peranan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Penyelesaian Kasus Pencemaran Limbah PT. Indo Muro Kencana Di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Skpripsi Program Studi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I I Komang Darman, SH., MH, Pembimbing II Ni Putu Paramita Dewi, SH., MH Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Sungai Maan wilayah Desa Batu mirau Kecamatan Sungai babuat kabupaten murung raya menimbulkan keluhan Masyarakat sekitar, kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana yang mencemari Sungai Maan sangat berdampak sehingga mengakibatkan aktivitas masyarakat dalam memenuhi keperluan hidup sehari-hari menjadi terganggu karena sulit mencari air bersih untuk kebutuhan seperti memasak dan mandi. Permasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal yakni : (1). Bagaimanakah peranan lembaga adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (2). Bagaimana proses Penyelesaian kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya? (3). Apakah yang menjadi dasar pertimbangan penyelesaian kasus Pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana melalui lembaga adat Kedamangan masyarakat Dayak Siang di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di Desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya. Subjek dalam penelitian dalam penulisan ini adalah, Kedamangan Kecamatan Sungai Babuat, Dewan Adat Dayak Kabupaten Murung Raya, dan Humas PT. Indo Muro Kencana. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Studi Kepustakaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verivikasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1). Peranan Lembaga Adat Kedamangan dalam menyelesaikan kasus pencemaran limbah yaitu sebagai Mediator, Pemimpin, dan Hakim Perdamaian. (2). Proses penyelesaian kasus melalui lembaga adat kedamangan dayak siang memiliki beberapa tahapan, adapun tahapan-tahapannya yaitu tahap pelaporan, tahap pemanggilan kedua belah pihak, dan tahap pengambilan keputusan. (3). Dasar pertimbangan PT. Indo Muro menyelesaikan kasus pencemaran limbah adalah dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi kedua belah dalam kasus pencemaran limbah PT. Indo Muro Kencana di desa Batu Mirau Kecamatan Sungai Babuat Kabupaten Murung Raya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RISKA. 2022: Peranan Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi Umat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi umat untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam Minat Basarah Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas ?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam minat basara di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam meningkatkan minat Basarah dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah a di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN PERHIMPUNAN PEMUDA HINDU KOTA PALANGKA RAYA DALAM PENDIDIKAN REGENERASI BASIR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana proses pendidikan regenerasi basir? 2) bagaimana peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir? 3) bagaimana kendala-kendala yang dihadapi perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi tentang peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir yaitu 1) untuk mengetahui bagaimana proses pendidikan regenerasi basir 2) untuk mengetahui peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir 3) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitianya peranan perhimpunan pemuda Hindu Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi basir. Penentuan sumber data dengan mengunakan porvosiv sampling (sampling bertujuan), dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peranan Peradah dalam pendidikan regenerasi Basir yaitu 1) proses pendidikan regenerasi Basir melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan seperti tahap perecanaan waktu dan tempat dilaksnakan, tahap persiapan sarana dan prasarana,, dan sampai pada proses tahap pendidikan meliputi mangantung sahur, prosesi pemandian, proses pendidikan, dan penobatan atau pendudusan sebagai rohaniawan atau seorang Basir..2) Peranan Peradah di Kota Palangka Raya dalam pendidikan regenerasi Basir yaitu sebagai motivator, inisiator/inisiatif dan fasilitator yang bertujuan untuk meningkatkan SDM umat Hindu khusunya di Kota Palangka Raya dan juga meningkatkan sradha (keyakinan) dan keimanan. 3) adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pendidikan regenerasi Basir yang terbagi menjadi dua yaitu kendala internal dan eksternal. Kendala interal adalah kendala dari dalam yang dihadapi Peradah meliputi kurangnya paritisipan anggota Peradah, tidak adanya dana dan waktu. Dan kendala eksternal yang dihadapi Peradah meliputi kesulitan mecari sarana prasarana yang digunakan, tidak ada bantuan dana dari luar serta kurangnya motivasi dari masyrakat serta lembaga-lembaga keagamaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Majelis Kelompok dalam Memotivasi Basarah Pemuda Hindu Kaharingan di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan merupakan salah satu lembaga yang berada di suatu desa tertentu dibawah pimpinan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan yang berada di Kecamatan, fungsinya sebagai suatu wadah organisasi keagamaan yang berfungsi untuk membentuk para generasi muda Hindu Kaharingan yang beriman,cerdas,bijaksana dan mampu berdaya saing. Pelaksanaan Basarah merupakan salah satu program kerja Majelis Kelompok dalam memotivasi pemuda Hindu Kaharingan di Desa Jangkit. Namun fakta yang terjadi di lapangan motivasi pemuda untuk mengikuti persembahyangan Basarah masih sangat minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka terdapat tiga permasalahan yang akan di bahas antara lain: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas? (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas?. Penulisan ini bertujuan : (1) untuk mendapatkan data tentang program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (2) Untuk memahami peranan Majelis Kelompok dalam dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. (3) Untuk memahami kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah pemuda dan mampu memberikan solusi serta masukan kepada Majelis Kelompok agar dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori structural fungsional,teori peran, dan teori humanistik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis adalah cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bagaimana program kerja Majelis Kelompok di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah : (a) Pelaksanaan Basarah Umum (b) Pelaksanaan Basarah Keluarga (c) Pelaksanaan Pembangunan. (2) Bagaimana peranan Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Pembinaan (b) Upacara. (3) Apa kendala Majelis Kelompok dalam memotivasi Basarah Pemuda di Desa Jangkit Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas adalah: (a) Faktor Kesibukan (b) Faktor Usia (c) Kurangnya Kesadaran Diri.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN GURU AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI TAT TVAM ASI BAGI SISWA HINDU DI SDN DWIPASARI KECAMATAN WANARAYA KABUPATEN BARITO KUALA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Ida Ayu Sri Eka Gayatri. 2021. Peranan Guru Agama Hindu Dalam Penguatan Nilai-Nilai Tat Tvam Asi Bagi Siswa Hindu Di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarrya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II. Luh Putu Muliani Handayani, S.Fil.H.,M.Fil.H Siswa Hindu berada di lingkungan sekolah masih melakukan etika yang tidak baik seperti berperilaku yang tidak sopan dan santun, berbicara yang kurang baik untuk di dengar, siswa berkelahi, saling membuli dan jahil dengan teman-temannya di sekolah. Oleh sebab itu pentingya peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Dengan guru agama Hindu memberikan penguatan pada siswa mengenai ajaran nilai-nilai Tat Tvam Asi maka siswa Hindu akan selalu memiliki etika prilaku yang sopan dan santun, memiliki rasa saling menyayangi terhadap guru-guru dan teman-temannya, serta menjaga lingkungan alam sekitar sekolah. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1). Bagaimanakah peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 2). Apa sajakah kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari, 3). Bagaimanakah Upaya-upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu di SDN Dwipasari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan medeskripsikan peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti menggunakan teknik Purposive, dalam mencantumkan informan yang akan dijadikan sebagai instrumen. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan meliputi tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yakni dari tanggal 28 april-18 mei 2021. Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu SDN Dwipasari Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian yaitu 1). Peranan guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: peran sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, teladan, dan motivator. 2). Kendala guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yaitu: kendala secara intrinsik kurangnya kemampuan guru agama Hindu dalam bidang ilmu teknologi, dan siswa Hindu yaitu kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya daya ingat siswa, kemudian secara ekstrinsik yaitu mengenai jam belajar terbatas, buku pelajaran, dan lingkungan. 3). Upaya guru agama Hindu dalam penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi bagi siswa Hindu yakni: upaya memberikan penjelasan, pembelajaran, teladan, dan bimbingan. Kata Kunci : Peranan Guru Agama Hindu, Penguatan nilai-nilai Tat Tvam Asi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN YADNYA SESA PADA ANAK DI DESA BATU NINDAN KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Oka Riyade, Wayan. 2021. Peranan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Yadnya Sesa pada Anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Zaman sekarang ini dengan bermacam-macam kesibukan orang tua tidak selalu bisa mengawasi anak-anaknya dalam pelaksanaan Yadnya Sesa, apalagi orang tua sama-sama bekerja sehingga tidak setiap saat bisa memantau anaknya. Sebagian besar orang tua tidak melaksanakan Yadnya Sesa. Bila orang tuanya saja tidak melaksanakan Yadnya Sesa, bagaimana anak akan melaksanakannya sedangkan yang kita ketahui bahwa orang tua merupakan contoh yang ditiru, yang nantinya akan sangat berpengaruh khususnya dalam pelaksanaan Yadnya Sesa. Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalahnya sebagai berikut : (1) Bagaimana peranan orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? (2) Apakah faktor penghambat orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui peranan orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) Untuk mengetahui faktor penghambat orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah : (1) Teori Peran dan (2) Teori Interaksi Simbolik. Subjek penelitian ini adalah orang tua di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah data primer artinya data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (tanpa melalui perantara) dari sumber pertamanya, adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah orang tua dan data sekunder artinya data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peranan orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas sangat menonjol dibuktikan dalam hasil penelitian orang tua memberikan pendidikan keteladanan, pendidikan pengawasan dan pendidikan dengan hukaman/sanksi. Sedangkan faktor penghambat orang tua terhadap pelaksanaan Yadnya Sesa pada anak di Desa Batu Nindan Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas adalah faktor sikap/watak anak, media massa dan status sosial ekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Kepada Anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN LEMBAGA ADAT KEDAMANGAN DALAM MENYELESAIKAN KASUS LALU LINTAS DI KECAMATAN KAMIPANG KABUPATEN KATINGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JON KIPLI, 2020 : Peran Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Lembaga kedamangan merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di Kalimantan tengah secara umumnya, dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan ranah kekeluargaan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa Dasar Kewenangan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? Subjek penelitian adalah Tokoh Mayarakat Hindu Kaharingan, Mantir adat dana Damang Kepala Adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Dasar kewenangan lembaga adat kedamangan dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah bahwa damang kepala adat bertugas menyelesaiakan perselisihan, sengketa atau pelanggaran terhadap hukum adat, dimungkinkan juga masalah-masalah yang termasuk dalam perkara pidana, baik dalam pertama maupun dalam sidang penyelesaian terakhir, baik dalam pemeriksa sebagaimana lazimnya menurut adat yang berlaku. (2) Proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan dan tahap sidang adat. Dalam tahap sidang adat dirundingkan suatu keputusan atas kasus yang terjadi dan tahap ini pelaku dikenakan sanksi adat. (3) Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu kekuatan hukum keputusan sidang pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diselesaikan di lembaga adat kedamangan di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan sifatnya mengikat karena sudah ada persutujuan dan perjanjian yang telah dibuat dan itu sebagai bukti bahwa kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan perdamaian Kata Kunci : Peranan, Lembaga Adat, Kedamangan, Penyelesaian Kasus, Kecelakaan Lalu Lintas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ima, 2020: Peranan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dhrma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing:(1) Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag (2) Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam penguatan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan orang tua untuk menghadapi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda Hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori motivasi adalah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku dan teori behaviorisme merupakan aliran psikologi bahwa manusia belajar di pengaruhi oleh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan. Subjek penelitian adalah masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sedini mungkin bahkan sejak anak baru lahir. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak akan menjadikan anak yang tangguh, bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan memiliki kepribadian maupun akhlak yang baik. Adapun cara mendidik anak yaitu dengan cara yang baik, mendidik dengan kelembutan, ketulusan, penuh kasih sayang, mendidik dengan keteladanan, dan mengajarkan tentang agama. Cara penguatan karakter yaitu dengan membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Orang Tua Siswa Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu Di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lida Sumanti, 2020. Peranan Orang Tua Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Hindu di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I, Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II, Ni Nyoman Sumarni,S.Ag.,M.Si. Pada perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks dan maju ini, maka pendidikan keluarga harus lebih mengutamakan pembentukan pribadi yang bersifat alami. Karena keluarga merupakan pertumbuhan anak yang pertama, dimana ia mendapatkan pengaruh-pengaruh baik dan buruk dalam anggota keluarga. Dilihat dari faktor pendidikan tentunya peranan orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan agama Hindu di dalam keluarga selain dari sekolah. Dengan tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui peranan orang tua terhadap pembinaan pendidikan Agama Hindu. 2) Untuk mengetahui tentang faktor-faktor penghambat bagi orang tua terhadap peningkatan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di SMP Garing Tarantang Tumbang Manggu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian sebagai berikut: Peran orang tua dalam pembinaan kepribadian anak, dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa sudah memberikan nasehat-nasehat, mengajari anak-anaknya dengan ajaran agama serta perbuatan-perbuatan yang baik, memperhatikan anak-anaknya walaupun sibuk bekerja mencari nafkah, serta menganjurkan mereka untuk selalu rajin belajar dan bersekolah. Peran orang tua dalam mengembangkan pendidikan agama kepada anak-anaknya, dapat disimpulkan bahwa orang tua jarang untuk memperhatikan atau mengembangkan pelajaran agama Hindu anak-anak mereka, karena kesibukkan mereka untuk mencari nafkah. Hanya sebagian keluarga saja yang menyatakan menanyakan hasil pendidikan anaknya. Peran orang tua tentang penanaman nilai-nilai etika bagi anak-anak dalam pergaulan sehari-hari, dapat disimpulkan bahwa orang tua sudah memberikan penanaman nilai-nilai etika kepada anak-anaknya, melalui nasehat-nasehat, mengajarkan tentang hal-hal baik, mengajarkan nilai-nilai agama dan moral. Faktor-faktor penghambat bagi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anaknya, hampir semuanya menyatakan bahwa kurangnya pengetahuan orang tua dalam pendidikan agama Hindu, kurangnya buku-buku pelajaran pendidikan agama Hindu, serta faktor kesibukan orang tua yang banyak waktunya untuk mencari nafkah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU AGAMA HINDU DI SMPN-3 KATINGAN HULU

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WAWANDIE, 2020. Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Hindu Di SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang ( IAHN-TP ) Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II Lilik, S. Ag.,M.Pd.H Penelitian ini dilakukan untuk melihat peranan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Katingan Hulu dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru mata pelajaran agama Hindu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru mata pelajaran agama Hindu pada SMP Negeri 3 Katingan Hulu.Adapun Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala Sekolah dan guru agama Hindu pada SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Sedangkan sampel penelitian menggunakan sampel total.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan alat analisis data menggunakan rumus persentase. Penelitian yang bersifat ilmiah khususnya penelitian kualitatif, teori memegang peran yang penting sekali karena setiap penelitian harus berbekal teori yang memiliki fungsi untuk menjelaskan masalah yang diteliti sebagai referensi untuk menyusun instrument penelitian Dari hasil penelitian diketahui bahwa Kepala Sekolah telah menyatakan telah pernah , membantu guru dalam penguasaan bahan pengajaran agama Hindu, membantu guru dalam mengelola program pengajaran agama Hindu, memberikan motivasi kepada guru untuk menciptakan alat bantu pengajaran sesuai dengan kondisi kelas, membantu guru mengelola kelas, membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menggunakan landasan kependidikan, membantu guru dalam mengelola interaksi belajar mengajar, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan untuk menilai prestasi belajar siswa mata pelajaran agama Hindu, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal fungsi layanan BP di sekolah, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, membantu guru meningkatkan kemampuannya dalam memahami prinsip-prinsip dan hasil penelitian pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Katingan Hulu telah berusaha untuk meningkatkan kompetensi guru. Kemudian disarankan agar dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru SMP Negeri 3 Katingan Hulu, hendaknya seluruh Kepala Sekolah rutin mengadakan supervisi kelas untuk tiap-tiap guru mata pelajaran agama Hindu.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu Di Desa Labuhan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini mengkaji tentang Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan dimana sebuah sekolah nonformal yang ada di Desa Labuhan. Berdasarkan fenomena dilapangan yang peneliti lihat bahwa pada peranan Pasraman Widya Dharma terdapat beberapa masalah, maka dari ini peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan 1) Bagaimanakah Pelaksanaan Pendidikan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 2) Bagaimanakah implikasi Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Tujuan umum biasanya mengacu pada judul yang diangkat. 2) Tujuan Khusus mengacu pada Rumusan Masalah yang diangkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga. 1) Teori Implementasi pembelajaran, 2) Teori Belajar Behaviorisme, 3) Teori Kendala (Theory Of Constrainsts). Dalam penelitian ini metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik penentuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru pasraman selain itu juga peneliti menggunakan jenis dan sumber data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data yaitu yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bertempat di Pasraman Widya Dharma Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bahwa pada Pasraman Widya Dharma sebelum melakukan proses pembelajaran terlebih dahulu melakukan persembahyangan Puja Tri Sandya dan Mantram Gayatri, setelah itu baru guru-guru memberikan pelajaran baik materi maupun praktek. Untuk metode pembelajaran guru-guru menggunakan Dharma Yatra, Dharma Tula, Dharma Wacana, Dharma Gita. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru yaitu yaitu tidak adanya bangunan tempat untuk pasraman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail