Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: WIDIYA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Moodle E-Learning Elita

2023•Koleksi Perpustakaan

Pada era saat ini pembelajaran harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. E-learning adalah salah satu aplikasi atau sistem berbasis internet yang digunakan sebagai media dan sumber belajar di perguruan tinggi. Hadirnya e-learning sebagai fasilitas pembelajaran menjadikan pendidik harus memiliki keterampilan penggunaan baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Hal ini yang mendorong penulis untuk membantu pendidik dalam penyusunan course dan moodle e-learning. Harapan hadirnya buku ini dapat membantu pendidik dalam memahami seluk beluk baik dari sisi fitur, pemanfaatan, dan optimalisasi e-learning dalam pembelajaran. Adanya fasilitas elearning dapat mampu menunjang pelaksanaan pembelajaran dan efektivitas capaian tujuan pembelajaran. Variasi multimedia dalam e-learning menjadi salah satu pengembangan dari media pembelajaran, hadirnya variasi ini diharapkan dapat menjadi kemudahan mahasiswa memahami materi dan motivasi dalam belajar. Selain itu, perlunya untuk meningkatkan literasi digital di era saat ini. Buku ini disusun sesuai dengan kebutuhan pendidik untuk mengembangkan e-learning menjadi lebih optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya.

2021•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK WIDIYA, 2021. Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Dan Keagamaan Di Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II: I Made Puspe, S.Ag., M.Pd.H Museum Balanga memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian tradisi yang dapat menjadi wadah pembelajaran kebudayaan Suku Dayak yang mayoritasnya mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu Museum Balanga tidak hanya sebagai tempat merawat dan penyimpanan benda-benda bersejarah warisan budaya tetapi juga dapat memberikan informasi yang positif mengenai benda bersejarah, serta budaya dan sumber daya alam di lingkungan Suku Dayak. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat Museum Balanga harus memiliki pengelolaan yang baik dalam proses pengembangannya. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang bisa memperbaiki dan membangun museum, supaya dapat menarik wisatawan maupun pengunjung museum agar dapat mengenal dan mempelajari sejarah yang ada di dalam Museum Balanga. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Peran dan Fungsi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana Strategi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Peran dan 2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama Peran Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berperan sebagai daya tarik wisatawan, ikon Kota Palangka Raya, dan sebagai pendukung perkembangan pariwisata, kedua Fungsi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berfungsi sebagai pendidikan, komunikasi, dan tempat merawat dan melindungi benda-benda bersejarah, dan yang ketiga Strategi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan yaitu Museum Balanga melakukan promosi dan pengelolaan yang dilaksanakan dan diterapkan dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan di Kota Palangka Raya. Kata Kunci : Eksistensi, Museum Balanga, Pengembangan Pariwisata

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WIDIYA, 2021. Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Dan Keagamaan Di Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II: I Made Puspe, S.Ag., M.Pd.H Museum Balanga memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian tradisi yang dapat menjadi wadah pembelajaran kebudayaan Suku Dayak yang mayoritasnya mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu Museum Balanga tidak hanya sebagai tempat merawat dan penyimpanan benda-benda bersejarah warisan budaya tetapi juga dapat memberikan informasi yang positif mengenai benda bersejarah, serta budaya dan sumber daya alam di lingkungan Suku Dayak. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat Museum Balanga harus memiliki pengelolaan yang baik dalam proses pengembangannya. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang bisa memperbaiki dan membangun museum, supaya dapat menarik wisatawan maupun pengunjung museum agar dapat mengenal dan mempelajari sejarah yang ada di dalam Museum Balanga. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Peran dan Fungsi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana Strategi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Peran dan 2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama Peran Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berperan sebagai daya tarik wisatawan, ikon Kota Palangka Raya, dan sebagai pendukung perkembangan pariwisata, kedua Fungsi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berfungsi sebagai pendidikan, komunikasi, dan tempat merawat dan melindungi benda-benda bersejarah, dan yang ketiga Strategi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan yaitu Museum Balanga melakukan promosi dan pengelolaan yang dilaksanakan dan diterapkan dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan di Kota Palangka Raya. Kata Kunci : Eksistensi, Museum Balanga, Pengembangan Pariwisata

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSISTENSI MUSEUM BALANGA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DAN KEAGAMAAN DI KOTA PALANGKA RAYA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WIDIYA, 2021. Eksistensi Museum Balanga Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Dan Keagamaan Di Kota Palangka Raya. Pembimbing I: Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D dan Pembimbing II: I Made Puspe, S.Ag., M.Pd.H Museum Balanga memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian tradisi yang dapat menjadi wadah pembelajaran kebudayaan Suku Dayak yang mayoritasnya mendiami wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu Museum Balanga tidak hanya sebagai tempat merawat dan penyimpanan benda-benda bersejarah warisan budaya tetapi juga dapat memberikan informasi yang positif mengenai benda bersejarah, serta budaya dan sumber daya alam di lingkungan Suku Dayak. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat Museum Balanga harus memiliki pengelolaan yang baik dalam proses pengembangannya. Untuk itu diperlukan suatu manajemen yang bisa memperbaiki dan membangun museum, supaya dapat menarik wisatawan maupun pengunjung museum agar dapat mengenal dan mempelajari sejarah yang ada di dalam Museum Balanga. Dilihat dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana Eksistensi Museum Balanga dalam menunjang pariwisata di Kota Palangka Raya (2) Bagaimana Peran dan Fungsi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan di Kota Palangka Raya, (3) Bagaimana Strategi Museum Balanga dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Keagamaan Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Teori Peran dan 2) Teori Pengembangan Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan penulis ingin mendeskripsikan data lapangan mengenai permasalahan penelitian, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama eksistensi Museum Balanga di tengah kehidupan masyarakat memberikan suatu pembaharuan dalam kegiatan edukasi sejarah. Edukasi yang ditampilkan di Museum Balanga yaitu sejarah Suku Dayak Kalimantan Tengah mulai dari kelahiran, perkawinan dan kematian. kedua Peran Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berperan sebagai daya tarik wisatawan, ikon Kota Palangka Raya, dan sebagai pendukung perkembangan pariwisata, ketiga Fungsi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan berfungsi sebagai pendidikan, komunikasi, dan tempat merawat dan melindungi benda-benda bersejarah, dan yang ketiga Strategi Museum Balanga dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan yaitu Museum Balanga melakukan promosi dan pengelolaan yang dilaksanakan dan diterapkan dalam pengembangan pariwisata budaya dan keagamaan di Kota Palangka Raya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail