Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

114 hasil
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Nilai-Nilai Budi Pekerti Pada Siswa Hindu Di SDN Saing Pipa Desa Kotam Kecamatan Batangkep Tutui Kabupaten Barito Timur

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul Penerapan Nilai-nilai Budi Pekerti Pada Siswa Hindu Di SDN Saing Pipa Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten BaritoTimur, bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penerapan nilai-nilai budi pekerti, untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya serta untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksud untuk memperoleh informasi mengenai Penerapan Nilai-nilai Budi Pekerti Pada Siswa Hindu Di SDN Saing Pipa Desa Kotam Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten BaritoTimur. Penelitian ini dilakukan pada Kepala sekolah, guru Agama Hindu beserta siswa Hindu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa, dipilih dan diolah serta direferensikan dengan metode deskriptif kualitatif.. Dari hasil analisis data maka pelaksanaan penerapan nilai-nilai budi pekerti dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Adapun metode yang digunakan disini adalah metode ceramah, pemberian tugas, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pembiasaan, dan keteladanan. Selanjutnya pelaksanaan penerapan budi pekerti dilaksanakan dengan menekankan nilai karakter jujur, tekun, disiplin dan tanggungjawab serta melibatkan orang tua siswa, dalam proses pelaksanaan juga menggunakan metode pembiasaan, pembelajaran dan keteladanan. Kemudian faktor penghambat dalam penerapan budi pekerti yaitu: latar belakang pendidikan guru yang tidak memenuhi standar akademis, buadaya luar, pendidikan orang tua, kedisiplinan siswa serata minimnya sarana dan prasarana sekolah. upaya yang dilakukan oleh guru dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti yaitu membudayakan mengucapkan salam panganjali, menanamkan sipat ketulusan hati, baik, sopan, dan beretika. Kemudian memupuk sikap saling kerjasama, saling menghargai serta dengan mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Dari penulisan ini diharapkan bagi semua pihak agar ada upaya untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan penerapan nilai-nilai budi pekerti kepada siswa demi mewujudkan siswa yang baik berahlak mulia, beriman dan berprestasi.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CAINA, 2020. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Upacara Tantulak Bala Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Suwito, S.Ag.,M.Si. Penelitian ini menganalisis tentang nilai-nilai pendidikan dalam upacara Tantulak Bala pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Kabupaten Gunung Mas, upacara Tolak Bala merupakan serangkaian kegiatan untuk mencegah dan menghindari dari berbagai macam bala serta ganguan-gangguan dari makhluk gaib peres/penyakit seperti penyakit yang datang secara tiba-tiba.. Pada dasarnya upacara ini telah menjadi tradisi yang tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang, agar selalu dilestarikan dan melasanalan upacara Tantulak Bala dengan mempersembahkan babi dan ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tata cara proses pelaksanaan upacara Tantulak Bala tentunya melalui beberapa hal seperti dasar pelaksanaan upacara, tujuan pelaksanaan upacara serta sarana dan prasarana upacara juga tata cara pelaksanaan upacara Tantulak Bala.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Tempat penelitian ini adalah dilaksanakan di Kelurahan Tehang Manuhing yaitu dengan dipilihnya tempat penelitian ini karena mengingat upacara Tantulak Bala masih sering dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan setiap tahunnya khususnya di Kelurahan Tehang Manuhing. Dengan Teknik penentuan Informan adalah Purposive Sampling yakni Basir, Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, dan tokoh masyarakat Hindu Kaharingan. Sumber data, yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif.Adapun Nilai-Nilai Pendidikan dalam Upacara Tantulak Bala Bagi Umat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tehang Manuhing Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, yaitu Nilai Sosial, Nilai Psikologis dan Pedagogis, Nilai Religius dan Nilai Intelektual dan Nilai Kecerdasan. Implikasi upacara ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia baik atau buruknya. Dampak dari pelaksanaan upacara Tantulak Bala dapat dibedakan menjadi dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif, yaitu a) Manusia dapat dijauhkan dari peres/penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia di dunia ini; b) Manusia dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan damai, harmonis, tentram dan sejahtera; c) Manusia tidak mengalami kesusahan dalam hidupnya; dan d) Merasakan ketenangan setelah melakukan upacara Tantulak Bala. Kemudian dampak negatif, yakni: a) Manusia merasakan tidak aman dan gelisah akibat tidak melaksanakan upacara Tantulak Bala; b) Timbulnya sebuah penyakit berasal dari segala arah yang berbeda-beda baik dari dasar air, darat dan udara; dan c) Kurangnya kerjasama umat Hindu dalam melaksanakan upacara Tantulak Bala.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPACARA BOBANTAN LAMAN MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA KUBUNG KECAMATAN DELANG KABUPATEN LAMANDAU (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LILIN ULAN DARI, 2020 Upacara Bobantan Laman Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau (Perspektif Pendidikan Hindu) Skripsi. Staratan Satu. Fakultas Dharma Acarya. Progra Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag., M.Ag Dan Dosen Pemimbing II Suwito S.Ag., M.Si Upacara Bobantan Laman adalah yang dianggap masih memiliki nilai-nilai yang cukup relevan bagi masyarakat Desa Kubung dilaksanakan setiap tahun sekali dilaksanakan pada tanggal 7 juli oleh umat Hindu Kahringan Kabupaten Lamandau upacara Bobantan tentu memiliki makna nilai-nilai pendidikan didalamnya, Adapun rumusan masalah didalam penelitian ini adalah 1.bagaimana latar belakang pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 2. apakah makna pelaksanaan upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? 3.apakah nilai-nilai yang tekandung dalam upacara Bobantan Laman umat Hindu Kaharingan di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau? Tujuan penelitian ada tiga yaitu untuk mengetahui bagaimana latar pelaksanaan upacara Bobantan Laman di Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau untuk mengetahui makna yang terkandung dalam upacara Bobantan Laman dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung di dalam upacara Bobantan Laman masyarakat Hindu Kaharigan Desa Kubung Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. Konsep yang digunakan adalah upacara Bobantan Laman teori yang digunakan yaitu teori religi,teori makna, teori fungsionalisme struktural Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode Deskriptif kualitatif, yakni suatu metode yang diharapkan mampu memberikan gambaran dari suatu proses atau kejadian maupun peristiwa yang terjadi secara faktual dan akurat mengenai suatu fenomena. Metode penelitian yang digunakan dimaksud adalah merupakan sebuah cara, hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan metode adalah : Cara yang tepat mengunakan atau melakukan penelitaian, sedangkan penelitian adalah merupakan suatu kegiatan dalam rangka mencari, mencatat, merumuskan sekaligus menganalisis sampai dengan penyusunan akhir laporan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upacara Bobantan Laman adalah merupakan wujud sradha dan bhakti kepada Sangiang Duato (Tuhan Yang Maha Esa ) Sagar bertujuan mendapatak perlindungan, hidup damai dan tentram.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pelaksanaan Pembelajaran Agama Hindu Pada Era New Normal Di SMKN 1 Palangka Raya Kalimantan Tengah

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan berlangsung sepanjang zaman sesuai dengan perkembangan dan situasi terjadi saat ini kejadian yang luar biasa yang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19, proses pembelajara menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh dengan daring, luring dan kombinasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan Penelitian, tujuan umum dan tujuan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen, dianalisis mengunakan deskritif kualitatif. Perencanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah menyiapkan kurikulum untuk sekolah menengah kejuruan untuk kondisi khusus, silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan RPP daring, sarana belajar daring seperti handphone android, leptop dan materi pelajaran. Perencanaan pembelajaran secara luring pada era new normal adalah menyiapkan RPP luring, materi pelajaran, sarana belajar berupa alat komunikasi seperti handphone, radio, televisi dan buku paket. perencanaan pembelajaran secara kombinasi pada era new normal adalah menyiapkan RPP kombinasi, sarana berupa jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara daring pada era new normal adalah pendahuluan: mengucap salam, berdoa, mengisi daftra hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui googleclassroom. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menggali informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Kegiatan penutup: membuat kesimpulan, melakukan refleksi, melakukan evalusi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu secara luring adalah pendahuluan: berdoa, menyiapkan dan menginformasikan materi pelajaran dalam bentuk buku paket dan lembar kerja, memotivasi peserta didik.Kegiatan inti: memberikan kesempatan kepada peserta didik/orang tua untuk menanyakan hal-hal yang belum di pahami berkaitan dengan materi, tugas melalui telephone seluler penutup: berdoa setelah belajar luring.Pelaksanaan pembelajaran agama Hindu sacara kombinasi adalah pendahuluan: salam, berdoa, mengisi daftar hadir, menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran melalui googleclassroom atau mengambil materi berupa buku paket, lembar kerja peserta didik kesekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan dan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan inti: mengamati, menanya, menginformasikan, mengasosiasi, komunikasikan melalui googleclassroom/handphone. penutup: membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, refleksi, mengirimkan foto hasil kegiatan lembar kerja peserta didik atau menyetorkan tugas kesekolah, evalusi pembelajaran dengan kuis atau lembar kerja peserta didik, berdoa sebelum menghakhiri pelajaran.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER HINDU DALAM UPACARA MANAJAH ANTANG MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA JANGKANG KECAMATAN PASAK TALAWANG KABUPATEN KAPUAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Handi, 2020, Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Hindu dalam Upacara Manajah Antang Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jangkang, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Tesis Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si., Pembimbing II Dr. Ervantia Restulita. L.Sigai, SS.,M.Si. Generasi muda Hindu cenderung mengabaikan dan hanya melihat dengan sekilas pelaksanaan ritual keagamaan Hindu.Rasa keingintahuan tentang cara pelaksanaan, persyaratan upacara, sampai kepada makna atau nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ritual keagamaan sangat sedikit. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan upacara manajah antang,nilai-nilai pendidikan karakter, dan implikasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam upacara itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan analisis,tahapan upacara meliputi menentukan hari baik, menentukan lokasi, upacara manenung,manarinjet sahur, mempersiapkan sarana upacara, pelaksanaan upacara basir/pisormanawur memanggil antang.Nilai-nilai pendidikan karakter dalam pelaksanaan upacara manajah antang dilihat dari nilai pendidikan karakter religius, nilai karakter etika atau susila, dan nilai pendidikan karakter sosial.Implikasi nilai pendidikan karakter religius ialah (1) bukti nilai pendidikan karakter religius tetap dijaga dan dilestarikan; (2) menumbuhkan keyakinan dan ketaatan pada ajaran-ajaran suci Ranying Hatalla; (3)memberikan petunjuk semakin menambah keimanan masyarakat; (4) menumbuhkan keyakinan dan pemahaman akan nilai-nilai suci ajaran Hindu Kaharingan; (5) menumbuhkan keimanan dan keyakinan dalam melaksanakan upacara ritual; dan (6) simbol dari sikap religius seseorang terhadap nilai ajaran agamanya dan kepada tuhannya. Implikasi nilai pendidikan karakter etika atau susila yaitu (1) menumbuhkan kesadaran saling bergotong-royong; (2) sikap sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial; (3) terwujud ketaatan untuk tidak melanggar pantangan-pantangan; (4) menaati apa yang sudah disampaikan oleh pelaksana upacara, yaitu basir/pisor; dan (5) pelaksanaan dengan penuh kedamaian. Implikasi nilai pendidikan karakter sosial, yaitu (1) kesadaran untuk saling membantu; (2) tolong-menolong; (3) pewujudan rasa persaudaraan; (4) wajib kita penuhi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki; (5) tidak dapat hidup sendiri; dan (6) dilakukan dengan hati yang tulus ikhlas. Kata kunci: nilai, pendidikan, karakter, manajah antang

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-3 Palangka Raya

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam kehidupan manusia, sehingga banyak orang yang sudah sukses dan berhasil karena mendapatkan pendidikan yang tepat bagi dirinya. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan yang formal maupun nonformal.Pendidikan yang formal dapat melaui lembaga-lembaga sekolah yang memiliki sistem pembelajaran.Pendidikan ini merupaakan Pendidikan yang di selenggarakan di sekolah-sekolah pemerintah maupun yayasan,Studi tentang motivasi siswa dalam pembelajaran agama Hindu sangatlah berguna dan bermanfaat sekali mengingatkan dalam pendidikan agama Hindu tidak hanya materi teori tetapi juga materi bacaan kitab suci yang memerlukan metode pembelajaran seperti mendengarkan tape video maupun lainnya. Penelitian ini ada tiga permasalahan, yaitu : (1) Bagaimana studi tentang memotivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMPN 3 Palangka Raya? (2) Apa yang menjadi kendala kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu? (3) Bagaimanakah upaya guru Agama Hindu dalam memotivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu? . Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji dengan Teori motivasi siswa, Teori Interaksionisme, Teori Konstruktivisme Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut : (1) Studi tentang motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu yaitu Menggunakan buku materi, media gambar, handphone, serta memberi contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai pelajaran yang disampaikan guna melatih imajinasi berpikir siswa. 2. Bahwa yang menjadi kendala kurangnya motivasi Belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah kurangnya Ruangan Belajar yang khusus bagi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu sehingga media yang ada tidak bisa di gunakan pada saat pembelajaran pendidikan Agama Hindu. (3) Upaya Guru dalam memotivasi siswa yang pada pembelajaran pendidikan agama Hindu adalah pihak sekolah telah berupaya menyediakan media pembelajaran untuk kelancaran proses belajar, namun ruangan belum bisa memenuhi syarat dalam proses belajar mengajar sehingga akhirnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu agak kurang dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI-1 KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN (Perspektif Manajemen Pendidikan)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABTRAKSI Suandi. 2020. “Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Manajemen Pendidikan). Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Dr. I Wayan Salendra, M.Si Konsep Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu menunjukan bahwa adanya kencendrungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkain proses kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimanakah peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, (2) Bagaimanakah implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode pembelajaran tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan berdasarkan pada dua elemen dasar yakni Peran Guru Agama Hindu, dan Pendidikan agama Hindu. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan. Peran guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Kedua, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu, tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci : Peran Guru Agama Hindu, Pendidikan Agama Hindu, dan Pelaksanaan Pembelajaran

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kehadiran Umat Hindu Dalam Megikuti Basarah (Persembahyangan) Di Desa Tumbang Bahan Kecamatan Lawang Tuhup Kabupaten Murung Raya

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam agama Hindu mengenal tentang tiga kerangka dasar yaitu tattwa, etika dan upacara. Pelaksanaan upacara inilah yang membedakan agama Hindu dengan agama lainnya, karena agama Hindu lebih dominan kedalam pelaksanaan upacara yaitu sebagai bentuk implementasi ajaran tattwa dan etika secara nyata. Sama halnya dengan hari raya Saraswati yang dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk pemujaan kepada dewi Saraswati dan memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Partisipasi umat Hindu sangat penting demi kelangsungan pelaksanaan hari raya Saraswati terutama pesembahyangan yang dilakukan pada saat pagi hari. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas antara lain : (1) Faktor-Faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya? (2) Bagaimana upaya pembinaan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan hari raya Saraswati di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah ketua PHDI, guru agama Hindu, Penyuluh agama, Pemangku, masyarakat Hindu dan dokumen desa Tumbang Bahan Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori Fungsionalisme dan teori Religi. Metode yang digunakan untuk menumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi umat Hindu dalam pelaksanaan Basarah yaitu waktu pelaksanaannya, kesibukan, kurangnya kesadaran, kurangnya pengetahuan, kurangnya rasa memiliki, anggapan bahwa hari raya Saraswati kurang penting dan lebih fokus terhadap persembahyangan di Balai masing-masing. Sedangkan upaya pembinaan yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan, melakukan rembug sastra, memotivasi diri sendiri, melakukan komunisadi dengan pemuka agama, penyuluh agama dan guru agama Hindu.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Kepada Anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DESMITA. 2020. Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Hindu Terhadap Anak-Anaknya Di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro,S.Pd.,M.Si. Pembimbing II Lilik,S.Ag.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji peranan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan Hindu terhadap anak-anaknya di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak-anak mereka dari kecil, ini akan membentuk kepribadian anak yang baik, dan dapat menghindari perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Fenomena yang terjadi Kurangnya perhatian, pembinaan, dan memberikan pendidikan nilai-nilai keagamaan Hindu oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Karena faktor ekonomi yang kurang, menuntut para orang tua untuk bekerja dan bekerja, sehingga kurangnya waktu untuk mendidik anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan banyak anak-anak remaja di Desa Hurung Enep melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu. Berdasarkan urain tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Apa faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu di Desa Hurung Enep Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara?, 2) Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya?. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara mendalam bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada anak-anaknya di Desa Hurung Enep. Penelitian ini dikaji dengan teori peranan orang tua, teori sosialisasi, dan teori nilai keagamaan Hindu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan informasi, reduksi, dan tahap akhir atau penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori peran orang tua maka diperoleh bahwa faktor perilaku menyimpang pada anak-anak generasi Hindu yakni faktor keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja dan peran control didalamnya, faktor lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan, faktor milieu atau lingkungan, faktor pergaulan dengan kelompok yang menyimpang, faktor kesenjangan kaum tua dan kaum muda, faktor lemahnya kesadaran beragama, faktor bacaan yang merusak, dan faktor kondisi jiwa yang kosong. Upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya yang dianalisis menggunakan teori sosialisasi dan teori nilai keagamaan Hindu yakni metode nasehat, metode keteladanan, bimbingan, memberikan tugas, dan metode pembiasaan.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Eksistensi Sandung Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK YU ASRI HARING, 2020 : Eksistensi Sandung bagi Masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya. Tesis Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Ervantia Restulita L. Sigai, S.S.,M.Si. Pembimbing (II) Dr. Pranata, S.Pd., M.Si. Penelitian ini mengkaji eksistensi sandung bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami eksistensi sandung. Masyarakat hanya memahami bahwa sandung merupakan bangunan yang berbentuk rumah kecil tempat menyimpan tulang leluhur semata, padahal sandung sesungguhnya mampu dijadikan sebagai media identitas. Jika generasi ingin berpindah identitas agama tentunya sebagai suatu pertimbangan adanya sandung leluhur di dekat rumah menggambarkan bahwa pemilik rumah tersebut beragama Hindu Kaharingan. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah meliputi: (1) Bagaimanakah eksistensi sandung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan dalam sandung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya? Teori yang digunakan adalah teori interaksionisme simbolik, teori fungsional struktural, teori nilai dan teori pendidikan Hindu. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi sandung bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya terlihat dari adanya berbagai bentuk motif yang terdapat pada sandung yaitu burung piak liau, patung bawi-hatue, balanga, batang haring, batang enyuh, matahari, bulan dan bintang. Selain bentuk motif dapat dilihat dari letak sandung yang lebih fleksible tidak hanya di depan rumah saja tapi sekarang juga bisa diletakan di komplek. Pemilihan bahan pada sandung juga mampu menyesuaikan kondisi lingkungan tidak harus menggunakan kayu ulin, tetapi juga dapat menggunakan beton. Nilai-nilai pendidikan pada sandung yaitu nilai pendidikan parawidya kebenaran, nilai pendidikan parawidya keagamaan, nilai pendidikan aparawidya material, nilai pendidikan aparawidya sosial, nilai pendidikan aparawidya keindahan dan nilai pendidikan aparawidya moral.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang Kendala yang terjadi pada Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit. Siswa di SMAN 1 Marikit mengalami kesulitan dan hambatan dalam memahami dan menerima Mata Pelajaran Seni Budaya yang disampaikan oleh guru, oleh karena itu perlu mengkaji tentang: (1) pembelajaran siswa dalam Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (2) Kendala Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi Kendala Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 1 Marikit Kabupaten Katingan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Behavioristik, teori Kendala, dan teori Motivasi Belajar. Hasil penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori: (1) Pada pembedahan rumusan masalah yang nomor satu menggunakan teori Behavioristik (2) pada rumusan masalah yang ke-dua menggunakan teori Kendala (3) pada rumussan masalah nomor tiga menggunakan teori motivasi belajar. Hasil penelitian yang dikaji berdasarkan teori yang digunakan adalah: (1) sistem pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya masih belum menggunakan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan ajar yang digunakan hanya satu bahan ajar saja yakni buku paket Seni Budaya; (2) guru hanya menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab saja, belum tersedianya alat-alat atau media yang digunakan untuk melakukan praktek, media yang digunakan hanya spidol dan papan tulis saja. Guru yang mengajar Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan tidak berlatar belakang dari pendidikan Seni. Keadaan ruang kela yang masih belum efektif. Kurangnya kreativitas guru dalam mengajar; (3) adapun upaya yang dilakukan adalah kepala sekolah udah menanyakan tentang silabus kepada Dinas Pendidikan namun masih belum ada respon. Guru Seni Budaya menanyakan pada sekolah lain yang mungkin mempunyai silabus agar bisa menyusun RPP. Kepala sekolah jjuga sudah mengusulkan untuk pengadaan alat-alat atau sarana prasarana agar bisa digunakan pada saat praktek. Kepala sekolah sudah mengupayakan untuk memperbanyak bahan ajar Mata Pelajaran Seni Budaya

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Studi Tentang Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Agama Hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan. Kompetensi Guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimili, dihayati, dan dikuasai. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kompetensi merupakan perpaduan antara pengetahuan, kemampuan, dan penerapan dalam melaksanakan tugas dilapangan kerja, sedangkan Prestasi Belajar suatu perubahan yang yang dialami anak didik, yang dapat diindikasikan atau dapat dilihat dalam bentuk angka-angka penilaian dari hasil pekerjaannya yang merupakan evaluasi dari hasil bealajarnya. Penelitian ini ada dua permasalahan : (1) Bagaimanakah Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan? (2) Upaya-Upaya yang dilakukan guru agama hindu Di SMA Negeri 2 Katingan Hilir Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan informan adalah orang yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Studi tentang kompetensi guru agama hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama hindu di Sma Negeri 2 katingan hilir kecamatan katingan hilir kabupaten katingan, yaitu baik dengan komponen yang ada, kompetensi guru dapat melaksanakan pekerjaanya,sesuai kemapuan yang dimiliki, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa guru memberikan sebuah dorongan, melalui mengerjakan tugas, memberikan soal-soal agar semua dapat terlaksana dengan baik. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan pretasi siswa terlaksana dengan baik, peran seorang guru mengontrol siswa saat pelajaran berlangsung disitu kita dapat melihat siswa dalam meningkatkan pretasi belajar mereka dan niat mereka untuk meningkatkan pretasi belajar sangat tinggi dan termotivasi ketika melihat temannya yang lain sangat antusias dan aktif dalam belajar.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PASRAMAN NYAI INAI MANGUT DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI DESA SEI HANYO KECAMATAN KAPUAS HULU KABUPATEN KAPUAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SRI BUMBUNG, 2020. Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapusas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,MA Pembimbing (II) Komang Suarta, S.Ag,.M.Si Dalam penelitian ini yang melatar belakangi adalah untuk mengetahui tentang peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas karena kuranya guru agama hindu di sekolah formal sehingga kurangnya pengetahuan peserta didik tentang pendidikan agama Hindu Kaharingan, pasraman Nyai Inai Mangut Berperan sebagai tempat memberikan nilaia-nilai ketuhanan, motivasi, fasilitator Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tujuan umum mengacu kepada judul 2) Tujuan Khusus mengacu kepada Rumusan masalah Adapun masalah dalam penelitian ini Pendidikan di pasraman Nyai Inai Mangut terdapat beberapa masalah permasalahan 1) Bagaimana Peran Pasraman Nyai Inai Mangut dalam Proses ajaran Agama Hindu Kaharingan dipasraman, 2) Apakah kendala-kendala belajar pendidikan Agama Hindu Kaharingan di Pasraman Nyai Inai Mangut Teori yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: 1) Teori peran, 2) Teori humanisme pendidikan 3) Teori Pendidikan Hindu 4) Teori Kendala Dalam penelitian ini Metode di gunakan yaitu metode Kualitatif dengan Teknik penetuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru Pasraman dan siswa pasraman selain itu penelitian ini menggunakan jenis dan sumber data yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi untuk Teknik analisa data terdiri dari pengumpulan informasi data, Reduksi data, Penyajian data, dan menarik Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bertempat di Pasraman Nyai Inai Mangut di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas, Peran pasraman Nyai Inai Mangut adalah tindakan/aktivitas yang dilakukan/ dijalankan oleh.ketua pasraman dan guru-guru terkait dengan Rumusan masalah yang ke satu (1) sebelum melaksanakan aktivitas belajar mengajar terlebih dahulu dilakukan persambahyangan Basarah kemudian dilanjutkan dengan proses belajar mengajar Kendala yang di hadapai oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di pasraman Nyai Inai Mangut yaitu Kendala sarana dan pra sarana yang tidak menunjang belum adanya pembangunan ruangan khusus pasraman untuk saat ini masih belajar di balai Basarah, kendala pada guru kuranya pengetahuan guru dalam hal memberikan materi, kendala pada peserta guru di hadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam ada siswa yang dapat menempuh pendidikan secara lancar, namun disisilain ada pula siswa yang mengalami kesulitan yang bersipat Psikologis dan sosiologissehingga menyebabkan presrtasi belajar siswa yang di capai kurang maksimal.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN LEMBAGA ADAT KEDAMANGAN DALAM MENYELESAIKAN KASUS LALU LINTAS DI KECAMATAN KAMIPANG KABUPATEN KATINGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JON KIPLI, 2020 : Peran Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH, Pembimbing II Budhi Widodo, SH.,MH. Lembaga kedamangan merupakan lembaga sentral yang bertanggung jawab penuh agar tetap lestari, berdayaguna dan berkembangnya hukum adat dayak, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan, tradisi dalam masyarakat dayak di Kalimantan tengah secara umumnya, dan Kabupaten Katingan pada khususnya. Dengan adanya lembaga adat dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan ranah kekeluargaan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 3 (tiga) hal yaitu: (1) Apa Dasar Kewenangan Lembaga Adat Kedamangan Dalam Menyelesaikan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (2) Bagaimana Proses Penyelesaian Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? (3) Bagaimana Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan ? Subjek penelitian adalah Tokoh Mayarakat Hindu Kaharingan, Mantir adat dana Damang Kepala Adat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan rancangan studi kasus dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan : (1) Dasar kewenangan lembaga adat kedamangan dalam menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan adalah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah bahwa damang kepala adat bertugas menyelesaiakan perselisihan, sengketa atau pelanggaran terhadap hukum adat, dimungkinkan juga masalah-masalah yang termasuk dalam perkara pidana, baik dalam pertama maupun dalam sidang penyelesaian terakhir, baik dalam pemeriksa sebagaimana lazimnya menurut adat yang berlaku. (2) Proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu tahap laporan dan tahap sidang adat. Dalam tahap sidang adat dirundingkan suatu keputusan atas kasus yang terjadi dan tahap ini pelaku dikenakan sanksi adat. (3) Legalitas Keputusan Lembaga Adat Kedamangan Atas Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan yaitu kekuatan hukum keputusan sidang pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diselesaikan di lembaga adat kedamangan di Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan sifatnya mengikat karena sudah ada persutujuan dan perjanjian yang telah dibuat dan itu sebagai bukti bahwa kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan perdamaian Kata Kunci : Peranan, Lembaga Adat, Kedamangan, Penyelesaian Kasus, Kecelakaan Lalu Lintas.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peranan Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ima, 2020: Peranan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Muda Hindu Di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Dhrma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.Pembimbing:(1) Dr. Derson,S.Ag.,M.Ag (2) Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam penguatan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan orang tua untuk menghadapi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda Hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Teori motivasi adalah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku dan teori behaviorisme merupakan aliran psikologi bahwa manusia belajar di pengaruhi oleh lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dilapangan. Subjek penelitian adalah masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Danau Pantau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda hindu di Desa Danau Pantau Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Sangatlah penting yang mana pembentukan karakter anak harus dimulai sedini mungkin bahkan sejak anak baru lahir. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak akan menjadikan anak yang tangguh, bertanggung jawab, jujur, mandiri, sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama dan memiliki kepribadian maupun akhlak yang baik. Adapun cara mendidik anak yaitu dengan cara yang baik, mendidik dengan kelembutan, ketulusan, penuh kasih sayang, mendidik dengan keteladanan, dan mengajarkan tentang agama. Cara penguatan karakter yaitu dengan membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik, memberikan contoh teladan yang baik dan menggunakan bahasa yang sopan ketika sedang berbicara dihadapan anak.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Ritual Mampunduk Hajat Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman, Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ritual Mampunduk Hajat selain memiliki nilai-nilai sakral, ritual tersebut memiliki nilai-nilai pendidikan. Akan tetapi fakta yang terjadi tidak semua Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Khususnya Generasi Muda Hindu memahami secara mendalam tentang Ritual Mampunduk Hajat baik dari segi proses pelaksanaan maupun nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya dan segala aspek yang menyangkut ritual tersebut, Masalah-masalah yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kaman tentang Ritual Mampunduk Hajat tersebut, disebabkan karena Ritual Mampunduk Hajat hanya dipahami dikalangan tertentu saja terutama pada kalangan Pisor/Basir. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu dengan apa yang kita harapkan, atau dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah obyek atau situasi yang diteliti. Dalam Hal ini yang menjadi Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang Pisor, Ketua Majelis Kelompok, dan 2 orang tokoh Umat Hindu Kaharingan desa Tumbang Kaman. Adapun Teori-teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Pendidikan Humanisme, Teori Pendidikan Hindu, Teori Religi dan Teori Nilai. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa Proses pelaksanaan dari Ritual Mampunduk Hajat ini terdiri dari tahap awal, tahap pokok dan tahap akhir. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Ritual Mampunduk Hajat ini adalah Nilai Pendidikan Tattwa yaitu kepercayaan dan keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Pencipta Alam semesta dan segala isinya dengan mempersembahkan persembahan suci yang tulus dan ikhlas kepada Sahur Parapah (ManifestasiNya) sebagai wujud rasa bhakti kepadaNya. Nilai Pendidikan Etika dalam Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan bagaimana cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada Ranying Hatalla Langit, Sahur Parapah karena telah melimpahkan anugerahNya. Nilai Pendidikan Upacara yang terkandung pada Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan untuk mengetahui tentang Ritual tersebut baik dari segi sarana-sarana yang digunakan maupun proses pelaksanaan upacara keagamaan yang berdasarkan tata cara pelaksanaan dan aturan-aturan yang berlaku dari ritual tersebut.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIVITAS ANTARA BELAJAR KELOMPOK DAN BELAJAR INDIVIDU MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA SDN 1 BARONANG II, KABUPATEN KAPUAS

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

berbagai jenis dan tingkatan ada kemungkinan siswanya yang mengalami kesulitan belajar seperti belajar tidak dengan sungguh-sungguh, kondisi kesehatan kurang mendukung untuk belajar, tidak belajar dirumah, masalah keluarga dan sulit untuk menangkap pelajaran dengan cepat didalam proses belajar mengajar tentunya terdapat banyak hambatan yang dialami oleh seorang guru yang dapat menyulitkan dalam mengajar dan menurunkan prestasi belajar siswa.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kinyah Bukung pada masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai Kabupaten Kotawaringin Timur. (perspektif seni dan keagamaan hindu)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berubah, maka merupakan suatu kewajiban bagi umat Hindu Kaharingan untuk selalu menjaga dan melestarikan suatu tradisi upacara. karena berdasarkan pandangan selama ini tradisi Knyah Bukung ini sudah sangat sedikit orang yang mau mengikutinya apalagi generasi muda, sangat jarang untuk ikut atau mengetahui makna dan bentuk-bentuk gerakan Kinyah Bukung yang sebenarnya. Dengan tujuan penelitian yaitu 1) Pelaksanaan Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan 2). Pola gerak Kinyah Bukung pada Masyarakat Hindu Kaharingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Lokasi penelitian di desa Tumbang Payang Kecamatan Bukit Santuai kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pelaksanaan upacara Kinyah Bukung berasal dari sebuah cerita legenda atau mitologi. Legenda itulah maka bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan selalu melaksanakan Kinyah Bukung setiap ada keluarga yang meninggal dunia. Proses Pembuatan Bukung dalam pembuatannya tidaklah mudah proses pembuatan topeng Bukung akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. dimana sebelum sebuah batang kayu gabus (Palawi) diambil, maka yang mengambil terlebih dahulu menyampaikan niatnya yang tulus dan iklas untuk mengambil bagian kayu tersebut untuk dijadikan sebuah topeng Bukung. Adapun proses pelaksanaan upacara Kinyah Bukung yang selalu dilaksanakan setiap ada umat Hindu Kaharingan yang meninggal dunia yaitu selalu diadakan pada malam hari, kecuali pada hari penguburan dimana para Bukung yang datang ikut mengantar jenazah ke kuburan. Pola gerak Kinyah Bukung biasanya akan mengikuti pola gerak dari masing-masing bukung tersebut, seperti : 1) Bukung Kambe; 2) Bukung Kahayan yaitu berbentuk manusia; 3) Bukung Naga berbentuk Kepala Naga; 4) Bukung Bukung Kambe Rawit berbentuk Hantu; 5) Bukung kapatung berbentuk manusia 6) Bukung Bukung burung yaitu berbentuk burung; ; 7) Bukung Langgar yaitu berbentuk binatang gajah ; 8) Bukung Kinyak yaitu berbentuk orang yang dilumuri tanah liat; 9) Bukung Tambalui Lahar yaitu berbentuk Kuyang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail