Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NI PUTU VIDYA ARDIANI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ni Putu Vidya Ardiani, 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Pi., M.Psi., Psikolog Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan moral, karakter, dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter serta membimbing peserta didik agar mampu menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang melalui penanaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, pembinaan, pendampingan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru Pendidikan Agama Hindu, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), penyuluh Agama Hindu, MGMP Agama Hindu, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan ekstrakurikuler keagamaan; dan (3) faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta faktor internal dari dalam diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Hindu telah dilaksanakan dengan baik, namun memerlukan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal.

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ni Putu Vidya Ardiani, 2026. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Mencegah Pergaulan Bebas Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd. H Pembimbing II Raisa Vienlentia, S.Pi., M.Psi., Psikolog Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan moral, karakter, dan perilaku peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter serta membimbing peserta didik agar mampu menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru Pendidikan Agama Hindu berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam mencegah pergaulan bebas pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang melalui penanaman nilai-nilai ajaran Agama Hindu, pembinaan, pendampingan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru Pendidikan Agama Hindu, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), penyuluh Agama Hindu, MGMP Agama Hindu, serta pelaksanaan kegiatan pengembangan bakat dan ekstrakurikuler keagamaan; dan (3) faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta faktor internal dari dalam diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Hindu telah dilaksanakan dengan baik, namun memerlukan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal.