Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MARA

10 karya publik ditemukan.

2024: 32023: 12021: 32020: 12018: 2

Literasi Digital dan Kekuatan Media Sosial: Transformasi Sosial, Budaya, Ekonomi dan Pendidikan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini mendiskusikan tentang dinamika literasi digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan milenial saat ini, terlebih lagi literasi digital saat ini memiliki peran utama dalam memberikan wawasan yang disebarluaskan melalui media sosial. Jika generasi milenial tidak bijak dalam bermedsos, maka akan terjebak dalam hegemoni hedonis yang akhirnya masa depan menjadi taruhannya. Oleh karena itu dalam diskusi yang ditulis dalam buku ini membahas berbagai hal yang dikemas dalam ruang lingkup sosial, budaya, ekonimi dan pendidikan.

Pengantar Hukum Indonesia

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan Hukum khususnya terkait dengan Dasar atau Pengantar Hukum Indonesia. Sistematika Buku Pengantar Hukum Indonesia ini memberikan nuansa berbeda yang saling menyempurnakan dari setiap pembahasannya baik dari sisi teori, konsep maupun peraturan perundang-undangan yang sesuai dan mudah dipahami. Sistematika buku Pengantar Hukum Indonesia ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan ragulasi yang ada didalam berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku yang melengkapi khasanah keilmuan sebagai pengantar dalam mempelajari Hukum di Indonesia. Buku ini terdiri atas 16 Bab yang dibahas secara rinci dalam pembahasan yakni : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Subyek, dan Obyek hukum, Sistem Hukum dan Klasifikasi Hukum, Istilah, pengertian PHI, Sejarah Tata Hukum Indonesia, Tujuan Mempelajari PHI, Hubungan PHI dan PIH, Dasar-Dasar HTN, Dasar-Dasar HAN, Dasar-Dasar Hukum Acara PTUN, Dasar-Dasar Hukum Pidana, Dasar-Dasar Hukum Acara Pidana, Dasar-Dasar Hukum Perdata, Dasar-Dasar Hukum Acara Perdata, Dasar-Dasar Hukum Adat, Dasar-Dasar Hukum Islam, Dasar-Dasar Hukum Internasional, Dasar-Dasar Hukum Perdata Internasional, Dasar-Dasar Hukum Dagang.

UPACARA PAKANAN SAHUR LEWU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BATU PUTER KECAMATAN RUNGAN HULU KABUPATEN GUNUNG MAS (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

MARA.2021. Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan) Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Pembimbing II, Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Upacara Pakanan Sahur Lewu merupakan salah satu dari lima macam upacara khas suku Dayak Ngaju. Pakanan berarti memberikan persembahan berupa sasajen kepada roh leluhur atau orang-orang suci yang diselenggaran dalam suatu desa atau kampung. Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada para leluhur agar terhindar dari segala macam penyakit, serta diberikan berkat yang berlimpah dalam kehidupannya. Upacara Pakanan Sahur Lewu pada umumnya tidak hanya diikuti oleh masyarakat beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi masyarakat umat lain (non Hindu) juga ikut serta melaksanakan upacara tersebut. Namun, dewasa ini pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu di Desa Batu Puter terjadi permasalahan dikarenakan kurangnya pemahaman sebagian umat lain tentang upacara tersebut.Oleh karena itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:(1) Bagaimana mitologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (2) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Ma (3) Apa Makna Teologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitologi, pelaksanaan, dan makna upacara Pakanan sahur Lewu. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural, teori mitologi dan , teori simbol Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Mitologi Pakanan Sahur berawal dari kepercayaan umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter bahwa terdapat 7 roh leluhur/ sahur parapah yang diturunkan ke oleh Raying Hatalla untuk menjaga kelestarian alam.(2) pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu ini biasanya dilaksanakan selama 1-3 hari, dimulai dengan pemukulan ketambung sebagai media pengiring doa, dilanjutkan dengan hari ke dua,yaitu Mujan Tawur ini yang juga dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan upacara Pakanan Sahur tersebut, dan yang ketiga, Pamuhun Talawang proses ini dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara tersebut sudah dimulai. Makna teologi dalam upacara Pakanan Sahur Lewu tentang makna kain putih sebagai simbol kesucian dan beras tambak sebagai simbol kehormatan kepada leluhur menurut sistem keyakinan umat Hindu kaharingan.

Membentuk Konsep Diri Melalui Budaya Tutur: Tinjauan Psikologi Komunikasi

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Satu kesyukuran bagi penulis kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, buku ini dapat disusun dan diselesaikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tulisan dalam buku ini merupakan rangkaian panjang pemikiran, riset, dan analisis penulis dari penelitian tentang Pembentukan Konsep Diri melalui Budaya Tutur Masyarakat Adat Dalihan na Tolu. Buku ini juga merupakan bagian dari hasil penelitian Talenta 2019 yang didanai oleh Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara. Kehadiran buku ini didorong pada pengamatan penulis dalam kehidupan sehari-hari. Kerap kita menemui kenyataan bagaimana pola komunikasi masyarakat yang kurang sensitif pada nilai-nilai penghormatan dan penghargaan pada orang lain. Fakta perkembangan teknologi dan membanjirnya budaya popular melalui media massa banyak membuat tipologi komunikasi masyarakat, utamanya generasi milenial, menunjukan banyak hal yang negatif. Tata krama, kesusilaan, dan penghormatan pada lawan bicara cukup terdegradasi dalam ruang publik. Kearifan lokal nilai tutur tentunya diharapkan dapat membentuk konsep diri yang baik, penuh penghormatan dan penghargaan kepada orang lain. Penulis menyadari tingkat kedangkalan analisis tidak bisa dilepaskan pada setiap pokok bahasan yang tersusun dalam buku ini. Karenanya penulis sangat terbuka bagi kalangan dosen dan praktisi psikologi komunikasi untuk mengembangkan, mengelaborasi dan menyempurnakan pada masa mendatang. Semoga buku ini menjadi buku yang menarik, sekaligus sebagai sarana penambah khasanah ilmu pengetahuan dalam kajian psikologi komunikasi dan kearifan lokal. Harapan besar buku ini bermanfaat bagi diri penulis, masyarakat, pemangku kebijakan, dan ilmu pengetahuan. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi kalangan akademik, pemerhati psikologi komunikasi dan masyarakat dalam memahami konsep diri dan nilai Tutur. Segala masukan dan saran sangat diharapkan guna penyempurnaan buku ini. •

UPACARA PAKANAN SAHUR LEWU PADA UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BATU PUTER KECAMATAN RUNGAN HULU KABUPATEN GUNUNG MAS (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARA.2021. Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Teologi Hindu Kaharingan) Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Prodi Filsafat Agama Hindu (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Pembimbing II, Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Upacara Pakanan Sahur Lewu merupakan salah satu dari lima macam upacara khas suku Dayak Ngaju. Pakanan berarti memberikan persembahan berupa sasajen kepada roh leluhur atau orang-orang suci yang diselenggaran dalam suatu desa atau kampung. Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada para leluhur agar terhindar dari segala macam penyakit, serta diberikan berkat yang berlimpah dalam kehidupannya. Upacara Pakanan Sahur Lewu pada umumnya tidak hanya diikuti oleh masyarakat beragama Hindu Kaharingan saja, tetapi masyarakat umat lain (non Hindu) juga ikut serta melaksanakan upacara tersebut. Namun, dewasa ini pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu di Desa Batu Puter terjadi permasalahan dikarenakan kurangnya pemahaman sebagian umat lain tentang upacara tersebut.Oleh karena itu, peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut:(1) Bagaimana mitologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas (2) Bagaimana Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Ma (3) Apa Makna Teologi dalam Upacara Pakanan Sahur Lewu Pada Umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Rungan Hulu Kabupaten Gunung Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mitologi, pelaksanaan, dan makna upacara Pakanan sahur Lewu. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme Struktural, teori mitologi dan , teori simbol Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Mitologi Pakanan Sahur berawal dari kepercayaan umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Puter bahwa terdapat 7 roh leluhur/ sahur parapah yang diturunkan ke oleh Raying Hatalla untuk menjaga kelestarian alam.(2) pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Lewu ini biasanya dilaksanakan selama 1-3 hari, dimulai dengan pemukulan ketambung sebagai media pengiring doa, dilanjutkan dengan hari ke dua,yaitu Mujan Tawur ini yang juga dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan upacara Pakanan Sahur tersebut, dan yang ketiga, Pamuhun Talawang proses ini dilaksanakan oleh basir dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa upacara tersebut sudah dimulai. Makna teologi dalam upacara Pakanan Sahur Lewu tentang makna kain putih sebagai simbol kesucian dan beras tambak sebagai simbol kehormatan kepada leluhur menurut sistem keyakinan umat Hindu kaharingan.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MIRA ASMARA, 2020. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Mata Pelajaran Agama Hindu Siswa Kelas VIIISMP Negeri1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.FakultasDharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing IDr. Drs. I Wayan Karya.,M.Pd.,M.Sidan Pembimbing IIHendri, S. Ag., M. Si Dalam proses belajar mengajar Media itu tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Begitu juga halnya fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan TehangKabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, penerapan media pembelajaran telah dilakukan demi tercapainya hasil belajar yang diinginkan akan tetapi belum diketahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis visual tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil atau prestasi belajar siswa dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Dari gambaran di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Hindu Dalam Mata Pelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Manfaat Penelitian adalah Memberikan suatu masukan kepada guru Agama Hindu agar dapat menggunakan media pengajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 siswa Hindu kelas VIIISMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas,sedangkan Sampel Penelitian berupa sampel total yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik Pengumpulan Data menggunakan Teknik Observasi, wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Teknik Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Uji t, yaitu untuk mengetahui tentang pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis visual mata pelajaran Agama kelas VIII di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung MasTahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mean atau Rata-rata ( = 76,78dan = 70,72, Standar Deviasi ( = 6,7 dan = 3,09), Varian( = 44,89 dan = 9,51), Korelasi( r )=-0,59, r (determinan) = 34,81%. Dari perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 1,28. Dengan db sebesar 16 diperoleh t pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,746. Karena “t” yang diperoleh dalam perhitungan (t ) lebih kecil dari pada t 1,281,746, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Ma Provinsi Kalimantan Tengah ditolak dan hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa Hindu dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan agar guru agama Hindu lebih memberikan perhatian terhadap cara penyampaian materi pelajaran kepada siswa terutama penggunaan media pengajaran yang trepat sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang disampaikan demi kemajuan prestasi siswanya.

Pidana dan Pemidanaan dalam Sistem Hukum di Indonesia (Hukum Penitensier)

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam buku ini diketengahkan mengenai Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia, Dimensi Kebijakan Hukum Pidana, Perbuatan Melawan Hukum dan Pertanggung-jawaban Pidana, Tinjauan Tentang Hukum Penitensier, Pidana Jenis Pidana dan Pemidanaan, Sistem Perumusan Sanksi Pidana, Tindakan Tata Tertib di Lembaga Pemasyarakatan, Peniadaan Hukuman dan Pengurangan Hukuman, Sistem Pemidanaan Terhadap Anak di Indonesia. Baca selengkapnya dalam buku ini. [Penerbit Deepublish, Deepublish, Hukum, Dr. Hj. Tina Asmarawati, S. H. , M. H.]