Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SENTIA

4 karya publik ditemukan.

2025: 4

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN HERBARIUM SISWA KELAS IV SDN 1 MENTENG PALANGKA RAYA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pengetahuan herbarium siswa kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan situasi saat ini, menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan siswa pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap pengetahuan herbarium siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain true eksperimental tipe pretest-posttest control group desain. Dua kelas terlibat dalam kelas ini yaitu, kelas IV A berfungsi sebagai kelas kontrol dan kelas IV B berfungsi sebagai kelas eksperimen yang mana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang mana tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan herbarium siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis (uji mann-whitney u test), dan uji n-gain (gain score). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan herbarium siswa. Sedangkan nilai uji N-Gain yaitu, nilai rerata (mean) pada kelas kontrol adalah 0,41 yang menujukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang berada antara 0,30 hingga kurang dari 0,70. Maka termasuk dalam kategori sedang. Kemudian nilai rerata (mean) pada kelas eksperimen adalah 0,75 menunjukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang lebih besar atau sama dengan 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Jadi dapat dapat disimpulkan dari hasil analisis di atas pada N-Gain Score bahwa model pembelajaran berbasis proyek (pembuatan herbarium) termasuk dalam interpretasi tinggi.

peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran catur guru pada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.

Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Pengetahuan Herbarium Siswa Kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pengetahuan herbarium siswa kelas IV SDN 1 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan situasi saat ini, menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung memusatkan siswa pada diri mereka sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap pengetahuan herbarium siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan desain true eksperimental tipe pretest-posttest control group desain. Dua kelas terlibat dalam kelas ini yaitu, kelas IV A berfungsi sebagai kelas kontrol dan kelas IV B berfungsi sebagai kelas eksperimen yang mana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang mana tujuannya adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan herbarium siswa. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis (uji mann-whitney u test), dan uji n-gain (gain score). Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam pengetahuan herbarium siswa. Sedangkan nilai uji N-Gain yaitu, nilai rerata (mean) pada kelas kontrol adalah 0,41 yang menujukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang berada antara 0,30 hingga kurang dari 0,70. Maka termasuk dalam kategori sedang. Kemudian nilai rerata (mean) pada kelas eksperimen adalah 0,75 menunjukkan bahwa nilai N-Gain dalam rentang lebih besar atau sama dengan 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Jadi dapat dapat disimpulkan dari hasil analisis di atas pada N-Gain Score bahwa model pembelajaran berbasis proyek (pembuatan herbarium) termasuk dalam interpretasi tinggi.

Peran Guru dalam Memberikan Motivasi Belajar Ajaran Catur Guru pada Siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam memberikan motivasi belajar ajaran Catur Guru kepada siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Ajaran Catur Guru, yang terdiri atas Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (pemerintah), merupakan pilar penting dalam pendidikan agama Hindu yang bertujuan membentuk karakter, etika, dan spiritualitas peserta didik. Motivasi belajar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam penanaman nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru serta siswa Hindu di SDN Percobaan Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator, pembimbing, dan pengawas dalam proses pembelajaran. Guru berupaya membangun semangat belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta men jalin kolaborasi dengan sesama guru. Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan karakteristik siswa, rendahnya motivasi internal, kurangnya konsentrasi belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanistik, yang menekankan pada pemahaman individu secara menyeluruh, baik dari aspek emosional, moral, maupun intelektual.Penelitian ini memperkuat relevansi teori belajar humanistik dalam konteks pendidikan agama Hindu di tingkat sekolah dasar. Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai agen pembentuk nilai-nilai dan karakter siswa. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dalam bidang pendidikan agama Hindu, sedangkan secara praktis dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan inspiratif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu berbasis nilai-nilai Catur Guru.