Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SELVI

12 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 42024: 22023: 22022: 2

TESIS DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP PERCERAIAN STUDI KASUS UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATANKATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anita Selviana, 2026. Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Perceraian Studi Kasus Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si,.D.Phil. Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag,.M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu kabupaten katingan. Fenomena perkawinan usia muda masih banyak dijumpai terutama karena faktor budaya, ekonomi, dan minimnya pemahaman tentang kesiapan mental serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Apakah faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 2) Apakah dampak dari perkawinan usia muda yang berujung pada perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 3) Bagaimana upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi dampak perkawinan usia muda yang berujung perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? di analisis menggunakan teori Kausalitas, Budaya dan Hukum Partisipan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda:1) Faktor Internal, 2) Faktor Eksternal, 3) Faktor Keinginan Sendiri, 4) Faktor Pengetahuan, 5) Faktor Kebebasan, Kehamilan, dan Pendidikan; Kedua, Dampak dari perkawinan usia muda yang berujung perceraian meliputi: 1) Dampak Trauma, 2) Dampak Ekonomi, 3) Dampak Sosial, 4) Dampak Tidak Memiliki Anak, 5) Dampak Agama dan Budaya Keterlantaran; Ketiga, Upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi perceraian perkawinan dini yaitu: 1)Peningkatan penyuluhan dan pendidikan, 2) Penguatan peran keluarga, 3) Pemberdayaan ekonomi masyarakat, 4) Penegakan Regulasi dan dispensasi nikah yang ketat, 5) sosialisasi advokasi melalui tokoh agama dan adat. Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Perceraian, Hindu Kaharingan, Dampak Sosial.

TESIS DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP PERCERAIAN STUDI KASUS UMAT HINDU KAHARINGAN DI KECAMATANKATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anita Selviana, 2026. Dampak Perkawinan Usia Muda Terhadap Perceraian Studi Kasus Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si,.D.Phil. Pembimbing II Dr. Kuri, S.Ag,.M.Ag. Penelitian ini mengkaji tentang dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu kabupaten katingan. Fenomena perkawinan usia muda masih banyak dijumpai terutama karena faktor budaya, ekonomi, dan minimnya pemahaman tentang kesiapan mental serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:1) Apakah faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak perkawinan usia muda terhadap perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 2) Apakah dampak dari perkawinan usia muda yang berujung pada perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? 3) Bagaimana upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi dampak perkawinan usia muda yang berujung perceraian studi kasus umat hindu kaharingan di kecamatan katingan hulu? di analisis menggunakan teori Kausalitas, Budaya dan Hukum Partisipan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis didapatkan hasil yaitu: pertama, Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan usia muda:1) Faktor Internal, 2) Faktor Eksternal, 3) Faktor Keinginan Sendiri, 4) Faktor Pengetahuan, 5) Faktor Kebebasan, Kehamilan, dan Pendidikan; Kedua, Dampak dari perkawinan usia muda yang berujung perceraian meliputi: 1) Dampak Trauma, 2) Dampak Ekonomi, 3) Dampak Sosial, 4) Dampak Tidak Memiliki Anak, 5) Dampak Agama dan Budaya Keterlantaran; Ketiga, Upaya yang dilakukan masyarakat atau pihak terkait untuk mengurangi perceraian perkawinan dini yaitu: 1)Peningkatan penyuluhan dan pendidikan, 2) Penguatan peran keluarga, 3) Pemberdayaan ekonomi masyarakat, 4) Penegakan Regulasi dan dispensasi nikah yang ketat, 5) sosialisasi advokasi melalui tokoh agama dan adat. Kata Kunci : Perkawinan Usia Muda, Perceraian, Hindu Kaharingan, Dampak Sosial.

EKSPLORASI PEMAHAMAN UMAT HINDU KAHARINGAN TERHADAP PERSEMBAHYANGAN BASARAH DI DESA DANAU SADAR KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Selvi Pebriyanti. 2025. Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan Terhadap Persembahyangan Basarah Di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Persembahyangan Basarah adalah cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan serta menguatkan Sradha dan Bhakti terhadap Ranying Hatalla (Tuhan). Sehingga dalam upaya untuk menumbuhkan Sradha dan Bhakti umat Hindu Kaharingan itu sendiri, hal ini diperlukan pemahaman yang benar terhadap persembahyangan Basarah sehingga dapat memahami secara baik dan sesuai dengan ajaran yang ada, maka dapat diuraikan rumusan masalah yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di desa danau sadar kecamatan dusun selatan kabupaten barito selatan ? 2. Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mendeskripsikan eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. 2. Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religius. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah masih sedikit rendah. (2) Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah: a. Tidak pernah ada pembinaan terkait persembahyangan Basarah, b. Transportasi dan c. Kurangnya kesadaran diri. Kata Kunci: Eksplorasi Pemahaman, Umat Hindu Kaharingan, dan Persembahyangan Basarah.

Peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Fokus utama penelitian ini adalah strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran serta nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Hindu memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa, terutama ketika didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat dan peran aktif guru sebagai teladan. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk terus mendorong inovasi dalam pembelajaran agama sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik secara menyeluruh

Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan terhadap Persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selvi Pebriyanti. 2025. Eksplorasi Pemahaman Umat Hindu Kaharingan Terhadap Persembahyangan Basarah Di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembimbing II Hendri, S.Ag., M.Si Persembahyangan Basarah adalah cara kita mendekatkan diri dengan Tuhan serta menguatkan Sradha dan Bhakti terhadap Ranying Hatalla (Tuhan). Sehingga dalam upaya untuk menumbuhkan Sradha dan Bhakti umat Hindu Kaharingan itu sendiri, hal ini diperlukan pemahaman yang benar terhadap persembahyangan Basarah sehingga dapat memahami secara baik dan sesuai dengan ajaran yang ada, maka dapat diuraikan rumusan masalah yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di desa danau sadar kecamatan dusun selatan kabupaten barito selatan ? 2. Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mendeskripsikan eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. 2. Untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Religius. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bagaimana eksplorasi pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah masih sedikit rendah. (2) Apa kendala yang dihadapi umat Hindu Kaharingan terhadap persembahyangan Basarah di Desa Danau Sadar Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan adalah: a. Tidak pernah ada pembinaan terkait persembahyangan Basarah, b. Transportasi dan c. Kurangnya kesadaran diri. Kata Kunci: Eksplorasi Pemahaman, Umat Hindu Kaharingan, dan Persembahyangan Basarah.

Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang Kabupaten Kapuas

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui berbagai mata pelajaran, salah satunya Pendidikan Agama Hindu. Di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi media utama dalam membentuk karakter siswa Hindu di tengah tantangan zaman dan beragamnya latar belakang sosial budaya siswa. Namun, proses pembentukan karakter ini memerlukan strategi dan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terinternalisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa beragama Hindu kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai pendidik, pengajar, dan pembimbing dalam proses pembentukan karakter siswa. Strategi yang digunakan antara lain pendekatan humanistik, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta keteladanan dalam sikap dan perilaku. Nilai-nilai karakter yang berhasil ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Hindu meliputi kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kerja sama. Selain itu, pembelajaran juga didukung oleh lingkungan sekolah yang toleran dan program supervisi yang mendukung peningkatan profesionalisme guru.

PERAN GURU DALAM MENGHADAPI KETERLAMBATAN MENULIS SISWA KELAS I SD NEGERI 5 MENTENG PALANGKA RAYA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tata Selvia, 2024. Peran Guru Dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Keterlambatan menulis pada anak disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis dan lingkungan. Hal serupa juga ditemukan permasalahan sama yaitu pada siswa kelas I SD Negeri 5 Menteng, dimana beberapa siswa kelas I masih ada mengalami keterlambatan menulis sehingga proses pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru kelas dalam mengatasi keterlambatan menulis siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh yaitu melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun daftar Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I, sebanyak 4 orang. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi keterlambatan menulis meliputi peran guru sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Peran tersebut sangat berpengaruh dalam mengatasi setiap permasalahan dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Adapun faktor-faktor yang ditemukan guru dalam mengatasi keterlambatan menulis pada siswa adalah faktor pendukungnya meliputi dukungan dari orang tua di rumah dalam meningkatkan keterlambatan menulis siswa, guru harus memiliki suasana hati yang baik, guru memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian atau reward dan tentunya saat pembelajaran guru menerapkan metode-metode pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa lebih mudah memahami. Di sisi lain, faktor penghambatnya antara lain bahwa keterbatasan dukungan dan latar belakang pendidikan orang tua mempengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran dirumah, ketidaktahuan orang tua, dan keterbatasan sumberdaya. Banyak orang tua tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya keterampilan menulis dan bagaimana cara efektif untuk mendukung perkembangan tersebut.

Peran Guru dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tata Selvia, 2024. Peran Guru Dalam Menghadapi Keterlambatan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H Pembimbing II : Putu Cory Candra Yhani, S.Pd.,M.Pd Keterlambatan menulis pada anak disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan perkembangan fisik, psikis dan lingkungan. Hal serupa juga ditemukan permasalahan sama yaitu pada siswa kelas I SD Negeri 5 Menteng, dimana beberapa siswa kelas I masih ada mengalami keterlambatan menulis sehingga proses pembelajaran tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran guru kelas dalam mengatasi keterlambatan menulis siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh yaitu melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun daftar Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I, sebanyak 4 orang. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi keterlambatan menulis meliputi peran guru sebagai motivator, fasilitator dan pembimbing. Peran tersebut sangat berpengaruh dalam mengatasi setiap permasalahan dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Adapun faktor-faktor yang ditemukan guru dalam mengatasi keterlambatan menulis pada siswa adalah faktor pendukungnya meliputi dukungan dari orang tua di rumah dalam meningkatkan keterlambatan menulis siswa, guru harus memiliki suasana hati yang baik, guru memberikan motivasi kepada siswa melalui pujian atau reward dan tentunya saat pembelajaran guru menerapkan metode-metode pengajaran yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa lebih mudah memahami. Di sisi lain, faktor penghambatnya antara lain bahwa keterbatasan dukungan dan latar belakang pendidikan orang tua mempengaruhi keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran dirumah, ketidaktahuan orang tua, dan keterbatasan sumberdaya. Banyak orang tua tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya keterampilan menulis dan bagaimana cara efektif untuk mendukung perkembangan tersebut.

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA LEWU BETANG NANSARUNAI DESA SANGGU KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BERITO SELATAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK RENI SELVIYANTIE, 2023: Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I: Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S.,M.Si dan pembimbing II: Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag Objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan merupakan wisata alam dan wisata budaya dayak, potensi yang ada pada objek wisata Lewu Betang Nansarunai berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu pepohonan dan tanaman anggrek serta kantong semar. Objek wisata Lewu Betang Nansarunai harus dilakukan pengembangan yang berkelanjutan agar tetap tergaja dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Akan tetapi, objek wisata Lewu Betang Nansarunai masih kurang diketahui oleh masyarakat luas sehingga hal tersebut menyebabkan kurangnya kunjungan wisatawan sehingga pendapatan ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Bagaimanakah upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (3) Bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Permasalahan ini dikaji menggunakan Teori Kendala, Teori Strategi dan Teori Dampak Pariwisata Pitana dengan menggunakan metode kualitatif melalui metode observasi, kepustaakaan, dokumentasi dan penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Kurangnya biaya operasional (b) Kurangnya promosi (c) Kurangnya perhatian dan peran pemerintah, (2) Upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Pengembangan objek wisata (b) Meningkatkan promosi (c) Melibatkan kelompok sadar wisata (POKDARWIS), (3) Dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Dampak perekonomian (b) Dampak Budaya (c) Dampak lingkungan.

Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RENI SELVIYANTIE, 2023: Strategi Pengembangan Objek Wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Pembimbing I: Dr. Ervantia Restulita L Sigai, S.S.,M.Si dan pembimbing II: Dr. Kuri, S.Ag.,M.Ag Objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan merupakan wisata alam dan wisata budaya dayak, potensi yang ada pada objek wisata Lewu Betang Nansarunai berupa sumber daya alam yang menonjol yaitu pepohonan dan tanaman anggrek serta kantong semar. Objek wisata Lewu Betang Nansarunai harus dilakukan pengembangan yang berkelanjutan agar tetap tergaja dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Akan tetapi, objek wisata Lewu Betang Nansarunai masih kurang diketahui oleh masyarakat luas sehingga hal tersebut menyebabkan kurangnya kunjungan wisatawan sehingga pendapatan ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (2) Bagaimanakah upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (3) Bagaimanakah dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Permasalahan ini dikaji menggunakan Teori Kendala, Teori Strategi dan Teori Dampak Pariwisata Pitana dengan menggunakan metode kualitatif melalui metode observasi, kepustaakaan, dokumentasi dan penentuan informan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kendala pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Kurangnya biaya operasional (b) Kurangnya promosi (c) Kurangnya perhatian dan peran pemerintah, (2) Upaya pengelola wisata dalam pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Pengembangan objek wisata (b) Meningkatkan promosi (c) Melibatkan kelompok sadar wisata (POKDARWIS), (3) Dampak pengembangan objek wisata Lewu Betang Nansarunai sebagai berikut: (a) Dampak perekonomian (b) Dampak Budaya (c) Dampak lingkungan.

Peran Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Basarah Umum Di Kelurahan Tumbang Sawamang Kecamatan Katingan Hulu

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

fondasi yang kokoh dan kuat dalam pembentukan watak dan karakter generasi yang akan datang. Maka dengan demikian kelangsungan umat dan agama Hindu Kaharingan akan tetap terpelihara oleh para pemuda pemudi yang memiliki kemampuan intelektual dan kemampuan religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Pedekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metologi yang menyelidiki suatu penomena sosial. Pada pendekatan ini, peneliti membuat gambaran komplek, meneliti kata-kata, pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang dialami. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukanya. Peran menentukan apa yang harus diperbuat seseorang bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya, Kehadiran merupakan indikator minat pemuda Hindu Kaharingan dalam mengikuti Persembahyangan Basarah di Kelurahan Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Minat adalah dorongan dari dalam diri kita sendiri atau kemauan kita untuk melakukan atau memilih suatu kegiatan yang lebih bermanfaat, peran pemuda Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan Basarah adalah keberanian dan kemampuan dalam menyampaikan Pandehen atau ceramah keagamaan. Dalam Pelaksanaan persembahyangan Basarah umum di kelurahan Tumbang Sanamang pemuda Agama Hindu Kaharingan masih banyak yang belum berani untuk menjadi penyampai Pandehen atau ceramah keagamaan yang mengupas isi kitab suci yang diambil sebagai Galang Basarah karena berbagai alasan. Kendala yang dihadapi Pemuda Hindu Kaharingan Dalam Melaksanakan Basarah: Kendala yang dialami karena zaman globalisasi yang sangat pesat dalam pergaulan yang sangat mempengaruhi genarasi muda, hal tersebut membuat generasi muda rentan dalam pergaualan, karena masa muda adalah masa masa yang sanfat mudah terpengaruh lewat pergaualan. Kata kunci : Peran, Pemuda Hindu Kaharingan, Tujuan Basarah