Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Moderasi Beragama
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA PADA RUMAH MODERASI IAHN TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun interaksi harmonis di tengah keberagaman agama. Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAHN Tampung Penyang Palangka Raya berperan memfasilitasi dan menggerakkan kegiatan yang mendukung penguatan moderasi beragama dan toleransi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola komunikasi Rumah Moderasi Beragama dalam membangun toleransi antarumat beragama serta strategi komunikasi yang diterapkan untuk meningkatkan toleransi pada Rumah Moderasi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik penentuan informan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi antarbudaya dan komunikasi interpersonal. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa, dosen, dan pengelola Rumah Moderasi Beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melalui Rumah Moderasi Beragama berperan dalam membangun toleransi antarumat beragama di kampus. Rumah Moderasi Beragama menjadi wadah yang memfasilitasi sivitas akademika dalam memahami dan menerapkan nilai moderasi beragama melalui kegiatan. Komunikasi dilakukan secara terbuka, santun, dialogis, empatik, dan setara melalui komunikasi verbal maupun nonverbal. Strategi komunikasi terdiri atas empat jenis, yaitu komunikasi institusional melalui kegiatan lintas agama, komunikasi instruksional melalui arahan tentang moderasi beragama, komunikasi interpersonal melalui interaksi terbuka, empati, dan saling menghargai, serta strategi pesan melalui bahasa yang santun dan mudah dipahami. Keempat strategi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa berbagai agama untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama. Interaksi lintas agama membantu mahasiswa memahami perbedaan, saling menghormati, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan sosial sehingga tercipta kehidupan kampus yang harmonis, toleran, serta mendukung kerukunan antarumat beragama.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA SISWA SMA NEGERI KOTA PALANGKA RAYA PADA ERA GLOBALISASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dinamika era globalisasi dan arus informasi digital memicu polarisasi serta penurunan pemahaman moderasi beragama di lingkungan sekolah. Kondisi terse-but berdampak pada timbulnya hambatan psikologis seperti isolasi peran (role isolation) pada siswa Hindu yang berstatus minoritas di sekolah negeri. Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan kejelasan serta implikasinya ter-hadap Pendidikan Agama Hindu di sekolah. Adapun rumusan masalah yang dipakai landasan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran guru Pendidi-kan Agama Hindu (PAH) dalam memperkuat moderasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Palangka Raya? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi guru PAH dalam memperkuat moderasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Pal-angka Raya? (3) Bagaimana strategi adaptif guru PAH dalam memperkuat mod-erasi beragama siswa pada SMA Negeri Kota Palangka Raya? Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui metode observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth inter-view), dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan dan member checking. Data selanjutnya diinterpretasi dengan menggunakan tiga pisau analisis konseptual, yaitu Teori Peran (Role Theory Bid-dle), Teori Konstruktivisme Sosial (Lev Vygotsky), dan Teori Pendidikan Mul-tikultural (James A. Banks). Berdasarkan substansi yang digunakan dalam penelitian ini, beberapa temuan yang diperoleh meliputi (1) Peran guru PAH secara konsisten berjalan sebagai value transmitter yang menginternalisasikan nilai Tat Twam Asi dan Tri Hita Ka-rana, conservator nilai keagamaan, serta role model dan inspirator karakter inklusif di lingkungan sekolah. (2) Hambatan yang dihadapi mencakup aspek in-ternal berupa isolasi peran (role isolation) dan kecenderungan eksklusif siswa minoritas, serta hambatan eksternal berupa ketimpangan komposisi kelas mul-tikultural, keterbatasan buku teks/bahan ajar nasional yang kurang mengako-modasi kearifan lokal (content gap), benturan ekspektasi domestik/orang tua, ser-ta ketiadaan ruang kelas khusus keagamaan Hindu. (3) Strategi adaptif yang dit-erapkan guru mencakup Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis role sharing, pembentukan Forum Diskusi Huma Betang, pengembangan konten digi-tal edukatif Hindu Kaharingan, serta pemanfaatan media seni rupa lokal (seperti Sapundu) untuk menjembatani keterbatasan ruang ibadah. Integrasi strategi ini berhasil mentransformasi interaksi siswa minoritas dari rasa terasing menjadi kolaboratif. Penelitian ini memberikan kontribusi da-lam merekonstruksi ekosistem belajar inklusif yang mengawinkan konsep Tri Mandala Hindu dengan filosofi egaliter Huma Betang Dayak, guna mewujudkan ruang kelas sebagai laboratorium sosial pembentuk ketahanan mental dan karak-ter moderat siswa. Kata Kunci: Guru Agama Hindu, Moderasi Beragama, Huma Betang, Era Glob-alisasi, Minoritas. ABSTRACT The dynamics of the globalization era and the flow of digital information trigger polarization and a decline in the understanding of religious moderation in school environments. These conditions lead to psychological barriers such as role isolation among minority Hindu students in public schools. This study is directed towards gaining clarity and its implications for Hindu Religious Education in schools. The research questions serving as the foundation of this study are (1) What is the role of Hindu Religious Education (PAH) teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools in Palangka Raya City? (2) What obstacles are faced by PAH teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools across Palangka Raya City? (3) What adaptive strategies are implemented by PAH teachers in strengthening students' religious moderation in State Senior High Schools in Palangka Raya City? Through a qualitative approach with a case study design, data were col-lected using participatory observation methods, in-depth interviews, and docu-mentation studies. Data validity was maintained through extended observation and member checking. The data were then interpreted using three conceptual an-alytical frameworks: Biddle's Role Theory, Lev Vygotsky's Social Constructivism Theory, and James A. Banks' Multicultural Education Theory. Based on the substance used in this study, several findings were obtained, includ-ing: (1) The role of PAH teachers consistently functions as value transmitters in-ternalizing the teachings of Tat Twam Asi and Tri Hita Karana, conservators of religious values, as well as role models and inspirators for inclusive character building in schools. (2) The obstacles faced include internal aspects such as role isolation and exclusive tendencies among minority students, alongside external obstacles such as demographic imbalances in multicultural classrooms, a lack of national textbooks/learning materials incorporating local wisdom (content gap), domestic/parental expectations resistance, and the absence of dedicated class-rooms for Hindu religious activities. (3) The adaptive strategies implemented by teachers include Character Education Strengthening (PPK) based on role-sharing, establishing Huma Betang Discussion Forums, developing Hindu Kaharingan ed-ucational digital content, and utilizing local fine arts media (such as Sapundu) to overcome spatial limitations for religious worship. The integration of these strategies successfully transformed minority stu-dent interactions from feeling isolated to becoming collaborative. This research contributes to reconstructing an inclusive learning ecosystem by synthesizing the Balinese Hindu Tri Mandala spatial concept with the egalitarian Dayak Huma Betang philosophy, ultimately transforming classrooms into social laboratories that foster mental resilience and moderate character among students. Keywords: Hindu Teachers, Religious Moderation, Huma Betang, Globalization Era, Minority.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Santy Yesy. 2025. Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya . Pembimbing I: Tri Aspiyana,M.Pd pembimbing II: Krisma Natalia,M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Fenomena dikampus IAHN-TP Palangka Raya pada kehidupan sosial akademik dan keagamaan mahasiswa sangat multikultur tidak hanya mahasiswa hindu tetapi juga terdapat mahasiwa dari agama kristen, islam, dan katolik, di dalam kehidupan tentunya ada nilai-nilai moderasi beragama. Berdasarkan dari latar belakang tersebut rumusan masalah yang dikaji yakni penerapan Nilai Toleransi dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu Pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dan Penerapan Nilai Anti Kekerasan dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan nilai toleransi dan nilai anti-kekerasan dalam moderasi beragama pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dengan menggunakan teori pendidikan Nilai Prof.Vekantaiah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berlandaskan fenomenologi, jenis data yang digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dalam penelitian peneliti sebagai instrumen penelitian utama, pedoman observasi dan wawancara sebagai instrumen pendukung, teknik analisis data yang digunakan analisis data Miles dan Huberman terdiri dari kondensasi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan member check dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai toleransi dan anti kekerasan tercermin pada mahasiswa dalam sosial, akademik, dan sikap mahasiswa dijalankan dengan baik mampu saling menerima, menghormati, dan menghargai perbedaan sehingga interaksi sosial yang harmonis dapat terjaga secara konsisten. Sementara itu, penerapan nilai anti-kekerasan dijalankan dengan baik penuh cinta kasih terlihat dari absennya tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal, serta terciptanya lingkungan kampus yang damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi martabat bersama.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pendidikan Moderasi Beragama dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki ciri khas mempunyai sikap toleransi yang tinggi. Salah satu suku yang memiliki sikap toleransi tinggi adalah Suku Dayak Ngaju. Baiknya pendidikan moderasi beragama yang diterapkan dalam kehidupan keluarga Dayak Ngaju, membuat minimnya konflik agama terjadi dalam keluarga. Keluarga Dayak Ngaju dari jaman nenek moyang terbiasa hidup bersama dengan banyak anggota keluarga dalam Huma Betang, yang membuat mereka terbiasa untuk menerima dan memahami perbedaan, seperti perbedaan agama,. Sehingga terciptanya kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, serta menekankan pada keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Penelitian dengan judul “Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya” memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (2) Bagaimana peranan pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? (3) Bagaimana implikasi pendidikan moderasi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian menggunakan aliran fenomenologi. Alasan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif adalah untuk memberikan gambaran pendidikan moderasi dalam keluarga Dayak Ngaju di Kota Palangka Raya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Teori dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi primer, teori fungsionalisme struktural, dan teori Pendidikan multikultural. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan moderasi beragama yang diterapkan oleh keluarga Dayak Ngaju mengajarkan konteks ajaran agama yang moderat, menghindari sikap ekstremisme, intoleran, dan menumbuhkan empati, kegiatan diskusi informal dan dialog terbuka, menjalankan konsep keseimbangan, menanamkan nilai komitmen kebangsaan, menumbuhkan rasa toleransi, persaudaraan, kedamaian, menghargai keberagaman dan perbedaan, kesatuan keluarga, kerukunan keluarga, kedamaian keluarga, kesejahteraan keluarga, dan kebahagiaan keluarga.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PENGURUS MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENANAMKAN MODERASI BERAGAMA DI DESA TUMBANG KALANG KECAMATAN ANTANG KALANG KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Purwanto, 2023. Peran Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Menanamkan Moderasi Beragama Di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur, Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Dosen Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si Desa Tumbang Kalang adalah sebuah desa yang terletak di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Hasil observasi peneliti menemukan adanya fenomena sosial yakni desa tersebut memiliki empat rumah ibadah yang berdampingan yakni Balai Basarah Hindu Kaharingan, Gereja Katholik, Gereja Kristen Protestan, serta Masjid. Berdasarkan fenomena tersebut terdapat permasalahan yang ditemukan peneliti yaitu, kurangnya pemahaman dalam moderasi bergama pada beberapa umat Hindu Kaharingan di sana yang mengacu pada adannya oknum dari masyarakat umat Hindu Kaharingan mencampuri (mengomentari) urusan peribadahan umat agama lain. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Peran Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Menanamkan Moderasi Beragama Di Desa Tumbang Kalang. 2). Apakah Kendala Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Menanamkan Moderasi Beragama Di Desa Tumbang Kalang. Penelitian ini bertujuan: 1). Mengetahui Peran Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Menanamkan Moderasi Beragama. 2). Mengetahui Kendala Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Menanamkan Moderasi Beragama. Teori dalam penelitian ini teori Fenomenologi dan teori Tindakan Sosial Max Weber. Metode penelitian ini metode Kualitatif menggunakan teknik penentuan informan Purposive Sampling dengan jumlah informan terdiri dari 9 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data kualitatif meliputi empat langkah yaitu mengumpul data, kondensasi data, penyajian data, serta melakukan penarikan data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam menanamkan moderasi bergaama di Desa Tumbang Kalang adalah sebagai berikut: 1). Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan penyuluhan kepada umat Hindu Kaharingan dalam mengajarkan moderasi beragama. 2). Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan Sosialisi kepada umat Hindu Kaharingan dalam mengajarkan sikap saling menghargai dalam beragama. 3). Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan menjadi teladan bagi Umat Hindu Kaharingan dalam beragama.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NONA, 2023, Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing (I). Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing (II). Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H.,M.Pd.H. Moderasi beragama merupakan kunci penting dalam lanskap keragaman agama. Konsep ini menjadi salah satu alternatif dan solusi di tengah berbagai konflik dan permasalahan yang mengatasnamakan pemecah belahan atas nama agama, khususnya di Indonesia. Sehubungan dengan Program Kementerian Agama tentang Kelompok Kerja Penguatan Moderasi Beragama, begitu pentingnya Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya yaitu dengan melalui Program Sosialisasi tentang Penguatan Moderasi Beragama kepada Mahasiswa. sehingga terhindar dari tindakan Anarkisme dan tindakan radikalisme yang berkaitan erat dengan fundamentalisme. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi program penguatan moderasi beragama bagi mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, (2) mendeskripsikan kendala implementasi program penguatan moderasi beragama bagi amahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, (3) mendeskripsikan impikasi program penguatan moderasi beragama bagi mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah kampus IAHN-TP Palangka Raya. Sumber data penelitian ini adalah Dosen dan Mahasiswa. Data primer dikumpulkan melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama April 2023 hingga Mei 2023. Data sekunder berupa serangkaian dokumen legislasi yang terkait dengan formulasi dan implementasi kebijakan program Moderasi Beragama. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Implementasi Program Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya terdapat upaya dari pihak kampus untuk mewujudkan moderasi beragama, salah satunya adalah dengan membentuk Rumah Moderasi, dan bentuk kegiatan sosialisasi yang diutamakan kepada mahasiswa.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau ( Perspektif Pendidikan Hindu)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dengan tema moderasi beragama dalam masyarakat multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (perspektif pendidikan Hindu). Tujuan yang dicita-citakan bersama masyarakat Indonesia yang multikultural adalah kehidupan rukun aman, damai, tentram, sejahtera dan harmonis. Seperti itulah yang diharapkan di Kecamatan Kahayan Tengah di dalam kehidupan masyarakat yang beragam, namun masih terjadi kesenjangan dimana pada tahun 2019-2020 terjadi fenomena tindak kekerasan yang dilakukan secara non fisik dalam bentuk ajakan pindah keyakinan, perbuatan yang tidak sejalan dengan moderasi beragama dalam masyarakat multikultural sehingga hal tersebut perlu dikaji secara mendalam bagaimana moderasi beragama di Kecamatan Kahayan Tengah hal ini peneliti lakukan untuk menghindari perbedaan pendapat atau paham yang berbeda terhadap ajaran dan tradisi keagamaan yang beragam di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau supaya terjadi keharmonisan di dalam kehidupan yang multikultur. Fokus masalah peneltian ini yaitu; 1)Bagaimanakah penerapan moderasi beragama pada Masyarakat Multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah perspektif pendidikan Hindu. 2) Bagaimanakah implikasi penerapan moderasi beragama pada Masyarakat Multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah perspektif pendidikan Hindu. 3) Apa kendala penerapan moderasi beragama pada masyarakat multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau perspektif pendidikan Hindu. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah Teori Sosial Multikultural, teori Sistem, teori Hegemoni. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah : Pertama, penerapan moderasi beragama pada masyarakat multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah perspektif pendidikan Hindu ditemukan beberapa hal diantaranya toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan dan penerimaan terhadap tradisi lokal yang berbeda. Kedua, dampak dari proses penerapan moderasi beragama pada masyarakat multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah yaitu : 1) Mengambangkan rasa empati, 2) Pembentukan sikap sosial, dan 3) Memperkokoh etika sosial dan perdamaian. Ketiga, kendala penerapan moderasi beragama pada masyarakat multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau perspektif pendidikan Hindu yaitu; Interaksi yang bersifat sosial masyarakat, lingkungan lembaga dan masyarakat, dan keberpihakan kebijakan pemerintah demi kepentingan komunitas tertentu.

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail