Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Penulis: INDA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Metodologi Penelitian Hukum : Panduan Komprehensif Penulisan Ilmiah Bidang Hukum

2026•Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan salah satu buku referensi yang menawarkan pedoman menyeluruh bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi hukum dalam melaksanakan penelitian ilmiah yang sistematis. Bab I membahas dasar-dasar metodologi penelitian hukum, termasuk pengertian, tujuan, dan ruang lingkupnya. Penulis menekankan pentingnya memahami metodologi untuk mengkaji isu-isu hukum secara mendalam dan terarah. Bab II mengeksplorasi penggunaan teori dan konsep dalam merumuskan masalah penelitian, menyusun hipotesis, serta menentukan variabel yang relevan. Bab III menguraikan metode penelitian hukum yang mencakup pendekatan normatif, empiris, dan campuran (mixed methods), dengan penjelasan rinci tentang penerapannya. Bab IV menyajikan panduan untuk menyusun laporan penelitian hukum, mulai dari struktur laporan hingga etika dan integritas penulisan ilmiah. Buku ini dirancang untuk membantu pembaca memahami langkah-langkah praktis dalam menyusun penelitian hukum yang valid dan kredibel, serta memberikan contoh nyata yang memperkuat konsep-konsep metodologis yang disajikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 KASONGAN

2025•Koleksi Perpustakaan

Penggunaan metodel ceramah yangl dilakukan olehl guru seni budaya pada pembelajaranl seni musik kelas XI di SMA Negeri 1 Kasongan terdapat kendala dalam menerapkan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan: 1) Efektivitas Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan, 2) Kendala Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme dan Teori Kendala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kasongan. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran seni musik dengan metode ceramah didukung oleh pengelolaan yang terstruktur, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video dan papan tulis interaktif, serta keterampilan mengajar guru yang baik. Kendala yang dihadapi meliputi kurang fokus siswa akibat kelelahan, suasana kelas yang tidak kondusif, dan penyampaian materi yang kurang variatif. Upaya mengatasi kendala dilakukan dengan memperkaya media pembelajaran, mengaktifkan partisipasi siswa, serta meningkatkan interaksi dan suasana kelas yang menyenangkan. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah efektif jika didukung media yang menarik dan pengelolaan yang baik, serta perlu adanya inovasi untuk mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran seni musik yang lebih variatif dan efektif di masa mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Metode Ceramah dalam Pembelajaran Seni Musik pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Kasongan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan metodel ceramah yangl dilakukan olehl guru seni budaya pada pembelajaranl seni musik kelas XI di SMA Negeri 1 Kasongan terdapat kendala dalam menerapkan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan: 1) Efektivitas Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan, 2) Kendala Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Seni Musik Pada Siswa Kelas XI SMA 1 Kasongan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme dan Teori Kendala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kasongan. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran seni musik dengan metode ceramah didukung oleh pengelolaan yang terstruktur, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video dan papan tulis interaktif, serta keterampilan mengajar guru yang baik. Kendala yang dihadapi meliputi kurang fokus siswa akibat kelelahan, suasana kelas yang tidak kondusif, dan penyampaian materi yang kurang variatif. Upaya mengatasi kendala dilakukan dengan memperkaya media pembelajaran, mengaktifkan partisipasi siswa, serta meningkatkan interaksi dan suasana kelas yang menyenangkan. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah efektif jika didukung media yang menarik dan pengelolaan yang baik, serta perlu adanya inovasi untuk mengatasi hambatan yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran seni musik yang lebih variatif dan efektif di masa mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

pelaksanaan upacara tiwah di desa samba danum kecamatan katingan tengah (perspektif manajemen pendidikan agama hindu)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan upacara tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu. Berdasarkan fenomena lapangan bahwa pelaksanaan upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan belum dikelola secara manajemen, sarana prasarana dan proses pelaksanaannya belum tertata dengan rapi serta nilai-nilainya kurang dipahami dengan baik sehingga perlu adanya manajemen yang baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan pada fokus kajian tiga aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana tata pelaksanaan upacara tiwah; (2) Apakah nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu dalam pelaksanaan upacara tiwah; (3) Apakah implikasi pelaksanaan upacara tiwah dalam perspektif manajemen pendidikan agama Hindu. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis data, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi partisipan, wawancara semi-struktur serta studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, serta instrumen pendukung pedoman wawancara, kamera, tape recorder, alat tulis. Data dilakukan verifikasi dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dideskripisikan berikut ini. Pertama, tata pelaksanaan upacara tiwah dilakukan dengan empat proses yaitu perencanaan upacara tiwah, Pengorganisasian, Pelaksanaan/penggerakan, pengawasan. Kedua, nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu ada tujuh diantaranya lebih bertanggung jawab, lebih beretika, lebih estetika, lebih disiplin, lebih efektif dan efisien, lebih teratur dan lebih material. Ketiga, implikasi pelaksanaan upacara tiwah ada dua yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Dari analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa upacara tiwah di Desa Samba Danum yang dilakukan dengan manajemen pelaksanaan yang tertata dan sesuai dengan nilai-nilai manajemen yang baik serta implikasinya bertujuan menjadi masyarakat umat Hindu Kaharingan sejahtera, harmonis dan bahagia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Upacara Tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah (Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan upacara tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah dalam perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu. Berdasarkan fenomena lapangan bahwa pelaksanaan upacara tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan belum dikelola secara manajemen, sarana prasarana dan proses pelaksanaannya belum tertata dengan rapi serta nilai-nilainya kurang dipahami dengan baik sehingga perlu adanya manajemen yang baik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan pada fokus kajian tiga aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana tata pelaksanaan upacara tiwah; (2) Apakah nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu dalam pelaksanaan upacara tiwah; (3) Apakah implikasi pelaksanaan upacara tiwah dalam perspektif manajemen pendidikan agama Hindu. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis data, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi partisipan, wawancara semi-struktur serta studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, serta instrumen pendukung pedoman wawancara, kamera, tape recorder, alat tulis. Data dilakukan verifikasi dan dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dideskripisikan berikut ini. Pertama, tata pelaksanaan upacara tiwah dilakukan dengan empat proses yaitu perencanaan upacara tiwah, Pengorganisasian, Pelaksanaan/penggerakan, pengawasan. Kedua, nilai-nilai manajemen pendidikan agama Hindu ada tujuh diantaranya lebih bertanggung jawab, lebih beretika, lebih estetika, lebih disiplin, lebih efektif dan efisien, lebih teratur dan lebih material. Ketiga, implikasi pelaksanaan upacara tiwah ada dua yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Dari analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa upacara tiwah di Desa Samba Danum yang dilakukan dengan manajemen pelaksanaan yang tertata dan sesuai dengan nilai-nilai manajemen yang baik serta implikasinya bertujuan menjadi masyarakat umat Hindu Kaharingan sejahtera, harmonis dan bahagia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Book Chapter Literasi Digital: Tren, Tantangan dan Peluang

2024•Koleksi Perpustakaan

Dengan hadirnya internet dan penggunaan teknologi komunikasi dan informatika, membuat adanya masyarakat digital, seperti yang diungkapkan McLuhan bahwa perkembangan teknologi mem-pengaruhi hidup masyarakat di suatu ruang bersama yang disebut sebagai desa global (global village). Masyarakat sosial berubah menjadi masyarakat digital dengan adanya dukungan teknologi informasi. Perubahan ini disebabkan dengan transisi dari masyarakat industri lama (old industrial society) menjadi global network society yang melibatkan aktivitas digital. TIK telah berkembang sejak tahun 1990an, terutama perkembangan teknologi informasi yang dapat menghubungkan dari seluruh pelosok dunia tanpa batasan ruang dan waktu (Kristiyono & Ida, 2019).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

SENI SUARA KANDAN DALAM UPACARA PERKAWINAN SUKU DAYAK SIANG DI DESA KOLAM KECAMATAN TANAH SIANG KABUPATEN MURUNG RAYA

2023•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK RAPENA INDAH, 2023 : Seni Suara Kandan Dalam Upacara Perkawinan Suku Dayak Siang Di Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Susi, S.Fil.H.,M.Fil.H. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Struktur teks dan pementasan kandan pada upacara perkawinan suku Dayak siang di Desa kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dan apa makna pementasan kandan pada upacara perkawinan suku Dayak Siang di Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, Kepala Adat, Mantir Adat, Basir, dan masyarakat Desa Kolam serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari kajian analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Struktur Teks dan Pementasan kandan “kandan memiliki Struktur teks yang terdiri dari Pembuka (Poteneng Nyaling) yang menggambarkan proses meminta ijin sebelum dilaksanakan potong pantan, Isi (Ngehak Hompong/Potong Pantan) yang menggambaran proses kita menyampaikan doa dan pengharapan kita untuk kedua pengantin yang telah melangsungkan upacara perkawinan, dan Penutup (Ngisok Tiwah Ma Pali) yang menggambarkan proses kita mempersilahkan pengantin laki-laki masuk ke dalam rumah dan duduk di atas gong bersama dengan pengantin perempuan. 2) Makna Pementasan kandan pada Upacara Perkawinan Suku Dayak Siang memiliki makna yaitu merupakan jalan bagi masyarakat tanah siang untuk mereka berbicara ataupun meminta doa melalui bahasa songiang yaitu kandan, untuk kita mendoakan kedua pengantin yang telah melangsungkan upacara perkawinan supaya selalu di berikan kesehatan, rejeki dan umur panjang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SENI SUARA KANDAN DALAM UPACARA PERKAWINAN SUKU DAYAK SIANG DI DESA KOLAM KECAMATAN TANAH SIANG KABUPATEN MURUNG RAYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RAPENA INDAH, 2023 : Seni Suara Kandan Dalam Upacara Perkawinan Suku Dayak Siang Di Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyan Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Nali Eka, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Susi, S.Fil.H.,M.Fil.H. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Struktur teks dan pementasan kandan pada upacara perkawinan suku Dayak siang di Desa kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya dan apa makna pementasan kandan pada upacara perkawinan suku Dayak Siang di Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, Kepala Adat, Mantir Adat, Basir, dan masyarakat Desa Kolam serta dokumen yang digunakan adalah arsip, dokumen resmi Desa Kolam Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari kajian analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Struktur Teks dan Pementasan kandan “kandan memiliki Struktur teks yang terdiri dari Pembuka (Poteneng Nyaling) yang menggambarkan proses meminta ijin sebelum dilaksanakan potong pantan, Isi (Ngehak Hompong/Potong Pantan) yang menggambaran proses kita menyampaikan doa dan pengharapan kita untuk kedua pengantin yang telah melangsungkan upacara perkawinan, dan Penutup (Ngisok Tiwah Ma Pali) yang menggambarkan proses kita mempersilahkan pengantin laki-laki masuk ke dalam rumah dan duduk di atas gong bersama dengan pengantin perempuan. 2) Makna Pementasan kandan pada Upacara Perkawinan Suku Dayak Siang memiliki makna yaitu merupakan jalan bagi masyarakat tanah siang untuk mereka berbicara ataupun meminta doa melalui bahasa songiang yaitu kandan, untuk kita mendoakan kedua pengantin yang telah melangsungkan upacara perkawinan supaya selalu di berikan kesehatan, rejeki dan umur panjang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN MANTIR ADAT DALAM PENYELESAIAN PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DI DESA TEWANG TAMPANG KECAMATAN TASIK PAYAWAN KABUPATEN KATINGAN

2023•Koleksi Perpustakaan

INDA,2023, Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Perkawinan Dibawah Umur Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institute Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dra Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Sri kayun, SH.,M,Si Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilangsungkan oleh seorang perempuan dan laki-laki sebelum usia 19 tahun karena melanggar adat dan diselesaikan oleh mantir adat melalui perkawinan adat setempat sehingga terhindar dampak bagi lingkungan sekitar. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? Adapun Teori yang yang relevan dalam penelitian ini adalah Teori Kewenangan dan Teori sebab akibat (kausalitas). Subjek penelitian Kedamangan, Mantir adat, Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Pihak perempuan dan Orang tua Pihak Laki laki. Metode yang di gunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul di analisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut di atas maka dapat disimpulkan : (1) Peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu mantir adat menyelesaikan dengan adat setempat dan proses penyelasaian tahap pelaporan, musyawarah, pelaksanaan upacara perkawinan. (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu Dampak positif bagi kedua pasangan terhindar dari prasangka masyarakat lingkungan dan penetralan lingkungan. Dampak negatif terdapat Malapetaka tidak hanya bagi kedua pasangan namun lingkungan sekitarpun berdampak buruk. Kata kunci : Perkawinan di bawah umur, Peran Mantir Adat, Dampak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN SANKSI ADAT SALA BASA DALAM KASUS PELECEHAN PADA MASYARAKAT DAYAK U’UT DANUM DI DESA TUMBANG HABANGOI KECAMATAN PETAK MALAI KABUPATEN KATINGAN

2023•Koleksi Perpustakaan

LINDANG, 2023 : Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si Indonesia merupakan negara yang menganut sistem pluralitas dalam bidang hukum dimana mengakui keberadaan hukum Negara/Positif, hukum Agama dan hukum Adat. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagian masyarakat masih menggunakan hukum adat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungannya. Masyarakat Dayak U’ut Danum menerapkan sanksi adat untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggaran hukum adat yaitu kasus pelecehan yang dilakukan oleh masyarakatnya yaitu Sanksi adat Sala Basa. Oleh sebab itu peneliti mengelaborasikan tentang Penerapan Sanksi Adat Sala Basa dalam kasus Pelecehan pada masyarakat Dayak U’ut Danum, dengan lokasi penelitian di Desa Tumbang Habangoi. Penelitian ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. (2) Apa Dampak Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. Metode yang di gunakan adalah penelitian hukum empiris sosiologis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain 3 orang Mantir Adat, 1 orang ketua Rukun Warga (RW) dan 2 Orang Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa Penerapan sanksi adat sala basa di Desa Tumbang Habangoi tetap dilaksanakan dan di taati oleh setiap warga masyarakat. Dalam penerapan sanksi adat Sala Basa bisa di lakukan oleh petugas adat, Mantir Adat, dan aparat Desa bersama dengan tokoh Masyarakat adat dalam pelaksanaanya di masyarakat. Kemudian dampak yang ditimbulkan terdapat 2 (dua) yaitu dampak positif dan negatif. Secara dampak positif terkait penerapannya Penerapan sanksi adat Sala Basa ini sangat berdampak positif untuk diterapkan, menimbulkan Efek Jera, hukum adat benar-benar diterapkan sehingga kepercayaan masyarakat meningkat terhadap penegakan hukum adat dan keseimbangan alam terjaga dengan dilaksanakan ritual hasaki hapalas dan Hasadingen. Secara Dampak Negatif ada beberapa yang berdampak negatif dalam penerapan sanksi adat sala basa dalam kasus pelecehan yaitu : Tidak dapat menghilangkan sanksi sosial yang diterima oleh pihak korban. Kata kunci : Penerapan, Sanksi Adat Sala Basa, Pelecehan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Mantir Adat dalan Penyelesaian Perkawinan di Bawah Umur di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INDA,2023, Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Perkawinan Dibawah Umur Di Desa Tewang Tampang Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Prodi Hukum Adat Institute Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dra Made Ratini, M.Si. Pembimbing (II) Sri kayun, SH.,M,Si Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilangsungkan oleh seorang perempuan dan laki-laki sebelum usia 19 tahun karena melanggar adat dan diselesaikan oleh mantir adat melalui perkawinan adat setempat sehingga terhindar dampak bagi lingkungan sekitar. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1) peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan ? Adapun Teori yang yang relevan dalam penelitian ini adalah Teori Kewenangan dan Teori sebab akibat (kausalitas). Subjek penelitian Kedamangan, Mantir adat, Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Pihak perempuan dan Orang tua Pihak Laki laki. Metode yang di gunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul di analisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari analisis data tersebut di atas maka dapat disimpulkan : (1) Peran mantir adat dalam proses penyelesaian perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu mantir adat menyelesaikan dengan adat setempat dan proses penyelasaian tahap pelaporan, musyawarah, pelaksanaan upacara perkawinan. (2) Dampak apabila tidak dilakukan penyelesaikan secara adat pada perkawinan di bawah umur di desa tewang tampang kecamatan tasik payawan kabupaten katingan yaitu Dampak positif bagi kedua pasangan terhindar dari prasangka masyarakat lingkungan dan penetralan lingkungan. Dampak negatif terdapat Malapetaka tidak hanya bagi kedua pasangan namun lingkungan sekitarpun berdampak buruk. Kata kunci : Perkawinan di bawah umur, Peran Mantir Adat, Dampak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengantar Hukum Indonesia

2023•Koleksi Perpustakaan

Buku ini diperuntukkan sebagai sumber bacaan bagi kalangan akademisi, mahasiswa Fakultas Hukum, praktisi di bidang hukum, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk mempelajari tatanan hukum di Indonesia beserta segala Hukum Positif (Ius Constitutum) yang berlaku dari masa ke masa. Uraian materi dalam buku ini ditata sedemikian rupa sehingga dapat dipelajari secara runtut dan terangkum dalam 13 (tiga belas) bab yang terdiri atas Pendahuluan berisi Konsep dasar/pengantar Tata Hukum Indonesia (Bab 1), Hukum dan Tata Hukum Indonesia (Bab 2), Sejarah Tata Hukum dan Politik Hukum Indonesia (Bab 3), Sistem Hukum Dunia (Bab 4), Hukum Adat (Bab 5), Hukum Perdata (Bab 6), Hukum Pidana (Bab 7), Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (Bab 8), Hukum Dagang (Bab 9), Hukum Agraria (Bab 10), Hukum Internasional (Bab 11), Peradilan Tata Usaha Negara (Bab 12), dan Hukum Acara (Bab 13).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengantar Hukum Indonesia

2023•Koleksi Perpustakaan

Konsep Hukum: Dinamika Perkembangan Di Dunia & Kontribusinya Bagi Dinamika Ilmu Hukum Di Indonesia, Sistem Hukum Di Dunia, Sistem Hukum Indonesia, Element Of System Dalam Sistem Hukum Indonesia, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Pengantar Hukum Internasional, Pengantar Hukum Dagang, Hukum Islam, Hukum Pidana, Pengaturan Ilmu Hukum Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Dan Hak Asasi Manusia

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Sanksi Adat Sala Basa dalam Kasus Pelecehan pada Masyarakat Dayak U’ut Danum di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LINDANG, 2023 : Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing (I) Mariatie, S.Ag.,M.Si Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si Indonesia merupakan negara yang menganut sistem pluralitas dalam bidang hukum dimana mengakui keberadaan hukum Negara/Positif, hukum Agama dan hukum Adat. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagian masyarakat masih menggunakan hukum adat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungannya. Masyarakat Dayak U’ut Danum menerapkan sanksi adat untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggaran hukum adat yaitu kasus pelecehan yang dilakukan oleh masyarakatnya yaitu Sanksi adat Sala Basa. Oleh sebab itu peneliti mengelaborasikan tentang Penerapan Sanksi Adat Sala Basa dalam kasus Pelecehan pada masyarakat Dayak U’ut Danum, dengan lokasi penelitian di Desa Tumbang Habangoi. Penelitian ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. (2) Apa Dampak Penerapan Sanksi Adat Sala Basa Dalam Kasus Pelecehan Pada Masyarakat Dayak U’ut Danum Di Desa Tumbang Habangoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan ?. Metode yang di gunakan adalah penelitian hukum empiris sosiologis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang antara lain 3 orang Mantir Adat, 1 orang ketua Rukun Warga (RW) dan 2 Orang Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari narasumber di kumpulkan dan disusun secara sistematis kemudian di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa Penerapan sanksi adat sala basa di Desa Tumbang Habangoi tetap dilaksanakan dan di taati oleh setiap warga masyarakat. Dalam penerapan sanksi adat Sala Basa bisa di lakukan oleh petugas adat, Mantir Adat, dan aparat Desa bersama dengan tokoh Masyarakat adat dalam pelaksanaanya di masyarakat. Kemudian dampak yang ditimbulkan terdapat 2 (dua) yaitu dampak positif dan negatif. Secara dampak positif terkait penerapannya Penerapan sanksi adat Sala Basa ini sangat berdampak positif untuk diterapkan, menimbulkan Efek Jera, hukum adat benar-benar diterapkan sehingga kepercayaan masyarakat meningkat terhadap penegakan hukum adat dan keseimbangan alam terjaga dengan dilaksanakan ritual hasaki hapalas dan Hasadingen. Secara Dampak Negatif ada beberapa yang berdampak negatif dalam penerapan sanksi adat sala basa dalam kasus pelecehan yaitu : Tidak dapat menghilangkan sanksi sosial yang diterima oleh pihak korban. Kata kunci : Penerapan, Sanksi Adat Sala Basa, Pelecehan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metodologi Penelitian Pendidikan

2022•Koleksi Perpustakaan

Konsep Metodologi Penelitian, Fungsi dan ciri Metodologi Penelitian, Tahan-tahap Penelitian, Peran Metode Dalam Penelitian, Perkembangan Metodologi Penelitian, Hakikat Metodologi Penelitian Pendidikan, Teknik Perumusan Masalah, Teknik Menyusun Kajian Teori, Perumusan Hipotesa, Variabel Penelitian, Teknik Sampling untuk penelitian, Instrumen Penelitian, Penelitian Tindakan Kelas, Metode Pengolahan dan Analisis Data

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metodologi Penelitian Kuantitatif

2022•Koleksi Perpustakaan

Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: Paradigma Penelitian Kuantitatif ; Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif; Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Signifikansi Penelitian; Teori dan Kajian Pustaka; Variabel dan Hipotesis Penelitian Kuantitatif; Menyusun Kuesioner; Penentuan Populasi Sampel dan Data Penelitian Kuantitatif; Dasar-Dasar Statistik dalam Penelitian Kuantitatif; Uji Statistik pada Analisis Deskriptif, Asosiatif dan Komparatif; Uji Anova; Penyajian Data, Analisis Data, dan Interpretasi Data Kuantitatif; Menyusun Proposal Penelitian; dan Menyusun Laporan Penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail