Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

33 hasil
Subjek: karakter
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLIKASI TIDAK TERSEDIANYA GURU AGAMA HINDU PADA SISWA HINDU DI SDN 1 SEPANG KOTA KECAMATAN SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRNA REVILINA. 2026. Implikasi Tidak Tersedianya Guru Agama Hindu terhadap Siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II: Yoppie, M.Pd.H Skripsi ini mengkaji atau meneliti implikasi tidak tersedianya guru Agama Hindu di SDN 1 Sepang Kota Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Fenomena terjadi ketimpangan pada siswa Hindu di SDN 1 Sepang Kota karena tidak tersedianya guru Agama Hindu yang memberikan proses pembelajaran kepada anak didik. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ini mengkaji tentang 1. Apa kendala tidak tersedia guru Agama Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota, 2. Bagaimana implikasi tidak tersedianya Guru Agama Hindu pada siswa Hindu di SD Negeri 1 Sepang Kota Untuk mengkaji rumusan masalah menggunakan teori Peran dan teori Implikasi untuk mendapatkan kajian yang baik. Tujuan dari penelitian ini mengkaji ilmu pengetahuan tentang Pendidikan dan pengetahuan agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas, siswa Hindu, dan pihak Penyelenggaraan Bimas Hindu Kantor Kemenag Agama Kabupaten Gunung Mas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori menunjukkan bahwa kendala tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu disebabkan oleh keterbatasan jumlah guru, belum meratanya pemerataan dan distribusi Guru Pendidikan Agama Hindu, serta jumlah siswa Hindu yang relatif sedikit dibandingkan dengan peserta didik yang beragama lain. Pihak sekolah telah melakukan upaya berupa pengajuan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Hindu kepada instansi terkait, melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang, serta memberikan pembinaan karakter secara umum kepada seluruh peserta didik. Implikasi tidak tersedianya Guru Pendidikan Agama Hindu terhadap siswa Hindu meliputi belum terlaksananya pembelajaran Pendidikan Agama Hindu secara terstruktur dan berkesinambungan, terbatasnya pemahaman siswa terhadap ajaran Agama Hindu melalui pembelajaran formal di sekolah, serta belum optimalnya pembinaan karakter religius dan nilai-nilai spiritual berdasarkan ajaran Hindu. Pengetahuan keagamaan siswa selama ini lebih banyak diperoleh melalui keluarga, tokoh agama, dan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Guru Pendidikan Agama Hindu sangat diperlukan untuk mendukung terlaksananya pendidikan agama yang terarah, sistematis, berkesinambungan, sesuai kebutuhan peserta didik Hindu. Kata kunci : Guru Pendidikan Agama Hindu, implikasi, siswa Hindu, Karakter Siswa

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA KELAS V C DI SDN 8 MENTENG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Kevin Aulya : (2026) Implementasi Pembelajaran Interaktif sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Siswa Kelas V C di SDN 8 Menteng Palangka Raya. (Pembimbing I Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H) Pembelajaran interaktif merupakan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif melalui interaksi antara guru dan siswa maupun antarsiswa. Penerapan pembelajaran interaktif tidak hanya mendukung keaktifan siswa dalam belajar, tetapi juga dapat mengembangkan karakter melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, dan penyampaian pendapat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya yang telah melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, namun masih ditemukan siswa yang kurang aktif dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran interaktif, mengetahui nilai-nilai karakter yang berkembang, serta mengetahui faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran interaktif pada siswa kelas V C SDN 8 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut, serta memperoleh dukungan kebijakan sekolah. Nilai karakter yang berkembang meliputi disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian dan sikap menghargai, serta percaya diri dan keberanian berpendapat. Faktor penghambat meliputi perbedaan motivasi dan keaktifan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan media, sarana dan prasarana, serta alokasi waktu. Kata kunci: Pembelajaran Interaktif, Karakter Siswa, Peserta Didik Sekolah Dasar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anisya 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Siswa Di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas.Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Mitro, S.Pd., M.Si Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai karakter belum sepenuhnya optimal, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan sopan santun. Guru Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya guru dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDN Tajah Antang Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru Pendidikan Agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan nilai-nilai karakter dilakukan melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, teladan, dan motivator. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan saling menghormati. Penanaman nilai dilakukan melalui pemberian arahan dan nasihat, keteladanan, pembiasaan, teguran, motivasi, serta pemberian apresiasi terhadap perilaku positif siswa. Dalam perspektif behavioristik, tindakan guru tersebut dapat dipahami sebagai stimulus yang diarahkan untuk membentuk respons perilaku positif siswa melalui penguatan dan pembiasaan yang dilakukan secara berulang; (2) Kendala dalam penanaman nilai-nilai karakter meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, belum konsistennya perilaku siswa, pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana dan dukungan dalam pelaksanaan penanaman karakter; (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut meliputi pemberian arahan dan nasihat, pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, motivasi, teguran, serta pengawasan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INTERNALISASI NILAI-NILAI TRI HITA KARANA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA HINDU DI PRATAMA WIDYALAYA WIDYA BHAKTI KOTA PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik di tengah berbagai fenomena penurunan moral yang masih terjadi, seperti kurangnya kedisiplinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam konteks pendidikan Agama Hindu, nilai-nilai Tri Hita Karana yang meliputi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan dipandang sebagai landasan filosofis yang mampu membentuk karakter peserta didik secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana, mengkaji implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa Hindu, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses internalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi terhadap wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan memanfaatkan strategi keteladanan, pembiasaan, pembelajaran berbasis pengalaman, bercerita, bermain, serta pemberian penguatan. Internalisasi tersebut memberikan implikasi positif terhadap terbentuknya karakter religius, disiplin, peduli, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, tercipta budaya sekolah yang religius, harmonis, dan peduli lingkungan. Namun demikian, proses internalisasi masih menghadapi kendala internal berupa karakteristik perkembangan anak usia dini yang masih egosentris, kemampuan memahami konsep abstrak yang terbatas, serta belum stabilnya konsistensi perilaku siswa, dan kendala eksternal berupa kurang optimalnya kesinambungan pembiasaan di lingkungan keluarga, perbedaan pola pengasuhan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana merupakan strategi yang efektif dalam membentuk karakter siswa Hindu apabila dilaksanakan secara berkelanjutan, didukung oleh keteladanan guru, pembiasaan yang konsisten, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ativa, Andin, Gita, 2026. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembiasaan Karakter Gemar Membaca Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. I Wayan Dana, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd. Rendahnya karakter gemar membaca pada siswa sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya yang ditunjukkan oleh belum optimalnya kebiasaan membaca, rendahnya pemanfaatan perpustakaan dan pojok baca, serta masih terbatasnya variasi bahan bacaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta mendeskripsikan dampak implementasi Gerakan Literasi Sekolah terhadap pembiasaan karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan sembilan informan, terdiri atas kepala sekolah, wali kelas V, kepala perpustakaan, dan enam siswa kelas V. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya telah dilaksanakan dengan baik melalui pembiasaan membaca selama 15-30 menit sebelum pembelajaran dimulai, pemanfaatan pojok baca, perpustakaan sekolah, serta berbagai kegiatan literasi yang dilakukan secara rutin. Faktor pendukung implementasi Gerakan Literasi Sekolah meliputi komitmen kepala sekolah, keterlibatan guru, pembiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten, serta tersedianya perpustakaan dan pojok baca. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan variasi koleksi buku bacaan, belum optimalnya sarana pendukung literasi, dan masih adanya sebagian siswa yang memiliki minat membaca relatif rendah. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat, frekuensi, dan kebiasaan membaca siswa, meningkatkan kemampuan memahami bacaan, memperkaya kosakata, meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan kembali isi bacaan, serta membentuk karakter gemar membaca pada siswa kelas V SD Negeri 4 Menteng Palangka Raya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Gebi Pertama, 2026 :Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Pada Peserta Didik Kelas IV Di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H., Pembimbing II: Heri Kusuma Tarupay, SS.,M.Hum Pendidikan karakter merupakan bagian integral dari pembentukan kepribadian peserta didik di sekolah dasar, namun masih banyak ditemukan permasalahan seperti kurangnya disiplin waktu, ketidakteraturan dalam mengerjakan tugas, dan rendahnya kesadaran tanggung jawab di kalangan siswa kelas IV SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada peserta didik kelas IV serta upaya guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa, serta analisis dokumentasi seperti RPP dan tata tertib sekolah yang dilaksanakan selama Oktober–November 2025 di SDN 4 Palangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan karakter disiplin dilakukan melalui pembiasaan kedatangan tepat waktu, keteladanan guru, dan integrasi dalam kegiatan pembelajaran, sementara karakter tanggung jawab dibangun lewat tugas piket kelas, penyelesaian PR tepat waktu, dan pendampingan teman; meskipun perilaku siswa sebagian besar positif, masih terdapat kendala berupa ketidakkonsistenan sebagian siswa yang dipengaruhi lingkungan keluarga. Guru menerapkan strategi keteladanan, nasihat edukatif, dan kerja sama dengan orang tua sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab telah berjalan efektif namun memerlukan penguatan berkelanjutan; implikasinya adalah perlunya integrasi nilai karakter secara holistik dalam kurikulum sekolah dasar untuk membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bella Ansari. 2025. Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Santang, S.Pd., M.Hum. Perbedaan gaya belajar pada setiap individu menunjukan cara tercepat bagi setiap individu dalam upaya menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Hal tersebut yang menentukan dimana guru harus mempertimbangkan proses pembelajaran sehingga dapat mencakup berbagai karakteristik gaya belajar peserta didik. Selain itu, guru juga harus mengarahkan peserta didik menjadi seorang yang berperilaku yang cerdas, berbudi pekerti luhur, cakap, dan memiliki keterampilan. Peran guru selain mengarahkan juga sebagai fasilitator yang bertugas merangsang atau memberikan stimulus dan membantu peserta didik untuk mau belajar sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memahami dan mengetahui gaya belajar siswa guna sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik gaya belajar siswa Hindu sekaligus mengetahui hambatan yang dialami oleh siswa maupun guru berkaitan dengan gaya belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa Hindu kelas VII. Adapun untuk Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk Teknik analisis datanya yaitu melalui kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verifications). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Hindu kelas VII memiliki karakteristik gaya belajar yang beragam: visual lebih mudah memahami melalui membaca, auditori lebih efektif melalui penjelasan lisan dan diskusi, sedangkan kinestetik unggul dalam praktik langsung. Perbedaan ini sejalan dengan teori humanistik yang menekankan keunikan individu dalam proses belajar. Selain itu, ditemukan hambatan pada aspek otogenik (kesiapan siswa) dan didaktis (strategi guru), namun dapat diatasi dengan variasi metode pembelajaran yang mengintegrasikan ketiga gaya belajar, sehingga pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi lebih efektif, inklusif, dan bermakna.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembelajaran Tri Kaya Parisudha pada Siswa Hindu Kelas 3 di SD Negeri - 8 Langkai Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran nilai-nilai agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sejak usia dini. Salah satu ajaran pokok yang menjadi landasan moral adalah Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik (Manacika), berkata baik (Wacika), dan berbuat baik (Kayika). Namun, dalam praktiknya, guru sering menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, variasi tingkat pemahaman siswa, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini yang berupaya mengkaji bagaimana pelaksanaan pembelajaran Tri Kaya Parisudha diterapkan di sekolah dasar serta sejauh mana nilai-nilai moral ini dapat diinternalisasi oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ajaran Tri Kaya Parisudha pada siswa Hindu kelas 3 di SD Negeri 8 Langkai Palangka Raya, menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa kelas 3 beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tri Kaya Parisudha dilaksanakan melalui metode keteladanan, pembiasaan, diskusi, serta kegiatan keagamaan seperti doa pagi dan dharma wacana. Guru berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui praktik langsung dan penguatan karakter, sedangkan kepala sekolah memberikan dukungan melalui kebijakan dan penyediaan sarana keagamaan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, upaya kreatif guru dan dukungan sekolah mampu meningkatkan antusiasme serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan humanistik sangat efektif dalam membentuk karakter siswa yang beriman, santun, dan berakhlak mulia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budi Pekerti pada Siswa Hindu di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yumbi, 2025: Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budhi Pekerti Pada Siswa Hindu Di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui pendidikan agama dan nilai budhi pekerti di Pasraman Panggirik Lingu. Sebagai lembaga pendidikan non formal Hindu, pasraman tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, cinta kasih, disiplin, serta penguatan identitas budaya dan spiritualitas siswa. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana pembelajaran, kurangnya pelatihan guru dalam metode pengajaran nilai, dan pengaruh globalisasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pasraman Panggirik Lingu dalam membimbing, mendidik, serta menanamkan nilai budhi pekerti kepada siswa Hindu, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pasraman berperan ganda, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Kendala utama yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru pasraman sangat vital dalam pembentukan perilaku dan karakter siswa Hindu. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan budhi pekerti, diperlukan dukungan dari orang tua, masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya sinergi tersebut, pasraman dapat semakin berfungsi optimal dalam melahirkan generasi muda Hindu yang berkarakter, beretika, dan berintegritas.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Pendidikan Karakter pada Perguruan Seni Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Desa Dadahup Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yeni Trisia. 2025. Implementation of Character Education at the Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien Martial Arts School in Dadahup Village, Kapuas Regency. Thesis, Arts and Religious Education Study Program, Dharma Acarya Faculty, Tampung Penyang State Hindu Institute, Palangka Raya.Supervisor I: Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Supervisor II: Hendri, S.Ag., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Perguruan Bela Diri Kuntau Melayu Tinggi Pancar Jalatien di Desa Dadahup, Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behaviorisme dan konstruktivisme. Informan ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi dosen, sekretaris, pelatih, dan warga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di perguruan ini dilakukan secara terpadu melalui pembiasaan, keteladanan, kegiatan sosial, dan penegakan aturan yang berlaku. Nilai-nilai yang ditekankan meliputi disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, rasa hormat, kesabaran, dan pengendalian emosi. Pelatih tidak hanya menekankan aspek teknis bela diri tetapi juga nilai-nilai moral yang melekat dalam setiap gerakan. Evaluasi implementasi dilakukan secara informal melalui pengamatan langsung terhadap perubahan perilaku anggota. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya kesadaran di antara beberapa anggota, yang dipengaruhi oleh usia muda dan lingkungan sosial mereka. Meskipun demikian, perguruan tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan edukatif dan personal.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NORHAYATI, 2025: Analisis Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Sekolah Dasar Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing 1 Lamri, S.Pd.,M.Pd.H dan pembimbing 2 Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pada konteks sekolah dasar khususnya kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya, terdapat berbagai dampak permasalahan pada perkembangan karakter siswa terhadap dampak penggunaan gadget, yaitu terdapat perubahan sikap siswa menjadi malas belajar, dan kurangannya kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter siswa sekolah. Pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana upaya guru dalam mengatasi dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter siswa sekolah dasar SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi data. Dengan jumlah informan sebanyak 5 orang, yaitu kepala sekolah, wali kelas V dan 3 orang siswa kelas V. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Gadget pada SDN 1 Menteng yang dimana seharusnya digunakan untuk keperluan belajar tetapi digunakan oleh siswa untuk hal-hal lain seperti bermain game, menonton youtube, dan sosial media, sehingga hal tersebut berdampak pada sikap, dan tingkah laku siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Agama Hindu dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NORWATI. 2025. Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pemimbing I Mitro, S.Pd., M.Si Pemimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Skripsi ini Mengkaji Tentang Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu Di SDN-3 Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Strategi dipahami sebagai rencana dan metode yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini untuk menanamkan karakter pada siswa yang belum sepenuhnya mematuhi peraturan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana strategi guru agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? (2) Apakah kendala yang Guru Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas? Penelitian ini menggunakan Metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik Analisis Data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1)Strategi Guru Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa Hindu di SDN-3 Timpah dilakukan melalui beberapa metode. Pembelajaran digunakan untuk menumbuhkan karakter rasa ingin tahu dengan memberikan pertanyaan setelah penyampaian materi, membentuk tanggung jawab melalui penugasan piket kelas dan pemberian sanksi bagi yang terlambat mengumpulkan tugas, serta mengembangkan kebiasaan gemar membaca dengan mengajak siswa ke perpustakaan sebelum memulai pelajaran. Keteladanan diterapkan untuk menanamkan disiplin melalui peraturan tata tertib sekolah, serta membangun karakter jujur dengan memberikan tes setelah pembelajaran. Pembiasaan digunakan untuk membentuk karakter religius melalui jadwal membaca doa, dan menumbuhkan peduli lingkungan dengan kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat. Penguatan diberikan baik pada perilaku positif agar dapat dipertahankan maupun pada perilaku negatif untuk diminimalkan. 2) Kendala dalam pembentukan karakter siswa Hindu di SDN-3 Timpah berasal dari dua faktor, yaitu faktor eksternal berupa keterbatasan literatur bacaan bagi siswa, dan faktor internal yang mencakup kurangnya disiplin, rendahnya rasa ingin tahu, minimnya minat baca, serta lemahnya motivasi siswa. Kata Kunci : Strategi, Guru Agama Hindu, Karakter

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendidikan Pasraman Hindu dalam Pembentukan Karakter Anak di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini mengkaji tentang pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya. Fenomena yang terjadi kenakalan anak dapat terjadi kapan dan dimana saja, melihat prilaku anak-anak cendrung melupakan sopan santun, berani melawan orang tua, kurang tertarik membuat sarana yadnya, sehingga penting adanya pendidikan dan ada kendala dan implikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka penelitian ini mengkaji tentang 1) Bagaimana pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 2) Bagaimana kendala pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? 3) Bagaimana implikasi pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di kota Palangka Raya? Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan mendeskripsikan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak, bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi guru tentang pendidikan agama Hindu dan anak dapat meningkatkan dan mengembangkan kepribadian yang berkarakter. Rumusan masalah di atas dikaji dengan teori behaviorisme, teori motivasi, dan teori konstruktivisme. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menjadi instrumen utama penelitian dan teknik informan yakni purposive yaitu ketua pasraman Hindu, guru-guru dan siswa pasraman Hindu. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara semi struktur, dan studi dokumen, Setelah data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, selanjutnya penyajian hasil analisis data. Hasil analisis yang dikaji dengan teori menjelaskan pendidikan pasraman Hindu dalam pembentukan karakter anak di Kota Palangka Raya yakni ceramah, bimbingan guru, pelatihan bersama, keteladan guru, kompetisi siswa persembahyangan bersama dalam pendidikan pasraman Hindu ada sebuah kendala yakni faktor internal, faktor eksternal, belum optimal pelaksanaan program pengajaran, pengurus kurang memperhatikan perkembangan pasraman. Dari pendidikan tentu ada sebuah implikasi yang ditimbulkan guru maupun siswa di pasraman Hindu di kota Palangka Raya, sikap religius, sikap kreatif, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, penting peningkatan ajaran agama Hindu, sikap toleransi, sikap susila, dari ketiga rumusan masalah ditemukan pendidikan pasraman Hindu belum maksimal karena kurangnya sarana yang mendukung sesuai dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran, guru kurang kreatif dan inovatif dalam pengembangan program pembelajaran pembentukan karakter anak seperti penyusunan materi ajar, pengembangan program pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Pendidikan pasraman Hindu, pembentukan karakter anak.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SHINTA WULANDARI. 2024. Eksistensi Pasraman Penyang Hatampung Dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu Di Desa Tanjung Sangalang Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang. Fenomena yang terjadi pada muda-mudi di Desa Tanjung Sangalang karakter anak didiknya masih kurang baik dengan maraknya kasus balap liar dan tindakan yang menyimpang dari ajaran agama Hindu, tetapi setelah mereka mengikuti pendidikan di pasraman anak didik yang semulanya kurang memiliki sopan santun terhadap orang tua, seiring berjalannya waktu perubahan menjadi lebik baik dialami peserta didik setelah mengikuti pasraman. Berdasarkan uraiaan tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 2) Bagaimanakah upaya untuk memaksimalkan eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, 3) Apakah implikasi eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi Sisya Hindu dalam Pendidikan Karakter Sisya Hindu di Desa Tanjung Sangalang?, Tujuan umum dari penelitian ini mengkaji lebih dalam untuk menemukan ilmu pengetahuan agama dan pendidikan tentang eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter sisya di Desa Tanjung Sangalang. Hasil peenelitian ini dikaji dengan teori eksistensi, teori motivasi, dan teori evaluasi/implikasi. Metode penelitian yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purpossive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan intepretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensi maka diperoleh bahwa eksistensi Pasraman Penyang Hatampung dalam pendidikan karakter bagi sisya Hindu yakni adanya Kegiatan persembahyangan, prakter sarana upacara, kegiatan pembelajaran pasraman, kegiatan Dharma Tula, kegiatan bhakti sosial. Upaya untuk memaksimalkan eksistensi dari Pasraman Penyang Hatampung di analisis dengan teori motivasi, maka diperoleh data yakni dengan cara Meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kemandirian siswa, meningkatkan tanggung jawab siswa, meningkatkan sistem pendidikan, meningkatkan peran lembaga, dan meningkatkan sarana prasarana yang ada di Pasraman Penyang Hatampung. Implikasi Pasraman Penyang Hatampung dianalisis dengan teori Implikasi terbagi menjaddi dua implikasi, pertama implikasi positif dan kedua implikasi negative. Implikasi positifnya yakni mencakup 18 standard nilai karakter, sedangkan implikasi negatifnya yakni kurangnya waktu bermain, terdampak covid-19, bertambahnya biaya uang jajan, berkurangnya waktu membantu orang tua. Kata Kunci : Eksistensi, Pasraman Penyang Hatampung, Pendidikan karakter

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pendidikan Agama Hindu dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JOHKO, 2024: Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pembimbing (II) Megawati, S. Pi., M.Pd.H Pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah Upaya mengembangkan kemampuaan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai peribadi maupun sebagai anggota masyarakat.karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Anak SD. Negeri Teluk Jolo 1 Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai bentuk penelelitian yang bersifat refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pada siklus I dari 6 siswa sampel terdapat 5 orang berada pada ketegori rendah/kurang (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang pada siklus II dari 6 jumlah sampel terdapat 5 orang berada ketegori baik/tinggi (83,3%), sedangkan sisanya yaitu 1 orang (16,7%) berada ketegori sedang sehingga berdasarkan siklus I dan siklus II yang telah dilakukan penelitian Tindakan penelitian dinyatakan berhasil meningkatkan karakter siswa. Berdasarkan hasil penelitiaan yang didapatkan dan dikelompokan bahwa penelitian ini menunjukan karakteristik siswa di SD Negeri Teluk Jolo 1 Kecamatan Sumber Barito Kabupaten Murung Raya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Pembelajaran Berbasis Lingkungan dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas IV di SDN 8 Menteng Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RIWANDI, 2024: Penerapan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Dalam Membentuk Karakter Siswa Kels IV Di SDN 8 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidkan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Intitut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I) Tir Aspiyana, M.Pd Pembimbing (II) Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Pendidikan sebagai Upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan/potensi dari individu sehingga bisa hidup dengan baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa maka dari itu Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter anak SD. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi pada pembelajaran IPA berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa kelas IV di SDN 8 menteng, ditemukan bahwa 35% siswa kelas IV mendapatkan nilai dibawah KKM pada sebagian mata pembelajaran, yang ditentukan sebesar 65%. Guru kelas selalu melalukan remedial untuk memperbaiki nilai siswa yang berada dibawah KKM, perbaikan tersebut bisa dilakukan sebanyak 1, 2, 3 atau lebih, sampai nilai siswa mencapai rata-rata nilai KKM dikelas. Untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya suatu pembaharuan yang dilakukan dalam proses pembelajaran agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci: Perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan dalam membentuk karakter siswa,

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai Pendidikan Karakter dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK I Wayan Suwirye, 2024. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Nyambutin Umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I. Dr. I Wayan Suasta, S.Ag.,M.Pd.H. Pembimbing II. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Nyambutin merupakan yadnya suci untuk membersihkan/menghilangkan leteh, papa klesa, dan memperkuat kedudukan atman si bayi. Berdasarkan latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah Bentuk dan Fungsi pelaksanaan Nyambutin umat Hindu di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas? 2. Apa saja nilai Pendidikan karakter dalam pelaksanaan Nyambutin di desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teori religi, teori interkasionisme simbolik dan teori nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, metode kualitatif, lokasi penelitian di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Jenis dan sumber data; jenis data menggunakan data kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data skunder, teknik penentuan informan dengan puporsive sampling, instrumen penelitian peneliti sendiri, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi dokumen; teknik analisa data menggunakan data kualitatif dengan teknik analisa Milles and Huberman. Berdasarkan hasil analisa data, hasil penelitian meliputi bentuk pelaksanaan Nyambutin dikaji dengan teori interaksionisme simbolik, adalah sarana yang digunakan berupa Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, banten penyambutan, banten prayascita, banten jejagan, banten kumare,banten tataban. Waktu pelaksanaan Nyambutin dilaksanakan ketika hari purnama atau bulan purnama penuh, proses pelaksanaan Nyambutin meliputi pembersihan/penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. Nilai pendidikan karakter dalam Nyambutin meliputi: religius, kedisiplinan, integritas, dan empati. Kata Kunci ; Nyambutin Bentuk dan Fungsi Nilai Pendidikan Karakter. ABSTRACT I Wayan Suwirye, 2024. Character Education Values in the Nyambutin Ceremony Among Hindu Communities in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Supervisor I: Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Supervisor II: Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag. This study examines the values of character education embedded within the Nyambutin ceremony practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency. Nyambutin is a sacred ritual aimed at cleansing impurities, eliminating sins and afflictions, and strengthening the position of the infant's atman (soul). The research addresses the following questions: 1. What are the forms and functions of the Nyambutin ceremony as practiced by the Hindu community in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency? 2. What character education values are inherent in the Nyambutin ceremony in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district, Kapuas Regency?.The theoretical framework of this research incorporates theories of religion, symbolic interactionism, and character education values. A qualitative research method was employed, with the study conducted in Basarang Jaya Village, Basarang Sub-district. The research utilized qualitative data, drawing on both primary and secondary sources. Informants were selected through purposive sampling, and the researcher served as the primary research instrument. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using qualitative methods, specifically applying the Milles and Huberman analysis technique. The findings of this study reveal the forms of Nyambutin ceremony, analyzed through the lens of symbolic interactionism, including: the materials used, such as Banten Pengelepas Awon/Pebyakaonan, Banten Penyambutan, Banten Prayascita, Banten Jejagan, Banten Kumare, and Banten Tataban. The timing of the Nyambutin ceremony, which is performed during the full moon, and the procedural steps involved, including penglukatan, mebajang colong, mengelilingi lesung, mepetik, sembahyang, mejaya-jaya. Fungsi Nyambuti meliputi ; fungsi religius, fungsi penyucian, fungsi sosial, dan fungsi Estetika. The character education values identified within the Nyambutin ceremony include religiosity, discipline, integrity, and empathy. Keywords: Nyambutin, Character Education Values.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Yoga dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA YOGA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER MAHASISWA DI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA Maharati, Komang Suarta, Luh Putu Muliani Handayani Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Jl. G.Obos X, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah di dalam latihan yoga mahasiswa diajarakan tentang astangga yoga yaitu yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (2) Apa kendala pada unit kegiatan mahasiswa yoga dalam pengembangan karakter mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? (3) Bagaimanakah implikasi unit kegiatan mahasiswa yoga pada pengembangan karakter Mahasiswa IAHN Tampung Penyang Palangka Raya? Teori yang digunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl, teori Kendala oleh Eliyahu Goldratt, Teori Humanistik oleh Abraham Maslow dan Teori Behavioristik Oleh Gage dan Berliner. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan Pendekatan Penelitian Fenomenologi. Teknik penentuan informan mengunakan Purposive Sampling, Data dikumpulkan dari Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam, Dokumentasi, dan Kepustakaan. Teknik analisi data yaitu Kondensasi Data, Display Data dan Kesimpulan. Hasil Penelitian Menunjukan: (1) Peran UKM Yoga dalam pengembangan karakter relegius dengan melaksanakan latihan Pratyhara, Dharana, Dhayan, Dan Samadhi. Karakter jujur dan toleransi menerapkan Yama dan Niyama dalam latihan. Karakter disiplin, kerja keras, mandiri dan kreatif dengan melaksanakan latihan Pranayama Dan Asanas. (2) Kendala dan upaya yang dihadapi adalah mahasiswa kurang serius dalam latihan meditasi upaya yang dilakukan dengan mengajarkan teori gelombang otak. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap upaya yang dilakukan dengan latihan di tempat yang memiliki sarana prasarana lengkap. Dan niat mahasiswa yang kurang upaya yang dilakukan dengan memotivasi mahasiswa. (3) Implikasi Yama Dan Niyama Dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa adalah dengan menjalankan ajaran dari bagian-bagian yama dan niyama didalam setiap latihan yoga. Implikasi pranayama dalam pengembangkan karakter adalah mahasiswa diajarkan untuk latihan mengatur dan mengendalikan nafas. Sehingga mahasiswa bisa mengatur emosinya. Implikasi asanas dalam pengembangan karakter mahasiswa adalah mahasiswa belajar bermacam-macam gerakan yoga asanas dengan disiplin, kerja keras serta mandiri dapat mengkatkan kreatifitas mahasiswa. Implikasi Pratyhara, Dharana, Dhayana, Dan Samadhi Dalam Pengembangan Karaker Mahasiswa adalah mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran emosi dan membantu mahasiswa untuk meresponnya secara efektif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail