Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

664 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

UPACARA PAKANAN SAHUR LEWU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BATU PUTER KECAMATAN RUNGAN HULU KABUPATEN GUNUNG MAS (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan)

2021•Koleksi Perpustakaan

MARA.2021. Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan) Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Pembimbing II, Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Upacara Pakanan Sahur Lewu merupakan salah satu dari lima macam upacara khas suku Dayak Ngaju. Pakanan berarti memberikan persembahan berupa sasajen kepada roh leluhur atau orang-orang suci yang diselenggaran dalam suatu desa atau kampung. Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada para leluhur agar terhindar dari segala macam penyakit, serta diberikan berkat yang berlimpah dalam kehidupannya. Upacara Pakanan Sahur Lewu pada umumnya tidak hanya diikuti oleh masyarakat beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi masyarakat umat lain (non Hindu) juga ikut serta melaksanakan upacara tersebut. Namun, dewasa ini pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu di Desa Batu Puter terjadi permasalahan dikarenakan kurangnya pemahaman sebagian umat lain tentang upacara tersebut.Oleh karena itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:(1) Bagaimana mitologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (2) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Ma (3) Apa Makna Teologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitologi, pelaksanaan, dan makna upacara Pakanan sahur Lewu. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural, teori mitologi dan , teori simbol Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Mitologi Pakanan Sahur berawal dari kepercayaan umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter bahwa terdapat 7 roh leluhur/ sahur parapah yang diturunkan ke oleh Raying Hatalla untuk menjaga kelestarian alam.(2) pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu ini biasanya dilaksanakan selama 1-3 hari, dimulai dengan pemukulan ketambung sebagai media pengiring doa, dilanjutkan dengan hari ke dua,yaitu Mujan Tawur ini yang juga dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan upacara Pakanan Sahur tersebut, dan yang ketiga, Pamuhun Talawang proses ini dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara tersebut sudah dimulai. Makna teologi dalam upacara Pakanan Sahur Lewu tentang makna kain putih sebagai simbol kesucian dan beras tambak sebagai simbol kehormatan kepada leluhur menurut sistem keyakinan umat Hindu kaharingan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN JANTUR DOYAM DI DESA NIHAN HILIR KECEMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA

2021•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK NORI, 2021. Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara. Pembimbing I : Budi Purnomo, SH.,M.Si Dan Pembimbing II : I Wayan Sindia Griya Danika, S.Kom., M.T. Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang pada saat ini masih terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara sendiri memiliki sektor pariwisata unggulan yang menjadi magnet penarik pembangunan ekonomi yang sangat besar untuk meningkatkan aset pendapatan daerah. Objek wista unggulan tersebut dikenal dengan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam. Air Terjun Jantur Doyam merupakan objek wisata alam yang dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara. Dengan adanya objek wisata Air Terjun Jantur Doyam tersebut diharapkan dapat memberikan peluang yang besar dalam kesempatan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi serta mampu menanggulangi angka kemiskinan. Seiring berkembang dan majunya suatu objek wisata maka semakin untung yang dirasakan oleh masyarakat. Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam juga banyak dihadapkan dengan berbagai kendala yang berpotensi menghambat berjalannya rencana pengembangan dan pembangunan objek wisata daerah. Maka dari itu Pemerintah Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara saat ini berusaha keras melakukan berbagai upaya yang dapat menanggulangi kendala yang sering dihadapi. Berdasarkan pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Kendala apa saja yang dialami dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (2) Bagaimana strategi pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata air terjun jantur doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? (3) Bagaimana bentuk pelaksanaan strategi pemerintah desa dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam Di Desa Nihan Hilir Kecematan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Teori Pembangunan dan (2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendiskripsikan data lapangan mengenai permasalah penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam belum terlaksana secara optimal. Pengembangan yang dilakukan yaitu (1) menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata serta (2) pengembangan promosi wisata. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam yaitu terbatasnya anggaran dana, terbatasnya sumber daya manusia, belum optimalnya strategi pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam dan promosi wisata. (3) Upaya yang dilakukan menambah fasilitas, meningkatkan sosialisasi sadar wisata, melakukan perbaikan infrastruktur dan kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan objek wisata Air Terjun Jantur Doyam. Kata Kunci : Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Jantur Doyam.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UPACARA NGABEN SEDERHANA PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA BASARANG JAYA KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS

2021•Koleksi Perpustakaan

The Ngaben ceremony is part of the Pitra Yadnya which is based on Pitra Rna (Debt of services to ancestors). Some Hindus carry out the cremation ceremony which is simpler, meaning that it is economical, easy, not too long, but still in the order of the cremation ceremony which does not eliminate the meaning of the pitra yadnya ceremony. Hindus in Basarang District carry out a simple ngeben ceremony, but many doubt the perfection of the simplification of the Ngaben ceremony. The shorter Ngaben ceremony is better. So it is necessary to further investigate its existence in the paradigm of Hindu teachings. This research consists of three stages, namely: (1) The form of the implementation of a simple cremation ceremony in the Hindu community in Basarang Jaya Village, (2) the response of the Hindu community to the implementation of the cremation ceremony, (3 ) Hindu educational values contained in the simple cremation ceremony. Data obtained from observations, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation. The results of the analysis with descriptive research methods using a qualitative approach, namely the simple Ngaben ceremony procession can be understood through 3 stages, Body Care (bathing the corpse, ngaskare, delivering the corpse to the grave, matur piuning in prajapati, praying, ngeseng, nganyut), Preparation for the Ngeroras Ceremony (Mecaru, ngulapin, ngaskara and nganyut) and preparation for nuntun/teaching or nyegara gunung (ngulapin fresh, nuntun Dewa Hyang, praying in village temples and ngelinggihang Dewe Hyang in Kawitan or sanggah rong dua ). Simple, namely simple cremation can be well received in society. The existence of implementation efficiency, cost, time, facilities and more practical. The Hindu educational values contained in the simple Ngaben ceremony are Tattwa Values, Religious Education Values, Ethical Education Values,

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI KELURAHAN TUMBANG JUTUH KECAMATAN RUNGAN KABUPATEN GUNUNG MAS DITINJAU DARI PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974

2021•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK RUSNIATI, 2021 : Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Armadiansyah, S.Ag,SH.,MH. Pernikahan Dini Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Ditinjau Dari Perspektif UU No 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa pasangan calon pengantin pria dapat melangsungkan perkawinan apabila telah berusia 21 tahun dan calon pengantin wanita telah berusia 18 tahun. Masalah dalam penelitian ini adalah 1 Apa akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974. 2) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori kesadaran hukum/kepatuhan hukum, Teori Objektivitas Hukum. Metode yang digunakan metode kualitatif. Peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik pusposive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Akibat hukum yang timbul dari pasal 7 ayat (1) Undang-Undang No. 01 Tahun 1974 (1) anak yang lahir dari perkawinan, adalah anak sah berdasarkan (pasal 42 UU no. 1 Tahun 1974, (2) Suami menjadi waris dari istri dan sebaliknya istri menjadi waris bagi suaminya, apabila salah seorang meninggal dalam perkawinan. Maka dari itu pentingnya perkawinan yang cukup umur berdasarkan UU No. 1 pasal 7 ayart 1 tahun 1974. 2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir prilaku masyarakat Hindu Kaharingan dalam hal pernikahan dini, seperti : (1) Pemberian nasehat oleh pemimpin perkawinan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (2) Pemberian nasehat oleh saksi pertunangan kepada pasangan tunangan agar tidak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. (3) Pemberian pertanyaan oleh modin kepada pasangan yang akan menikah tentang apakah mereka sudah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah atau tidak. (4) Pengharusan melakukan upacara pertobatan bagi pasangan yang hamil lebih dahulu sebelum pernikahan. (5) Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini adalah mendorong para siswanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membekali para pelajar tersebut untuk tidak melakukan tindakan siswa/pelajar Kegiatan-kegiatan tersebut berupa kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan keterampilan dan lain sebagainya. Pihak sekolah sering memberikan pelatihan keterampilan skil bagi siswa siswi untuk mengasah kemampuan mereka dan semuanya. (6) Pengawasan orang tua merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan pernikahan remaja usia dini. Peran orang tua ini berupa nasehat untuk menjaga diri dan pergaulan, menanamkan nilai moral, menjadi teladan, memberikan pola asuh yang baik, bagaimana cara bergaul, serta berdiskusi ix dengan anak tentang hal-hal penting lainnya. Orang tua harus selalu memberikan nasehat untuk menjaga dirinya serta mengawasi kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Orang tua juga harus menanamkan nilai-nilai kebaikan agar moral anak baik. Orang tua harus bisa memberikan contoh, tidak mengekang tapi anak-anak tidak bebas dalam bergaul.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata sebagai peningkatan disiplin kerja guru di SDN-1 lunuk Ramba Kecamatan Basarang

2021•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Wayan Miarsa, 2021 ”Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata sebagai peningkatan disiplin kerja guru di SDN-1 lunuk Ramba Kecamatan Basarang”. Pembimbing I : Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II : Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si Pengelolaan disiplin guru guna terciptanya disiplin kerja, dalam proses pencapaian kemajuan, meningkatkan sumber daya manusia diperlukan sebuah upaya yang mesti dilakukan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata sebagai dasar interpretasi dalam disiplin pada diri kemudian direalisasikan pada sikap tindakan dalam kerja. Penelitian ini terfokus pada Nilai-nilai Kepemimpinan Asta Brata dalam disiplin kerja guru dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam ajaran Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja guru, 2) Bagaimana Relevansi Nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramba, 3) Bagaimana langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam rangka mengaplikasikankan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata pada SDN-1 Lunuk Ramba. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori Analisis Kontent (Analisis nilai) dari Vredenbreght, Teori Fungsionalisme Struktural dengan Skema Agil yang dikemukakan Talcott Parsons, Teori Sosialisasi atau Teori Belajar dari Edwin H. Sutherland. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi kepustakaan. Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja pegawai ada beberapa yaitu; 1) nilai kearifan, dan kewibawaan pada Indra Brata 2) nilai keberanian, keadilan dan bijaksana pada Yama Brata 3) Nilai-nilai Semangat, efektif dan efisien pada Surya Brata. 4) nilai-nilai penerangan dan empati pada Candra Brata. 5) nilai rendah hati dan moral yang luhur pada Vayu Brata. 6) nilai-nilai teguh pendirian dan rela mengabdi pada Kuwera Brata . 7) nilai-nilai berwawasan luas, berinisiatif, kreatif dan inovatif pada Varuna Brata 8) nilai-nilai kemuliaan dan tanpa pilih kasih pada Agni Brata. Kedua, relevansi nilai-nilai kepemimpinan asta brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramaba yaitu; 1) relevansi nilai sikap dan prilaku, 2) Relevansi nilai personal dan relevansi nilai sosial dapat terwujud dari interpretasi nilai-nilai Asta Brata sebagai norma yang menjadi tolak ukur dalam penanaman nilai terbaik pada diri pribadi; 3) Relevansi nilai subjektif dan nilai objektif dalam mewujudkan disiplin kerja pegawai. Ketiga, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata ; 1) Langkah dari guru, dimensi integrasi nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam meningkatkan disiplin kerja pada diri; 2) Langkah-langkah dari pimpinan, Pendekatan aksi sosial, yaitu pengkombinasian pendekatan transformatif dengan aktivitas-aktivitas yang berupaya untuk melakukan perubahan; 3) Langkah-langkah dari instansi yaitu; Lembaga memberikan dimensi pembelajaran yang sama dan adil, menuangkan dalam format pelatihan, diklat, seminar, lokakarya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMAN-1 BASARANG (KAJIAN ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK)

2021•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji tentang pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang (kajian tentang aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik). Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia Hindu yang berkualitas. Upaya tersebut di antaranya melalui pendidikan agama Hindu, dan sebagai kunci utama yang harus dibenahi. Karena, manusia yang berkualitas ialah manusia yang memiliki iman dan taqwa, ilmu dan pengetahuan, cakap dan terampil bekerja serta berbudi pekerti luhur. Semuanya itu akan terwujud melalui proses pembelajaran pendidikan agama Hindu. Sehubungan dengan proses pembelajaran pendidikan agama Hindu dimaksud maka sektor pendidikan formal seperti SMAN-1 Basarang memiliki peran penting dalam rangka mewujudkan manusia Hindu yang berkualitas baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini terfokus pada tiga aspek pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang. 1) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? 2) ) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Apa kendala pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? 3) ) Kajian aspek kognitf, afektif, dan psikomotorik dengan rumusan masalah: Bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang? Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut adalah teori konstruktivistik, teori belajar bihavioristik, dan teori belajar humanistik. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumen. Beberapa hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang dalam kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sangat dipengaruhi oleh tiga tahapan pembelajran. Ketiga tahapan itu adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kedua, kendala yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang berdasarkan kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yaitu kendala dari dalam diri peserta didik, pendidik (guru), sarana dan prasarana belajar, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Ketiga, upaya untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu berdasakan kajian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik tersebut memerlukan upaya peserta didik (siswa) dan uapaya dari pendidik (guru), upaya peningkatan sarana dan prasarana belajar, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, dan termasuk lingkungan masyarakat yang dapat memdukung terciptanya proses pembelajaran pendidikan agama Hindu.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER SISWA HINDU DI SMA NEGERI 1 BASARANG KECAMATAN BASARANG KABUPATEN KAPUAS (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

2021•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang Kecamatan Basarang (perspektif pendidikan agama Hindu). Strategi pembinaan karakter siswa Hindu yang berdasarkan pada ajaran agama Hindu saat ini sangatlah diperlukan untuk menghindari siswa Hindu berperilaku menyimpang. Ini dilakukan sekali gus untuk sebuah kelestarian nilainilai etika dan susila dalam ajaran agama Hindu, guna mencapai tujuan hidup dalam agama Hindu itu sendiri yaitu “Moksartham Jagadhita Ya Ca Ithi Dharma”. Penelitian ini terfokus pada strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang dengan rumsan masalah: 1) Strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang Perspektif Pendidikan Agama Hindu, 2) Faktor penghambat pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang, 3) Upaya yang dilakukan dalam pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori fungsionalisme, teori pembelajaran, teori tingkah laku. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi dokumen. Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang yaitu; 1) Dharma agama; Praktek keagamaan seperti mejejaitan, mekidung, pembacaan sloka weda, tiga jenis berperilaku seperti asih, punia dan bhakti. 2) Dharma Negara; dapat dilaku dengan menanamkan siskap kepatuhan dan tunduk kepada Negara baik terhadap tugas, hak, kewajiban, sebagai siswa atau pun sebagai warga Negara termasuk dalam pengertian seluas-luasnya. Kedua, faktor penghambat pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang yaitu; 1) faktor diri siswa, seperti adanya tekanan dari dalam diri seperti intelegensi, perhatian, minat belajar yang kurang, sikap terhadap belajar, motivasi diri, dan kurang percaya diri. 2) faktor dari tenaga pendidik, seperti, sistem komunikasi pendidik yang kurang baik, dan beban psikologis, kepercayaan emosi keagamaan, kurang memberikan perhatian pada proses pembinaan, tidak memiliki bakat dan kematangan dan ketidak siapan pendidik. (3) faktor dari orang tua, seperti; faktor relasi yang tidak baik antara orang tua dengan anak, Suasana rumah yang tegang, ribut dan sering terjadi cekcok, orang tua bermasalah. Ketiga, upay yang dapat dilakukan seperti: 1) Upaya siswa; meningkatkan intelegensi, minat, perhatian, rajin belajar, mengasah kemampaun, dan kecerdasan intelektual. 2) Upaya tenaga pendidik; memperhatikan sistem pembinaan, isi materinya, kesediaan media atau sumber dan penilian. 3) Upaya orang tua siswa; motivator, fasilatator, mediator, dan memperhatikan pendidikan anaknya. (4) Upaya lembaga; mengorganisasikan lingkungan sekolah, menyiapkan program pembinaan, bahan pelajaran, model pembinaan, sarana dan prasarana pembinaan, pencegahan tradisi kekerasan, dan meningkatkan rasa simpati dan empati, penerapan kebijakan pendidikan agama Hindu yang ditanamkan sejak dini. (5) Sad dharma; seperti dharmawacana, dharmagita, dharmatula, dharmayatra, dharmasadhana, dharmasanti.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tata kelola keberadaan peninggalan bawi ayah bagi umat hindu kaharingan di desa tangkahen kabupaten pulang pisau

2021•Koleksi Perpustakaan

SUSANTIE, 2021. Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten PulangPisau. Tesis Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Agama Hindu Program Pascasarjana IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil, Pembimbing II Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag.,Ph.D. Tesis ini mengkaji Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah BagiUmat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Fenomena yang terjadi, belum terkelola dengan baik dan maksimal peninggalan dari Bawi Ayah yang ada di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji adalah : 1. Bagaimanakah tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 2. Apa makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 3. Apa nilai pendidikan yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi pendidikan agama Hindu di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian ini, untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang tata kelola keberadaan peninnggalan Bawi Ayah, makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah dan nilai pendidikan peninggalan Bawi Ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan adalah secara Purposive. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori manajemen analisis sistem, teori fungsionalisme struktural dan teori kebudayaan. Dari hasil penelitian ini memperoleh hasil bahwa perlunya tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, melalui berbagai tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Peninggalan dari Bawi Ayah memiliki makna yang terkandung didalamnya dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada peninggalan tersebut

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINDAKAN HUKUM TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI DESA TUMBANG LABANING KECAMATAN KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN

2021•Koleksi Perpustakaan

Ujen, 2021 Tindakan Hukum Terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Izin di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, Skripsi Strata satu Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I (satu) I Komang Darman, SH,.MH, Pembimbing II (dua) Sri Kayun , SH,. M.Si Pada dasaranya Penegakan Hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atau berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman prilaku dalam lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Katingan Hulu terhadap para pelaku Penambangan emas tanpa izin secara umum prosedurnya sama halnya dengan tindak pidana umum lainya yaitu melakukan tindakan preventif (Pencegahan) dan Represif (Penindakan) serta sesuai dengan UndangUndang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum bagi para pelaku penambangan emas tanpa izin yaitu, faktor hukum yang diterapkan, Faktor penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dan faktor ekonomi Masyarakat. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini mencakup 2 (dua) hal yaitu : (1). Bagaimana penegakan hukum terhadap para penambang emas tanpa izin dalam upaya perlindungan kerusakan lingkungan hidup di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan?, (2). Faktor apa saja yang mempengaruhi penegakan hukum dalam upaya perlindungan kerusakan lingkungan hidup di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan serta apa upaya pemerintah daerah kabupaten katingan terhadap penambang emas tanpa izin?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Teori Efektivitas Hukum, Teori Kepatuhan Hukum dan Teori Perlindungan Hukum jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan, sedangkan guna mendapatkan data yang valid, peneliti mengunakan teknik Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan study kepustakaan. Adapun yang menjadi informan penelitian ini ialah Masyarakat penambang emas tanpa izin Desa Tumbang Labaning, Kepala Desa Tumbang Labaning, Kapolsek Katingan Hulu, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten katingan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut maka dapat disimpulkan yaitu : (1) penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian Kecamatan Katingan Hulu sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu sesuai dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan sudah melakukan tindakan preventif (Pencegahan) dan Represif (Penindakan) (2) Faktor yang mempengaruhi penegekan hukum yaitu faktor hukum yang diterapkan, faktor penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dan faktor ekonomi Masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah x Kabupaten Katingan yaitu mensosialisasikan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penambangan emas tanpa izin (PETI) kepada Masyarakat penambangan emas di Kabupaten Katingan, melakukan pendekatan kepada Masyarakat yang melakukan penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Katingan, meminalisir kerusakan ekosistem air dan darat sesuai dengan analisis AMDAL

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

MODEL PEMBELAJARAN SISTEM DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2021•Koleksi Perpustakaan

Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Transformasi sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran sistem daring menjadi persoalan sangat penting dan mendesak yang dihadapi dunia pendidikan. Sejak awal pandemi sampai saat ini persoalan pembelajaran sistem daring telah menjadi fokus berbagai penelitian. Namun, penelitian tentang pembelajaran daring di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHNTP) Palangka Raya belum tersedia. Peneliti tertarik mengkaji pembelajaran sistem daring di IAHN-TP Palangka Raya dengan fokus masalah (1) bagaimana proses pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, (2) bagaimana implikasi pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya, dan (3) bagaimana upaya peningkatan pembelajaran sistem daring selama pandemi Covid-19 di IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan rumusan masalah penelitian tersebut ialah teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif fenomenologi pendekatan emik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data yang diperoleh direduksi, disajikan, dan diambil suatu kesimpulan. Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal berikut. (1) Persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous dengan menerapkan RQA dan HOTS. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara daring berupa soal pilihan ganda dan analisis mandiri. (2) Implikasi pembelajaran sistem daring terhadap dosen ialah peningkatan pengetahuan dosen dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, sedangkan implikasi terhadap mahasiswa ialah pengembangan potensi diri secara mandiri. (3) Lembaga telah meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran. Dosen berupaya meningkatkan pengetahuan dan kreativitas di bidang teknologi pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan teknik mengajar secara daring. Mahasiswa meningkatkan pengetahuan dari sumber belajar daring dan mengikuti webinar. Tri pramana menjadi dasar perubahan proses, implikasi, dan upaya peningkatan pembelajaran sistem daring karena manusia memiliki idep (pikiran) sehingga selama pandemi Covid-19 pembelajaran dapat terus berlangsung meskipun dilaksanakan secara daring.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Islam Lokal (Sejarah, Budaya dan Masyarakat)

2021•Koleksi Perpustakaan

Buku bunga rampai yang diterbitkan mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga ini menarik untuk dibaca. Pertama, buku ini ditulis oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik itu di Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, dan bahkan aktivis LSM. Dari tema tulisan yang sangat bervariasi fokus kajian dan perspektifnya. Hal ini membuktikan bahwa sejarah Islam Indonesia tidak hanya Java-centris karena mencakup banyak aspek dalam kajian sejarah lokal. Buku yang merupakan hasil lomba tulisan di kalangan m ahasiswa ini juga bagus dari aspek lokalitasnya. Tema artikel di buku ini berbicara tentang budaya lokal baik Islam maupun umum seperti bagaimana integrasi Islam dengan nilai-nilai lokal di Jawa maupun Sumatera. Etnis Tionghoa sebagai minoritas juga sebuah objek studi yang menarik karena selama ini banyak kajian lebih pada masyarakat mayoritas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail