Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YENI

7 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22023: 22020: 1

MAKNA UPACARA ENTAS-ENTAS UMAT HINDU JAWA DI PURA GIRI ANTARA LOKA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.

MAKNA UPACARA ENTAS-ENTAS UMAT HINDU JAWA DI PURA GIRI ANTARA LOKA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upacara Entas-Entas merupakan salah satu rangkaian Pitra Yadnya dalam tradisi Hindu Jawa yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta penyempurnaan roh orang yang telah meninggal dunia agar mencapai alam yang lebih baik dan bersatu dengan Ida sang hyang widhi wasa. Selain memiliki fungsi religius, upacara ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang berperan dalam pewarisan ajaran dan tradisi Hindu Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Upacara Entas-Entas umat Hindu Jawa di Pura Giri Antara Loka, Desa Manunggal Jaya, serta menganalisis makna yang terkandung di dalamnya dalam perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri atas Romo, pemangku, Ketua PHDI, dan serati banten. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara Entas-Entas terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutup. Tahap persiapan meliputi rapat panitia, gotong royong, persiapan sarana upacara, serta pembersihan diri. Tahap inti berisi rangkaian ritual yang dipimpin oleh Romo dan pemangku, sedangkan tahap penutup ditandai dengan persembahyangan bersama dan penutupan upacara. Upacara ini mengandung makna religius sebagai wujud bhakti kepada Ida sang hyang widhi wasa dan penghormatan kepada leluhur, makna etika dan moral berupa penanaman disiplin, tanggung jawab, ketulusan, dan rasa hormat, serta makna sosial melalui gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan kerukunan. Dengan demikian, Upacara Entas-Entas tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media Pendidikan Hindu yang efektif dalam mewariskan nilai-nilai religius, etika, moral, dan sosial kepada generasi muda sehingga tradisi Hindu Jawa tetap lestari.

Implementasi Pendidikan Karakter Pada Perguruan Seni Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Desa Dadahup Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.

Implementasi Pendidikan Karakter pada Perguruan Seni Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Desa Dadahup Kabupaten Kapuas

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DA-LAM MENANAMKAN SIKAP SPIRITUAL SISWA HINDU DI SMPN-1 TIMPAH SATU ATAP KABUPATEN KAPUAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK YENI WULANDARI. 2023. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa Hindu Di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk men-capai suatu tujuan. Strategi diperlukan dalam menanamkan sikap spiritual siswa yang belum sepenuhnya memiliki sikap yang religius. Berdasarkan latar belakang yaitu kegiatan keagamaan siswa dan guru semakin berkurang karena tempat keagamaan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, siswa sering lupa berdoa sebelum memulai pembelajaran. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabu-paten Kapuas? (2) Apa kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu da-lam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Ka-bupaten Kapuas? Teori yang digunakan adalah teori humanistik dan teori in-teraksionisme simbolik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas adalah dengan pembiasaan, penghafalan, mengingat dan ceramah. 2) Kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan si-kap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas ada-lah siswa kurang merespon pertanyaan guru karena malu bertanya, kurangnya percaya diri siswa, perpustakaan belum ada dan literatur bacaan atau buku paket belum ada, jaringan internet belum tersedia, ruang keagamaan masih belum ada khususnya Pendidikan Agama Hindu.

Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK YENI WULANDARI. 2023. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa Hindu Di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas. Strategi merupakan rencana dan metode yang dirancang untuk men-capai suatu tujuan. Strategi diperlukan dalam menanamkan sikap spiritual siswa yang belum sepenuhnya memiliki sikap yang religius. Berdasarkan latar belakang yaitu kegiatan keagamaan siswa dan guru semakin berkurang karena tempat keagamaan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, siswa sering lupa berdoa sebelum memulai pembelajaran. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabu-paten Kapuas? (2) Apa kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu da-lam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Ka-bupaten Kapuas? Teori yang digunakan adalah teori humanistik dan teori in-teraksionisme simbolik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, 1) Strategi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan sikap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupat-en Kapuas adalah dengan pembiasaan, penghafalan, mengingat dan ceramah. 2) Kendala yang dihadapi guru pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan si-kap spiritual siswa Hindu di SMPN-1 Timpah Satu Atap Kabupaten Kapuas ada-lah siswa kurang merespon pertanyaan guru karena malu bertanya, kurangnya percaya diri siswa, perpustakaan belum ada dan literatur bacaan atau buku paket belum ada, jaringan internet belum tersedia, ruang keagamaan masih belum ada khususnya Pendidikan Agama Hindu.

Ritual Mampunduk Hajat Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman, Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ritual Mampunduk Hajat selain memiliki nilai-nilai sakral, ritual tersebut memiliki nilai-nilai pendidikan. Akan tetapi fakta yang terjadi tidak semua Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kaman Khususnya Generasi Muda Hindu memahami secara mendalam tentang Ritual Mampunduk Hajat baik dari segi proses pelaksanaan maupun nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya dan segala aspek yang menyangkut ritual tersebut, Masalah-masalah yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan di desa Tumbang Kaman tentang Ritual Mampunduk Hajat tersebut, disebabkan karena Ritual Mampunduk Hajat hanya dipahami dikalangan tertentu saja terutama pada kalangan Pisor/Basir. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang yang dianggap paling tahu dengan apa yang kita harapkan, atau dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah obyek atau situasi yang diteliti. Dalam Hal ini yang menjadi Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang Pisor, Ketua Majelis Kelompok, dan 2 orang tokoh Umat Hindu Kaharingan desa Tumbang Kaman. Adapun Teori-teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Pendidikan Humanisme, Teori Pendidikan Hindu, Teori Religi dan Teori Nilai. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa Proses pelaksanaan dari Ritual Mampunduk Hajat ini terdiri dari tahap awal, tahap pokok dan tahap akhir. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Ritual Mampunduk Hajat ini adalah Nilai Pendidikan Tattwa yaitu kepercayaan dan keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit sebagai Pencipta Alam semesta dan segala isinya dengan mempersembahkan persembahan suci yang tulus dan ikhlas kepada Sahur Parapah (ManifestasiNya) sebagai wujud rasa bhakti kepadaNya. Nilai Pendidikan Etika dalam Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan bagaimana cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada Ranying Hatalla Langit, Sahur Parapah karena telah melimpahkan anugerahNya. Nilai Pendidikan Upacara yang terkandung pada Ritual Mampunduk Hajat adalah mengajarkan Umat Hindu Kaharingan khususnya Generasi Muda Hindu Kaharingan untuk mengetahui tentang Ritual tersebut baik dari segi sarana-sarana yang digunakan maupun proses pelaksanaan upacara keagamaan yang berdasarkan tata cara pelaksanaan dan aturan-aturan yang berlaku dari ritual tersebut.