ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RESA TRI SUSANTI (2025) : Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si, dan Pembimbing II Wentin,S.Ag., M.Pd.H). Objek Wisata Banyu Habang merupakan destinasi permandian alam yang memiliki keunikan air berwarna merah, sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Atas dasar anggapan tersebut, maka fokus kajian penelitian ini ada tiga (3) rumusan masalah yaitu : 1) strategi apa yang digunakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 2) Faktor apa saja yang menghambat pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 3) Apa solusi yang dilakukan dalam upaya mengatasi hambatan pengembangan Objek Wisata Banyu Habang di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan teori analisis digunakan teori strategi pengembangan dan teori kendala. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Berdasarkan telaah dan analisis tersebut, dapat di asumsikan hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama strategi yang digunkakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang adalah melalui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan promosi digital serta media sosial. Kedua fator-faktor penghambat dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dan peran pemerintah daerah. Ketiga solusi yang ditemukan untuk mengatasi hambatan adalah pemberdayaan masyarakat lokal dan optimalisasi promosi serta branding wisata oleh pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Strategi Pengembangan Objek Wisata Dukuh Betung di Desa Tumbang Liting Kecamatan Katingan Hilir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fra Wahyu Natalia (2023) Strategi Pengembangan Atraksi Objek Wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Pembimbing I, Dr. I Wayan Salendra,S.Ag., M.Si Pembimbing II, I Wayan Sutarwam,S.Pd., M.Pd.H Bumi Perkemahan Panglima Batur merupakan salah satu objek wisata unggulan yang ada di Barito Utara. Objek wisata ini memiliki berbagai fasilitas yang penunjang sehingga memungkinkan wisatawan dapat menikmati wisata dengan baik. Meskipun demikian objek wisata ini masih belum memiliki banyak atraksi wisata yang ditawarkan, sejauh ini yang ditawarkan hanya atraksi alamnya saja sedangkan atraksi buatan masih sangat terbatas. Berdasarkan latar belakang diatas maka, permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor penghambat dan faktor pendorong pengembangan objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur dan strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Barito Utara. Teori yang digunakan adalah teori daya tarik wisata dan pengembangan pariwisata. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pengelola objek wisata Bumi Perkemahan Panglima Batur baik pemerintah maupun masyarakat. Teknik analisis yang digunakan adalah: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor penghambat yang terjadi dalam pengembangan objek wisata adalah: 1) terbatasnya dana, 2) kurangnya sumber daya manusia, 3) kurangnya kesadaran masyarakat, 4) kurangnya kerjasama dengan pihak swasta, dan 5) keterbatasan fasilitas. Selanjutnya terdapat juga faktor pendorong adalah, 1) potensi alam 2) suasana objek wisata yang nyaman, 3) kondisi wisata yang aman, 4) akses yang mudah, dan 5) kemajuan teknologi informasi. Adapun strategi pengembangan atraksi wisata yang dilakukan adalah, 1) menambah berbagai fasilitas, 2) sarana prasarana wisata, 3) meningkatkan promosi wisata, 4) melakukan kerjasama dengan dinas lain serta masyarakat, 5) membuat rencana lanjutan pada hasil pengembangan yang ada, 6) memaksimalkan potensi alam, 7) mengamati apa yang menjadi keinginan masyarakat atau wisatawan. Dengan adanya strategi pengembangan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung sehingga pendapatan daerah pun dapat meningkat dan tercapainya target yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pariwisata Bukit Batu merupakan obyek wisata unggulan yang berada di Kabupaten Katingan sehingga objek Wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara karena memiliki daya tarik tersendiri seperti keunikan batu-batunya yang menyimpan banyak sekali misteri, telaga bawin kameloh yang di percayakan mampu menyembuhakan berbagai macam penyakit. Situs bukit batu batu pada masa sekarang sangat berkembang dengan pesat. tentunya semua tidak lepas dari strategi yang di berlakukan pemeritah daerah Kabupaten Katingan, di lihat dari fasilitas yang sudah memadai dan infrastruktur pembangunan yang ada di obyek wisata ini sudah tertata dengan rapi. Menariknya obyek wisata ini sering di sebut dengan obyek wisata religi dan obyek wisata sejarah. Penelitian ini terfokus pada dua hal yaitu: 1) Strategi Pengembangan Situs Budaya Bukit Batu sebagai Destinasi Wisata Minat Khusus di Kota Kasongan Kabupaten Katingan dan 2) Implikasi dari Pengembangan Situs Budaya Bukit Batu sebagai Destinasi Wisata Minat Khusus di Kota Kasongan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Strategi Pengembangan dan Teori Religi. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Para informan berasal dari Pemerintah Daerah, Pengelola, dan Wisatawan yang ditentukan secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan sehingga menjadi hasil penelitian berupa saran atau rekomendasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi pengembangan situs budaya Bukit Batu sebagai destinasi wisata minat khusus di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan ada tiga yaitu: Pertama, Mebuat Perencanaan, Kedua, Melaksanakan Pengelolaan dan Ketiga, Melakukan Promosi Wisata; 2) Implikasi dari pengembangan situs budaya Bukit Batu ini alami empat pihak yaitu: Pertama, Menjadikan Kabupaten Katingan lebih dikenal oleh Wisatawan Nusantara maupun Luar Negeri; Kedua, Meningkatkan SDM dan mempermudah Pengelola Situs Budaya Bukit Batu dalam melaksanakan pengelolaan dan mempromosikan situs budaya bukit batu; Ketiga, terbukanya peluang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga mampu memperbaiki perekonomiaan masyarakat sekitar; Keempat, memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi para wisatawan dalam melakukan kunjungan wisata bernuansa alam, sejarah dan religi.